Women in Science (ISW)

Pengumuman: Webinar Ramadhan “Women in Science”

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Prakarsa bersama Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Bank Syariah Nasional (Cabang kendari) melaksanakan inisiatif bersama Webinar “Women in Science”.

Bulan suci Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan sembari memperkuat nilai-nilai spiritual. Menanggapi semangat tersebut, kami dengan bangga mengundang Bapak/Ibu, rekan-rekan mahasiswa, dan pemerhati isu gender dalam dunia akademik untuk bergabung dalam Webinar Ramadhan bertajuk “Women in Science: Menyeimbangkan Intelektualitas dan Spiritualitas”. Acara ini dirancang sebagai wadah diskusi inklusif untuk merayakan peran penting perempuan dalam memajukan batas-batas ilmu pengetahuan.

Webinar ini bertujuan untuk menyoroti kontribusi luar biasa para ilmuwan perempuan dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari sains dasar hingga teknologi terapan. Kita akan mendengarkan kisah inspiratif tentang bagaimana mereka menavigasi tantangan di lapangan kerja yang sering kali didominasi oleh laki-laki, serta cara mereka menjaga integritas profesional di tengah tanggung jawab sosial dan domestik. 

Fokus utama kami adalah memberikan gambaran nyata bahwa keterlibatan perempuan dalam riset bukan hanya soal representasi, melainkan kebutuhan krusial untuk inovasi yang lebih beragam. Selain membahas aspek profesional, sesi ini juga akan menyentuh sisi spiritual yang relevan dengan suasana Ramadhan. Kita akan mendiskusikan bagaimana mengejar ilmu pengetahuan dipandang sebagai bentuk ibadah dan bagaimana nilai-nilai kesabaran serta ketekunan dalam riset selaras dengan esensi berpuasa. 

Para pembicara akan berbagi tips praktis mengenai manajemen waktu dan menjaga kesehatan mental agar tetap produktif selama bulan suci, sehingga peserta dapat meraih keberkahan ganda, baik secara intelektual maupun rohani. Acara ini akan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada akhir Ramadhan mendatang (Senin, 16 Maret 2026; Pukul 15.30-17.30 WITA). 

Kami telah menyiapkan panel pembicara yang terdiri dari akademisi senior, peneliti muda yang berdedikasi, serta praktisi industri yang akan dipandu oleh moderator berpengalaman. Peserta tidak hanya akan mendapatkan wawasan baru, tetapi juga kesempatan untuk memperluas jejaring profesional dan mendapatkan sertifikat elektronik sebagai apresiasi atas partisipasi aktif dalam diskusi yang mencerahkan ini.

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai peran perempuan dalam ekosistem sains global. Segera daftarkan diri Anda melalui tautan resmi yang tertera pada poster di bawah ini karena kuota peserta sangat terbatas. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai langkah awal untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih setara, suportif, dan penuh berkah bagi seluruh ilmuwan di masa depan.

Nantinya, catatan dan hasil diskusi akan dipublikasikan melalui Penerbit Rawa Aopa Konawe Selatan https://penerbit.rawaaopakonsel.ac.id.

Istanbul (ISW)

Announcement: International Congress on Islamic Education, Istanbul, 5-7 November 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – We are pleased to announce the International Congress on Islamic Education, set to take place in the historic city of Istanbul from 5–7 November 2026. This landmark event will gather scholars, researchers, and educators from across the globe to explore the evolving landscape of pedagogical practices within the Islamic tradition. 

As we navigate an era of rapid technological and social change, the congress serves as a vital platform for synthesizing traditional values with modern educational demands, ensuring that Islamic education remains both authentic and relevant.

International Congress on Islamic Education: Istanbul, 5-7 November 2026

The theme for this year’s congress, “Bridging Tradition and Innovation,” focuses on how Islamic educational institutions can adapt to the digital age without compromising their foundational ethical principles. Participants will engage in deep dives into curriculum development, the role of artificial intelligence in the classroom, and the promotion of critical thinking within a faith-based framework. 

By fostering a dialogue between classical scholarship and contemporary science, we aim to provide a roadmap for nurturing holistic individuals who are equipped to contribute positively to global society.

