UniSZA (ISW)

UniSZA and Indonesian Islamic Higher Institutions Foster Strategic Postgraduate Partnership

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The Graduate School of Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) has signaled a new era of regional academic synergy following a high-level strategic dialogue with four prominent Indonesian Islamic Higher Education Institutions (HEIs).

The virtual meeting, held on January 19, 2026, focused on establishing a sustainable research and mobility ecosystem across Southeast Asia. Led by Assoc. Prof. Dr. Mutia Sobihah Abd Halim, Dean of the UniSZA Graduate School, the meeting resulted in a concrete roadmap for student exchange, joint seminars, and matching grant initiatives.

The Indonesian delegation was moderated by Prof. Ismail Suardi Wekke, Director of the Postgraduate Program at IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, representing a broad network that includes STAI DDI Makassar, STIT Sunan Giri Bima, Universitas Muhammadiyah Bima, and the extensive Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) network, which oversees 12 HEIs and approximately 700 madrasahs.

Prof. Wekke emphasized that this partnership aims to move beyond ad-hoc projects. “We are building an annual forum designed to efficiently serve 20 to 30 Indonesian universities,” he stated, citing the success of the Southeast Asia Student Symposium (ISOFSEAS), which has already generated over 200 Scopus-indexed articles. “The ISOFSEAS is the instrumen for collaboration under the mobility student program,” said Ismail Suardi Wekke that appointed as reserach fellow of INTI International University (Malaysia) last week.

“This collaboration is a strategic milestone for IAI Rawa Aopa and our partner institutions in Indonesia. By aligning our research agendas with UniSZA, we are not just pursuing academic credentials, but creating a bridge for our students to compete at a global level while maintaining our unique Islamic identity,” Prof. Ismail remarked during the session.

He further emphasized the operational improvements of the partnership, stating, “Alhamdulillah, we are seeing a remarkable transformation in institutional governance. Communication via WhatsApp and email with the UniSZA Graduate School is now swift and highly responsive—a far improved experience from previous years that allows us to execute our joint programs with much higher precision.”

“Our focus for 2026 is sustainability and tangible impact. Through the matching grant schemes and the series of international symposia we have planned, we are ensuring that the collaboration produces high-quality Scopus publications and fosters a genuine intellectual exchange that benefits the entire ASEAN academic community,” he added.

The collaboration has outlined a rigorous schedule for the coming year to ensure measurable academic output. The agenda begins with the activation of matching grants for collaborative research from February through November, followed closely by the ASEAN Symposium at Binus University in Jakarta, scheduled for March 31 to April 3 or the official announcement will be coming soon. These initiatives will be complemented by UniSZA student mobility programs taking place in April and August.

Furthering this momentum, the Southeast Asian Symposium on Higher Education (SEASIHE) is set to be hosted in Southeast Sulawesi from May 6 to 10. The year’s strategic activities will culminate in December with an interdisciplinary academic program held in Vietnam.

Assoc. Prof. Dr. Mutia introduced her newly restructured administrative team, pledging expedited processes for Letters of Intent (LoI) and Memoranda of Understanding (MoU). To support Indonesian students, the meeting discussed grouping MAIDAM scholarships and establishing MoUs with three regencies in Southeast Sulawesi—Konawe Selatan, Bombana, and Konawe—to facilitate dedicated funding channels.

The partners agreed to finalize LoI signings via an online ceremony prior to the month of Ramadan. Additionally, a promotional seminar targeting the “Sulawesi cluster” is scheduled for the near future.

The collaboration sets ambitious targets for 2026, including more than 30 new postgraduate enrollments at UniSZA and the publication of at least 20 Scopus-indexed papers. This alliance solidifies UniSZA’s standing as an innovative hub for Islamic postgraduate excellence in the ASEAN region.

Silaturahmi dengan Kemenag (ISW)

Silaturahmi Yayasan dan Pimpinan IAI Rawa Aopa dengan Kemenag Kab Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Jajaran pengurus Yayasan (Ketua Dewan Pembina, Al Asri) dan unsur pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa (Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe Selatan. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat sinergi sektor pendidikan keagamaan. 

