Pelantikan Rektor (ISW)

Pelantikan Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Periode 2026-2030

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai babak baru kepemimpinan. Tokoh pendidik sekaligus budayawan Tolaki, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., dijadwalkan melangsungkan prosesi pelantikan sebagai Rektor pada hari ini, Sabtu (17 Januari 2026).

Acara sakral tersebut digelar pukul 09.00 WITA bertempat di Kampus Andoolo IAI Rawa Aopa, Jalan Poros Andoolo-Kendari, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. Seebelum acara dimulai, Dr. Basrin Melamba mengonfirmasi kesiapannya untuk mengemban amanah tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan dukungan dan terima kasih bagi kerabat serta pihak-pihak terkait yang telah hadir menyaksikan momen penting ini.

“Alhamdulillah, pelantikan saya sebagai Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa berjalan lancar. Dalam kesempatan ini, kami sangat mengharapkan dukungan dan tegur sapa rekan-rekan sekalian,” ujar Dr. Basrin.

Terpilihnya Dr. Basrin bukan tanpa alasan. Beliau dikenal luas sebagai akademisi yang memiliki rekam jejak panjang di berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara. Selain dedikasinya di dunia pendidikan, ia merupakan salah satu tokoh sentral dalam pelestarian budaya Suku Tolaki. “Kita telah melaksanakan pemilihan melalui senat, dan senat merekomendasikan Dr. Basrin Melamba sebagai figur yang tepat,” kata ketua yayasan, Mardan, S.KM., M.Si.

Masyarakat Sulawesi Tenggara menyambut positif penunjukan ini. Kehadiran Dr. Basrin diharapkan mampu mempertahankan kondisi pembangunan sumber daya manusia. “Sekaligus merupakan kesempatan untuk mengupayakan peningkatan kualitas literasi budaya dan pendidikan agama di Sulawesi Tenggara,” demikian harapan Ketua Dewan Pembina yayasan yang juga pendiri, Al Asri, S.Pd.I, M.Si..

Dalam sambutannya, Dr. Basrin menekankan pentingnya sinergi kolektif untuk membangun IAI Rawa Aopa ke depan. Ia berkomitmen menjadikan institusi ini sebagai pusat keunggulan (center of excellence) yang berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap IAI Rawa Aopa dapat menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul dan berperan aktif dalam pengembangan masyarakat Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Sebagai institusi yang berfokus pada integrasi ilmu agama Islam dan kearifan lokal, pelantikan ini diharapkan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa di kancah global dalam partisipasi intelektual namun tetap berakar pada nilai-nilai kebudayaan daerah. “Selamat dan sukses, melalui pelantikan ini, akan menjadi kesempatan untuk mempertahankan posisi Rawa Aopa saat ini. Sementara itu, ada peluang untuk berinovasi dan membawa Sulawesi Tenggara sebagai bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Ismail Suardi Wekke Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang turut dilantik pada kesempatan tersebut..

Rawa Aopa (ISW)

Rawa Aopa: Dari Ekosistem Ekologis Menjadi Instrumen Keilmuan Global

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) merupakan hamparan lahan basah di Sulawesi Tenggara; ia adalah laboratorium alam raksasa yang menyimpan keanekaragaman hayati tak ternilai. Terletak di lima wilayah administratif, termasuk Kabupaten Konawe Selatan, taman nasional ini menjadi ikon geografis dan ekologis yang mendefinisikan karakter wilayah tersebut. 

Nama “Rawa Aopa” sendiri kini telah melampaui batas-batas biofisik, bertransformasi menjadi identitas bagi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai simbol integrasi antara nilai spiritual dan kelestarian alam. Sehingga nama Rawa Aopa bukan saja terpatri dalam nama sebuah taman nasional, tetapi juga merupakan nama institusi keilmuan.

Secara ekologis, Rawa Aopa merupakan rawa air tawar terluas di daratan Sulawesi yang memiliki fungsi hidrologis vital bagi kehidupan masyarakat sekitarnya. Rawa ini berperan sebagai penyimpan cadangan air dan pengendali banjir alami yang menjaga keseimbangan ekosistem semenanjung tenggara Sulawesi. 

Dengan karakteristik gambut dan vegetasi khas seperti teratai serta hutan bakau pedalaman, kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies endemik yang tidak ditemukan di belahan dunia lain. Diantaranya, ada dua yang khas yaitu anoa dan rusa. 

