ICEASD (ISW)

Agenda: ICEASD 2026, Madrasah Riset, dan Tunas Cendekia, Sekaligus Pembukaan Rangkaian Dies Natalis X

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, tahun ini menuju tahun yang kesepuluh. Untuk itu, direncanakan akan dilaksanakan kegiatan International Conference on Environmental Awareness for Sustainable Development (ICEASD) 2026 sebagai sebuah forum ilmiah yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai belahan dunia. 

Konferensi ini menjadi wadah strategis untuk mendiskusikan inovasi terbaru serta tantangan global dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui pertukaran ide dan hasil penelitian, ICEASD diharapkan dapat melahirkan solusi konkret yang mampu menyeimbangkan kemajuan peradaban dengan kelestarian ekosistem di masa depan.

Kegiatan ini menjadi kian istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan seremoni pembukaan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-X. Dekade pertama perjalanan institusi ini menandai tonggak sejarah penting dalam dedikasinya terhadap dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat. Penggabungan agenda konferensi lingkungan internasional dengan peringatan “ulang tahun” ini mencerminkan semangat institusi untuk terus tumbuh secara global tanpa melupakan akar historis dan visi besarnya dalam menjaga bumi.

Prosesi pembukaan rangkaian Dies Natalis X mengundang jajaran pimpinan, mitra strategis, dan tamu undangan mancanegara. Atmosfer kemeriahan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk syukur, tetapi juga sebagai pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kontribusi nyata bagi lingkungan. Integrasi kedua acara ini menunjukkan sinergi antara tradisi akademik yang kuat dengan ambisi riset yang progresif demi keberlanjutan global.

Selain aspek kebijakan dan sains lingkungan, agenda ini juga memberikan ruang khusus bagi pengembangan pendidikan dasar dan menengah melalui partisipasi dalam menyukseskan program Madrasah Riset yang merupakan bagian dari kegiatan Kementerian Agama RI. Integrasi ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian lingkungan dan nalar kritis sejak dini, di mana madrasah tidak hanya menjadi pusat ilmu agama tetapi juga pusat inkubasi penelitian lingkungan bagi generasi muda. 

Penyelenggaraan ICEASD 2026 dan perayaan Dies Natalis ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi strategis melalui inisiasi program Tunas Cendekia. Sekaligus mengenalkan kembali Akademi Tunas Cendekia. Program ini merupakan hasil sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang dirancang khusus untuk memajukan kualitas pendidikan di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah melalui penguatan literasi serta pendidikan berbasis karakter.

Dengan adanya Tunas Cendekia, pemerintah daerah dan institusi berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan progresif. Sehingga bakat-bakat muda dari Konawe Selatan dapat berkembang menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan turut menyukseskan program Madrasah Riset dan menginisiasi Tunas Cendekia, diharapkan tercipta generasi yang mampu bersaing secara global dengan bekal integritas moral serta kesadaran ekologis yang kuat. Selain pemaparan makalah ilmiah, rangkaian acara ini juga mencakup diskusi panel, keynote speech dari pakar lingkungan internasional, dan pameran inovasi teknologi ramah lingkungan. 

Para peserta diberikan kesempatan untuk memperluas jaringan kolaborasi lintas disiplin ilmu, yang menjadi esensi dari tema pembangunan berkelanjutan yang diangkat. Di sisi lain, kemeriahan Dies Natalis diisi dengan berbagai kompetisi bertema lingkungan dan kegiatan sosial yang melibatkan komunitas internal maupun masyarakat luas.

Sebagai penutup, penyelenggaraan ICEASD 2026 dan pembukaan Dies Natalis X ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi reputasi institusi di kancah internasional. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata bahwa institusi telah siap menghadapi tantangan sepuluh tahun ke depan dengan pondasi ilmu pengetahuan yang kokoh dan komitmen tinggi terhadap keberlanjutan alam. Peringatan selain sebagai sebuah seremoni kesyukuran, juga akan momentum transformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan gemilang.

Agenda: Workshop Penyiapan Akreditasi Jurnal ke SINTA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sembilan perguruan tinggi memulai prakarsa dalam menjalin kolaborasi strategis. Terbentang dari Papua sampai ke Aceh. Kesembilan perguruan tinggi tersebut, Universitas Amal Ilmiah Yapis Papua, STIT Sunan Giri Bima, STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkajene Kepulauan, Universitas Muhammadiyah Barru.

