IMG_20260331_195749

Pimpinan IAI Rawa Aopa: Kebersamaan dengan Pemerintah dan Masyarakat Adalah Kunci Menuju Universitas Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar acara Halal Bilhalal yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar sivitas akademika bertempat di Aula Al Asri Kampus Andoolo, Sabtu (28/3/2026).

Agenda yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting bagi institusi untuk memperkuat sinergi sekaligus menegaskan komitmen dalam bertransformasi menjadi Universitas Islam di masa depan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang mewakili Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, dalam sambutan menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi rutin pasca-Lebaran.

Menurutnya, kerukunan yang terjalin antara kampus, pemerintah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun iklim pendidikan yang sehat di Sulawesi Tenggara. Beliau meyakini bahwa kebersamaan yang kokoh akan memudahkan langkah institusi dalam memenuhi segala persyaratan administratif dan kualitatif guna mencapai status universitas.

“Kegiatan Halal Bilhalal ini merupakan manifestasi dari tekad kita untuk terus merawat kebersamaan dan memperkuat jejaring dengan seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari Pemerintah Daerah sangat krusial karena pengembangan kampus menjadi universitas adalah bagian dari cita-cita bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di daerah. “Kami berkomitmen penuh untuk melakukan akselerasi dalam segala lini, mulai dari penataan sumber daya manusia hingga infrastruktur, agar transisi menuju Universitas Islam dapat terwujud dalam waktu dekat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa transformasi menjadi universitas menuntut adanya kesiapan mental dan profesionalisme dari seluruh staf serta pengajar. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat saat ini tengah fokus pada penguatan kapasitas kepegawaian agar selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi yang lebih tinggi.

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa semangat gotong royong yang tercermin dalam kehadiran masyarakat dan keluarga besar IAI dalam acara ini menjadi energi tambahan bagi pihak manajemen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi putra-putri daerah.

Acara yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama. Kehadiran elemen Pemerintah Daerah dalam forum tersebut juga memberikan sinyal positif akan adanya kolaborasi berkelanjutan antara dunia akademis dan birokrasi dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Konawe Selatan.

IMG-20260403-WA0004

Pimpinan IAI Rawa Aopa Tekankan Pentingnya Desain Pembelajaran Bahasa dalam Partisipasi Simposium di Marok

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Simposium ALIF yang berlangsung pada 27-28 Maret 2026 di Maroko resmi dibuka dengan malam jejaring yang hangat dan alunan musik tradisional yang meriah. Memasuki hari kedua, suasana akademik semakin kental saat para peserta menyimak aspirasi mahasiswa yang menjadi titik tolak diskusi mengenai cara mendorong pembelajar keluar dari zona nyaman mereka menuju kontak nyata dengan bahasa, budaya, dan masyarakat lokal.

Isu mengenai realitas multibahasa di Maroko, keseimbangan antara Bahasa Arab Fusha (MSA) dan Darija, hingga peran pembelajaran berbasis pengalaman menjadi topik hangat yang terus bergulir sepanjang pertemuan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh konsorsium perguruan tinggi berlangsung dua hari di Maroko.

Di tengah diskusi yang dinamis tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa kunci utama dari efektivitas studi di luar negeri adalah niat yang terencana atau intentionality. Beliau berpendapat bahwa pembelajaran bahasa strategis dalam program luar negeri tidak terjadi secara kebetulan, melainkan harus melalui proses perancangan yang sistematis, terstruktur, dan peka terhadap konteks lokal.

Menurut Ismail, masa depan studi internasional di Maroko sangat bergantung pada seberapa baik institusi mampu membangun jembatan budaya yang kokoh.

“Kehadiran kami dalam simposium ini merupakan langkah konkret IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk memperluas cakrawala kerja sama internasional, khususnya dengan institusi pendidikan di Maroko yang memiliki kekayaan linguistik,” ujar Ismail Suardi Wekke, Ahad (29/3/2026).

Beliau kemudian menambahkan, “Kita harus memastikan bahwa setiap pertukaran mahasiswa bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah desain instruksional yang matang agar mereka mampu menyerap esensi budaya dan bahasa setempat secara mendalam.”

Di akhir sesi, Ismail menegaskan, “Kolaborasi dengan Maroko akan membuka pintu bagi pengembangan riset kolaboratif dan penguatan kompetensi bahasa Arab bagi sivitas akademika kami di Sulawesi Tenggara.”

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa partisipasi IAI Rawa Aopa dalam Simposium ALIF ini bertujuan untuk memetakan potensi kemitraan strategis yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan institusi. Beliau menekankan perlunya pergeseran paradigma dalam pembelajaran bahasa di luar negeri, di mana aspek kenyamanan mahasiswa harus mulai ditantang dengan interaksi komunitas yang lebih bermakna.

Selain itu, Ismail juga menyampaikan optimisme terkait perluasan jaringan kerja sama ke wilayah Afrika Utara sebagai bagian dari rencana strategis kampus dalam meningkatkan daya saing global. Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari misi besar IAI Rawa Aopa untuk memperluas kerja sama ke Maroko.

Ia melihat Maroko sebagai mitra strategis dalam pengembangan akademik, terutama dalam memperkuat metodologi pembelajaran bahasa Arab dan kajian keislaman. Dengan adanya kesepahaman yang terjalin dalam simposium ini, diharapkan akan lahir program-program kolaboratif yang mampu membawa mahasiswa dan dosen IAI Rawa Aopa terlibat lebih aktif dalam kancah pendidikan internasional yang inklusif dan transformatif.