Keanekaragaman fauna di TNRAW menjadi penyanggah yang memberikan nilai ilmiah tinggi. Kawasan ini merupakan habitat penting bagi burung migran serta satwa ikonik seperti Anoa (Bubalus sp.) dan Babirusa. 

Selain itu, burung Maleo yang legendaris juga kerap ditemukan bersarang di area ini. Kehadiran spesies-spesies ini menandakan bahwa Rawa Aopa adalah “jantung” bagi biodiversitas Wallacea yang harus dijaga keberlangsungannya demi ilmu pengetahuan masa depan.

Penggunaan nama “Rawa Aopa” oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memiliki filosofi yang mendalam. Dalam perspektif akademis, pengambilan nama dari entitas lokal bertujuan untuk membumikan institusi pendidikan pada realitas lingkungannya. Sebagaimana rawa yang memberi kehidupan bagi ribuan spesies, perguruan tinggi ini diharapkan mampu menjadi sumber “mata air” ilmu pengetahuan dan kearifan bagi masyarakat di jazirah Sulawesi. 

Namun, cita-citanya, tidak hanya sampai di pulau Sulawesi, yang kadang dilekatkan pula celebes. Peran dan partisipasi global menjadi bagian dalam gerak langkah setiap saat. Jejaring kerjasama dan juga keikutsertaan dalam skala internasional, merupakan bagian dari wawasan akademik.

Integrasi nama ini juga mencerminkan konsep Eco-Theology atau ekoteologi dalam pendidikan Islam. IAI Rawa Aopa memikul tanggung jawab moral untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada para mahasiswanya. 

Dengan menyandang nama taman nasional tersebut, institusi ini secara implisit berkomitmen untuk menyelaraskan ajaran agama dengan aksi pelestarian alam, memandang bahwa menjaga Rawa Aopa adalah bagian dari manifestasi ketaatan kepada Sang Pencipta.

Dari sisi sosiologis, kehadiran IAI Rawa Aopa memperkuat kebanggaan identitas lokal masyarakat Konawe Selatan. Nama “Rawa Aopa” yang sudah dikenal secara internasional di kalangan peneliti lingkungan kini memiliki dimensi intelektual baru. 

Hal ini menciptakan sinergi antara konservasi alam dan pembangunan sumber daya manusia, di mana masyarakat tidak hanya melihat rawa sebagai sumber ekonomi fisik, tetapi juga sebagai simbol kemajuan pendidikan dan peradaban.

Tantangan ke depan bagi institusi ini adalah bagaimana mewujudkan nama besar “Rawa Aopa” dalam bentuk kontribusi nyata terhadap kelestarian taman nasional tersebut. Melalui riset-riset pengabdian masyarakat, IAI Rawa Aopa dapat menjadi jembatan antara kebijakan konservasi pemerintah dengan kearifan lokal penduduk setempat. Pendidikan agama yang inklusif terhadap isu lingkungan akan menjadi modal utama dalam mencegah degradasi lahan dan perburuan liar di kawasan tersebut.

Sebagai penutup, Rawa Aopa adalah warisan alam yang kini berkelindan dengan warisan intelektual. Nama tersebut mengingatkan kita bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak boleh melepaskan diri dari akar alamiahnya. 

Melalui IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, semangat pelestarian Rawa Aopa diharapkan terus menyala, menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual dan intelektual, tetapi juga peduli pada keberlanjutan bumi pertiwi. Dengan adanya IAI Rawa Aopa, maka keberagamaan dan keberislaman yang sudah dipegang erat, dipertahankan melalui instrumen ilmu pengetahuan.

Kampus (ISW)

Program Studi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengelola empat program studi, yaitu:

  1. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan gelar lulusan S.Pd.
  2. Program Studi Pendidikan Islam Usia Dini (PIAUD), dengan gelar lulusan S.Pd.
  3. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dengan gelar lulusan S.Pd.
  4. Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dengan gelar lulusan S.H.

Saat ini, sementara menunggu Surat Keputusan (SK) persetujuan Kementerian Agama RI, untuk program studi Ekonomi Syariah dengan gelar lulusan S.E.

