IMG-20260201-WA0002

Pimpinan IAI Rawa Aopa Berbagi Gagasan Solutif Masalah Pemuda di Pascasarjana UGM

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tempat kegiatan diskusi pada Jumat (30/1/2026) saat ratusan pemuda berkumpul dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) ini bekerja sama dengan Keluarga Alumni Pascasarjana UGM (KAPASGAMA) serta Sekolah Pascasarjana UGM untuk merumuskan langkah nyata pemuda dalam pembangunan nasional.

“Ruang Kolaborasi Pemuda adalah platform mempertemukan lintas profesi, sehingga inilah yang menjadi salah satu makna Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” ujar Ismail Suardi
Wekke sebelum acara dimulai. Sebagaimana diketahui, Ismail Suardi Wekke, selain sebagai Komite Saintifik Asian Youth Forum (AYF) juga adalah Wakil Rektor di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, dalam keterangannya menyoroti fenomena memprihatinkan yang tengah melanda generasi muda. Ia mengungkapkan bahwa saat ini remaja kian rentan terjebak dalam masalah sosial seperti kejahatan jalanan yang meresahkan, tindak kekerasan, hingga jeratan judi online.
Faishal menjelaskan bahwa seminar nasional yang digelar di UGM tersebut bertujuan untuk membangun ruang dialog konstruktif guna memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan sosial dan infrastruktur.

Selain itu, pengaruh buruk lingkungan dan media sosial turut memicu maraknya penyalahgunaan narkoba serta minuman keras yang menjauhkan pemuda dari harapan menjadi penerus bangsa. Menanggapi tantangan tersebut, Faishal menegaskan bahwa problematika ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, berpendapat bahwa berbagai problematika yang menimpa remaja saat ini merupakan tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengatasinya.

Seminar ini dirancang sebagai ruang dialog konstruktif guna memperkuat posisi pemuda sebagai agen perubahan. Dengan mendorong keterlibatan aktif dalam sektor sosial, ekonomi, hingga infrastruktur, diharapkan generasi muda dapat mengalihkan energi mereka ke arah positif dan berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

Diskusi ini diperkuat oleh kehadiran narasumber lintas sektor, mulai dari Ahmad Syauqi Suratno selaku Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke dari Scientific Committee Asian Youth Forum, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, hingga GM Bandara Internasional Yogyakarta Ruly Artha.

Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa salah satu instrumen utama kemajuan adalah pemeliharaan semangat gotong royong dalam setiap aktivitas kepemudaan sebagai warisan nilai luhur bangsa.

Ismail Suardi Wekke mengemukakan bahwa gotong royong merupakan salah satu instrumen penting bagi kemajuan bangsa yang harus terus diteruskan dalam berbagai aktivitas pemuda.

“Keberagaman latar belakang pembicara dalam paneli telah menjadi perspektif diskusi yang kaya,” kata Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media.

“Dalam kapasitas pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, kami menyampaikan terima kasih atas undangan ini. Ruang Kolaborasi Pemuda, sebagaimana namanya, juga telah menjadi ruang ekspresi bagi kami perguruan tinggi di timur Indonesia,” papar Ismail Suardi Wekke di sela-sela acara saat menyapa panitia dan menyampaikan apresiasi.

Acara yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan organisasi kepemudaan ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Sekolah Pascasarjana UGM Prof. Ir. Siti Malkhamah serta Ketua KAPASGAMA Dr. H. Khamim Zarkasih Putro.

Keberagaman latar belakang peserta ini diharapkan mampu menciptakan perspektif diskusi yang lebih kaya, sehingga tercipta kolaborasi inklusif untuk mengawal arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

M. Asruri Faishal Alam menegaskan, “Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, kita bangun dan rawat generasi muda dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.”

IMG-20260127-WA0031

Kick Off Meeting dan FGD antara IAI Rawa Aopa dengan NITRO dalam Pelaksanaan ICON 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menjalin sinergi strategis dengan Institut Bisnis dan Keuangan NITRO melalui agenda ICON 2026. Telah terlaksana daring kegiatan Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD), Senin (26/1/2026).

Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka mematangkan persiapan perhelatan internasional International Conference on NITRO (ICON) 2026 yang dijadwalkan menjadi agenda akademik penting kedua institusi di bulan April mendatang.

Dalam suasana diskusi yang produktif tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni akademik saja.

Ia menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi fondasi awal untuk menyatukan visi besar dalam mengangkat kearifan lokal ke panggung global melalui riset-riset yang berkualitas.

Menurutnya, sinergi antara IAI Rawa Aopa dan NITRO akan memberikan warna baru bagi penyelenggaraan ICON 2026, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan dengan perkembangan bisnis dan keuangan modern. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke secara tegas memberikan instruksi dan harapan besar terhadap tim teknis kedua belah pihak agar bekerja secara profesional.

“Kita harus memastikan bahwa seluruh instrumen pelaksanaan ICON 2026 telah siap secara matang, mulai dari manajemen tata kelola konferensi hingga output publikasi ilmiah yang akan dihasilkan nantinya,” ujar Ismail saat memberikan pengantar mengawali kegiatan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa prakarsa dan kesediaan NITRO merupakan langkah untuk memperkuat jaringan nasional dan juga perluasan kerjasama internasional melalui konferensi.

“KIta akan berusaha semaksimal mungkin, sehingga kegiatan ini insya Allah sukses,” papar Ismail Suardi Wekke yang merupakan Co-Chair ICON 2026.

“Kerja sama ini adalah bukti komitmen kami untuk membawa IAI Rawa Aopa bertransformasi menjadi institusi yang inklusif dan progresif di mata dunia,” tegasnya dengan penuh optimisme.

Menutup pernyataannya, Ismail mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjaga kualitas akademik selama proses persiapan berlangsung.

“Saya berharap dengan Kick Off ini melahirkan kerangka kerja yang solid sehingga ICON 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan para pakar, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi permasalahan masyarakat di era digital,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ismail turut menjelaskan bahwa keberhasilan agenda internasional ini akan sangat bergantung pada bagaimana kedua institusi mampu mengelola sumber daya manusia dan dukungan finansial secara transparan dan akuntabel.

Melalui FGD ini, IAI Rawa Aopa dan NITRO berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapan persiapan demi memastikan standar kualitas internasional tetap terjaga hingga hari pelaksanaan nanti.

IMG-20260127-WA0018

Turun ke Boepinang, IAI Rawa Aopa Kawal Program Wajib Belajar 13 Tahun dengan Akses Pendidikan Bagi Guru

Rawaaopakonsel.ac.id, Boepinang – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyelenggarakan kegiatan perkuliahan lapangan yang terintegrasi dengan program pengabdian masyarakat di Boepinang, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan bertajuk “Diskusi Akhir Semester bersama Mahasiswa dan Guru PAUD” ini salah satu fokus pembahasan pada upaya mendukung akselerasi program Wajib Belajar 13 Tahun di wilayah tersebut.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, bersama dosen, mahasiswa, puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Boepinang (Bombana).

Sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif bagi anak usia dini di Bombana.

“Kita mengajak guru-guru PAUD bahwa dalam 4 tahun ke depan, semua guru yang masih lulusan sekolah menengah, sudah menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana,” papar Ismail di awal acara diskusi.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa agenda ini selain sebagai kegiatan akademik, melainkan langkah nyata dalam menjalankan kesepakatan yang telah dibangun dengan pemerintah daerah.

“Kegiatan ini merupakan bagian integral dalam implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bombana dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam memajukan sektor pendidikan,” ujar Ismail saat membuka diskusi.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kualitas pendidikan dari akar rumput, termasuk pada level PAUD. Ia menjelaskan bahwa melalui diskusi akhir semester yang melibatkan praktisi di lapangan, pihaknya ingin memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan kepada mahasiswa selaras dengan tantangan nyata yang dihadapi para guru di Boepinang.

Menurutnya, keterlibatan dosen dan mahasiswa di tengah masyarakat merupakan manifestasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus terus dihidupkan.

“Dulu dalam satu masa, perguruan tinggi dipandang sebagai menara gading. Kini, kita perlu beranjak ke paradigma Menara Air,” komentar Ismail terkait dengan posisi perguruan tinggi kontemporer.