Begitu pula dengan STAI Nusantara (Banda Aceh), STEBI Al Muhsin Yogyakarta. Secara teknis dilaksanakan bersama antara Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Chaeriyah Mamuju. Kegiatan akan dilaksanakan secara daring mulai Jumat, 30 Januari 2026.

Kegiatan dalam kerangka IUCSRS (Indonesian Universities Consortium on Social Religious Studies) yang merupakan prakarsa Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, dalam mendorong dan memajukan kerjasama tri dharma perguruan tinggi. Salah satunya terkait dengan pengelolaa terbitan berkala ilmiah.

Fokus utama adalah penguatan tata kelola jurnal ilmiah. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi sumber daya antarlembaga. Semangat kebersamaan menjadi kunci suksesnya kegiatan workshop ini.

Workshop ini bertujuan menyiapkan jurnal menuju akreditasi SINTA. Peserta membedah standar penilaian nasional secara mendalam. Peningkatan skor evaluasi diri menjadi target utama setiap pengelola. Akreditasi yang baik akan meningkatkan reputasi institusi dan dosen.

Manajemen jurnal berbasis Open Journal Systems (OJS) diperkuat. Peserta mendapatkan bimbingan teknis terkait alur kerja penyuntingan. Kelengkapan atribut profil jurnal diperiksa satu demi satu. Hal ini memastikan proses publikasi berjalan profesional dan konsisten.

Kualitas artikel menjadi poin krusial dalam penilaian SINTA. Workshop membahas pentingnya proses peninjauan sejawat (peer-review) yang ketat. Unsur kebaruan dan kontribusi ilmiah ditekankan kepada para editor. Diversitas penulis dari berbagai instansi juga didorong lebih luas.

Rencana Tindak Lanjut Bersama

Kegiatan disertai dengan penyusunan jadwal kegiatan berbasis akreditasi. Setiap perguruan tinggi berkomitmen memantau progres harian. Pendampingan berkelanjutan akan dilakukan antar-pengelola jurnal. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan jurnal-jurnal yang akan terindeks di SINTA sebagai bentuk pengakuan jurnal di tingkat nasional.

Diskusi Kerjasama (ISW)

Agenda: Pertemuan Awal dengan HoD di SoA, Bina Nusantara University

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pertemuan awal dengan Head of Department (HoD) di School of Architecture (SoA), Bina Nusantara University dijadwalkan Sabtu mendatang (24 Januari 2026). Langkah ini, merupakan kesempatan strategis untuk membuka ruang dialog formal dan menjajaki potensi sinergi akademik. 

Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan profil masing-masing institusi serta menyelaraskan visi terkait pengembangan keilmuan di bidang akuntasi dan keuangan. Melalui sesi ini, kedua belah pihak dapat mengidentifikasi peluang kerja sama yang konkret, baik dalam skala nasional maupun internasional. 

Sebagaimana diketahui Binus University, merupakan institusi yang sudah tersenarai dalam QS Rangking. “Sekaligus merupakan sekolah bisnis terbaik di Indonesia dalam rangking QS,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sementara itu, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, saat ini sementara menunggu persetujuan pihak Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI, terkait dengan surat keputusan ijin operasional program studi ekonomi syariah. “Dengan kegiatan ini, akan menjadi kesempatan mengenalkan IAI Rawa Aopa ke calon mitra, Bina Nusantara University,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai research fellow INTI International University (Malaysia).

Agenda ini juga dirancang sebagai forum untuk mendiskusikan peluang untuk menjalin program-program inovatif, seperti kolaborasi riset, pertukaran dosen, hingga pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri global. Dengan melibatkan pimpinan departemen secara langsung, setiap poin kesepakatan diharapkan memiliki landasan manajerial yang kuat untuk ditindaklanjuti menjadi program nyata. 

Diskusi akan mencakup pemanfaatan sumber daya bersama guna meningkatkan kualitas lulusan dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai penutup, pertemuan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka kerja sama (MoU/MoA) yang menguntungkan kedua pihak. 