Istanbul, a city that has served as a bridge between East and West for centuries, provides the perfect backdrop for this intellectual exchange. The venue will host a variety of keynote speeches, panel discussions, and interactive workshops designed to spark collaboration and cross-cultural understanding. Attendees will have the unique opportunity to network with leading figures in the field, share their latest research findings, and observe firsthand the diverse educational models currently being implemented in different Muslim-majority countries and minority contexts.

Key Areas of Focus

  • Curriculum Reform: Integrating STEM and the humanities into Islamic schools.
  • Ethics in Technology: Addressing the challenges of AI and social media in student life.
  • Teacher Training: Enhancing the pedagogical skills of educators in Madrasas and universities.
  • Identity Construction: Supporting youth in developing a confident identity in a globalized world.

We invite researchers and practitioners to submit their abstracts for presentation by June 30, 2026. Submissions may cover a wide range of topics, including historical perspectives on Islamic pedagogy, case studies on innovative school systems, or theoretical frameworks for moral education. All accepted papers will be published in the official congress proceedings, and selected works will be considered for a special edition of the International Journal of Islamic Educational Research.

Registration will be opened soon, with early-bird discounts available until the end of August. We encourage all who are passionate about the future of learning to join us in Istanbul for these three days of rigorous academic inquiry and spiritual reflection. Together, we can shape an educational future that honors our rich heritage while embracing the possibilities of tomorrow. We look forward to welcoming you to the heart of the world in November 2026.

ASEAN Symposium (ISW)

Announcement of ASEAN Symposium on Higher Education

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – The SEAAM and Institut Agam Islam Rawa Aopa Konawe Selatan has officially announced the upcoming ASEAN Symposium on Higher Education, scheduled to take place from September 24 to 25, 2026, in Jakarta, Indonesia. This landmark event aims to gather education practitioners, university rectors, and regional stakeholders to address the evolving landscape of tertiary education within the bloc. Under the overarching theme of “Digital Transformation, Sustainability, and Regional Harmonization,” the symposium serves as a critical platform for aligning national educational goals with the broader ASEAN Community Vision.

A primary focus of the 2026 symposium is the acceleration of the ASEAN Higher Education Space, a regional initiative designed to foster a more integrated and “borderless” academic environment. Discussions will center on the implementation of the ASEAN GEMS (Global Exchange for Mobility & Scholarship) platform, which seeks to simplify credit transfers and increase talent mobility for students and faculty across the ten member states. By standardizing quality assurance frameworks, the symposium intends to ensure that degrees earned in one ASEAN nation are recognized and valued throughout the entire region.

In response to the rapid rise of Artificial Intelligence and digital tools, a significant portion of the symposium will be dedicated to digital inclusivity. Leaders will explore strategies to bridge the digital divide that persists between urban centers and rural communities, ensuring that technology-enhanced personalized learning is accessible to all. The announcement highlights the importance of “future-ready” graduates, emphasizing that higher education must evolve to meet the shifting demands of the global labor market while maintaining the cultural identity and values unique to Southeast Asia.

Sustainability also takes center stage, with sessions planned to discuss how universities can lead the transition toward a green economy. The symposium will facilitate “mini-lateral” cooperation, encouraging partnerships between universities, industries, and governments to fund research on climate resilience and renewable energy. By integrating Sustainable Development Goals (SDGs) into the core curriculum, ASEAN aims to empower the next generation of leaders to tackle environmental challenges through innovation and regional solidarity.

The event concludes a series of preparatory policy dialogues and reflects the collective commitment of member states to build a resilient and competitive educational sector. As the Philippines prepares to host this gathering, the symposium is expected to culminate in the adoption of new strategic roadmaps that will guide regional education policy through 2030. This announcement reinforces the notion that higher education is not merely an academic pursuit but a fundamental pillar for the socio-economic growth and stability of the ASEAN region.

IMG-20260310-WA0032

Eratkan Tali Silaturahmi, Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Buka Puasa Bersama di Konawe

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Civitas akademika Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan kelas Hybrid Konawe menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di bulan suci Ramadhan, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh mahasiswa kelas Hybrid Konawe serta dosen pembimbing kelas Konawe, Ipri Yanti, S.Pd., M.Pd., Gr.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi salah satu agenda kebersamaan civitas akademika yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai ukhuwah Islamiyah, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas serta membangun komunikasi yang lebih baik dalam suasana santai namun tetap penuh makna.