Kehadiran rombongan kampus disambut hangat oleh jajaran pejabat Kemenag setempat dalam suasana penuh kekeluargaan. Diterima langsung Kepala Kementerian Agama RI, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kepala Seksi Pendidikan Islam, Hidayat, S.Ag., M.Pd.

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua lembaga dalam menyelaraskan program-program pengembangan sumber daya manusia. IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menjadi mitra garda terdepan bagi Kemenag dalam mencetak generasi unggul. Pihak yayasan menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas literasi keagamaan di wilayah Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangannya dalam kesempatan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran kampus di tengah masyarakat harus mampu memberikan solusi nyata terhadap tantangan zaman. Ismail juga menjelaskan bahwa manajemen kampus sedang melakukan akselerasi besar-besaran untuk memperbaiki tata kelola keuangan dan kepegawaian demi menunjang kualitas akademik.

Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya standar mutu pelayanan yang tinggi bagi seluruh civitas akademika di IAI Rawa Aopa. Menurutnya, setiap langkah perencanaan yang diambil institusi saat ini selalu berorientasi pada kemajuan jangka panjang bagi para mahasiswa. Ia berharap kerja sama dengan Kemenag ini dapat membuka akses beasiswa dan fasilitas pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri daerah.

“Kami datang ke sini dengan niat silaturahmi untuk merajut kerja sama yang lebih erat demi kemajuan pendidikan Islam di daerah kita,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pernyataan resminya usai pertemuan tersebut. Dirinya yakin bahwa hubungan harmonis antara perguruan tinggi dan pemerintah akan membawa perubahan positif bagi masyarakat luas. Semangat kolaboratif ini menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan yang diambil oleh jajaran rektorat IAI Rawa Aopa.

Ismail kembali menegaskan posisi kampus dalam ekosistem pendidikan melalui pernyataan langsungnya di hadapan para pejabat Kemenag. “IAI Rawa Aopa siap menjadi laboratorium pemikiran dan pengembangan dakwah yang modern di Konawe Selatan,” tegasnya. 

Beliau menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan inovasi di bidang kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Dalam sesi diskusi yang lebih mendalam, Ismail kembali memberikan penekanan terkait transparansi dan akuntabilitas lembaga. 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dan setiap pegawai di kampus kami bekerja maksimal untuk melayani umat,” tuturnya dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa IAI Rawa Aopa sedang bertransformasi menjadi institusi yang profesional dan terpercaya.

Pihak Kemenag Kabupaten Konawe Selatan menyambut positif seluruh rencana strategis dan komitmen yang disampaikan oleh pimpinan IAI Rawa Aopa. Pertemuan ini diakhiri dengan respon untuk mengajukan permohonan rekomendasi sebagai tindak lanjut untuk kerja sama konkret di masa mendatang. 

Sinergi ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi pendidikan Islam dan kerukunan umat beragama di wilayah Sulawesi Tenggara. “Kita juga akan turut berpatisipasi dalam memperkuat program Madrasah Riset di Kementerian Agama secara umum,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga Distingished Professor di North Bangkok University (Thailand)

Wisuda 2026 (ISW)

Undangan Wisuda Tahun 2026, Direncanakan Tanggal 16 Mei 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan akan menyelenggarakan prosesi Wisuda Sarjana. Acara ini merupakan momentum kesyukuran bagi para lulusan yang telah menyelesaikan studi. Seluruh civitas akademika turut bersukacita merayakan keberhasilan akademik mahasiswa. Direncanakan, Sabtu 16 Mei 2026 di Kendari.

Momen wisuda tahun ini terasa sangat istimewa bagi institusi. Kegiatan ini dirangkaikan dengan perayaan Dies Natalis ke-10 (X) IAI Rawa Aopa. Satu dekade perjalanan kampus menjadi bukti dedikasi dan partisipasi dalam dunia pendidikan.

Dies Natalis X tahun 2026 mengusung semangat kesyukuran yang mendalam. Kampus telah melewati berbagai dinamika pertumbuhan selama sepuluh tahun terakhir. Pencapaian ini dirayakan sebagai bentuk syukur atas dukungan untuk keberlanjutan visi pendidikan di Indonesia melalui Kabupaten Konawe Selatan.

