IMG-20260612-WA0003

FGD Usai Wisuda, Diskusi Pembelajaran Berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk Memenuhi Standar Akreditasi IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id/, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar Wisuda VII Angkatan I pada Rabu (10/62026). Momentum sakral kelulusan ini tidak membuat jajaran civitas akademika larut dalam euforia, melainkan langsung tancap gas mempertahankan sistem penjaminan mutu eksternal.

Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan langsung digelarnya Focus Group Discussion (FGD) prodi di lingkungan Fakultas Hukum pasca-prosesi wisuda guna mematangkan persiapan akreditasi program studi. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa akselerasi mutu pasca-wisuda ini merupakan komitmen institusi dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

“Wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi kampus untuk membuktikan bahwa lulusan kami dicetak dari sistem akademik yang teruji. Oleh karena itu, penjaminan mutu eksternal dan persiapan akreditasi prodi di Fakultas Hukum menjadi prioritas utama yang langsung kami eksekusi hari ini,” ujar Ismail usai kegiatan tersebut.

“Kami menyadari betul bahwa tantangan dunia hukum di luar sana semakin kompleks, sehingga validasi mutu melalui akreditasi program studi menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” kata Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengantar dalam forum FGD Fakultas Hukum.

“Melalui FGD yang digelar segera setelah prosesi wisuda ini, kami memetakan seluruh instrumen akreditasi secara detail agar Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu meraih predikat unggul yang mencerminkan kualitas riil proses belajar-mengajar di kampus kita,” lanjutnya di hadapan para dosen dan jajaran dekanat.

“Kerja keras ini bukan sekadar mengejar status di atas kertas, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab moral lembaga kepada para alumni yang baru saja dikukuhkan hari ini serta para mahasiswa aktif agar masa depan akademik mereka benar-benar terjamin,” pungkas Al Asri dengan optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, Al Asri menjelaskan bahwa konsistensi dalam mempertahankan penjaminan mutu eksternal merupakan jangkar utama bagi fakultas untuk tetap relevan dengan kebutuhan dinamika hukum kontemporer. Ia menilai bahwa momentum kelulusan angkatan pertama ini harus dijadikan batu pijakan untuk meningkatkan standardisasi kurikulum dan pelayanan akademik secara menyeluruh.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara seluruh elemen dosen dan tenaga kependidikan dalam menyusun borang akreditasi prodi hukum yang komprehensif. Al Asri mengingatkan bahwa objektivitas penilaian dari lembaga akreditasi eksternal hanya bisa dipenuhi jika seluruh dokumen pendukung dan implementasi tri dharma perguruan tinggi terintegrasi dengan baik.

Di akhir penjelasannya, Al Asri menyampaikan optimisme tinggi bahwa Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu melewati proses akreditasi ini dengan hasil yang memuaskan. Menurutnya, kesiapan instrumen dan solidnya komitmen tim yang langsung bekerja pasca-wisuda menjadi indikator kuat bahwa fakultas siap naik kelas ke level penjaminan mutu yang lebih tinggi.

FGD (ISW)

Usai Wisuda IAI Rawa Aopa Pertahankan Penjaminan Mutu Eksternal, Bersiap Akreditasi Prodi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar Wisuda VII Angkatan I pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum sakral kelulusan ini tidak membuat jajaran civitas akademika larut dalam euforia, melainkan langsung tancap gas mempertahankan sistem penjaminan mutu eksternal. Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan langsung digelarnya Focus Group Discussion (FGD) prodi di lingkungan Fakultas Hukum pasca-prosesi wisuda guna mematangkan persiapan akreditasi program studi.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa akselerasi mutu pasca-wisuda ini merupakan komitmen institusi dalam menjaga kepercayaan masyarakat. “Wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi kampus untuk membuktikan bahwa lulusan kami dicetak dari sistem akademik yang teruji. Oleh karena itu, penjaminan mutu eksternal dan persiapan akreditasi prodi di Fakultas Hukum menjadi prioritas utama yang langsung kami eksekusi hari ini,” ujar Ismail usai kegiatan tersebut.

“Kami menyadari betul bahwa tantangan dunia hukum di luar sana semakin kompleks, sehingga validasi mutu melalui akreditasi program studi menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” kata Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengantar dalam forum FGD Fakultas Hukum.

“Melalui FGD yang digelar segera setelah prosesi wisuda ini, kami memetakan seluruh instrumen akreditasi secara detail agar Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu meraih predikat unggul yang mencerminkan kualitas riil proses belajar-mengajar di kampus kita,” lanjutnya di hadapan para dosen dan jajaran dekanat. Turut hadir Dekan Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Aminuddin, SH., MH.