IMG-20260116-WA0038

Rintisan Kerjasama dengan BINUS University, Memenuhi Undangan Diskusi Terpumpun Penerbitan Buku

Rawaaopakonsel.ac.id, Bombana – Dalam upaya memperkuat ekosistem literasi dan publikasi ilmiah di tingkat nasional, sebuah langkah teknis diambil melalui inisiasi kerjasama dengan BINUS University. Langkah awal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam undangan Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) mengenai strategi penerbitan buku yang berlangsung daring, Kamis (15/1/2025).

Pertemuan ini akan dijadikan sebagai wadah bagi para akademisi dan praktisi penerbitan untuk memetakan tantangan serta peluang dalam menghasilkan karya tulis yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya jangkau luas. Fokus utama diskusi mencakup integrasi teknologi digital dalam distribusi buku serta standarisasi mutu konten akademik.

Hadir dalam kesempatan tersebut, akademisi dan yang juga Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke yang turut dalam memberikan pandangannya mengenai teknis persiapan dalam penerbitan buku. Ismail menyampaikan terima kasih atas kesediaan FDCHT Bina Nusantara University (Indonesia) yang menjadi tuan rumah diskusi.

“Kerjasama dengan BINUS University ini merupakan langkah awal dalam mempertautkan potensi akademik dengan keahlian manajerial penerbitan yang modern. Kita tidak hanya bicara soal mencetak kertas, tetapi bagaimana gagasan-gagasan segar dari ruang kelas dan laboratorium dapat dikonversi menjadi literatur yang aksesibel dan diakui secara global,” ujar Ismail Suardi Wekke usai diskusi.

Beliau juga menambahkan bahwa melalui diskusi terpumpun ini, diharapkan lahir skema penerbitan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam mendukung program hilirisasi riset di Indonesia. Pada kesempatan yang sama Ismail memberikan uraian bahwa dengan penerbitan buku ini, bukan sekadar mendokumentasikan pemikiran, melainkan jembatan peradaban.

“Kita punya kesempatan untuk membawa catatan kita, tidak saja dari penelitian, tetapi juga dharma perguruan tinggi dari aspek pembelajaran dan pengabdian masyarakat,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Diskusi ini juga menyoroti peran penting penerbit universitas (university press) dalam menaikkan indeks literasi nasional. BINUS University, dengan reputasi globalnya, dinilai sebagai mitra strategis yang tepat untuk mengembangkan model penerbitan buku yang mampu bersaing di kancah internasional.

Rintisan kerjasama ini direncanakan akan berlanjut pada kegiatan teknis yang mencakup kolaborasi penulisan, penyuntingan bersama, hingga distribusi karya ilmiah populer bagi masyarakat luas. Begitu pula, direncanakan satu kegiatan bersama ASEAN Symposium on Higher Education. Sebuah perhelatan perguruan tinggi Asia Tenggara yang akan dilaksanakan Maret sampai awal April 2026 di Jakarta dengan metode hybrid.

Seminar Proposal (ISW)

Sebelum Semester Ganjil Berakhir, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Laksanakan Seminar Proposal Skripsi Terintegrasi

BOMBANA – Menjelang penghujung semester ganjil tahun akademik ini, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menyelenggarakan Seminar Proposal Skripsi Terintegrasi. Berbeda dari format akademik konvensional, kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di lokasi pengabdian masyarakat di Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana (Kamis, 15 Januari 2026).

Langkah inovatif ini diambil untuk mendekatkan dunia akademik dengan realitas sosial di lapangan. Melalui integrasi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memaparkan rencana penelitian secara teoretis, tetapi juga mampu memotret permasalahan nyata yang ada di tengah masyarakat Poleang Timur.

Seminar ini diikuti oleh jajaran dosen penguji dan mahasiswa tingkat akhir yang tengah mempersiapkan tugas akhir mereka. Integrasi antara seminar proposal dan pengabdian masyarakat bertujuan agar hasil penelitian mahasiswa nantinya memiliki relevansi tinggi dan memberikan solusi konkret bagi daerah setempat.

Wakil Rektor Administrasi Keuangan dan Kerjasama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya model integrasi ini dalam mencetak lulusan yang peka terhadap kondisi sosial.

“Pelaksanaan seminar proposal di lokasi pengabdian ini merupakan wujud nyata dari komitmen kampus untuk menyatukan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami ingin memastikan bahwa riset yang dilakukan mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai tumpukan kertas di perpustakaan, tetapi diawali dengan sentuhan langsung pada kemaslahatan umat di Poleang Timur,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Penyelesaian seminar proposal sebelum berakhirnya semester ganjil ini merupakan strategi institusi untuk mempercepat masa studi mahasiswa. Dengan tuntasnya tahapan ini, mahasiswa diharapkan dapat segera memulai penelitian lapangan pada semester genap mendatang tanpa kendala administratif yang menumpuk.