Maklumat ini menjadi informasi awal bagi calon wisudawan dan tamu kehormatan. Kehadiran para tokoh masyarakat dan mitra strategis sangat diharapkan. Acara ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi seluruh keluarga besar kampus.

Panitia telah menyiapkan rangkaian acara dengan penuh khidmat dan kebanggaan. Harapannya, lulusan dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Selamat atas wisuda dan selamat hari jadi yang X untuk IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Apresiasi dari Busan (ISW)

Unggah Ucapan Pelantikan Rektor Media Sosial, Pimpinan IAI Rawa Aopa Apresiasi Guru Besar Busan University Korea Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Pelantikan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa periode 2026-2030 mendapatkan atensi luas dari dunia internasional. Hal ini terlihat dari deretan ucapan selamat yang membanjiri berbagai kanal media sosial kampus. Salah satu yang memberi perhatian adalah ungkapan apresiasi dari Guru Besar Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan, Prof. Dr. H. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si..

Unggahan ucapan tersebut segera mendapatkan respons positif dari jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Pimpinan kampus menilai dukungan dari kampus internasional ini menjadi energi baru bagi pengembangan institusi di masa depan. Kolaborasi lintas negara kini menjadi fokus utama dalam membangun reputasi akademik yang lebih kompetitif.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi mendalam atas kiriman ucapan tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Guru Besar dari Busan University of Foreign Studies melalui media sosial,” ujar Ismail saat memberikan pernyataan kepada media usai silaturahmi dengan Bupati Konawe Selatan di Andoolo (Rabu, 21 Januari 2026). Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa eksistensi IAI Rawa Aopa dapat dikenali oleh perguruan tinggi di tingkat global.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa apresiasi dari mancanegara tersebut menunjukkan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam membangun jejaring intelektual. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran dukungan digital ini menjadi bukti nyata kekuatan konektivitas akademik antara Indonesia dan Korea Selatan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengakuan dari profesor di Busan University of Foreign Studies tersebut akan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai jembatan diplomasi kampus. “Unggahan ini bukan sekadar seremoni digital, melainkan bentuk pengakuan tulus terhadap proses transisi kepemimpinan di kampus kami,” tegas Ismail dengan nada optimis. Ia memandang fenomena ini sebagai langkah awal yang baik untuk memperkuat hubungan bilateral dalam bidang riset dan pengajaran.

Terkait dengan rencana pengembangan kampus kedepan, Ismail memaparkan bahwa pihak rektorat akan menindaklanjuti dukungan ini dengan komunikasi yang lebih intensif. Ia menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk membuka pintu kerja sama yang lebih luas, terutama dalam program pertukaran dosen dan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi rektor yang baru dilantik untuk membawa kampus menuju standar internasional.

Ismail Suardi Wekke juga menambahkan komitmennya untuk mendukung penuh fasilitas penunjang akademik yang memadai. “Melalui perencanaan yang matang, kami akan memastikan bahwa kolaborasi internasional seperti ini dapat terakomodasi dalam program kerja tahunan,” pungkasnya. 

Ia berharap momentum pelantikan ini menjadi kesempatan meneruskan posisi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi pusat unggulan studi Islam di tingkat global. “Kita sudah ada kerjasama, dan kita pertahankan. Senyampang itu, terus menggalang dukungan perguruan tinggi lainnya,” imbuh Ismail Suardi Wekke yang baru saj amendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Sebagaimana diketahui, Pelaksanaan rangkaian pelantikan yang berlangsung pelan lalu ditandai dengan semangat optimisme dari seluruh staf dan pimpinan. Kehadiran tokoh-tokoh penting di kolom komentar media sosial kampus memberikan warna tersendiri bagi kemeriahan acara. IAI Rawa Aopa kini bersiap melangkah lebih jauh di bawah kepemimpinan baru dengan dukungan moral yang kuat dari mitra domestik maupun internasional.