Dalam pemaparannya di hadapan para peserta, Ismail memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para pendidik di wilayah pesisir. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi para guru PAUD di Boepinang agar memiliki kompetensi yang mumpuni dalam menyambut program wajib belajar 13 tahun,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan terus berlanjut dalam bentuk pendampingan teknis dan pengembangan metode pembelajaran yang inovatif. Di sisi lain, Ismail turut menyoroti pentingnya peran strategis mahasiswa dalam mendorong perubahan sosial melalui pendidikan.

Ia menyatakan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi jembatan informasi antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat di pelosok. Baginya, pengalaman lapangan ini menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Bombana.

Pertemuan tersebut ditutup dengan sesi dialog interaktif antara dosen dan guru PAUD mengenai kendala administratif dan pedagogis di lapangan. Ismail kembali menekankan bahwa integrasi pengabdian masyarakat ini menjadi bukti bahwa IAI Rawa Aopa hadir secara fisik dan pemikiran untuk kemajuan daerah.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa tidak ada anak di Boepinang yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikan dasarnya,” pungkas Ismail menutup pernyataannya.

IMG-20260127-WA0015

Perkuat Instrumen Inovasi Bersama CIDES-BRIN, IAI Rawa Siap Bergerak dalam Skala Lokal

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Center for Information and Development Studies (CIDES) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) melakukan kunjungan silaturahmi ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna membahas penguatan ekosistem dan pengembangan budaya riset di Indonesia. Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam menyelaraskan visi antara lembaga pemikir (think tank) dengan otoritas riset tertinggi di tanah air, Senin (26/1/2026).

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Kerjasama CIDES ICMI yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Ismail menyatakan bahwa sinergi antara BRIN dan CIDES ICMI merupakan langkah strategis dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan berbasis pada data dan kajian yang mendalam. Ia menilai bahwa riset tidak boleh berhenti di laboratorium, melainkan harus menyentuh sendi-sendi kebijakan publik demi kemaslahatan masyarakat luas.

Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi peneliti yang besar, namun tantangan utamanya terletak pada integrasi dan keberlanjutan budaya riset di tingkat institusi. Ia menyampaikan secara langsung bahwa kolaborasi ini menjadi jembatan bagi para cendekiawan untuk berkontribusi lebih konkret dalam memberikan solusi bagi permasalahan bangsa melalui pendekatan saintifik.

“Kita memerlukan keterhubungan yang kuat antara kebijakan nasional dan aktivitas intelektual di daerah agar inovasi dapat tumbuh secara merata di seluruh pelosok negeri,” tegas Ismail saat memberikan pernyataan usai pertemuan dengan BRIDA Konawe Selatan di Andoolo pada hari yang sama.

Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa penguatan institusi pendidikan tinggi, khususnya di daerah, sangat bergantung pada dukungan infrastruktur riset yang disediakan oleh pemerintah pusat.

Ia secara lugas menyatakan, “IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menjadi bagian dari ekosistem riset ini, sehingga perencanaan pembangunan di wilayah seperti Konawe Selatan dapat didasarkan pada nalar akademik yang kuat.”

Menurutnya, budaya riset harus dimulai dari keterbukaan dalam berkolaborasi dan kesiapan sumber daya manusia dalam beradaptasi dengan teknologi terbaru.

“Silaturahmi dengan Kepala BRIN ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal dari berbagai program aksi yang akan kita jalankan bersama ke depan,” tambah Ismail Suardi Wekke yang mengusulkan bagaimana keberadaan Akademi Tunas Cendekia yang dapat menjadi platform budaya riset di tingkatan sekolah dasar dan menengah.

Di sisi lain, Ismail juga menekankan bahwa CIDES ICMI terus mendorong agar hasil-hasil riset dapat diakses dan dimanfaatkan oleh para pengambil kebijakan secara inklusif. Ia meyakini bahwa dengan semangat kebersamaan, Indonesia dapat membangun kemandirian teknologi dan kedaulatan ilmu pengetahuan yang kompetitif di tingkat global.