Output yang diharapkan bukan sekadar seremoni formal, melainkan terciptanya jejaring akademik yang berkelanjutan dalam kerangka mobilitas keilmuan. Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan Bina Nusantara University dan mitra dapat bersama-sama memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan berkelanjutan di sektor keuangan dan akuntansi.

Diskusi Panel (ISW)

Diskusi Panel terkait Situasi Hukum Internasional Kontemporer, Bersama Universitas Hasanuddin

Andoolo – Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar diskusi panel strategis guna membedah dinamika dan tantangan hukum internasional di era kontemporer. Forum akademik ini menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi hukum untuk mendiskusikan posisi Indonesia di tengah pergeseran geopolitik global serta penegakan norma-norma internasional.

Diskusi yang akan berlangsung hari ini (Jumat, 16 Januari 2026) menyoroti berbagai isu krusial, mulai dari sengketa wilayah, hukum humaniter, hingga kerja sama ekonomi lintas negara yang memerlukan landasan hukum kuat dan adaptif.

Akan turut hadir dalam kesempatan tersebut, mahasiswa dan dosen Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Dr. Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Dalam pandangannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi antar-institusi pendidikan dalam merespons cepatnya perubahan regulasi di tingkat global.

“Diskusi ini bukan sekadar pertukaran ide akademis, melainkan langkah krusial dalam memetakan posisi hukum kita di kancah internasional. Kita perlu memastikan bahwa sumber daya manusia di perguruan tinggi memiliki literasi hukum yang memadai agar mampu berkontribusi dalam diplomasi dan kerja sama luar negeri yang menguntungkan bangsa,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan Seminar Proposal di Poleang Timur, Bombana yang merupakan Tri Dharma Terpadu.

Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam forum ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi Program Studi Hukum Tata Negara yang dikelola institusi tersebut. Sebagai prodi yang fokus pada penguatan pilar konstitusi dan tata kelola pemerintahan, keterlibatan dalam diskusi internasional ini diharapkan dapat memperkaya kurikulum dan wawasan mahasiswa di Konawe Selatan, sehingga lulusannya mampu mengontekstualisasikan hukum nasional dengan standar dan dinamika hukum internasional yang sedang berkembang.

Ismail juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa terus berkomitmen untuk memperluas jejaring kerja sama, termasuk dengan Universitas Hasanuddin, guna memperkuat kajian-kajian hukum yang relevan dengan kebutuhan daerah maupun nasional. “Ini boleh menjadi rintisan kerjasama dengan Universitas Hasanuddin melalui departemen hukum internasional,” kata Ismail yang juga Research Fellow University of South Wales, Britannia Raya.

Acara ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi pemikiran yang konstruktif bagi para pemangku kebijakan. Dekan Fakultas Hukum Unhas dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas kampus seperti ini menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas hukum internasional yang semakin dinamis.

Melalui diskusi panel ini, Universitas Hasanuddin kembali mempertegas perannya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan ilmu hukum di Indonesia Timur, sekaligus menjadi jembatan kolaborasi bagi perguruan tinggi lainnya di pelbagai wilayah Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara.

Kelas Pemikir (ISW)

Kader Pemikir Islam Indonesia Angkatan 5, Dibuka Pendaftaran

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta, Paramadina Center for Religion and Philosophy (PCRP) Universitas Paramadina akan mengadakan kegiatan Kader Pemikir Islam Indonesia Angkatan 5. Salah satu pendukung KPII Angkatan 5 – 2026, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan ke internal civitas akademika IAI Rawa Aopa untuk mulai mendaftar.

Kegiatan KPII ini sebagai bagian dari pengayaan wawasan materi yang telah ada sebelumya dalam ruang-ruang perkuliahan. Baik yang terlaksana dalam bentuk pertemuan tatap muka, maupun kegiatan daring.

Untuk kegiatan KPII akan berlangsung setiap Jumat, pukul 19.00-21.00 WIB | 20.00- 22.00 WITA (Andoolo), dengan pelaksanaan 23 Januari s.d. 27 Februari 2026 yang akan berlansgung selama 6 kali pertemuan (daring).

Pendaftaran dapat melalui tautan berikut ini:🔖LINK PENDAFTARAN: https://bit.ly/DAFTAR-KPII5.