Sebelum waktu berbuka tiba, rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari dosen pembimbing  yang mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, memperbanyak amal ibadah, dan menumbuhkan rasa kepedulian di bulan yang penuh berkah ini. Juga beliau menyampaikan beberapa pesan terkait perkuliahan dan beasiswa yang sedang diusulkan oleh pihak kampus ke pemerintah daerah kab. Konawe. Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, yang tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa, tetapi juga wadah mempererat hubungan kekeluargaan di antara civitas akademika.

Dosen pembimbing kelas Konawe, Ipri Yanti, S.Pd., M.Pd., Gr, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan buka puasa bersama memiliki nilai positif dalam membangun kedekatan antara mahasiswa dan dosen.

“Ramadhan adalah momen terbaik untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara kita sebagai civitas akademika,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang karena mampu memperkuat nilai kekeluargaan di lingkungan akademik. “Kebersamaan yang terbangun hari ini semoga menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Rendi, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan inisiatif mahasiswa untuk mempererat hubungan silaturahmi di antara seluruh civitas akademika kelas Hybrid Konawe.

“Kami berharap kegiatan buka puasa bersama ini dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara mahasiswa dan dosen,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan.

“Terima kasih kepada seluruh teman-teman mahasiswa dan juga kepada Ibu dosen pembimbing yang telah berkenan hadir. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat silaturahmi kita semua,” tuturnya.

Suasana penuh keakraban terlihat ketika mahasiswa dan dosen duduk bersama, berbincang santai, serta saling berbagi cerita dan pengalaman. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga mampu memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, serta semangat kekeluargaan di lingkungan civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, khususnya bagi mahasiswa kelas Hybrid Konawe.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan dosen dapat terus terjalin dengan baik serta menciptakan suasana akademik yang harmonis dan penuh nilai-nilai keislaman.

IMG-20260310-WA0025

IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Aksi Berbagi Nasi dan Takjil Ramadhan di Wilayah Konawe

Rawaaopakonsel.ac.id,Konawe Selatan – Civitas Akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan Hybrid Konawe menggelar kegiatan berbagi takjil kepada 1masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Senin (9/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut diwujudkan dengan membagikan sebanyak 200 porsi nasi takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi berbagi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial civitas akademika terhadap masyarakat sekitar, sekaligus sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas di bulan yang penuh berkah.

Ipri Yanti selaku Dosen pembimbing civitas akademika IAI Rawa Aopa Konsel menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat,” ujar Ipri Yanti selaku dosen pembimbing.

Selain itu, M. Anang syukur selaku ketua panitia kegiatan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai unsur civitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga dosen, yang secara bersama-sama turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan civitas akademika dalam menebar kebaikan di bulan Ramadhan. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat membawa keberkahan dan menjadi inspirasi untuk terus berbagi kepada sesama,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para penerima takjil mengapresiasi inisiatif civitas akademika yang dinilai turut membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan kampus serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan.

Ipri Yanti selaku dosen pembimbing Hybrid Konawe berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan kali kedua kami melaksanakan kegiatan yang sama, dan semoga bisa berlanjut ke tahun tahun berikutnya” ujar Ipri Yanti Dosen pembimbing IAI Rawa Aopa.

Fostering Colaboration (ISW)

IPRC 2026, Fostering Collaboration with 4 Countries

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The 2026 International Postgraduate Research Conference (IPRC 2026) is set to be a landmark event for interdisciplinary academic exchange. Hosted by Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) on April 27-28, 2026, the conference theme is “Advancing Innovation through Interdisciplinary Collaboration: Transparency, Policy, and Political Discourse.”

Indeed, closely related series — the 2026 IPRC — is being co-organized by Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan and Institut Bisnis dan Keuangan Nitro (Makassar).

These platforms are specifically designed to bridge the gap between young researchers and established scholars across Asia and Eurasia, with a heavy emphasis on regional synergy between Japan, Thailand, Turkiye, and Malaysia.