“Kerja keras ini bukan sekadar mengejar status di atas kertas, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab moral lembaga kepada para alumni yang baru saja dikukuhkan hari ini serta para mahasiswa aktif agar masa depan akademik mereka benar-benar terjamin,” pungkas Al Asri dengan optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, Al Asri menjelaskan bahwa konsistensi dalam mempertahankan penjaminan mutu eksternal merupakan jangkar utama bagi fakultas untuk tetap relevan dengan kebutuhan dinamika hukum kontemporer. Ia menilai bahwa momentum kelulusan angkatan pertama IAI Rawa ini harus dijadikan batu pijakan untuk meningkatkan standardisasi kurikulum dan pelayanan akademik secara menyeluruh.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara seluruh elemen dosen dan tenaga kependidikan dalam menyusun borang akreditasi prodi hukum yang komprehensif. Al Asri mengingatkan bahwa objektivitas penilaian dari lembaga akreditasi eksternal hanya bisa dipenuhi jika seluruh dokumen pendukung dan implementasi tri dharma perguruan tinggi terintegrasi dengan baik.

Di akhir penjelasannya, Al Asri menyampaikan optimisme tinggi bahwa Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu melewati proses akreditasi ini dengan hasil yang memuaskan. Menurutnya, kesiapan instrumen dan solidnya komitmen tim yang langsung bekerja pasca-wisuda menjadi indikator kuat bahwa fakultas siap naik kelas ke level penjaminan mutu yang lebih tinggi.

Binus (ISW)

Rintisan Kerjasama dengan BINUS University, Memenuhi Undangan Diskusi Terpumpun Penerbitan Buku

Rawaaopakonsel.ac.id, Bombana — Kolaborasi antar-perguruan tinggi kini tidak lagi sekadar dokumen formal di atas kertas, melainkan langkah taktis untuk mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan. Menyadari urgensi tersebut, rintisan kerja sama strategis mulai dijajaki bersama Universitas Bina Nusantara (BINUS University). Langkah awal ini diwujudkan dengan menghadiri undangan Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) yang berfokus pada pengembangan dan penerbitan buku ilmiah di Makassar.

Pertemuan ini menjadi jembatan penting untuk menyatukan visi akademik kedua institusi, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi literatur yang berdaya saing global.

Membuka Kran Publikasi Lewat Diskusi Terpumpun

Diskusi terpumpun ini, juga sebuah ikhtiar ilmiah untuk memetakan potensi penulisan buku yang berbasis pada hasil riset terkini. Konsep kolaborasi yang digagas mengedepankan integrasi kepakaran. BINUS University, dengan reputasi global dan ekosistem digitalnya yang mapan, menjadi mitra strategis yang sangat potensial dalam mendorong hilirisasi riset menjadi bahan bacaan berkualitas.

Sinergi Akademik: penerbitan hasil riset menjadi buku populer-ilmiah adalah kunci agar hasil penelitian tidak mandek di perpustakaan, melainkan mampu mengedukasi masyarakat luas dan menjadi rujukan industri.

Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari joint writing (penulisan bersama), pendampingan sitasi, hingga pemanfaatan platform penerbitan yang memiliki jangkauan indeksasi luas. Fokus utama diarahkan pada penerbitan buku-buku interdisipliner yang mampu menjawab tantangan zaman, seperti tata kelola digital, literasi keuangan, dan inovasi sosial berbasis masyarakat.

Dampak Strategis Kemitraan

Dari perspektif ilmiah populer, kerja sama ini membawa dampak multi-dimensi bagi penguatan institusi:

Dimensi Kerja Sama Target Capaian Manfaat Nyata
Penerbitan Buku Monograf dan Buku Ajar Interdisipliner Meningkatkan angka publikasi bermutu dan memperkaya khazanah literasi.
Transfer Teknologi Pemanfaatan Ekosistem Digital Mempercepat adaptasi tata kelola knowledge management berbasis teknologi cloud.
Visibilitas Global Diseminasi Riset Bersama Menaikkan reputasi akademik institusi di kancah nasional maupun internasional.

Melalui rintisan kemitraan ini, proses transfer pengetahuan (knowledge transfer) diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Buku yang dihasilkan nantinya tidak hanya ditujukan untuk konsumsi mahasiswa di ruang kelas, tetapi juga dirancang agar mudah dicerna oleh para praktisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum selaku penerima manfaat inovasi.

