Darul Ulum (ISW)

Announcement of International Community Service, @Darul Ulum Ammesangeng Home of UNESCO Geopark Maros-Pangkep

Rawaaopakonsel.ac.id, Ammesangeng – We are thrilled to announce the upcoming International Community Service program, hosted at the prestigious Darul Ulum Ammesangeng, located within the heart of the UNESCO Geopark Maros-Pangkep. This initiative brings together students, educators, and community leaders from across the globe to engage in meaningful cultural exchange and sustainable development. Tuesday, 28 April 2026.

Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam, Himpunan Mahasiswa Islam, Branch of East Makassar will serve the organizing committee. The collaborative community service will come together with IBK NITRO, BOLT, and Universiti Kebangsaan Malaysia. 

The collaboration reaches new heights with the official participation of the Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, which joins as a partner for this international program. Their involvement is instrumental, as it brings a dedicated focus to the social-religious pillar, ensuring that the community service efforts are grounded in spiritual values and social ethics. By integrating their expertise in Islamic studies and community development, IAI Rawa Aopa will play a role in facilitating interfaith dialogue and moral guidance, truly enriching the program’s holistic approach to serving the local population within the UNESCO Geopark.

Set against the backdrop of world-class karst landscapes, this program aims to bridge the gap between academic theory and real-world application while honoring the rich traditions of the South Sulawesi region. The core mission of this year’s service project is to foster environmental stewardship and educational empowerment. Participants will work side-by-side with local residents on various initiatives, ranging from ecological preservation workshops to English literacy programs for youth. 

By integrating global perspectives with local wisdom, we aim to create a lasting impact that preserves the unique biodiversity of the Geopark while providing the community at Darul Ulum Ammesangeng with new tools for a prosperous, interconnected future. Beyond the work itself, this program offers an unparalleled opportunity for cultural immersion. 

Darul Ulum Ammesangeng serves as a vibrant cultural hub where visitors can experience the profound hospitality and spiritual heritage of the local community. From exploring the ancient caves and towering limestone peaks of the Pangkep region to participating in traditional ceremonies, volunteers will gain a deep appreciation for the symbiotic relationship between the people and their majestic natural environment.

Collaboration is the heartbeat of this international endeavor. By partnering with local stakeholders and international organizations, we are building a network of global citizens dedicated to the UN Sustainable Development Goals. This program is not just a short-term visit; it is a commitment to a long-term partnership that values mutual respect and shared growth. We believe that through collective effort, we can protect our world’s natural wonders while uplifting the communities that call them home.

We invite all passionate individuals and institutional partners to join us in this transformative journey. Whether you are contributing your expertise in conservation, education, or social entrepreneurship, your presence will help make this International Community Service a landmark success. Together, we will leave steps of friendship and progress beneath the shadows of the Maros-Pangkep towers. Join us at Darul Ulum Ammesangeng, where global service meets timeless heritage.

Turnitin (ISW)

Ngabuburit with Turnitin, Belajar Bersama terkait Integritas Riset dengan Dukungan Teknologi di Bulan Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Kegiatan bertajuk “Ngabuburit with Turnitin” merupakan ikhitar dengan belajar bersama terkait “Integritas Riset dengan Dukungan Teknologi di Bulan Ramadhan” merupakan sebuah inisiatif akademik untuk mengisi waktu sebagai bagian amaliyah Ramadhan menjelang berbuka puasa dengan penguatan kapasitas intelektual. 

Program ini dirancang untuk menyatukan nilai-nilai spiritualitas Ramadhan, seperti kejujuran dan disiplin, dengan prinsip-prinsip etika ilmiah yang fundamental. Melalui forum ini, para akademisi dan peneliti diajak untuk merefleksikan kembali pentingnya menjaga orisinalitas karya sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam ekosistem pendidikan tinggi.

Dalam implementasinya, fokus utama diskusi diarahkan pada pemanfaatan teknologi Turnitin bukan sekadar sebagai alat pendeteksi kesamaan teks (similarity check), melainkan sebagai instrumen edukasi untuk meningkatkan kualitas penulisan ilmiah. Peserta akan mengeksplorasi mengenai teknik parafrasa yang benar, manajemen sitasi yang akurat, serta cara menginterpretasi laporan hasil pemindaian secara bijak. 

Integrasi teknologi ini diharapkan dapat meminimalisir praktik plagiarisme yang tidak disengaja sekaligus memperkuat standar integritas riset yang berlaku di tingkat internasional. Sinergi antara kegiatan rutin di bulan suci dan pengembangan profesionalisme ini diharapkan mampu melahirkan budaya akademik yang lebih sehat dan transparan. Dengan dukungan teknologi terkini, institusi dapat memastikan bahwa setiap publikasi yang dihasilkan memiliki kredibilitas yang tinggi dan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan. 