Dalam rangkaian kegiatan di kesempatan yang berbeda, Ismail Suardi Wekke juga melakukan kunjungan ke Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan. Pertemuan tersebut difokuskan pada diskusi mengenai peluang kolaborasi konkret antara IAI Rawa Aopa dengan BRIDA Konsel dalam pengembangan budaya riset lokal.

Kunjungan ini merupakan implementasi nyata dari semangat desentralisasi inovasi, di mana riset diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menggali dan memaksimalkan potensi daerah demi kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tenggara.

IMG-20260126-WA0030

Silaturahmi ke BRIDA Konsel, IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi Dalam Pembangunan Daerah

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah terus digalakkan di Kabupaten Konawe Selatan. Jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan resmi ke Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan guna mendiskusikan berbagai potensi kolaborasi strategis dalam pengembangan daerah berbasis data dan riset, Senin, 26/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk menyelaraskan visi. IAI Rawa Aopa sebagai institusi pendidikan tinggi di Konawe Selatan memandang bahwa riset tidak boleh hanya berhenti di perpustakaan kampus, melainkan harus bertransformasi menjadi solusi nyata bagi kebijakan publik.

Delegasi IAI Rawa Aopa dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan komitmen kampus dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan ilmiah. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan di Konawe Selatan didukung oleh kajian akademik yang kuat.

“Turut bersama-sama dalam delegasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dekan Fakultas Syariah, dan juga Ketua Program (prodi) Studi PAI dan prodi PGMI,” tutur Ismail Suardi Wekke mengawali pertemuan yang berlangsung di auditorium BRIDA Konawe Selatan.

“Kami datang dengan semangat bahwa kampus dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan budaya riset,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela diskusi.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu menyelaraskan visi dan misi kedua lembaga sehingga bisa berjalan seiring. Menurutnya, potensi Konawe Selatan sangat besar, namun memerlukan sentuhan riset yang tepat agar pengembangannya lebih terukur dan berkelanjutan.

“Sinergi antara IAI Rawa Aopa dan BRIDA akan menjadi jembatan bagi para akademisi untuk dapat memperkaya keilmuan mereka dalam bentuk belajar pada program yang dijalankan BRIDA,” tegasnya kembali.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail juga menyoroti kemungkinan keterlibatan mahasiswa yang menerima bantuan dalam program SETARA Konawe Selatan dalam program-program riset daerah. Beliau mengatakan bahwa penguatan sumber daya manusia di tingkat lokal menjadi kunci utama agar inovasi daerah tidak stagnan dan terus berkembang mengikuti zaman.

“Fokus kami bukan sekadar kerja sama di atas kertas, melainkan aksi nyata di mana hasil penelitian dosen dan mahasiswa kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dalam mengambil keputusan,” pungkas Ismail.

Sementara itu, pihak BRIDA Konawe Selatan menyambut positif inisiatif ini dan berencana menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan penyusunan nota kesepahaman yang lebih teknis. Kepala BRIDA Konawe Selatan beserta jajaran Kepala Bidang, Sekretaris, dan juga staf, bersama-sama dalam diskusi tersebut.

Kolaborasi ini diproyeksikan untuk menjadi instrumen motor penggerak bagi ekosistem riset dan inovasi di wilayah Konawe Selatan ke depan.

“Terima kasih kepada Bapak Kepala BRIDA Konawe Selatan dan seluruh tim kerja yang telah bersedia menerima kami,” pungkas Ismail Suardi Wekke usai kegiatan yang diakhiri dengan photo bersama.

IMG-20260120-WA0023

Semester Tuntas, Mahasiswa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Masuki Masa Libur Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Seiring dengan berakhirnya kalender akademik semester ganjil, seluruh mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini memasuki masa libur panjang. Momentum ini diberikan setelah para mahasiswa menuntaskan seluruh rangkaian Ujian Akhir Semester (UAS) yang berlangsung dengan tertib dan kondusif dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., usai menutup acara Ujian Akhir Semester (UAS) semester ganjil 2025/2026 menyampaikan bahwa masa libur ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras mahasiswa selama satu semester penuh.