Country Contributions & Collaborative Highlights

The following table outlines how these key nations are contributing to the 2026 research landscape and their specific collaborative links within the IPRC framework:

Country Key Research Contributions Collaborative Focus for 2026
Japan Interdisciplinary studies, language education, disaster mitigation, and human security Human Capital Exchange: Through programs like Wartec, Japan is funding the exchange of researchers.
Thailand Behavioral Sciences: Specialized in the intersection of indigenous wisdom and modern technology to enhance human well-being. Co-Hosting & Tradition: As a strategic partner of the IPRC colloquium series, Thailand (ALPS) provides the historical and structural backbone for the event.
Turkiye Public Policy & Governance: Focus on political discourse, transparency, and the socioeconomic impact of interdisciplinary research. Eurasian Bridge: Turkiye acts as a key contributor to the 2026 theme of “Policy and Political Discourse,” bringing Mediterranean and European academic perspectives to the Asian forum.
Malaysia Multidisciplinary Innovation: Strong focus on digital transformation, STEM, and sustainable “Green Technology” research. Regional Hub: Hosting major pitch events (e.g., Malaysia-Japan Fast Track Pitch) that align with IPRC goals to turn postgraduate research into industry solutions.

Key Thematic Pillars for 2026

The collaboration between these four nations at IPRC 2026 centers on three primary pillars:

  1. Interdisciplinary Innovation: Moving beyond “siloed” research. For example, combining Japan’s AI expertise with Thailand’s behavioral research to create more human-centric technology.
  2. Sustainability & Policy: Turkiye and Malaysia are leading discussions on how academic transparency can influence government policy, particularly in “Green Tech” and environmental governance.
  3. Digital Inclusion: Ensuring that the rapid advancement of technology in Japan and Malaysia does not leave behind the cultural and social values emphasized by researchers in Thailand and Turkiye.

Note for Researchers: Full paper submissions for the main IPRC 2026 conference open from January 2, 2026 to March 26, 2026, with a deadline of April 15, 2026.

IMG-20260308-WA0038

Dekan Fakultas Syari’ah Dampingi Mahasiswa Hukum IAI Rawa Aopa Berbagi di Baito

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Suasana sore di Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, tampak berbeda hari ini, Ahad (8/3/2026). Puluhan mahasiswa Program Studi Hukum Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memadati area jalan untuk membagikan paket takjil kepada masyarakat dan pengendara yang melintas.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Syari’ah serta jajaran Ketua Program Studi (Kaprodi), sebagai wujud nyata kepedulian kampus terhadap lingkungan sekitar di bulan Ramadan. Ketua Program Studi Hukum Tata Negara menjelaskan bahwa aksi turun ke jalan di Kecamatan Baito ini dilakukan agar para mahasiswa memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar mereka.

Beliau menilai bahwa pengalaman langsung berinteraksi dengan warga akan membentuk karakter mahasiswa hukum yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati yang kuat.

“Kegiatan berbagi takjil ini adalah bentuk kehadiran nyata mahasiswa Hukum IAI Rawa Aopa di tengah masyarakat Baito untuk mempererat silaturahmi di bulan suci,” ujar Ketua Program Studi Hukum Tata Negara, Suriansyah, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Kehadiran jajaran pimpinan fakultas dalam agenda ini juga membawa misi literasi hukum yang lebih luas. Dekan Fakultas Syari’ah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan hari ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjalankan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Di sela-sela pembagian paket berbuka, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa yang mampu mengorganisir kegiatan dengan tertib.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme mahasiswa, dan kami dari jajaran dekanat sepenuhnya mendukung aksi sosial yang dibarengi dengan misi literasi hukum ini,” tutur Dekan Fakultas Syari’ah, Aminuddin, MH.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan program strategis kampus terkait standarisasi produk masyarakat. Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) memaparkan bahwa pendirian Pusat Halal di IAI Rawa Aopa merupakan langkah strategis untuk membantu legalitas produk lokal di Konawe Selatan. Menurutnya, aspek legalitas pangan adalah bagian penting dari perlindungan konsumen yang harus dipahami oleh masyarakat luas, terutama para pelaku usaha kecil.

Lebih lanjut, rencana besar ini diharapkan dapat menjadi pusat solusi bagi warga Baito yang selama ini mengalami kendala dalam administrasi sertifikasi.