Pada akhirnya, semangat belajar bersama ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi institusi untuk mencetak peneliti yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas etis yang kokoh.

Kegiatan sesi #1 akan dilaksanakan di Bulan Ramadhan pada tanggal 7 Ramadhan bertepatan dengan 24 Februari 2026, Pukul 14.00 WIB (Jakarta) 15.00 (Makassar/Maros), 16.00 WIT (Papua/Wamena).

Kegiatan dilaksanakan bersama Turnitin Indonesia dengan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan dukungan STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkep, IAI DDI Sidrap, Institut Bisnis dan Keuangan NITRO (Makassar), IUCSRS – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, NR Institute dan LTMI HMI Cabang Makassar Timur.

Halal (ISW)

Pelatihan Pendamping PPH, Halal Center Politeknik AKA Bogor

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) yang diselenggarakan oleh Halal Center Politeknik AKA Bogor merupakan program yang dirancang untuk mencetak tenaga ahli yang kompeten dalam mendukung percepatan sertifikasi halal di Indonesia. Program ini bertujuan membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai regulasi Jaminan Produk Halal (JPH), kriteria Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), serta teknik verifikasi dan validasi lapangan.

Sebagai lembaga di bawah naungan institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada analisis kimia dan industri, pelatihan ini menjamin kualitas kurikulum yang selaras dengan standar teknis dan hukum yang berlaku. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang mencakup kebijakan pemerintah terkait sertifikasi halal jalur Self Declare bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Fokus utama instruksi meliputi tata cara pemeriksaan bahan, pemantauan proses produksi, hingga penggunaan sistem informasi Sihalal. Dengan pendekatan praktis, Halal Center Politeknik AKA Bogor memastikan setiap calon Pendamping PPH tidak hanya memahami teori secara tekstual, tetapi juga mampu melakukan pendampingan secara presisi agar produk yang dihasilkan pelaku usaha benar-benar memenuhi kriteria kehalalan yang mutlak.

Melalui inisiatif ini, Halal Center Politeknik AKA Bogor berperan aktif dalam membangun ekosistem halal nasional yang kuat dan terpercaya. Lulusan pelatihan ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam membantu UMKM memperoleh sertifikat halal, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Sinergi antara keahlian teknis laboratorium yang dimiliki Politeknik AKA dengan integritas proses sertifikasi menjadikan pelatihan ini sebagai salah satu rujukan utama bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam industri halal di Indonesia.

Silahkan mendaftar dengan mengisi link pendaftaran melalui tautan: https://bit.ly/Pendaftaran_P3H_24

Ramadhan (ISW)

IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima Perkuat Sinergi Lewat Program Kolaboratif Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima. Kedua institusi pendidikan tinggi Islam ini sepakat untuk meluncurkan serangkaian program kolaboratif yang fokus pada pengembangan pengabdian masyarakat dan penguatan literasi keagamaan.

“Kita bertemu di Jakarta, dan mendiskusikan sebuah program untuk belajar bersama sepanjang Ramadhan dengan kegiatan intensif bagi penelitian dan publikasi,” papar Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memperluas jangkauan syiar akademik di luar batas wilayah masing-masing kampus. Menurutnya, momentum Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih bermakna.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa sinergi ini akan menjadi sarana dalam penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Beliau juga menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi menara gading, melainkan harus hadir dimulai dari soliditas internal. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa luaran dari program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetensi dosen dan mahasiswa dalam menuliskan program riset yang telah dijalankan melalui program-program yang inovatif dan relevan.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ismail menegaskan komitmen institusinya terhadap keberlanjutan program ini. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, Dalam kesempatan selama Ramadhan justru kita bisa terus belajar,” ujar Ismail yang bersiap berangkat ke Kuala Lumpur.

Ia juga menambahkan mengenai aspek teknis pelaksanaan kegiatan tersebut di lapangan. “Kerja sama ini telah berjalan dan justru meomentum Ramadhan menjadi kesempatan mempertahankan kerjasama yang sudah berlangsung selama ini,” tegasnya. 

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan pesan mengenai visi jangka panjang dari kemitraan ini. “Momentum ini adalah awal dari kolaborasi lintas provinsi yang akan menjadi pola kerja dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat berbasis keagamaan di Indonesia Timur,” pungkasnya.