Masyarakat dan tokoh setempat di Poleang Timur menyambut baik kehadiran para akademisi ini. Mereka berharap hasil penelitian mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat membantu pengembangan potensi desa, baik dari sisi keagamaan, pendidikan, maupun sosial ekonomi.

Papua Baik Sorong (ISW)

Akselerasi Pengembangan SDM di Tanah Papua, Yayasan SMILE Tanah Papua Bersinergi dengan IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Timur Indonesia terus mendapat perhatian serius. Sebagai langkah nyata, Yayasan SMILE Tanah Papua mulai menjalin sinergi strategis dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Sulawesi Tenggara. Kerjasama ini difokuskan pada program akselerasi pendidikan, pengabdian masyarakat, dan penguatan literasi bagi generasi muda Papua.

Sinergi ini lahir dari kesadaran bersama bahwa tantangan geografis dan aksesibilitas pendidikan di Tanah Papua memerlukan kolaborasi lintas lembaga dan lintas wilayah. Dengan menggandeng institusi akademis seperti IAI Rawa Aopa, diharapkan terjadi pertukaran gagasan serta implementasi program yang lebih terukur.

Beberapa poin utama dalam kerjasama ini meliputi diantaranya pemberian beasiswa: skema bantuan pendidikan bagi putra-putri Papua untuk menempuh studi lanjut. Bergitu pula, Peningkatan Kompetensi Guru: Pelatihan metode pengajaran inovatif bagi tenaga pendidik di daerah terpencil. Terakhir, Literasi Digital: Pendampingan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk ekonomi kreatif.

Akademisi sekaligus praktisi pendidikan yang mengawal inisiatif ini, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini sebagai langkah awal, juga akan menjadi langkah konkret untuk menjemput masa depan Papua yang lebih cerah.

“Pengembangan SDM di Tanah Papua tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita memerlukan ekosistem yang saling mendukung. Sinergi antara Yayasan SMILE dan IAI Rawa Aopa adalah jembatan ilmu pengetahuan yang menghubungkan potensi lokal dengan standar akademik yang mumpuni. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas demi kemajuan bangsa,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Sementara itu, Yayasan SMILE Tanah Papua yang baru saja didirikan pada desember yang lalu menyampaikan bahwa kerjasama ini dapat menjadi pemantik bagi lembaga lain untuk bersama-sama turut berkontribusi. Dengan SDM yang unggul, pengelolaan potensi alam Papua diharapkan dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat Papua.

Implementasi program perdana dari sinergi ini dimulai pada awal semester ini, dengan fokus awal pada pemetaan kebutuhan pendidikan di wilayah pesisir dan pegunungan. Kemudian menawarkan bagi alumnus sekolah menengah untuk menempuh pendidikan sarjana dengan metode belajar hybrid pada program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan juga Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) pada Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

IMG-20260114-WA0003

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rayakan Dies Natalis IX dengan Dialog Publik Internasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperingati Dies Natalis ke-IX dengan menggelar Dialog Publik Internasional yang menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis sekaligus penegasan komitmen institusi dalam memperluas jejaring dan wawasan keilmuan di tingkat global.

Peringatan Dies Natalis IX berlangsung khidmat di Kampus IAI Rawa Aopa, Andoolo, Senin (11/11/2025), dan dihadiri oleh civitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta mitra strategis institusi.

Dalam sambutannya, Dewan Pembina IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menegaskan bahwa usia sembilan tahun merupakan momentum refleksi dan penguatan komitmen institusi dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam.

“Sembilan tahun hanyalah sebuah angka. Ini adalah penanda komitmen kami untuk terus hadir sebagai mercusuar pendidikan tinggi Islam di Konawe Selatan, bahkan di wilayah 3T. Setiap capaian yang kita raih adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Al Asri.

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, IAI Rawa Aopa bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Konawe Selatan menyelenggarakan Dialog Publik Internasional. Kegiatan ini digelar secara hybrid di Auditorium Al Asri, Hotel Zam Zam, Andoolo, sehingga memungkinkan partisipasi narasumber dan peserta lintas negara.