Sinopsis Kelas

Kajian ini mengeksplorasi krisis ekologis sebagai persoalan teologis, etis, dan struktural melalui perspektif Islam yang dialogis dengan tradisi agama lain dan ilmu-ilmu kontemporer. Anda akan diajak bergerak dari refleksi teologis ke kritik struktural sampai praksis lintas iman.

Di atas dalam flyer, rancangan 6 tema kursus Ekoteologi Islam yang antar-disiplin dan antar-agama, sehingga cocok untuk dialog lintas iman dan konteks global–lokal.

Keenam pertemuan ini akan menggali ekoteologi Islam sebagai proyek teologis, etis, dan praksis yang utuh, yang mengintegrasikan: Diagnosis krisis spiritual, Kritik antroposentrisme, Visi tauhid kosmik, Norma syariah dan keadilan, Kritik ekonomi struktural, dan Spiritualitas dan aksi lintas iman. Ekoteologi Islam menegaskan satu pesan kunci: merawat bumi adalah bagian tak terpisahkan dari penghambaan kepada Tuhan Yang Esa.

FGD Persiapan Seminar (Raawa Aopa)

FGD Persiapan Pelaksanaan Webinar Internasional Kolaboratif: STIKES Panrita Husada dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersinergi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Panrita Husada Makassar dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan hari ini menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan webinar internasional kolaboratif (Ahad, 27 Juli 2025) yang berlangsung daring. 

Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan konsep, materi, dan teknis penyelenggaraan webinar yang akan menjadi wadah pertukaran ilmu dan pengalaman di kancah global. Kolaborasi strategis antara dua institusi pendidikan tinggi ini diharapkan mampu menghasilkan kegiatan yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi civitas akademika maupun masyarakat luas, khususnya dalam pengembangan keilmuan di bidang kesehatan dan keagamaan yang saling mendukung.

FGD yang berlangsung hangat dan produktif ini dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak, termasuk panitia pengarah, dan panitia pelaksana dari kalangan mahasiswa. Diskusi intensif meliputi penentuan tema-tema relevan untuk diskursus internasional, identifikasi pembicara kunci dari berbagai negara, serta penjadwalan agar webinar dapat diakses secara optimal oleh peserta dari zona waktu yang berbeda. 

Aspek teknis seperti platform webinar, promosi, dan mekanisme pendaftaran juga menjadi fokus pembahasan untuk memastikan kelancaran acara. Komitmen kuat dari kedua institusi terlihat jelas dalam upaya bersama menyukseskan inisiatif penting ini.

Webinar internasional kolaboratif ini tidak hanya menjadi ajang diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga merupakan manifestasi dari komitmen STIKES Panrita Husada dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas jejaring akademik di tingkat global. 

Dengan menghadirkan narasumber internasional dan memfasilitasi diskusi lintas budaya, diharapkan webinar ini dapat membuka wawasan baru bagi peserta, mendorong riset kolaboratif, serta memperkuat reputasi kedua institusi di mata dunia internasional. Persiapan yang matang melalui FGD ini menjadi fondasi kuat bagi penyelenggaraan webinar yang sukses dan berdaya guna.

Dalam kesempatan FGD tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, dan Pembina Kegiatan Kemahasiswaan STIKES Panrita Husada, Dr. A. Suswani Makmur, SKM, S.Kep, Ns, M.Kes, secara bersama-sama menyampaikan pernyataan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar dan meneruskan aktivitas di ruang kuliah ke dalam skala yang lebih luas. 

Mereka menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan webinar, sebagai bekal pengalaman berharga yang tidak dapat diperoleh hanya di dalam kelas. Inisiatif ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam dunia akademik dan profesional di masa depan.

Diklat DSI (Rawa Aopa)

Persiapan Diklat Mediator dengan Sertifikat dari Dewan Sengketa Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sebagai kompetensi tambahan, keterampilan profesional “mediaor” menjadi sebuah solusi bagi wujudnya sengketa. Ini, bisa diikuit oleh semua kalangan (sarjana). Tidak harus dengan menyelesaikan pendidikan sarjana hukum.

Bahkan bagi mahasiswa sekalipun, untuk menjadi bagian dalam surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Untuk itu, sebagai kesempatan meneruskan hasil Rapat Kerja Akademik 2025/2026, akan dilaksanakan Diklat Mediator (online) bersertifikat dari Dewan Sengketa Indonesia (DSI).