Pascasarjana IAI Rawa Aopa (ISW)

Fasilitasi Studi Lanjut Magister dan Doktor bagi Masyarakat Konsel, IAI Rawa Aopa Bentuk Direktorat Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan membentuk Direktorat Pascasarjana sebagai langkah strategis untuk memfasilitasi kebutuhan studi lanjut bagi masyarakat di wilayah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kehadiran direktorat baru ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi peningkatan kualifikasi akademik masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin menempuh jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3).

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., usai dilantik, (Sabtu, 17 Januari 2026) menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas kepada masyarakat lokal. Menurutnya, selama ini kendala jarak dan akses seringkali menjadi hambatan utama bagi putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan adanya direktorat ini, IAI Rawa Aopa berupaya memangkas hambatan tersebut melalui program-program yang adaptif terhadap kebutuhan daerah.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai visi besar di balik pembentukan unit ini. “Pembentukan Direktorat Pascasarjana ini adalah jawaban konkret kami untuk memastikan bahwa masyarakat Konawe Selatan memiliki wadah yang representatif guna meningkatkan kapasitas keilmuan mereka tanpa harus meninggalkan daerah,” ujar Ismail saat ditemui di kampus IAI Rawa Aopa (Andoolo), usai acara pelantikan Rektor dan Direktur Pascasarjana. 

Ia juga menambahkan bahwa institusi sedang merancang kurikulum yang relevan dengan dinamika sosial dan potensi ekonomi di Sulawesi Tenggara. “Kami ingin lulusan pascasarjana nantinya bukan sekadar meraih gelar, tetapi benar-benar menjadi pakar yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan di Konsel,” imbuhnya. 

Terkait kolaborasi, Ismail menyatakan komitmennya untuk membangun jejaring luas. “Langkah awal kami adalah memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna menjamin mutu akademik yang kompetitif,” tegasnya.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menjelaskan bahwa keberadaan direktorat ini diharapkan dapat memacu semangat para aparatur sipil negara (ASN) dan praktisi pendidikan di Konawe Selatan untuk terus belajar. Ia menyampaikan bahwa pihak kampus akan memberikan kemudahan administratif dan bimbingan yang intensif bagi para calon mahasiswa agar mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan standar kualitas yang terjaga. 

Lebih lanjut, Ismail mengutarakan optimismenya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Konawe Selatan akan memiliki stok sumber daya manusia unggul yang melimpah berkat fasilitasi pendidikan yang sistematis melalui pemberian bantuan UKT oleh Bupati Konawe Selatan.

Pendirian Direktorat Pascasarjana ini juga merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) pengembangan kampus untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan akademik di wilayah selatan Sulawesi Tenggara. Dengan manajemen yang terfokus di bawah kepemimpinan Direktur Pascasarjana Ismail Suardi Wekke, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan proses pengembangan program studi baru yang linear dengan kebutuhan pasar kerja global namun tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

FGD dengan UniSZA (ISW)

Perkuat Kolaborasi Regional, Pascasarjana UniZSA Malaysia Gelar Diskusi Terpumpun Bersama Empat Perguruan Tinggi Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Program Pascasarjana Universiti Sultan Zainal Abidin (UniZSA) Malaysia memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Forum Diskusi Terpumpun (FGD) bersama empat perguruan tinggi dari Indonesia. Pertemuan ini difokuskan pada pendokumentasian dan pemantapan implementasi kerja sama yang mencakup bidang studi lanjut, riset, dan publikasi (Ahad, 18 Januari 2026).

Turut hadir dosen dan pimpinan perguruan tinggi selain UniSZA, juga STAI DDI Makassar, Universitas Muhammadiyah Bima, dan STIT Sunan Giri Bima, bersama-sama dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Moderator dalam pertemuan tersebut, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan pandangan strategis mengenai arah kolaborasi ini. Dalam sesi diskusi, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah krusial untuk memastikan perguruan tinggi daerah di Indonesia dapat sejajar dengan institusi global.

Ia menekankan pentingnya integrasi akademik antara Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi tantangan pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Ismail yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana ini menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah mempercepat hilirisasi riset agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di kedua negara.