Dialog publik tersebut menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari berbagai institusi nasional dan internasional, termasuk mitra perguruan tinggi luar negeri IAI Rawa Aopa, seperti Fatoni University (Thailand) dan Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia).

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya integrasi nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dalam pengembangan teknologi digital, strategi kolaborasi antarperguruan tinggi melalui program pertukaran mahasiswa dan riset bersama, serta penguatan literasi lintas budaya dan moderasi beragama dalam menghadapi tantangan global.

Sekretaris Dewan Pembina Yayasan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang bertindak sebagai moderator, menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam dunia pendidikan tinggi.

“Kolaborasi pendidikan tinggi antar negara adalah kunci untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan budaya yang tinggi. IAI Rawa Aopa telah menunjukkan inisiatif luar biasa dalam membuka ruang diskusi global ini,” kata Ismail.

Menurut Ismail, peringatan Dies Natalis IX ini juga menjadi momentum strategis bagi IAI Rawa Aopa untuk menegaskan visi jangka panjangnya, yakni bertransformasi dari institut menjadi universitas Islam yang berdaya saing global.

“Tidak hanya berkiprah di tingkat lokal, tetapi memiliki daya saing global,” ujarnya.

Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Keberhasilan menyelenggarakan kegiatan berskala internasional dinilai menjadi indikator kesiapan IAI Rawa Aopa berkontribusi dalam kancah akademik global.

Acara Dies Natalis IX dan Dialog Publik Internasional ini secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe Selatan yang diwakili Asisten II. Pada kesempatan tersebut, pihak kampus juga memperkenalkan sejumlah program akademik yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan penelitian berbasis isu lokal dan global.

Peringatan Dies Natalis IX ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga penegasan posisi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada mutu, kolaborasi, dan kontribusi nyata dalam pembangunan peradaban melalui pendidikan.

Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

Tindak Lanjut MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara, Mempersiapkan Seminar Kolaboratif

Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat jejaring akademik lintas pulau. Sebagai langkah konkret pasca diskusi untuk persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas, Gunung Tua, Sumatera Utara (Selasa, 13 Januari 2026). Kedua institusi kini tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan seminar bersama (joint seminar) yang akan berlangsung sabtu pekan mendatang.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah bagi dosen serta mahasiswa di kedua belah pihak. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Menurutnya, pertemuan dan koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan poin-poin kesepakatan segera terwujud dalam aksi nyata.

Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kerja sama dengan STIT Padang Lawas merupakan langkah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas cakrawala akademik. Ismail juga menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak ingin MoU ini hanya berhenti di penandatanganan saja. 

“Seminar bersama yang sedang kami siapkan adalah bukti bahwa ada semangat berbagi pengetahuan (knowledge sharing) antara Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara. Ini adalah upaya kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan rekognisi institusi di level nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama.

Seminar yang direncanakan akan mengangkat isu-isu kontemporer di bidang pendidikan Islam dan tantangan lokalitas di era digital. Selain seminar, MoA ini juga diproyeksikan mencakup: pertukaran naskah jurnal: Mendorong dosen kedua institusi untuk saling berkontribusi dalam jurnal ilmiah masing-masing.

Berikutnya, kolaborasi riset: Melakukan penelitian bersama yang membandingkan fenomena sosial keagamaan di wilayah Sumatera dan Sulawesi. Termasuk juga pengabdian masyarakat: Program kolaborasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di sekitar kampus.

Dengan adanya tindak lanjut yang cepat ini, diharapkan hubungan antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas dapat menjadi model kolaborasi yang produktif bagi perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Indonesia.

APTIKIS (Dok IAI Rawa Aopa)

APTIKIS dan UCYP University Jalin Kemitraan Strategis, IAI Rawa Aopa Turut dalam Delegasi 14 Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuantan, Pahang – Asosiasi Perguruan Tinggi Keagamaan islam Swasta (APTIKIS) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan UCYP University dari Malaysia. Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang disaksikan oleh 14 perwakilan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia. Momentum ini menjadi titik awal bagi APTIKIS untuk memperkuat jejaring internasional dan mendorong kemajuan di bidang teknologi.

Usai pelaksanaan simposium terkait dengan Ai dan pedagogi, Ketua Umum APTIKIS menerima surat LoI dari UCYP University, dan menjadi dokumen awal bagi pelaksanaan kerjasama strategis kedua lembaga, Selasa, 5 Agustus 2025.