Untuk itu, pendaftaran mulai dibuka sampai terpenuhi minimal 10 orang. Kemudian diajukan ke DSI untuk mendapatkan persetujuan jadwal.

Mengenal Profesi Mediator

Seorang mediator adalah seorang profesional netral yang membantu pihak-pihak yang berselisih mencapai kesepakatan secara damai di luar jalur litigasi tradisional. Peran utama mediator adalah memfasilitasi komunikasi yang efektif, mengidentifikasi akar masalah, dan membantu para pihak menjelajahi berbagai opsi penyelesaian. 

Berbeda dengan hakim atau arbiter, mediator tidak memiliki wewenang untuk membuat keputusan atau memaksakan solusi. Sebaliknya, mereka bertindak sebagai fasilitator, membimbing diskusi dan memastikan bahwa semua suara didengar, dengan tujuan akhir mencapai resolusi yang disepakati bersama oleh semua pihak yang terlibat.

Profesi mediator mencakup berbagai bidang, mulai dari sengketa keluarga seperti perceraian dan hak asuh anak, sengketa bisnis, perselisihan perburuhan, hingga konflik komunitas. Keterampilan yang sangat penting bagi seorang mediator meliputi kemampuan mendengarkan secara aktif, empati, objektivitas, dan keterampilan negosiasi yang kuat. 

Mereka juga harus mampu menjaga kerahasiaan dan menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati agar para pihak merasa nyaman untuk berterus terang dan mencari solusi yang konstruktif. Mediator seringkali memiliki latar belakang di bidang hukum, psikologi, atau hubungan masyarakat, dan banyak yang menjalani pelatihan khusus serta sertifikasi untuk mengembangkan keahlian mereka.

Pemanfaatan jasa mediator semakin populer karena menawarkan alternatif yang lebih cepat, lebih efisien (berbasis pada kearifan lokal), dan seringkali lebih efektif dibandingkan proses pengadilan yang panjang dan mahal. Mediasi memberdayakan para pihak untuk tetap memegang kendali atas hasil akhir, yang dapat menghasilkan solusi yang lebih kreatif dan tangguh karena disepakati oleh mereka sendiri. 

Dengan fokus pada penyelesaian masalah dan pembangunan kembali hubungan, profesi mediator berperan penting dalam mempromosikan keadilan restoratif dan mengurangi beban pada sistem peradilan formal, membantu individu dan organisasi mencapai resolusi yang berkelanjutan dan memuaskan.

NASA Challenge (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Menjadi Mitra Pelaksanaan NASA Challenge 2025

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, menjadi institusi pendidikan tinggi yang dikenal dengan fokusnya pada integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan, kini menorehkan capaian yang perlu disyukuri. IAI Rawa Aopa secara resmi terpilih sebagai mitra pelaksana NASA Challenge 2025, sebuah kompetisi inovasi global yang diselenggarakan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). 

Kemitraan ini bukan hanya pengakuan atas potensi akademik dan riset IAI Rawa Aopa, tetapi juga menjadi jembatan penting bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk berkontribusi langsung pada eksplorasi antariksa dan pengembangan teknologi mutakhir yang relevan dengan tantangan global.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam NASA Challenge 2025 akan membuka peluang kolaborasi multidisiplin yang unik. Kompetisi ini biasanya mendorong partisipan untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap permasalahan nyata, mulai dari tantangan teknis dalam misi luar angkasa hingga aplikasi data antariksa untuk mengatasi isu-isu lingkungan di Bumi. 

Dengan demikian, IAI Rawa Aopa akan berperan dalam memfasilitasi partisipasi aktif dari sivitas akademika, terutama dalam bidang-bidang yang mungkin bersentuhan dengan teknologi informasi, analisis data, keberlanjutan lingkungan, dan bahkan etika dalam eksplorasi antariksa. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa institusi yang berakar pada nilai-nilai lokal dapat menghasilkan inovasi berkelas dunia.

Sebagai mitra pelaksana, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diharapkan akan menyediakan platform, sumber daya, dan bimbingan bagi para peserta NASA Challenge 2025. Keterlibatan ini juga akan memperkuat jaringan kolaborasi internasional IAI Rawa Aopa dengan lembaga-lembaga riset dan teknologi terkemuka di seluruh dunia. 