“Kami sedang menyiapkan Pusat Halal di kampus sebagai pusat edukasi dan pendampingan bagi warga yang ingin memastikan produk usahanya memiliki sertifikasi resmi,” ungkap Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dengan optimis.

Melalui program ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus hadir sebagai jembatan antara kebutuhan hukum masyarakat dan kebijakan pemerintah.

“Kita juga menyebarkan informasi terkait program studi baru yaitu Ekonomi Syariah,” pungkas Suriansyah setelah kegiatan dilaksanakan.

IMG-20260307-WA0024-768x480

Ismail Suardi Wekke Kupas Tuntas Strategi Publikasi Buku Scopus di Webinar Institut Nitro

awaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Nitro Bisnis dan Keuangan Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik nasional melalui penyelenggaraan Ramadhan Webinar Series 1.

Mengusung tema strategis “How to Publish Book with Scopus Index”, kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu (7/3/2026) ini menjadi oase bagi para peneliti yang ingin menembus ketatnya persaingan publikasi ilmiah di tingkat global.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Rektor Institut Nitro, Dr. Megawati, S.E., MHRM, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan sebuah lompatan strategis bagi institusi dan peserta. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal menuju pelaksanaan International Conference (ICon-FiBank) yang direncanakan berlangsung pada 27–28 April 2026 di wilayah Makassar–Maros.

Dr. Megawati juga menggarisbawahi peran krusial indeks Scopus dalam memperluas jangkauan karya ilmiah hingga ke tingkat internasional, mengingat kredibilitas akademik saat ini sangat bergantung pada pengakuan global.

Dr. Megawati menegaskan secara langsung mengenai tujuan utama acara ini:

“Webinar ini menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi kalangan akademisi untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di tingkat internasional,” ujarnya di hadapan ratusan peserta virtual.

Memasuki sesi inti, narasumber utama Ismail Suardi Wekke, S.Ag., M.A., Ph.D, yang juga merupakan anggota Komite Saintifik ICon-FiBank, membedah secara mendalam urgensi publikasi pada platform bereputasi. Beliau menjelaskan bahwa publikasi yang terindeks Scopus bukan sekadar mengejar angka kredit, melainkan membangun rekam jejak ilmiah yang abadi di dunia digital internasional. Ismail Suardi Wekke menyoroti pentingnya platform penerbit internasional seperti IGI Global sebagai gerbang bagi peneliti Indonesia untuk diakui oleh komunitas sains dunia.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya portofolio peneliti: “Publikasi pada platform bereputasi internasional tidak hanya memperluas jangkauan pembaca secara global, tetapi juga menjadi bagian dari portofolio akademik yang menunjukkan rekam jejak ilmiah seorang peneliti di tingkat internasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memberikan panduan teknis yang sangat rinci bagi para peserta. Ismail memaparkan bahwa proses penerbitan buku dimulai dari registrasi akun yang tepat, penyusunan proposal buku yang kuat, hingga manajemen revisi yang profesional sebelum naskah final dikirimkan. Penjelasan ini mencakup strategi komunikasi dengan editor internasional agar naskah memiliki peluang diterima lebih besar.

Ismail juga menambahkan detail mengenai tahapan teknis pengajuan buku: “Kita akan memaparkan secara rinci tahapan yang harus dilakukan dalam menulis dan mengajukan buku agar dapat terindeks Scopus melalui platform penerbit internasional IGI Global,” tambahnya dengan penuh semangat.

Antusiasme terhadap materi ini terlihat dari keberagaman latar belakang peserta yang hadir. Webinar ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai institusi besar di seluruh Indonesia, mulai dari STIE YPUP Makassar, STIT Sunan Giri Bima, UIN Sunan Ampel, Universitas Awal Bros, hingga STIM LPI Makassar. Tak ketinggalan, delegasi dari Universitas Muhammadiyah Bima, UMI Makassar, UPRI Makassar, UPI, UNIFA, UNITAMA, serta Universitas Siliwangi juga turut menyimak jalannya diskusi. Kehadiran peserta dari STIKOM, Universitas Bosowa, Universitas Udayana, UM Palopo, Institut PPI, Universitas Merdeka, LP3I Makassar, hingga Universitas Katolik Atma Jaya membuktikan bahwa kebutuhan akan edukasi publikasi Scopus bersifat masif di lintas disiplin ilmu.

