Ponorogo (ISW)

Mulai Dengan Pelaksanaan Kegiatan Ngaji Artikel, IAI Rawa Aopa dan UIN Ponorogo Kini Tandatangani MoU dan MoA

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo –

Ponorogo – Mengawali langkah dengan kegiatan bernuansa akademik-religius melalui “Ngaji Artikel” selama bulan suci Ramadhan, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini memperkuat sinergi institusionalnya dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), serta Implementation Agreement (IA) yang berlangsung di Gedung Rektorat UIN Ponorogo pada Rabu, 22 April 2026.

Rangkaian acara ini tidak sekadar menjadi seremoni formalitas birokrasi. Setelah prosesi penandatanganan dokumen kerja sama usai, agenda langsung dilanjutkan dengan sesi Sharing Session yang melibatkan jajaran pimpinan dan staf akademika dari kedua belah pihak. 

Diskusi tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi di bidang penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan jurnal ilmiah yang sebelumnya telah diinisiasi melalui program Ngaji Artikel. “Salah satu bentuk pelaksanaan kegiatan yaitu perhelatan ICIS 2026 yang akan datang” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen serius dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam di wilayah Sulawesi Tenggara. Beliau menjelaskan bahwa kerja sama ini sengaja dirancang agar tidak berhenti pada dokumen di atas kertas saja, melainkan langsung menyentuh aspek teknis pelaksanaan kegiatan akademik. 

Ismail juga menambahkan bahwa pemilihan UIN Ponorogo sebagai mitra strategis didasari oleh kesamaan visi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus memiliki kedalaman ilmu keislaman yang moderat. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya keberlanjutan program. 

“Kerja sama ini adalah jembatan emas bagi kami untuk mengakselerasi kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa melalui pendampingan intensif dari para pakar di UIN Ponorogo,” tegas Ismail. 

Ia juga menyampaikan bahwa momentum Ramadhan dengan kegiatan Ngaji Artikel telah menjadi fondasi spiritual dan intelektual yang sangat baik sebelum kedua lembaga ini melangkah lebih jauh. Di akhir pernyataannya, Ismail menekankan, 

“Kami berharap implementasi dari MoA dan IA ini segera melahirkan karya-karya akademik yang berdampak luas, tidak hanya bagi kampus namun juga bagi masyarakat di Konawe Selatan.”

Kehadiran Pimpinan IAI Rawa Aopa di Bumi Reog ini disambut hangat oleh pimpinan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang lebih dinamis, di mana pertukaran ide dan riset kolaboratif menjadi motor penggerak utama dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di masa depan.

Agenda: Workshop Penyiapan Akreditasi Jurnal ke SINTA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sembilan perguruan tinggi memulai prakarsa dalam menjalin kolaborasi strategis. Terbentang dari Papua sampai ke Aceh. Kesembilan perguruan tinggi tersebut, Universitas Amal Ilmiah Yapis Papua, STIT Sunan Giri Bima, STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkajene Kepulauan, Universitas Muhammadiyah Barru.

Begitu pula dengan STAI Nusantara (Banda Aceh), STEBI Al Muhsin Yogyakarta. Secara teknis dilaksanakan bersama antara Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Chaeriyah Mamuju. Kegiatan akan dilaksanakan secara daring mulai Jumat, 30 Januari 2026.

Kegiatan dalam kerangka IUCSRS (Indonesian Universities Consortium on Social Religious Studies) yang merupakan prakarsa Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, dalam mendorong dan memajukan kerjasama tri dharma perguruan tinggi. Salah satunya terkait dengan pengelolaa terbitan berkala ilmiah.

Fokus utama adalah penguatan tata kelola jurnal ilmiah. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi sumber daya antarlembaga. Semangat kebersamaan menjadi kunci suksesnya kegiatan workshop ini.

Workshop ini bertujuan menyiapkan jurnal menuju akreditasi SINTA. Peserta membedah standar penilaian nasional secara mendalam. Peningkatan skor evaluasi diri menjadi target utama setiap pengelola. Akreditasi yang baik akan meningkatkan reputasi institusi dan dosen.

Manajemen jurnal berbasis Open Journal Systems (OJS) diperkuat. Peserta mendapatkan bimbingan teknis terkait alur kerja penyuntingan. Kelengkapan atribut profil jurnal diperiksa satu demi satu. Hal ini memastikan proses publikasi berjalan profesional dan konsisten.

Kualitas artikel menjadi poin krusial dalam penilaian SINTA. Workshop membahas pentingnya proses peninjauan sejawat (peer-review) yang ketat. Unsur kebaruan dan kontribusi ilmiah ditekankan kepada para editor. Diversitas penulis dari berbagai instansi juga didorong lebih luas.

Rencana Tindak Lanjut Bersama

Kegiatan disertai dengan penyusunan jadwal kegiatan berbasis akreditasi. Setiap perguruan tinggi berkomitmen memantau progres harian. Pendampingan berkelanjutan akan dilakukan antar-pengelola jurnal. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan jurnal-jurnal yang akan terindeks di SINTA sebagai bentuk pengakuan jurnal di tingkat nasional.