Ia menekankan bahwa waktu jeda ini seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai masa berhenti belajar, melainkan kesempatan untuk pulang ke kampung halaman dan berinteraksi lebih dekat dengan lingkungan sosial.

Dalam keterangan, Ismail Suardi Wekke memberikan pesan mendalam kepada para mahasiswa agar mampu menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu menjadi cermin bagi institusi saat berada di luar kampus selama masa libur ini,” ujar Ismail Suardi Wekke di Hotel Zam Zam, Andoolo dalam rangkaian pelaksanaan UAS yang ditutup dengan sambutan Wakil Rektor.

Beliau juga menambahkan bahwa momen ini sangat berharga untuk merekatkan kembali hubungan emosional mahasiswa dengan orang tua masing-masing. “Gunakanlah kesempatan ini untuk berbakti dan mendampingi orang tua, karena doa mereka adalah keberkahan bagi studi kalian,” lanjutnya dengan tegas.

Terkait makna liburan itu sendiri, Ismail kembali menegaskan nilai filosofis di balik jeda akademik tersebut. Beliau berpesan secara langsung bahwa masa rehat ini adalah waktu yang tepat untuk memperkaya pengalaman di luar buku teks.

“Bukan hanya libur, tetapi bisa beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerja Rektorat IAI Rawa Aopa.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara tidak langsung. Beliau menjelaskan bahwa pihak kampus sangat mengharapkan mahasiswa dapat terlibat aktif dalam kegiatan sosial ataupun keagamaan di lingkungan tempat tinggal mereka. Hal ini dianggap penting agar teori-teori yang didapatkan di bangku kuliah dapat mulai diimplementasikan dalam skala kecil di masyarakat.

Lebih lanjut, Wakil Rektor tersebut juga menginformasikan bahwa seluruh pelayanan administrasi di bidang keuangan dan kepegawaian akan tetap berjalan secara optimal untuk mempersiapkan semester berikutnya. Beliau mengingatkan mahasiswa untuk tetap memantau informasi mengenai registrasi ulang agar tidak terlambat saat perkuliahan kembali dimulai. Terakhir, Ismail menitipkan pesan bahwa liburan yang berkualitas adalah liburan yang mampu menyeimbangkan antara istirahat fisik dan pengembangan karakter di tengah keluarga.

Kini, suasana kampus IAI Rawa Aopa mulai nampak lengang seiring dengan banyaknya mahasiswa yang telah bertolak menuju daerah asal masing-masing. Pihak kampus berharap para mahasiswa kembali pada semester depan dengan semangat baru dan motivasi yang lebih tinggi untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Ismail Suardi Wekke juga menguraikan konsep liburan terintegrasi.

“Tidak sebatas liburan, tetapi bisa menjadi kesempatan observasi kegiatan, ataupun penelitian dan pengabdian masyarakat,”, urai Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Sebagai penutup, Ismail menegaskan bahwa saatnya nanti ketika perkuliahan dibuka kembali, maka mahasiswa dapat menjadikan hasil observasi itu ke dalam bagian diskusi dan perkuliahan.

“Mari gunakan masa-masa libur untuk tetap belajar dan berkarya. Sejatinya belajar bukan hanya di ruang kelas dan bangku kuliah,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga menyandang Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

IMG_20260120_192739

Perkuat Akses Pendidikan, IAI Rawa Aopa dan Pemkab Bombana Teken MoU Bantuan Biaya Kuliah bagi Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Hotel Zam-Zam, Andoolo, pada Selasa (11 November 2025) ini difokuskan pada program pemberian bantuan biaya perkuliahan bagi mahasiswa asal Kabupaten Bombana.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemkab Bombana yang diwakili oleh Staf Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Ibu Darlia, S.Sos. Sementara itu, dari pihak IAI Rawa Aopa hadir Penjabat (Pjs.) Rektor, Asmiatin, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Salma Ratu, M.Pd., serta Kepala Biro Administrasi Umum (BAU), Risman Munanto, M.Fil.I.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Salma Ratu, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemkab Bombana.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana yang telah memberikan perhatian nyata terhadap keberlangsungan pendidikan putra-putri daerahnya di kampus kami. Melalui MoU ini, beban finansial mahasiswa dapat berkurang sehingga mereka bisa lebih fokus dalam mengejar prestasi akademik,” ujar Salma Ratu usai acara.

