Binus (ISW)

Rintisan Kerjasama dengan BINUS University, Memenuhi Undangan Diskusi Terpumpun Penerbitan Buku

Rawaaopakonsel.ac.id, Bombana — Kolaborasi antar-perguruan tinggi kini tidak lagi sekadar dokumen formal di atas kertas, melainkan langkah taktis untuk mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan. Menyadari urgensi tersebut, rintisan kerja sama strategis mulai dijajaki bersama Universitas Bina Nusantara (BINUS University). Langkah awal ini diwujudkan dengan menghadiri undangan Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) yang berfokus pada pengembangan dan penerbitan buku ilmiah di Makassar.

Pertemuan ini menjadi jembatan penting untuk menyatukan visi akademik kedua institusi, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi literatur yang berdaya saing global.

Membuka Kran Publikasi Lewat Diskusi Terpumpun

Diskusi terpumpun ini, juga sebuah ikhtiar ilmiah untuk memetakan potensi penulisan buku yang berbasis pada hasil riset terkini. Konsep kolaborasi yang digagas mengedepankan integrasi kepakaran. BINUS University, dengan reputasi global dan ekosistem digitalnya yang mapan, menjadi mitra strategis yang sangat potensial dalam mendorong hilirisasi riset menjadi bahan bacaan berkualitas.

Sinergi Akademik: penerbitan hasil riset menjadi buku populer-ilmiah adalah kunci agar hasil penelitian tidak mandek di perpustakaan, melainkan mampu mengedukasi masyarakat luas dan menjadi rujukan industri.

Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari joint writing (penulisan bersama), pendampingan sitasi, hingga pemanfaatan platform penerbitan yang memiliki jangkauan indeksasi luas. Fokus utama diarahkan pada penerbitan buku-buku interdisipliner yang mampu menjawab tantangan zaman, seperti tata kelola digital, literasi keuangan, dan inovasi sosial berbasis masyarakat.

Dampak Strategis Kemitraan

Dari perspektif ilmiah populer, kerja sama ini membawa dampak multi-dimensi bagi penguatan institusi:

Dimensi Kerja Sama Target Capaian Manfaat Nyata
Penerbitan Buku Monograf dan Buku Ajar Interdisipliner Meningkatkan angka publikasi bermutu dan memperkaya khazanah literasi.
Transfer Teknologi Pemanfaatan Ekosistem Digital Mempercepat adaptasi tata kelola knowledge management berbasis teknologi cloud.
Visibilitas Global Diseminasi Riset Bersama Menaikkan reputasi akademik institusi di kancah nasional maupun internasional.

Melalui rintisan kemitraan ini, proses transfer pengetahuan (knowledge transfer) diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Buku yang dihasilkan nantinya tidak hanya ditujukan untuk konsumsi mahasiswa di ruang kelas, tetapi juga dirancang agar mudah dicerna oleh para praktisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum selaku penerima manfaat inovasi.

Langkah awal yang diinisiasi lewat diskusi terpumpun ini menjadi fondasi kokoh bagi penandatanganan komitmen formal di masa depan. Semangatnya jelas: bergerak bersama, menulis bersama, dan mencerahkan bangsa melalui literasi yang kuat.

IMG-20260507-WA0014

Binus University dan IAI Rawa Aopa Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat Workshop Penulisan Ilmiah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan –  Binus University menggelar workshop penulisan bab buku terindeks secara daring pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi Ismail Suardi Wekke sebagai pemateri utama.

Workshop ini diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti dengan target menghasilkan bab buku terindeks sebagai bagian dari penguatan budaya publikasi ilmiah.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kemampuan menulis akademik yang terstruktur dan berkualitas untuk mendukung pengembangan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi.

“Penulisan bab buku terindeks bukan hanya soal publikasi, tetapi juga upaya membangun tradisi akademik yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Ismail dalam kegiatan tersebut, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, workshop ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Binus University dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan yang sebelumnya telah menandatangani Letter of Intent (LoI) pada awal April 2026 lalu.

Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah di Indonesia.

“Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan riset dan publikasi akademik,” katanya.

Selain membahas teknik penulisan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai strategi memilih tema yang relevan dan memiliki peluang untuk dipublikasikan dalam buku terindeks. Materi tersebut dinilai penting agar hasil karya akademik tidak hanya memenuhi standar ilmiah, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Suasana workshop berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait proses penyusunan naskah hingga tahapan penerbitan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman antara akademisi dan penulis dalam menghadapi tantangan publikasi ilmiah di era digital.

Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan terkait teknik penyusunan bab buku ilmiah, strategi publikasi, hingga tata kelola penulisan yang sesuai standar penerbitan terindeks.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab selama kegiatan daring berlangsung. Para peserta berharap pelatihan semacam ini dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas akademik dan produktivitas publikasi ilmiah.

“Ini bagian dari kerja sama antara Binus University dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang sudah menandatangani LoI pada awal April lalu,” tutup Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260116-WA0038

Rintisan Kerjasama dengan BINUS University, Memenuhi Undangan Diskusi Terpumpun Penerbitan Buku

Rawaaopakonsel.ac.id, Bombana – Dalam upaya memperkuat ekosistem literasi dan publikasi ilmiah di tingkat nasional, sebuah langkah teknis diambil melalui inisiasi kerjasama dengan BINUS University. Langkah awal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam undangan Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) mengenai strategi penerbitan buku yang berlangsung daring, Kamis (15/1/2025).

Pertemuan ini akan dijadikan sebagai wadah bagi para akademisi dan praktisi penerbitan untuk memetakan tantangan serta peluang dalam menghasilkan karya tulis yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya jangkau luas. Fokus utama diskusi mencakup integrasi teknologi digital dalam distribusi buku serta standarisasi mutu konten akademik.

Hadir dalam kesempatan tersebut, akademisi dan yang juga Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke yang turut dalam memberikan pandangannya mengenai teknis persiapan dalam penerbitan buku. Ismail menyampaikan terima kasih atas kesediaan FDCHT Bina Nusantara University (Indonesia) yang menjadi tuan rumah diskusi.

“Kerjasama dengan BINUS University ini merupakan langkah awal dalam mempertautkan potensi akademik dengan keahlian manajerial penerbitan yang modern. Kita tidak hanya bicara soal mencetak kertas, tetapi bagaimana gagasan-gagasan segar dari ruang kelas dan laboratorium dapat dikonversi menjadi literatur yang aksesibel dan diakui secara global,” ujar Ismail Suardi Wekke usai diskusi.

Beliau juga menambahkan bahwa melalui diskusi terpumpun ini, diharapkan lahir skema penerbitan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam mendukung program hilirisasi riset di Indonesia. Pada kesempatan yang sama Ismail memberikan uraian bahwa dengan penerbitan buku ini, bukan sekadar mendokumentasikan pemikiran, melainkan jembatan peradaban.

“Kita punya kesempatan untuk membawa catatan kita, tidak saja dari penelitian, tetapi juga dharma perguruan tinggi dari aspek pembelajaran dan pengabdian masyarakat,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Diskusi ini juga menyoroti peran penting penerbit universitas (university press) dalam menaikkan indeks literasi nasional. BINUS University, dengan reputasi globalnya, dinilai sebagai mitra strategis yang tepat untuk mengembangkan model penerbitan buku yang mampu bersaing di kancah internasional.

Rintisan kerjasama ini direncanakan akan berlanjut pada kegiatan teknis yang mencakup kolaborasi penulisan, penyuntingan bersama, hingga distribusi karya ilmiah populer bagi masyarakat luas. Begitu pula, direncanakan satu kegiatan bersama ASEAN Symposium on Higher Education. Sebuah perhelatan perguruan tinggi Asia Tenggara yang akan dilaksanakan Maret sampai awal April 2026 di Jakarta dengan metode hybrid.