Literacy (ISW)

Research Group Inclusive Financial Literacy, Collaboration between Higher Education of Indonesia and GSB UKM

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – The partnership between Indonesian higher education institutions and the Graduate School of Business (GSB) at Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) represents a strategic alliance aimed at tackling one of Southeast Asia’s most pressing economic challenges: financial exclusion. By forming a dedicated Research Group on Inclusive Financial Literacy, these institutions are bridging the gap between academic theory and grassroots economic empowerment. 

This collaboration leverages the diverse economic landscapes of both nations to create a robust framework for understanding how different demographics interact with financial systems. A primary focus of this research group is the digital transformation of finance and its impact on marginalized communities. 

As fintech continues to reshape the Southeast economy, researchers from Indonesia and Malaysia are investigating how digital tools can be made more accessible to small business owners and rural populations. By sharing data and localized insights, the group aims to develop educational modules that are not just theoretically sound, but culturally relevant and easy to implement across different social strata.

The synergy between Indonesian universities and UKM’s GSB provides a unique cross-border perspective that enriches the quality of the research. Indonesia’s vast experience with microfinance and its massive “unbanked” population offers a rich field for study, while UKM provides sophisticated analytical methodologies and a track record of high-impact business research in the region. 

This exchange of intellectual capital ensures that the resulting strategies are comprehensive, accounting for both the macro-economic policies and the micro-level behaviors of consumers. Beyond academic publications, this collaboration is deeply committed to social impact and policy advocacy. The Research Group works to translate complex findings into actionable recommendations for government bodies and financial regulators in both countries. By advocating for “inclusive” literacy, the group emphasizes that financial education is not a one-size-fits-all solution; rather, it must be tailored to address the specific barriers faced by women, youth, and the elderly in the modern economy.

Finally, the partnership between Indonesian Higher Education and GSB UKM serves as a model for regional academic cooperation under the ASEAN umbrella. It fosters a sense of shared responsibility for the region’s financial stability and growth. By cultivating a new generation of researchers who are experts in inclusive finance, the collaboration ensures that the quest for financial literacy remains a priority, paving the way for a more equitable and resilient economic future for both Indonesia and Malaysia.

Penelitian Kolaboratif (ISW)

Jalin Kerja Sama Penelitian dengan Binus dan UKM Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Lumpur – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berikhtiar memperluas jejaring akademiknya di kancah internasional melalui keterlibatan dalam proyek penelitian kolaboratif lintas negara. Dalam perencanaan awal tahun ini, institusi ini menggandeng dua perguruan tinggi ternama, yakni Binus University dari Indonesia dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kolaborasi ini dirancang untuk memadukan berbagai keahlian multidisiplin guna menjawab tantangan regional di Asia Tenggara.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium penelitian ini menandai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas luaran akademik dan reputasi institusi. Melalui kemitraan ini, ketiga universitas berkomitmen untuk melakukan pertukaran data, pengembangan metodologi bersama, hingga publikasi karya ilmiah pada jurnal bereputasi internasional. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir dan perdesaan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menjadi pusat keunggulan riset. Menurutnya, kolaborasi dengan Binus University dan UKM Malaysia akan memberikan warna baru bagi iklim akademik di IAI Rawa Aopa. Ia menilai bahwa kehadiran mitra internasional seperti UKM akan memperkuat aspek komparatif dalam riset yang dilakukan, sehingga hasil penelitian memiliki dampak yang lebih luas secara global.

Dalam kesempatan saat tiba di Kuala Lumpur, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi masa depan dosen dan peneliti di lingkungan kampus. “Kerja sama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan langkah nyata bagi dosen kami untuk mendalami standar riset internasional bersama pakar dari Binus dan UKM,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Bangi (Malaysia), Senin, 9 Februari 2026. 

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sangat antusias menyambut kolaborasi ini karena menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa perguruan tinggi di daerah mampu bersaing di panggung dunia. “Kami percaya bahwa jarak geografis justru menjadi peluang untuk melahirkan karya ilmiah yang berkualitas tinggi dan relevan bagi publik global,” tuturnya dengan optimis.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa alokasi sumber daya institusi akan diarahkan untuk mendukung penuh setiap tahapan penelitian kolaboratif ini. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema pendukung agar para peneliti dapat fokus bekerja sama dengan mitra dari Malaysia dan Jakarta tanpa terkendala urusan administratif. 

Dengan komitmen yang kuat tersebut, IAI Rawa Aopa berharap hasil riset ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi para pengambil kebijakan dalam menyusun program pembangunan yang berbasis data dan ilmu pengetahuan. “Terima kasih kepada BINUS dan Universiti Kebangsaan Malaysia yang bersedia menerima kehadiran kami,” pungkas Ismail Suardi Wekke.