Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam agenda Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional yang akan dipusatkan di kawasan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. Kepastian ini diambil setelah perwakilan pimpinan melakukan pertemuan awal guna mematangkan teknis keterlibatan kampus dalam pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi dan pariwisata berkelanjutan tersebut, Maros, 23 Februari 2026.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi kampus menuju Universitas Islam dengan mempertahankan kemitraan global. “Keikutsertaan kami dalam kolaborasi di Maros-Pangkep adalah wujud nyata dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang melampaui batas-batas administratif wilayah,” ujar Ismail saat memberikan keterangan setelah pertemuan di Darul Ulum Ammesangeng, Maros.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya strategis untuk menempatkan dosen dan mahasiswa dalam ekosistem riset serta pengabdian yang diakui secara internasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap personel yang dikirim memiliki output yang jelas, baik dalam bentuk publikasi ilmiah maupun dampak langsung bagi masyarakat lokal di kawasan Geopark,” tegasnya.
Selain itu, Ismail juga menjelaskan duduk perkara mengenai kesiapan aspek sumber daya manusia dan pendanaan. Ia menyampaikan bahwa pihak rektorat saat ini tengah melakukan pemetaan terhadap kepakaran dosen yang paling relevan dengan kebutuhan pengembangan masyarakat. “Termasuk bagaimana dosen-dosen dapat berpartisipasi dalam agenda-agenda lingkungan,” kata Ismail Suardi Wekke yang merupakan Komite Saintifik kegiatan ini.
Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya sinergi antarlembaga untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kali kunjungan saja. Ia juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini mampu memperkuat jejaring IAI Rawa Aopa dengan berbagai mitra internasional yang juga berfokus pada pelestarian warisan dunia UNESCO.
Program pengabdian kolaboratif ini diharapkan menjadi jembatan bagi IAI Rawa Aopa untuk memperkenalkan potensi lokal Konawe Selatan ke kancah global melalui pertukaran gagasan di Maros-Pangkep. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, kegiatan ini akan fokus pada pengembangan ekonomi kreatif dan edukasi lingkungan yang menjadi pilar utama dalam pengelolaan sebuah UNESCO Geopark.