Ia melanjutkan bahwa sinergi ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul. “Kita bersinergi dalam menyediakan akses pendidikan,” lanjut Salma Ratu.

“Penandatanganan ini sebagai langkah awal dalam seremoni, juga akan menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa tidak ada lagi mahasiswa asal Bombana yang terkendala kuliahnya hanya karena persoalan biaya,” tambahnya.

Salma juga menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa akan terus berupaya menjaga kualitas layanan pendidikan bagi para penerima bantuan tersebut.

“Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk bersama-sama membangun peradaban melalui penguatan akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Salma Ratu, M.Pd. mengungkapkan rasa syukurnya atas terjalinnya kemitraan ini karena dianggap mampu memberikan dampak positif langsung bagi para mahasiswa yang berasal dari Bombana. Ia menilai bantuan biaya perkuliahan ini merupakan solusi atas tantangan ekonomi yang sering kali menjadi hambatan utama dalam menempuh pendidikan tinggi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pihak kampus berkomitmen untuk menyelaraskan program bantuan ini dengan target pengembangan SDM di wilayah tersebut agar lulusan IAI Rawa Aopa nantinya dapat berkontribusi balik bagi pembangunan di Kabupaten Bombana.

Terakhir, Salma menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam penyaluran bantuan biaya pendidikan ini agar tepat sasaran. Ia berharap sinergi antara kampus dan Pemkab Bombana dapat terus diperluas di masa depan, tidak hanya di bidang bantuan finansial, tetapi juga pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri menyampaikan apresiasi juga kepada pemerintah kabupaten Bombana atas dukungan ini.

“Kita senantiasa berterima kasih atas kepedulian pemerintah kabupaten Bombana atas dukungan yang diberikan,” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Menutup pernyataanya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa dalam kaitan akses perguruan tinggi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen untuk memperluas akses bagi masyarakat di pesisir, pedalaman, dan perbatasan (3P).

“Sebagai ikhtiar memajukan pendidikan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa, maka kita apresiasi atas dukungan pemerintah kabupaten Bombana dalam menyediakan bantuan uang kuliah bagi mahasiswa kita,” pungkas Ismail Suardi Wekke

IMG-20260120-WA0021

Rawa Aopa Pertegas Komitmen Akses Pendidikan Wilayah 3P, Targetkan Mahasiswa KIP Kuliah Go International

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertegas komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah pesisir, pedalaman, dan perbatasan (3P). Langkah strategis ini diawali dengan peluncuran resmi seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026/2027 yang berlangsung di kampus IAI Rawa Aopa, Senin (19/1/ 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa letak geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikan berkualitas. Dalam kesempatan tersebut, Ismail menyampaikan komitmen institusi untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Ia menyatakan bahwa mereka berkomitmen penuh untuk memastikan setiap anak muda di wilayah pesisir hingga perbatasan mendapatkan hak pendidikan melalui berbagai skema beasiswa dan juga fasilitasi pendidikan.

“Ini dalam kaitan pemajuan pendidikan tinggi yang memberikan kesempatan kepada siapapun, dimanapun, tanpa juga batasan umur untuk menempuh pendidikan di tingkat perguruan tinggi,” tutur Ismail Suardi Wekke.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama kampus saat ini adalah melakukan jemput bola ke wilayah-wilayah terpencil guna mensosialisasikan program pendidikan tinggi. Beliau mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah membuka penerimaan mahasiswa baru agar distribusi informasi mengenai bangku kuliah dapat menyentuh hingga ke pelosok pedalaman Konawe Selatan dan sekitarnya.

Selain itu, Ismail juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi dalam mengawal keberlanjutan studi mahasiswa dari daerah 3P tersebut agar tidak terkendala masalah finansial.

