Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan meluncurkan rangkaian program “Amaliah Ramadhan” guna mengisi bulan suci dengan aktivitas edukatif dan religius. Program yang dirancang secara komprehensif ini mencakup berbagai kegiatan unggulan, mulai dari kursus intensif bahasa asing bagi mahasiswa hingga pelaksanaan Safari Ramadhan yang menjangkau masyarakat di pelosok daerah.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata pengabdian kampus kepada masyarakat sekaligus upaya peningkatan kapasitas intelektual mahasiswa. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan amaliah tahun ini sengaja dikonsep secara variatif agar menyentuh aspek akademik dan spiritual secara bersamaan.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi sarana bagi para dosen dan mahasiswa untuk mempererat silaturahmi dengan warga di sekitar Kabupaten Konawe Selatan.
“Terima kasih kepada semua pihak, dalam Ramadhan kali ini, sudah hampir sepekan, IAI Rawa Aopa menggelar pelbagai rangkaian kegiatan,” papar Ismail.
Lanjut “Kami ingin menjadikan momentum Ramadhan ini selain sebagai rutinitas ibadah, juga laboratorium pembelajaran nyata bagi seluruh sivitas akademika melalui berbagai kursus keahlian,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu pimpinan Pesantren Darul Ulum Ammesangeng, Senin (23/2/2026).
Beliau menambahkan bahwa antusiasme mahasiswa sangat tinggi, terutama pada kelas bahasa yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing global mereka.
“Melalui Safari Ramadhan, kami juga berkomitmen untuk menghadirkan pesan-pesan kesejukan dan moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Selain memperkuat fondasi keagamaan, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah mengalokasikan dukungan sumber daya yang maksimal agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan tepat sasaran. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam menyukseskan agenda-agenda dakwah yang bersifat transformatif.
Terakhir, Ismail berharap agar kegiatan ini dapat berkelanjutan setiap tahunnya sehingga kehadiran IAI Rawa Aopa semakin dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Kami ingin menjadikan momentum Ramadhan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan laboratorium pembelajaran nyata bagi seluruh sivitas akademika melalui berbagai kursus keahlian,” pungkas Ismail Suardi Wekke setiba di Kendari.