Terkait teknis pelaksanaan, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung mengenai visi kolaborasi ini:

“Diskusi ini merupakan kelanjutan, sekaligus upaya kita untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa pascasarjana memiliki akses terhadap literatur dan mentor internasional melalui jaringan UniZSA (Malaysia),” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia memaparkan pentingnya dokumentasi kerja sama yang rapi sebagai basis keberlanjutan program ke depan.

“Kami di IAI Rawa Aopa berkomitmen agar dapat diwujudkan satu MoU. Kita ingin ada output nyata berupa publikasi bersama pada jurnal bereputasi global dalam waktu dekat,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia dan anggaran di institusinya kini mulai diprioritaskan untuk mendukung mobilitas akademik lintas negara.

“Internasionalisasi adalah keharusan. Dengan skema pembiayaan yang terencana, kami ingin dosen dan mahasiswa kami memiliki cakrawala berpikir yang luas melalui kolaborasi strategis seperti ini,” pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi cetak biru bagi kolaborasi pendidikan tinggi di Asia Tenggara, di mana UniZSA dan empat mitra Indonesia tersebut sepakat untuk segera menindaklanjuti hasil diskusi dalam bentuk program kerja nyata pada semester mendatang.

Pelantikan Rektor (ISW)

Pelantikan Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Periode 2026-2030

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai babak baru kepemimpinan. Tokoh pendidik sekaligus budayawan Tolaki, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., dijadwalkan melangsungkan prosesi pelantikan sebagai Rektor pada hari ini, Sabtu (17 Januari 2026).

Acara sakral tersebut digelar pukul 09.00 WITA bertempat di Kampus Andoolo IAI Rawa Aopa, Jalan Poros Andoolo-Kendari, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. Seebelum acara dimulai, Dr. Basrin Melamba mengonfirmasi kesiapannya untuk mengemban amanah tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan dukungan dan terima kasih bagi kerabat serta pihak-pihak terkait yang telah hadir menyaksikan momen penting ini.

“Alhamdulillah, pelantikan saya sebagai Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa berjalan lancar. Dalam kesempatan ini, kami sangat mengharapkan dukungan dan tegur sapa rekan-rekan sekalian,” ujar Dr. Basrin.

Terpilihnya Dr. Basrin bukan tanpa alasan. Beliau dikenal luas sebagai akademisi yang memiliki rekam jejak panjang di berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara. Selain dedikasinya di dunia pendidikan, ia merupakan salah satu tokoh sentral dalam pelestarian budaya Suku Tolaki. “Kita telah melaksanakan pemilihan melalui senat, dan senat merekomendasikan Dr. Basrin Melamba sebagai figur yang tepat,” kata ketua yayasan, Mardan, S.KM., M.Si.

Masyarakat Sulawesi Tenggara menyambut positif penunjukan ini. Kehadiran Dr. Basrin diharapkan mampu mempertahankan kondisi pembangunan sumber daya manusia. “Sekaligus merupakan kesempatan untuk mengupayakan peningkatan kualitas literasi budaya dan pendidikan agama di Sulawesi Tenggara,” demikian harapan Ketua Dewan Pembina yayasan yang juga pendiri, Al Asri, S.Pd.I, M.Si..

Dalam sambutannya, Dr. Basrin menekankan pentingnya sinergi kolektif untuk membangun IAI Rawa Aopa ke depan. Ia berkomitmen menjadikan institusi ini sebagai pusat keunggulan (center of excellence) yang berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap IAI Rawa Aopa dapat menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul dan berperan aktif dalam pengembangan masyarakat Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Sebagai institusi yang berfokus pada integrasi ilmu agama Islam dan kearifan lokal, pelantikan ini diharapkan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa di kancah global dalam partisipasi intelektual namun tetap berakar pada nilai-nilai kebudayaan daerah. “Selamat dan sukses, melalui pelantikan ini, akan menjadi kesempatan untuk mempertahankan posisi Rawa Aopa saat ini. Sementara itu, ada peluang untuk berinovasi dan membawa Sulawesi Tenggara sebagai bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Ismail Suardi Wekke Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang turut dilantik pada kesempatan tersebut..