“Kita menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kabupaten yang telah membantu pembiayaan uang kuliah bagi mahasiswa, diantaranya Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Bombana,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Komitmen ini diperkuat dengan pernyataan Ismail Suardi Wekke yang menyoroti urgensi inklusivitas pendidikan. “Kita harus menghapus stigma bahwa pendidikan tinggi hanya milik masyarakat perkotaan, karena potensi besar justru banyak tersimpan di wilayah pedalaman dan pesisir kita,” tegas Ismail di hadapan para sivitas akademika.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa harus menjadi jembatan peradaban bagi masyarakat perbatasan melalui program-program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan lokal.

“Penerimaan mahasiswa baru tahun ini selain sebagai rutinitas administratif, juga akan menjadi sebuah gerakan untuk memerdekakan akses literasi di seluruh pelosok Sulawesi Tenggara,” imbuhnya.

Salah satu program yang menjadi sorotan dalam peluncuran PMB kali ini adalah peningkatan kapasitas bagi mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah. IAI Rawa Aopa menargetkan para mahasiswa KIP Kuliah untuk menempuh program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Amat (KKA) di luar negeri.

Program internasionalisasi ini dirancang untuk memberi mereka peluang emas dalam memperluas wawasan regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara, sehingga lulusan dari daerah 3P memiliki daya saing global.

“Sekalipun kita berada di wilayah timur, tetapi wawasan regional Asia Tenggara perlu dibangun,” tambah Ismail Suardi Wekke yang lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia.
Upaya ini menjadi bagian dari misi IAI Rawa Aopa dalam menjembatani pendidikan bagi masyarakat.

Dengan memberikan prioritas bagi putra-putri dari garis pantai hingga pegunungan, kampus berkomitmen untuk menciptakan ekosistem akademik yang inklusif dan transformatif.

Pendidikan tinggi diharapkan bukan lagi menjadi kemewahan, melainkan hak yang bisa digapai oleh setiap warga negara, terlepas dari seberapa jauh tempat tinggal mereka dari pusat kota. “Akses pendidikan perlu dibuka kepada wilayah-wilayah pesisir, pedalaman, dan perbatasan. Sehingga hak mereka mendapatkan pendidikan tinggi dapat ditunaikan,” jelas Ismail Suardi Wekke.

Menutup keterangannya, Ismail menyatakan bahwa langkah mengirim mahasiswa ke luar negeri adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi yang dijembatani oleh KIP Kuliah tidak membatasi seseorang untuk berprestasi di level internasional. Melalui visi ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat mencetak kader bangsa yang memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika regional sekaligus tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan daerah asalnya di pelosok nusantara.

IMG-20260118-WA0041

IAI Rawa Aopa Perkuat Struktur Organisasi: Rektor dan Pejabat Struktural Resmi Dilantik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan rektor beserta jajaran pejabat struktural baru untuk periode 2026-2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi kampus menuju institusi pendidikan tinggi Islam yang unggul di Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/1/2026).

Acara yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika dan pengurus yayasan ini menekankan pada penguatan tata kelola universitas, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kita berkumpul di aula kampus ini sebagai bagian dalam memperkuat kelembagaan perguruan tinggi,” kata ketua yayasan, Mardan, SkM., M.Si.

Kegiatan pelantikan diawali dengan Pelantikan Rektor, Dr. Basri Melamba, S.Pd., M.A., dan selanjutnya pejabat di lingkup IAI Rawa Aopa Kenawe Selatan, diantaranya wakil rektor, kepala biro, dan kepala bagian, serta ketua prodi, dan kepala lembaga.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, melainkan langkah strategis untuk mempercepat visi besar kampus. Ismail mengungkapkan bahwa dalam dua tahun mendatang ditargetkan untuk transformasi kelembagaan ke universitas.

“Pelantikan hari ini adalah momentum bagi IAI Rawa Aopa untuk mempertahankan sistem manajemen yang transparan dan akuntabel di semua lini,” ujar Ismail saat ditemui seusai acara. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap sen anggaran yang dikelola akan berorientasi sepenuhnya pada peningkatan mutu akademik dan fasilitas mahasiswa.

Lebih lanjut, Ismail menaruh harapan besar kepada jajaran yang baru diambil sumpahnya.