Amin Hamdat, S.E., M.M, selaku Wakil Humas Institut Nitro yang bertindak sebagai moderator, mampu menghidupkan suasana diskusi sehingga peserta tetap fokus hingga akhir acara yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut. Melalui kegiatan ini, pihak penyelenggara berharap para akademisi tidak hanya berhenti pada tahap penulisan, tetapi memiliki motivasi kuat untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di level yang lebih tinggi.

Diharapkan, sinergi yang terbangun dalam webinar ini akan bermuara pada kesuksesan konferensi internasional ICon-FiBank 2026 mendatang. Dengan wawasan baru mengenai strategi publikasi, para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang tidak hanya membanggakan institusi masing-masing, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peradaban global.

Langkah Strategis LPPM IAI Rawa Aopa dalam Mendorong Literasi Halal di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Nuansa keberkahan Ramadan menyelimuti Kabupaten Konawe Selatan saat civitas akademika Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Rawa Aopa menggelar aksi  kolaboratif bersama Polres Konawe Selatan. Kegiatan yang dimulai dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan di area strategis ini menjadi simbol kedekatan antara dunia kampus dan institusi kepolisian.

Agenda sosial tersebut tidak berhenti di jalanan, melainkan berlanjut dengan diskusi hangat dalam balutan buka puasa bersama yang diselenggarakan di markas Polres Konawe Selatan, Jumat (6/3/2026).

Ketua Program Studi HTN IAI Rawa Aopa, Suriansyah, M.H., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa di luar ruang kuliah. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak kepolisian adalah langkah strategis untuk mempererat hubungan emosional serta sinergitas institusional.

Suriansyah juga menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bersama aparat keamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus kebahagiaan bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Ini sebuah langkah dalam menyemarakkan Ramadhan, sekaligus juga sebagai laboratorium sosial,” kata Suriansyah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Suriansyah, M.H. memberikan pernyataan langsung mengenai esensi dari gerakan ini.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual dalam memahami hukum, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi melalui aksi berbagi seperti ini,” tegasnya.

Beliau menambahkan mengenai pentingnya kemitraan ini dengan berujar bahwa kerja sama dengan Polres Konawe Selatan adalah langkah positif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kondisi sosial.

Menutup penyataannya, Suriansyah menekankan keberlanjutan program ini dengan harapan agar kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi kolaborasi-kolaborasi berikutnya yang jauh lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat Konawe Selatan.

Dari tempat berbeda, akademisi Ismail Suardi Wekke turut menyoroti langkah institusional IAI Rawa Aopa yang kini tengah serius menggarap potensi ekonomi syariah. Ismail menjelaskan bahwa pengintegrasian Pusat Halal ke dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) merupakan strategi untuk memastikan setiap riset memiliki output yang konkret.

Beliau juga memaparkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi pusat literasi halal yang kredibel di Sulawesi Tenggara melalui pendampingan masyarakat. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa dengan penguatan kelembagaan tersebut, kampus akan bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan industri halal mulai dari tingkat lokal.

Langkah IAI Rawa Aopa dalam memperkuat ekosistem halal memang kini dikoordinir sepenuhnya oleh LPPM sebagai motor penggerak utama. Upaya ini dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menyongsong regulasi wajib halal nasional.

Melalui LPPM, Pusat Halal diproyeksikan mampu menjangkau UMKM di Konawe Selatan untuk mendapatkan sertifikasi dan edukasi yang memadai. Dengan demikian, peran kampus tidak hanya terbatas pada teori hukum tata negara, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan standar keamanan produk yang terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat.

IMG-20260305-WA0037

Terima KMA Resmi, IAI Rawa Aopa Siap Cetak Sarjana Ekonomi Syariah Unggulan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memperkuat kedudukannya sebagai lembaga pendidikan tinggi kredibel dengan menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1714 Tahun 2025 mengenai izin penyelenggaraan Program Studi Ekonomi Syariah untuk jenjang Sarjana (S1).