Langkah awal yang diinisiasi lewat diskusi terpumpun ini menjadi fondasi kokoh bagi penandatanganan komitmen formal di masa depan. Semangatnya jelas: bergerak bersama, menulis bersama, dan mencerahkan bangsa melalui literasi yang kuat.

FGD (ISW)

Undangan FGD, Mengawali Kerjasama IAI Rawa Aopa dengan STAI Sirojul Falah Bogor

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kolaborasi antarperguruan tinggi kini menjadi bagian dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan terus berkomitmen memperluas jaringan kemitraan strategisnya di berbagai daerah. Langkah nyata kali ini diwujudkan melalui inisiasi kerja sama dengan STAI Sirojul Falah Bogor.

Sebagai momentum awal, kedua institusi sepakat untuk menggelar sebuah forum diskusi ilmiah. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang dirancang secara partisipatif. Pertemuan tersebut bertujuan untuk merumuskan ruang lingkup sinergi akademik yang berdampak luas.

Undangan FGD ini menandai komitmen bersama untuk bergerak menuju perguruan tinggi unggul. Melalui forum ini, para akademisi akan bertukar gagasan mengenai standar mutu kelembagaan. Kolaborasi lintas pulau ini diharapkan mampu meningkatkan daya sanding institusi di tingkat nasional.

Fokus utama diskusi akan diarahkan pada pengembangan riset bersama dan pengabdian masyarakat. Kedua kampus memiliki keunggulan lokal yang dapat saling melengkapi secara sinergis. Integrasi potensi ini menjadi modal penting untuk membangun reputasi akademik yang kompetitif.

Selain bidang penelitian, forum ini juga akan membahas peluang pertukaran mahasiswa dan dosen. Program tersebut penting untuk membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif dan dinamis. Pengalaman kolaboratif ini akan melahirkan lulusan yang memiliki daya sanding tinggi di dunia kerja.

Manajemen tata kelola berbasis digital turut menjadi agenda penting dalam pembahasan FGD ini. Penguatan sistem penjaminan mutu internal memerlukan adaptasi teknologi yang berkelanjutan dan terukur. Tata kelola yang modern menjadi prasyarat mutlak dalam mewujudkan kampus yang unggul.

Secara sosiologis, kemitraan ini menjembatani tantangan pendidikan antara kawasan barat dan timur Indonesia. Jarak geografis tidak lagi menjadi penghalang untuk saling meningkatkan kapasitas institusional. Forum FGD ini merupakan langkah strategis dalam memosisikan kedua kampus sebagai pusat keunggulan baru.

Kegiatan diskusi terpumpun ini dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat secara intensif. Seluruh pemangku kepentingan akademik dari kedua belah pihak diundang untuk berkontribusi aktif. Sinergi awal ini diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk mencapai predikat unggul dan berdaya sanding.

IMG-20260411-WA0008

Gelar FGD, IAI Rawa Aopa dan FISIP Unibos Fokus pada Penguatan Riset dan Pengabdian

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memacu langkah dalam memperluas jejaring institusional. Terbaru, pimpinan IAI Rawa Aopa menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bosowa (Unibos) guna menginisiasi rencana kerjasama strategis dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di antai 7 Gedung Rektorat Universitas Bosowa, Jumat (10/4/ 2026).

Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyelaraskan visi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Sulawesi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi institusi menuju standar keunggulan yang lebih tinggi.

Beliau menyampaikan bahwa pertemuan dengan FISIP Unibos merupakan langkah awal yang konkret untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif dan kolaboratif.

Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa melalui sinergi ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menyerap praktik terbaik dari Unibos guna memperkuat tata kelola lembaga yang mandiri dan profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan antarlembaga dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital.

“Kami melihat FISIP Unibos sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan ilmu sosial, sehingga kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang nyata bagi mahasiswa dan dosen kami,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan FGD tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa rencana kerjasama ini tidak hanya akan berhenti di atas kertas, tetapi akan diimplementasikan melalui program-program nyata.

“Fokus utama kami adalah bagaimana inisiasi ini dapat segera diwujudkan dalam bentuk pertukaran dosen serta kolaborasi riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Konawe Selatan dan sekitarnya,” tutur Ismail dengan nada optimis.

Beliau juga menambahkan sebuah harapan besar agar kesepakatan ini menjadi pintu pembuka bagi inovasi-inovasi akademik lainnya. “Saya berharap penandatanganan nota kesepahaman nantinya menjadi momentum sejarah bagi IAI Rawa Aopa untuk sejajar dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” pungkasnya.