Program kolaboratif ini rencananya akan dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadhan, dan tidak terbatas pada dua kampus. “Kita sebagai pelaksana teknis saja, namun justru menjadi platform kerjasama lintas kampus,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

SEASIHE (ISW)

Dapatkan Dukungan BKSPTIS dan UniSZA, IAI Rawa Aopa Siap Gelar SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan langkah dalam kancah akademik internasional melalui persiapan penyelenggaraan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Momentum ini dipertahankan setelah perguruan tinggi tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) se-Indonesia serta Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia, yang akan memperluas jejaring riset dan kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi antara BKSPTIS dan UniSZA merupakan fondasi dalam memastikan pelaksanaan simposium mendatang. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini akan menjadi sebuah ikhtiar strategis untuk mengangkat posisi perguruan tinggi Islam lokal ke tingkat global. 

Menurutnya, dukungan dari lembaga besar seperti UniSZA memberikan kepercayaan diri lebih bagi IAI Rawa Aopa dalam mengelola perhelatan ilmiah berskala internasional. “Kita akan mengkomunikasikan ini semakin luas ke pelbagai perguruan tinggi Islam. Termasuk dalam jejaring Al Washliyah,” ungkap Ismail di Masjid Istiqlal setelah menghadiri pengukuhan Majelis Ulama Indonesia, Sabtu, 7 Februari 2026.

Sebagaimana diketahui bahwa SEASIHE 2026 akan dilaksanakan di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, pada bulan Mei yang akan datang. Sekaligus sebuah kesempatan mendorong wujudnya kerjasama perguruan tinggi luar negeri dengan pemerintah kabupaten Konawe Selatan.

“Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menjadikan Konawe Selatan sebagai salah satu titik temu pemikiran interdisipliner Islam di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke sesaat setelah menyapa Ketua Umum PB Al Wahliyah yang dilantik menjadi pengurus MUI. 

Ismail menambahkan bahwa keterlibatan BKSPTIS akan menjadi jembatan bagi berbagai kampus swasta di Indonesia untuk turut serta dalam diskursus global. “Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir dari simposium ini memiliki dampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Selain itu, Ismail juga menjelaskan bahwa persiapan aspek infrastruktur dan sumber daya manusia terus dikebut guna menyambut para delegasi dari mancanegara. Beliau menyampaikan bahwa dukungan administratif dan anggaran telah dialokasikan secara proporsional demi kelancaran acara tersebut. Pihak IAI Rawa Aopa optimis bahwa dengan dukungan teknis dari mitra luar negeri, SEASIHE 2026 akan mampu menghasilkan luaran publikasi ilmiah yang kompetitif dan diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi di masa depan. “Dukungan UniSZA dan BKSPTIS adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa dapat menjadi motor penggerak kolaborasi akademik lintas batas,” ucap Ismail secara optimis. Kehadiran simposium ini diharapkan tidak hanya memperkuat profil kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui penyebaran ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.

Pengumuman Pelaksanaan SEASIHE 2026, Menerima Kesediaan Cohost

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dengan senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, kami umumkan bahwa persiapan konferensi Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026 telah mencapai tahapan awal dalam persiapan pelaksanaan. Melalui kolaborasi, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), dan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) telah memulai untuk menyelenggarakan forum kolaboratif SEASIHE yang akan berlangsung pada 6–10 Mei 2026 di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Kemitraan ini menandai sinergi yang kuat antara inisiatif konservasi lingkungan, institusi akademik prestisius, dan jaringan luas perguruan tinggi Islam swasta, yang menjamin pendekatan multifaset dalam menghadapi tantangan inovasi berkelanjutan. Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen strategis terhadap keberagaman pemikiran dan keahlian. 

UniSZA, yang dikenal dengan keunggulan akademik dan kurikulum berbasis riset, menyediakan fondasi intelektual yang diperlukan untuk diskusi tingkat tinggi. Sementara itu, BKSPTIS menghadirkan jaringan institusi swasta yang memastikan hasil konferensi ini beresonansi di seluruh demografi pendidik dan mahasiswa. Melengkapi kekuatan tersebut, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan memberikan perspektif unik yang menekankan pada titik temu kritis antara pelestarian ekologi dan kerangka pendidikan di wilayah Taman Nasional Rawa Aopa.

Di tengah transisi dunia menuju teknologi hijau dan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang etis, SEASIHE 2026 bertujuan untuk menjadi forum utama dalam menampilkan ide-ide transformatif. Para penyelenggara akan bekerja secara terpadu untuk menyusun program yang menonjolkan riset terobosan dalam bidang energi terbarukan, pengelolaan kampus berkelanjutan, serta literasi digital. Dengan menyatukan sumber daya yang ada, UniSZA, BKSPTIS, dan IAI Rawa Aopa menciptakan sebuah platform di mana kearifan lokal bertemu dengan inovasi global, sekaligus menumbuhkan dialog yang berakar pada budaya dan berpandangan maju dalam kerangka keislaman.