Diharapkan, kemitraan ini tidak hanya meningkatkan profil IAI Rawa Aopa di kancah global, tetapi juga menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengejar karier di bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika), sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya eksplorasi ilmiah dan inovasi demi kemajuan peradaban.

Kuliah Umum (Rawa Aopa)

Pengumuman: Persiapan Kuliah Umum bersama Peneliti Stanford University Amerika Serikat

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kami dengan syukur mengumumkan persiapan kuliah umum yang sangat dinantikan bersama seorang peneliti dari Stanford University, Amerika Serikat. Acara ini merupakan kesempatan emas bagi para mahasiswa, dan akademisi untuk mendapatkan wawasan langsung dari salah satu institusi riset terkemuka di dunia. 

Kuliah umum ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara penelitian akademik mutakhir dan pemahaman publik, sehingga topik-topik kompleks dapat disajikan dengan cara yang mudah diakses dan relevan. Kami percaya bahwa inisiatif ini akan menjadi kesempatan berdiskusi dan menstimulasi minat dalam bidang-bidang inovatif yang sedang digeluti oleh peneliti tersebut.

Persiapan sedang dilakukan secara cermat untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan acara ini. Detail mengenai tanggal pasti, waktu, lokasi, serta topik spesifik yang akan dibahas oleh peneliti akan diumumkan dalam waktu dekat melalui saluran komunikasi resmi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan media sosial. 

Kami merekomendasikan para calon peserta untuk memantau pengumuman lebih lanjut dan segera mendaftar setelah pendaftaran dibuka, mengingat keterbatasan tempat dan antusiasme yang diperkirakan tinggi. Ini adalah kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan akademisi global dan mendalami perspektif baru dalam disiplin ilmu terkait.

Partisipasi dalam kuliah umum ini diharapkan dapat memperkaya wawasan akademik dan profesional Anda. Acara ini tidak hanya akan membahas penemuan terbaru dan tren penelitian, tetapi juga memberikan kesempatan untuk sesi tanya jawab interaktif, memungkinkan audiens untuk berdialog langsung dengan sang peneliti. 

Kami mengundang Anda semua untuk menjadi bagian dari kegiatan kuliah umum ini, yang diharapkan dapat membuka cakrawala dan memicu kolaborasi ilmiah di masa depan.

ICSHAIS (Rawa Aopa)

Announcement: International Conference on Social Sciences and Humanities Approaches to Islamic Studies (ICSHAIS) 2025 (3-5 December)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – STAI DDI Makassar is once again preparing to host the International Conference on Social Sciences and Humanities Approaches to Islamic Studies (ICSHAIS) in 2025. This significant academic event will be held in collaboration with IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, marking a continued commitment to fostering intellectual discourse and scholarly collaboration in the field. The partnership between these esteemed institutions aims to create a robust platform for the exchange of ideas and research findings.

ICSHAIS (3-5 December) 2025 is designed to bring together academics, researchers, and practitioners from diverse backgrounds to explore critical issues and innovative perspectives within social sciences and humanities, particularly as they relate to Islamic studies. While the specific theme and sub-themes for the 2025 conference are yet to be unveiled, the event promises to uphold its tradition of stimulating meaningful discussions and contributing to advancements in the academic sphere.

All researchers and academics actively engaged in related fields are cordially invited to participate in ICSHAIS 2025. This conference offers a unique opportunity to present cutting-edge research, engage in vibrant debates, and network with peers from various national and international institutions. Participants are encouraged to prepare their scholarly contributions as the conference will provide a valuable forum for intellectual growth and collaboration.

Further essential information, including the official theme of ICSHAIS 2025, detailed sub-themes, and the complete registration schedule, will be announced in due course. Prospective attendees and presenters are advised to regularly check official channels for these crucial updates to ensure they do not miss any key deadlines or important information regarding the conference proceedings.

The organizing committees from STAI DDI Makassar and IAI Rawa Aopa Konawe Selatan eagerly anticipate the active participation of scholars and researchers. ICSHAIS 2025 is set to be another successful endeavor in advancing knowledge and fostering academic excellence within the realm of social sciences and humanities with an Islamic focus. Stay tuned for forthcoming announcements and prepare to be a part of this enriching academic experience.