Pihak FISIP Unibos menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan untuk berbagi sumber daya serta pengalaman demi kemajuan bersama. Diskusi tersebut juga mencakup rencana pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan program pengabdian masyarakat lintas provinsi. Dengan adanya pertemuan ini, kedua institusi sepakat untuk segera menyusun draf perjanjian kerjasama teknis yang akan ditandatangani dalam waktu dekat sebagai payung hukum aktivitas kolaboratif di masa depan.

FGD Mahasiswa Baru (Rawa Aopa)

FGD Pendaftaran Mahasiswa Baru

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kami mengundang seluruh dosen, staf akademik, dan tenaga kependidikan (administrasi) untuk berpartisipasi dalam Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) mengenai proses Pendaftaran Mahasiswa Baru (Jumat, 25 Juli 2025, Pukul 16.00 wita Andoolo). FGD ini merupakan kesempatan berharga bagi kita untuk bersama-sama mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan merumuskan inovasi demi mempertahankan pendaftaran dan kualitatif mahasiswa baru.

Masukan dan informasi Anda akan sangat berarti dalam membantu kita memahami tantangan yang dihadapi dan harapan terhadap sistem pendaftaran. Dari diskusi ini, kami akan mendapatkan wawasan mendalam yang akan menjadi dasar untuk menciptakan proses pendaftaran yang lebih transparan, efisien, dan ramah pengguna di masa depan. Mari bersama-sama wujudkan sistem pendaftaran yang optimal bagi semua pihak.

Agenda Diskusi:

  • Sesi Pembukaan: Sambutan dan pengantar mengenai tujuan FGD.
  • Diskusi Kelompok: Berbagi pengalaman, tantangan, dan harapan terkait proses pendaftaran.
  • Identifikasi Solusi: Merumuskan ide-ide perbaikan dan inovasi.
  • Sesi Rekomendasi: Presentasi singkat hasil diskusi dan kesimpulan.

Kami menantikan partisipasi aktif Anda dalam FGD ini. Untuk memastikan kelancaran acara, mohon konfirmasi kehadiran Anda melalui rawaaopaunggul at gmai dot com, dan tautan pendaftaran selambat-lambatnya pada tanggal 20 Juli 2025.

Terima kasih atas perhatian dan kontribusi Anda.

FGD Bersama (IAI Rawa Aopa)

Undangan FGD IAI Rawa Aopa, STIT Sunan Giri Bima, dan ESERI UniSZA: Persiapan dan Tindak Lanjut Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Undangan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan tiga institusi pendidikan tinggi dari dua negara berbeda— IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan STIT Sunan Giri Bima dari Indonesia, serta ESERI UniSZA (Universiti Sultan Zainal Abidin) dari Malaysia akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025.

Undangan ini merupakan langkah lanjutan, sekaligus langkah strategis untuk menjajaki teknis dan mempererat kolaborasi lintas batas. Fokus utama FGD ini adalah persiapan dan tindak lanjut kerjasama yang diharapkan mampu membuka peluang baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sinergi antara ketiga institusi ini berpotensi menciptakan ekosistem akademik yang lebih kaya, mendorong inovasi, dan menghasilkan dampak positif yang lebih luas bagi komunitas akademik maupun masyarakat umum.

Diskusi dalam FGD ini tentunya akan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penjajakan potensi bidang kerjasama yang relevan bagi masing-masing institusi hingga perumusan kerangka kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Misalnya, kolaborasi bisa berfokus pada penelitian bersama di bidang studi keagamaan dan sosial, kegiatan bersama mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum bersama, atau bahkan proyek pengabdian masyarakat yang terintegrasi. Pentingnya FGD ini terletak pada kemampuannya untuk menyelaraskan visi dan misi ketiga pihak, mengidentifikasi kekuatan dan sumber daya yang dapat saling melengkapi, serta merumuskan langkah-langkah praktis untuk mewujudkan tujuan bersama.

Keberhasilan FGD ini akan menjadi fondasi kokoh bagi terjalinnya kemitraan strategis yang bermanfaat jangka panjang. Tindak lanjut dari diskusi ini diharapkan akan berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian kerjasama (MoA) yang lebih spesifik, yang akan menjadi payung hukum bagi berbagai program dan kegiatan kolaboratif.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan ketiga institusi dapat saling belajar, berbagi pengalaman terbaik, dan bersama-sama menghadapi tantangan global dalam dunia pendidikan tinggi. Ini adalah langkah maju yang menjanjikan dalam upaya memperluas jejaring akademik dan memperkuat kapasitas keilmuan di kancah internasional.