“Saya berharap para pejabat yang baru dilantik segera melakukan akselerasi program kerja, karena tantangan dunia pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk bergerak lebih cepat dari biasanya,” tambahnya.

Selain memberikan pernyataan, Ismail Suardi Wekke turut menyoroti aspek profesionalisme di lingkungan kerja kampus. Ia menjelaskan bahwa pihak rektorat ke depannya akan mempertahankan pengawasan terhadap kinerja kepegawaian guna memastikan seluruh aparatur kampus bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Terkait kebijakan anggaran, Ismail menggarisbawahi bahwa perencanaan keuangan akan diprioritaskan untuk mendukung riset dosen dan pengabdian masyarakat sebagai bagian integral dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak reputasi akademik kampus di tingkat regional.

Menutup keterangannya, Ismail menyebutkan bahwa integritas pejabat struktural adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap IAI Rawa Aopa sebagai pusat pendidikan Islam di Konawe Selatan. Dengan formasi kepemimpinan yang baru ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat meningkatkan status akreditasi dan memperluas jaringan kerjasama baik di tingkat nasional maupun internasional.

IMG-20260116-WA0038

Rintisan Kerjasama dengan BINUS University, Memenuhi Undangan Diskusi Terpumpun Penerbitan Buku

Rawaaopakonsel.ac.id, Bombana – Dalam upaya memperkuat ekosistem literasi dan publikasi ilmiah di tingkat nasional, sebuah langkah teknis diambil melalui inisiasi kerjasama dengan BINUS University. Langkah awal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam undangan Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) mengenai strategi penerbitan buku yang berlangsung daring, Kamis (15/1/2025).

Pertemuan ini akan dijadikan sebagai wadah bagi para akademisi dan praktisi penerbitan untuk memetakan tantangan serta peluang dalam menghasilkan karya tulis yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya jangkau luas. Fokus utama diskusi mencakup integrasi teknologi digital dalam distribusi buku serta standarisasi mutu konten akademik.

Hadir dalam kesempatan tersebut, akademisi dan yang juga Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke yang turut dalam memberikan pandangannya mengenai teknis persiapan dalam penerbitan buku. Ismail menyampaikan terima kasih atas kesediaan FDCHT Bina Nusantara University (Indonesia) yang menjadi tuan rumah diskusi.

“Kerjasama dengan BINUS University ini merupakan langkah awal dalam mempertautkan potensi akademik dengan keahlian manajerial penerbitan yang modern. Kita tidak hanya bicara soal mencetak kertas, tetapi bagaimana gagasan-gagasan segar dari ruang kelas dan laboratorium dapat dikonversi menjadi literatur yang aksesibel dan diakui secara global,” ujar Ismail Suardi Wekke usai diskusi.

Beliau juga menambahkan bahwa melalui diskusi terpumpun ini, diharapkan lahir skema penerbitan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam mendukung program hilirisasi riset di Indonesia. Pada kesempatan yang sama Ismail memberikan uraian bahwa dengan penerbitan buku ini, bukan sekadar mendokumentasikan pemikiran, melainkan jembatan peradaban.

“Kita punya kesempatan untuk membawa catatan kita, tidak saja dari penelitian, tetapi juga dharma perguruan tinggi dari aspek pembelajaran dan pengabdian masyarakat,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Diskusi ini juga menyoroti peran penting penerbit universitas (university press) dalam menaikkan indeks literasi nasional. BINUS University, dengan reputasi globalnya, dinilai sebagai mitra strategis yang tepat untuk mengembangkan model penerbitan buku yang mampu bersaing di kancah internasional.

Rintisan kerjasama ini direncanakan akan berlanjut pada kegiatan teknis yang mencakup kolaborasi penulisan, penyuntingan bersama, hingga distribusi karya ilmiah populer bagi masyarakat luas. Begitu pula, direncanakan satu kegiatan bersama ASEAN Symposium on Higher Education. Sebuah perhelatan perguruan tinggi Asia Tenggara yang akan dilaksanakan Maret sampai awal April 2026 di Jakarta dengan metode hybrid.