Persiapan saat ini telah berjalan untuk memastikan pengalaman yang lancar bagi para delegasi dari berbagai lokasi di Asia Tenggara. Kemitraan ini mewakili lebih dari sekadar pengaturan teknis; ia merupakan visi bersama bagi masa depan pendidikan tinggi di Asia Tenggara. Melalui sesi pleno gabungan, lokakarya, dan pameran, para tuan rumah bersama bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta memberikan wawasan nyata kepada para peserta yang dapat diimplementasikan di institusi masing-masing guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kami mengundang para peneliti, akademisi, dan pemimpin industri untuk mencatat tanggal agenda bergengsi ini dalam kalender kegiatan mereka. Termasuk bagi institusi yang bersedia menjadi cohost pelaksanaan simposium. Formalisasi kesepakatan tuan rumah bersama ini merupakan aksi nyata dari tekad kolektif para mitra kami untuk memimpin gerakan inovasi berkelanjutan. Kami menantikan kehadiran Anda dalam lingkungan pertukaran akademik yang ketat dan semangat kolaboratif, selagi kita bekerja bersama untuk membentuk masa depan pendidikan tinggi yang tangguh dan inovatif di kawasan kita.

SEASIHE (ISW)

Announcement of Cohost Acceptance, Rawa Aopa – UniSZA – BKSPTIS will Organize SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – With shukur and thankfully to Allah, We announce that the Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026 conference has reached a significant milestone in its organizational journey. In a landmark collaboration, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), and the Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) already started discussion to organize  a collaborative forum namely SEASIHE (6-10 May 2026; Kendari-Andoolo, Southeast Sulawesi, Indonesia). 

This partnership marks a synergy between environmental conservation initiatives, prestigious academic institutions, and a robust network of private Islamic higher education bodies, ensuring a multifaceted approach to the challenges of sustainable innovation. The collaboration reflects a strategic commitment to diversity in thought and expertise. UniSZA, renowned for its academic excellence and research-driven curriculum, provides the intellectual foundation necessary for high-level discourse. 

Furthermore, BKSPTIS brings a network of private institutions, ensuring that the conference’s outcomes resonate across a wide demographic of educators and students. Complementing these is the unique perspective of Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, emphasizing the critical intersection of ecological preservation and educational frameworks in the home of Taman Nasional Rawa Aopa.

As the world pivots toward greener technologies and ethical AI integration, SEASIHE 2026 aims to be the premier forum for showcasing transformative ideas. The cohosts will work in tandem to curate a program that highlights groundbreaking research in renewable energy, sustainable campus management, and digital literacy. By pooling their resources, UniSZA, BKSPTIS, and IAI Rawa Aopa are creating a platform where local wisdom meets global innovation, fostering a dialogue that is both culturally grounded and forward-looking in the framework of Islam.

Logistical preparations are already underway to ensure a seamless experience for delegates from across the globe. This partnership signifies more than just a logistical arrangement; it represents a shared vision for the future of higher education in Southeast Asia. Through joint plenary sessions, workshops, and exhibitions, the cohosts aim to bridge the gap between theory and practice, providing attendees with actionable insights that can be implemented within their respective institutions to drive sustainable growth.

We invite researchers, academicians, and industry leaders to mark their calendars for this prestigious event. The formalization of this cohost agreement is a testament to the collective resolve of our partners to lead the charge in sustainable innovation. We look forward to welcoming you to an environment of rigorous academic exchange and collaborative spirit, as we work together to shape a resilient and innovative future for higher education in our region.

Seminar (ISW)

Introducing SEASIHE 2026, The Collaboration Platform of Southeast Asia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – SEASIHE 2026, or the Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education, marks a landmark moment for regional academic synergy. Scheduled to take place in Kendari and Andoolo from May 6 to 10, 2026, this symposium is a collaborative effort initiated by Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan of Indonesia. 

By bringing together these two prominent institutions, the event establishes a dedicated space for scholars and educators to bridge the gap between national borders and academic disciplines. The primary mission of SEASIHE 2026 is to serve as a dynamic collaboration platform that addresses the evolving challenges of the 21st century. In an era where digital transformation, ethical governance, and social stability are paramount, the symposium provides a forum to harmonize Islamic educational values with modern research methodologies. 

This gathering is designed not just for passive listening, but for active engagement through Focus Group Discussions (FGDs) and workshops that aim to produce tangible research outputs and policy recommendations. Furthermore, sessions will run workshop, FGD, mini exhibition, and competition.