IMG-20260115-WA0018

IAI Rawa Aopa Siapkan Desa Binaan Kolaboratif di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mengumumkan persiapan program rintisan Desa Binaan yang berlokasi di Desa Aosole, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari akselerasi visi kampus dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada pemberdayaan lokal dan nilai-nilai keislaman, Rabu ( 14/1/2026).

Program rintisan ini dipandang sebagai jembatan emas yang menghubungkan teori akademis di dalam ruang kuliah dengan realitas dinamika sosial di pedesaan. Melalui inisiatif ini, IAI Rawa Aopa berupaya menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik dari sisi sumber daya manusia, ekonomi, maupun penguatan karakter keagamaan masyarakat.

Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Al Asri, Al Asri, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa program ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan misi ideologis yayasan.

“Kami memandang bahwa eksistensi IAI Rawa Aopa harus memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat sekitar, terutama di wilayah Konawe Selatan. Desa Aosole memiliki potensi yang besar, dan kami hadir di sini sebagai bentuk tanggung jawab moral yayasan untuk memastikan institusi pendidikan menjadi obor penerang serta motor penggerak perubahan yang positif demi kesejahteraan umat di akar rumput,” tegas Al Asri.

Senada dengan visi tersebut, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa dari sisi manajerial, program Desa Binaan ini dirancang dengan skema kemitraan yang berkelanjutan.

Ia menggarisbawahi bahwa kunci utama pembangunan desa adalah kolaborasi yang sistematis dan tidak bersifat instan.

“Rintisan desa binaan di Desa Aosole ini adalah bagian dari roadmap besar kami dalam memperkuat jejaring kemitraan strategis. Kami tidak hanya datang untuk memberikan bantuan sesaat, tetapi kami berkomitmen untuk menyediakan dukungan administratif, pendampingan manajerial, hingga membuka akses kerja sama yang lebih luas. Tujuannya jelas, yakni memastikan program literasi keuangan syariah dan penguatan kapasitas SDM di desa ini dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” jelas Ismail Suardi Wekke.

Program pembinaan ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari aspek religiusitas hingga kemandirian ekonomi. Di bidang keagamaan, IAI Rawa Aopa menerjunkan tenaga ahli untuk mendampingi Majelis Taklim dan menata tata kelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) agar lebih profesional. Sementara di sektor ekonomi, para akademisi fokus pada edukasi pengelolaan keuangan berbasis syariah bagi pelaku UMKM desa serta fasilitasi pemahaman pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah produk lokal.

Selain itu, sektor pendidikan menjadi fokus utama guna memutus rantai ketimpangan akses informasi. IAI Rawa Aopa berkomitmen memberikan bimbingan bagi pemuda desa dalam mengakses berbagai program beasiswa pendidikan tinggi serta membekali mereka dengan keterampilan teknologi informasi agar siap menghadapi tantangan era digital tanpa harus meninggalkan kearifan lokal desa mereka.

Menariknya, program ini juga memperkuat pilar komunikasi dengan menggandeng beberapa media lokal ternama, yakni Kata Andoolo dan Kabar Panrita. Kolaborasi dengan media ini dimaksudkan agar setiap proses pembangunan dan praktik baik yang dihasilkan di Desa Aosole dapat terpublikasi secara luas. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan transparansi sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sulawesi Tenggara untuk mereplikasi model kolaborasi serupa.

Sinergi yang solid antara pihak Yayasan Al Asri, jajaran rektorat IAI Rawa Aopa, Pemerintah Desa Aosole, serta dukungan publikasi dari media massa, diharapkan mampu mentransformasi Desa Aosole menjadi desa yang mandiri, sejahtera, dan religius. Dengan pengawalan ketat dari para akademisi, rintisan ini diproyeksikan akan menjadi model percontohan nasional dalam hal kolaborasi pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan media dalam satu visi pembangunan daerah yang terpadu.

Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

Tindak Lanjut MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara, Mempersiapkan Seminar Kolaboratif

Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat jejaring akademik lintas pulau. Sebagai langkah konkret pasca diskusi untuk persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas, Gunung Tua, Sumatera Utara (Selasa, 13 Januari 2026). Kedua institusi kini tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan seminar bersama (joint seminar) yang akan berlangsung sabtu pekan mendatang.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah bagi dosen serta mahasiswa di kedua belah pihak. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Menurutnya, pertemuan dan koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan poin-poin kesepakatan segera terwujud dalam aksi nyata.

Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kerja sama dengan STIT Padang Lawas merupakan langkah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas cakrawala akademik. Ismail juga menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak ingin MoU ini hanya berhenti di penandatanganan saja. 

“Seminar bersama yang sedang kami siapkan adalah bukti bahwa ada semangat berbagi pengetahuan (knowledge sharing) antara Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara. Ini adalah upaya kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan rekognisi institusi di level nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama.

Seminar yang direncanakan akan mengangkat isu-isu kontemporer di bidang pendidikan Islam dan tantangan lokalitas di era digital. Selain seminar, MoA ini juga diproyeksikan mencakup: pertukaran naskah jurnal: Mendorong dosen kedua institusi untuk saling berkontribusi dalam jurnal ilmiah masing-masing.

Berikutnya, kolaborasi riset: Melakukan penelitian bersama yang membandingkan fenomena sosial keagamaan di wilayah Sumatera dan Sulawesi. Termasuk juga pengabdian masyarakat: Program kolaborasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di sekitar kampus.

Dengan adanya tindak lanjut yang cepat ini, diharapkan hubungan antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas dapat menjadi model kolaborasi yang produktif bagi perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Indonesia.

FGD Persiapan Seminar (Raawa Aopa)

FGD Persiapan Pelaksanaan Webinar Internasional Kolaboratif: STIKES Panrita Husada dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersinergi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Panrita Husada Makassar dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan hari ini menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan webinar internasional kolaboratif (Ahad, 27 Juli 2025) yang berlangsung daring. 

Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan konsep, materi, dan teknis penyelenggaraan webinar yang akan menjadi wadah pertukaran ilmu dan pengalaman di kancah global. Kolaborasi strategis antara dua institusi pendidikan tinggi ini diharapkan mampu menghasilkan kegiatan yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi civitas akademika maupun masyarakat luas, khususnya dalam pengembangan keilmuan di bidang kesehatan dan keagamaan yang saling mendukung.

FGD yang berlangsung hangat dan produktif ini dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak, termasuk panitia pengarah, dan panitia pelaksana dari kalangan mahasiswa. Diskusi intensif meliputi penentuan tema-tema relevan untuk diskursus internasional, identifikasi pembicara kunci dari berbagai negara, serta penjadwalan agar webinar dapat diakses secara optimal oleh peserta dari zona waktu yang berbeda. 

Aspek teknis seperti platform webinar, promosi, dan mekanisme pendaftaran juga menjadi fokus pembahasan untuk memastikan kelancaran acara. Komitmen kuat dari kedua institusi terlihat jelas dalam upaya bersama menyukseskan inisiatif penting ini.

Webinar internasional kolaboratif ini tidak hanya menjadi ajang diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga merupakan manifestasi dari komitmen STIKES Panrita Husada dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas jejaring akademik di tingkat global. 

Dengan menghadirkan narasumber internasional dan memfasilitasi diskusi lintas budaya, diharapkan webinar ini dapat membuka wawasan baru bagi peserta, mendorong riset kolaboratif, serta memperkuat reputasi kedua institusi di mata dunia internasional. Persiapan yang matang melalui FGD ini menjadi fondasi kuat bagi penyelenggaraan webinar yang sukses dan berdaya guna.

Dalam kesempatan FGD tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, dan Pembina Kegiatan Kemahasiswaan STIKES Panrita Husada, Dr. A. Suswani Makmur, SKM, S.Kep, Ns, M.Kes, secara bersama-sama menyampaikan pernyataan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar dan meneruskan aktivitas di ruang kuliah ke dalam skala yang lebih luas. 

Mereka menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan webinar, sebagai bekal pengalaman berharga yang tidak dapat diperoleh hanya di dalam kelas. Inisiatif ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam dunia akademik dan profesional di masa depan.