Penerimaan dokumen strategis tersebut dilakukan pada Senin, 3 Maret 2025, yang diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri. Kehadiran program studi baru ini diharapkan menjadi angin segar bagi calon mahasiswa di Sulawesi Tenggara yang ingin mendalami sektor ekonomi berbasis syariah.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan, SKM., M.Si, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur penunjang dan sumber daya manusia telah disiagakan untuk melayani calon mahasiswa yang ingin bergabung di kampus hijau tersebut. Mardan menyampaikan bahwa pembukaan program studi baru ini merupakan jawaban atas kebutuhan pasar kerja di Sulawesi Tenggara yang semakin dinamis.

Beliau menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami telah menyiapkan skema pendaftaran yang memudahkan calon mahasiswa, baik dari sisi administrasi maupun akses informasi, agar proses transisi menuju bangku perkuliahan berjalan lancar,” ujar Mardan saat tiba di Kendari usai menerima KMA tersebut.

Selain kesiapan internal, pihak yayasan juga memastikan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah melalui program UKT Setara tetap menjadi prioritas utama. Marda menjelaskan bahwa kehadiran program bantuan biaya pendidikan dari Pemkab Konawe Selatan akan sangat membantu meringankan beban orang tua mahasiswa, terutama bagi keluarga yang kurang mampu namun memiliki semangat belajar tinggi.

Beliau menuturkan bahwa pihak kampus akan terus melakukan sosialisasi masif ke sekolah-sekolah menengah agar informasi mengenai beasiswa dan keunggulan prodi baru ini tersampaikan secara merata ke pelosok daerah.

Ketua Yayasan juga memberikan penekanan khusus pada kualitas lulusan yang ingin dicapai oleh IAI Rawa Aopa di masa depan.

Beliau menyatakan bahwa target utama institusi bukan sekadar menjaring kuantitas mahasiswa yang banyak, melainkan mencetak kader-kader intelektual yang memiliki integritas moral dan keahlian profesional di bidang ekonomi Islam.

“Penerimaan mahasiswa baru tahun ini adalah momentum bagi kami untuk membuktikan bahwa putra-putri daerah tidak perlu jauh-jauh keluar kota demi mendapatkan pendidikan tinggi yang kredibel dan terakreditasi,” tegas Mardan.

Lebih lanjut, Mardan menambahkan bahwa seluruh fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, hingga ruang kelas telah direvitalisasi untuk menyambut mahasiswa angkatan pertama Prodi Ekonomi Syariah.

Beliau menyampaikan rasa optimisnya bahwa antusiasme masyarakat akan sangat tinggi mengingat prodi ini memiliki prospek kerja yang luas di sektor perbankan dan industri kreatif syariah.

“Kami mengundang seluruh generasi muda Konawe Selatan untuk menjadi bagian dari sejarah baru ini dan bersama-sama membangun daerah melalui ilmu pengetahuan yang bermanfaat,” pungkasnya menutup pernyataan.

Langkah penguatan akademik ini berjalan selaras dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Teranyar, Pemkab Konsel kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama Program UKT Setara Tahun Anggaran 2026. Prosesi penandatanganan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari pada Selasa, 24 Februari 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Ichsan Porosi, yang hadir mewakili pemerintah daerah, didampingi oleh Asisten I Ivan Ardiansyah dan Kepala BKAD Marwiyah Tombili. Dalam agenda tersebut, IAI Rawa Aopa menjadi salah satu dari 13 universitas dan sekolah tinggi mitra yang menyepakati kelanjutan program bantuan biaya pendidikan tersebut.

Kerja sama ini merupakan pengejawantahan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Konawe Selatan dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam sambutannya, Ichsan Porosi menekankan bahwa program UKT Setara adalah bukti nyata kehadiran negara dalam meringankan beban finansial mahasiswa.

Ia menyatakan bahwa program ini memastikan putra-putri daerah memiliki kesempatan setara untuk mengenyam pendidikan tinggi demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, addendum ini bukan sekadar bantuan biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan Konawe Selatan.

Melalui sinergi antara izin program studi baru di IAI Rawa Aopa dan dukungan finansial melalui program UKT Setara dari Pemkab Konsel, diharapkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara akan mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah daerah optimistis bahwa kolaborasi erat dengan perguruan tinggi mitra akan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat di masa mendatang.