A key highlight of the symposium is its focus on inclusive growth and regional identity. By centering the discussion in Southeast Asia, the platform highlights the unique cultural and intellectual landscape of the region. It seeks to empower local institutions—often far from traditional urban centers—to take their place on the global stage. This “Menara Air” (Water Tower) approach ensures that high-level academic discussions flow down to benefit local communities, fostering an environment where knowledge is shared rather than hoarded.

The event’s structured pathways for collaboration include joint research initiatives, student mobility programs, and the publication of findings in globally reputable journals. By aligning technical expertise from Malaysia with the rich social fabric of Indonesia, SEASIHE 2026 facilitates a cross-pollination of ideas that is vital for the region’s intellectual resilience. It is an invitation to educators, technologists, and practitioners to participate in a “connected intelligence” that spans the diverse markets and cultures of ASEAN.

As we look toward the future, SEASIHE 2026 stands as a testament to the power of inter-institutional partnership. It is more than a conference; it is a catalyst for long-term strategic alliances that will shape the trajectory of Islamic higher education for years to come. By fostering a spirit of unity and shared purpose, the symposium ensures that Southeast Asia remains at the forefront of global intellectual and ethical discourse.

SEASIHE (ISW)

IAI Rawa Aopa dan UniSZA Bersiap Menggelar SEASIHE, Kendari 6-10 Mei 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada 6-10 Mei 2026 mendatang. Pertemuan ilmiah berskala regional ini diharapkan menjadi momentum krusial dalam mempererat sinergi akademik dan riset antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara didahului dengan rapat dari kedua belah pihak (Rabu, 4 Februari 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan telah mulai berjalan sesuai target. Menurutnya, pelaksanaan SEASIHE 2026 sebagai sebuah langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang kompetitif di level global. 

Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara ini untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. “Kegiatan SEASIHE ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menginternasionalisasi institusi sekaligus menyediakan panggung bagi para akademisi untuk bertukar gagasan strategis,” ujar Ismail Suardi Wekke usai pertemuan dari dari Bandung. 

Beliau menambahkan bahwa pemilihan Kendari sebagai tuan rumah bertujuan untuk memperkenalkan potensi intelektual lokal ke kancah mancanegara. “Kami ingin memastikan bahwa setiap sesi dalam simposium ini mampu menghasilkan rencana kerja dan rencana aksi yang berdampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa sinergi dengan UniSZA merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin lama, sehingga koordinasi antar-kedua pihak berjalan sangat efektif. Ia juga menyampaikan bahwa panitia sedang mengupayakan kehadiran para pakar terkemuka dari berbagai negara tetangga guna memperkaya perspektif dalam diskusi-diskusi yang akan digelar. Selain itu, Ismail optimis bahwa dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika akan menjadi kunci keberhasilan acara ini dalam memperkuat posisi IAI Rawa Aopa di peta pendidikan internasional.

Penyelenggaraan simposium ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademis bagi para peserta, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan promosi budaya bagi Sulawesi Tenggara. Kehadiran delegasi dari berbagai universitas di Asia Tenggara diprediksi akan memperluas jejaring penelitian dan publikasi bersama, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu serta akreditasi lembaga pendidikan tinggi Islam di tanah air.

Save the Date

Agenda: Public Lecture and Collaborative Research

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan (The Rawa Aopa Islamic Studies Institute of South Konawe) will host an academic session On February 20, 2026, from 1:30 PM to 3:00 PM UK time. This event brings together scholars and researchers in collaboration with Dublin City University (Ireland), University of South Wales (United Kingdom), and Institut Barcelona d’Estudis Internacionals (IBEI), Spain. The session is designed to foster international academic synergy, bridging expertise from Ireland, the United Kingdom and Spain, to address contemporary global challenges.

The first segment of the program features a Public Lecture, offering an open platform for rigorous intellectual exchange. This lecture will delve into critical themes within international studies, providing attendees with fresh perspectives and evidence-based insights. By leveraging the combined academic strengths of the participating institutions, the talk aims to stimulate critical thinking and provide a comprehensive overview of current trends and theoretical frameworks relevant to the field.

Following the lecture, the agenda shifts to a focused Discussion on Collaborative Research. This interactive session serves as a strategic planning forum for faculty and researchers to identify shared objectives and develop frameworks for future joint projects. By facilitating direct dialogue between Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, on fostering collaboration with IBEI, Dublin City University, and the University of South Wales, the session aims to formalize research pathways that enhance global academic mobility and produce impactful, cross-border scholarly contributions.