NUNI (ISW)

Pengumuman Kegiatan Bersama NUNI dan BINUS University dengan Prof. Dr. John Connell (Australia)

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pengumuman kegiatan bersama Nation University Network in Indonesia (NUNI) dan BINUS University menghadirkan akademisi internasional terkemuka, Prof. Dr. John Connell dari Australia. Kolaborasi strategis ini dirancang sebagai wadah diseminasi riset global yang mempertemukan pemikiran inovatif antarperguruan tinggi lintas negara. 

Melalui sinergi ini, para peserta diajak mengeksplorasi perspektif baru dalam menjawab tantangan kontemporer di bidang pembangunan dan dinamika regional. Kemitraan akademik global kini menjadi pilar utama dalam mendongkrak visibilitas riset institusi di kancah internasional. 

Ketika perguruan tinggi lokal berkolaborasi dengan pakar dunia, transfer pengetahuan tidak lagi berjalan satu arah, melainkan bertransformasi menjadi dialog interaktif yang subur. Fenomena inilah yang melandasi pentingnya kolaborasi teranyar antara NUNI dan BINUS University.

Hadirnya Prof. Dr. John Connell, seorang pakar human geography terkemuka dari University of Sydney, memberikan bobot ilmiah yang signifikan pada agenda ini. Rekam jejak beliau dalam meneliti dinamika sosial-ekonomi dan migrasi di wilayah Asia-Pasifik menawarkan metodologi empiris yang relevan bagi peneliti domestik. Forum ini sekaligus menjadi ruang bedah teoretis untuk memetakan solusi lokal atas problematika global.

Sebagai wadah yang inklusif, NUNI secara konsisten mendorong penguatan kapasitas riset nasional lewat jejaring antaruniversitas di Indonesia. Bersama BINUS University yang dikenal kuat dalam ekosistem riset digital dan teknologi, integrasi keilmuan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata. Pertemuan kelembagaan semacam ini mempercepat akselerasi tata kelola pengetahuan (knowledge management) di era keterbukaan informasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meruntuhkan dinding tebal antara menara gading akademik dan masyarakat umum. Gagasan-gagasan kompleks mengenai pembangunan berkelanjutan dikemas dengan narasi yang scannable, segar, dan mudah dicerna tanpa kehilangan esensi metodologisnya. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memantik minat generasi muda untuk terjun ke dunia penelitian.

Dari sudut pandang strategis, luaran atau output dari kegiatan bersama ini diproyeksikan mampu memperkaya khazanah publikasi ilmiah yang bereputasi. Melalui diskusi intensif, para peneliti lokal berpeluang membangun kemitraan riset lanjutan yang berbasis Open Science, sehingga memperluas jangkauan sitasi global. Identitas peneliti yang mapan kini tidak hanya dinilai dari gelar, melainkan dari kontribusi nyatanya dalam jaringan kerja global.

Sebagai penutup, pengumuman ini sekaligus menjadi panggilan terbuka bagi para akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk kolaborasi kegiatan dalam bentuk pelaksana bersama (co-host). Kolaborasi internasional bukan lagi sebuah opsi mewah, melainkan suatu keniscayaan di tengah interkonektivitas global saat ini. Mari bersiap menyerap inspirasi dan metodologi segar langsung dari sang pakar demi kemajuan riset nusantara.

Pertemuan (ISW)

IAI Rawa Aopa Bergabung Dalam Riset Kolaboratif Indonesia Australia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperluas jangkauan akademiknya ke level internasional. Kampus hijau ini menyatakan bergabung dalam agenda Riset Kolaboratif Indonesia-Australia. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kualitas penelitian dosen dan mahasiswa di kancah global. Pertemuan awal dilaksanakan daring (Jumat, 23 Januari 2026).

Kerja sama ini melibatkan berbagai perguruan tinggi ternama dari kedua negara. Fokus utama riset akan menyasar pada pengembangan sumber daya manusia di wilayah pesisir. IAI Rawa Aopa berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam pengumpulan data dan analisis kebijakan regional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, hadir dan menjadi bagian dalam kelompok penelitian. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan jembatan emas bagi institusi untuk bertransformasi. “Bergabungnya kami dalam riset lintas negara ini adalah wujud nyata dari upaya peningkatan mutu akademik di Konawe Selatan,” ujar Ismail saat ditemui setelah selesai kegiatan Peningkatan Kapasitas Dosen 2026..

Ismail menegaskan bahwa keterlibatan ini akan membuka peluang besar bagi dosen untuk mempublikasikan karya ilmiah mereka di jurnal internasional bereputasi. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh seluruh biaya yang diperlukan dalam proses penelitian bersama tersebut. 

“Kami tidak hanya ingin hadir sebagai pelengkap, tetapi juga menjadi pemain utama dalam setiap inovasi yang dihasilkan dari kemitraan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa program ini akan menitikberatkan pada kajian sosial dan pendidikan Islam kontemporer yang relevan dengan kebutuhan kedua negara. Ia berharap hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan publik. 

“Target kami adalah menghasilkan rekomendasi penelitian yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas melalui penguatan sektor pendidikan,” tambah Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga mengungkapkan bahwa pihak kampus telah menyiapkan tim khusus untuk mengawal jalannya riset tersebut agar sesuai dengan jadwal. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan universitas di Australia akan memberikan perspektif baru bagi para peneliti lokal dalam melihat isu-isu global. Dukungan infrastruktur digital di lingkungan IAI Rawa Aopa pun terus ditingkatkan demi memfasilitasi komunikasi jarak jauh dengan mitra riset di luar negeri.

Ismail menyampaikan harapannya agar program riset kolaboratif ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu proyek saja. Ia meyakini bahwa jaringan internasional yang terbangun akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara. Melalui kemitraan ini, ia optimistis standar kualitas lulusan kampus akan semakin kompetitif di pasar kerja internasional.

Kegiatan riset ini dijadwalkan akan mulai berjalan pada semester genap 2025/2026 dengan melibatkan pertukaran data secara intensif. Semua pihak berharap kolaborasi ini menjadi awal dari kerja sama lain yang akan dilakukan antara IAI Rawa Aopa dengan institusi global. Penandatanganan nota kesepahaman diharapkan segera dilakukan sebagai landasan hukum bagi kedua belah pihak.