Ketua Umum APTIKIS, Dr. Maslim Halimin, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah krusial untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian. “LoI ini bukan hanya formalitas, melainkan gerbang bagi dosen dan mahasiswa kami untuk terlibat dalam program-program global,” ujar Dr. Maslim.

Dalam rangkaian acara penandatanganan LoI tersebut, diselenggarakan pula sebuah simposium internasional yang mengupas tuntas perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan tantangannya. Simposium ini menjadi ajang bagi para akademisi dan praktisi untuk berbagi pandangan mengenai masa depan AI.

Dr. Maslim menekankan bahwa topik AI menjadi bagian fokus utama dalam kerja sama ini. “Kami melihat AI bukan hanya sebagai tren, tetapi sebagai fondasi masa depan teknologi. Melalui kolaborasi dengan UCYP University, kami ingin memastikan bahwa perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang AI yang kompeten,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, “Kerja sama ini akan membuka peluang untuk riset bersama di bidang AI, pertukaran pakar, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0. Kami ingin memastikan lulusan kami memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk bersaing di era digital.”

Ismail Suardi Wekke, Dewan Pakar APTIKIS, yang juga Academic Development Fellowship Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan turut memberikan pandangannya mengenai kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi dengan institusi luar negeri sangat vital untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di perguruan tinggi.

“Kemitraan ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk belajar dari praktik terbaik di tingkat internasional, khususnya dalam implementasi AI di bidang pendidikan dan penelitian. Kami berharap para dosen dan mahasiswa dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kapasitas diri,” kata Ismail.

Penandatanganan LoI dan simposium ini menjadi bukti nyata dari komitmen APTIKIS untuk membawa perguruan tinggi anggotanya ke level yang lebih tinggi. Dengan dukungan dari UCYP University dan antusiasme dari 14 PTS yang hadir, diharapkan kolaborasi ini akan menghasilkan inovasi-inovasi penting yang bermanfaat bagi seluruh civitas akademika di Indonesia.

Kunjungan ke UKM (Dok UKM)

APTIKIS dan 14 PT Berkunjung ke Universiti Kebangsaan Malaysia, IAI Rawa Aopa Tutut Serta

Rawaaopakonsel.ac.id, Bangi – Asosiasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (APTIKIS) dan 14 perguruan tinggi swasta (PTS) mulai merintis menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam program lanjutan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Diterima di ruangan Canselori Universiti Kebangsaan Malaysia, Senin, 4 Agustus 2025, Lembaga Pengarah Universiti, Prof. Emeritus Dr. Dato’ Mohamad Abd Razak 

Kolaborasi ini akan membuka jalan bagi para dosen dan mahasiswa dari 14 PTS untuk melanjutkan studi mereka di UKM, salah satu universitas terkemuka di Asia Tenggara. Program yang ditawarkan mencakup berbagai bidang, terutama di bidang kajian Islam, yang merupakan fokus utama APTIKIS.

Ketua Umum APTIKIS, dalam pernyataannya, menyambut baik kesempatan emas ini. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, dengan 14 PTS anggota kami untuk program kolaborasi dengan UKM. Ini adalah langkah-langkah untuk kerjasama internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang kami tawarkan dan komitmen kami untuk terus berkembang,” ujar Dr. H. Maslim Halimin. 

“Kerja sama ini tidak hanya akan meningkatkan kompetensi para dosen dan mahasiswa kami, tetapi juga memperkuat jaringan akademis antara Indonesia dan Malaysia,” Kata Dr. Maslim yang juga ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Dakwah Wal Irsyad Pasang Kayu, Sulawesi Barat.

Program ini juga merupakan rangkaian kunjungan ke Malaysia-Thailand-Singapura. Untuk Malaysia, selain UKM juga mengadakan simposium bersama dengan UCYP University di Pahang yang direncanakan besok hari, Selasa, 5 Agustus 2025.

Salah satu yang turut serta adalah Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Ismail Suardi Wekke, Academic Development Fellowship menyatakan bahwa dengan adanya kunjungan ini, merupakan kelanjutan dalam kerjasama dengan UKM. “Untuk perjalanan Agustus ini dalam kerangka APTIKIS,” kata Ismail Suardi Wekke.

Sebagaimana diketahui, dalam tahun 2022, IAI Rawa Rawa Aopa Konawe Selatan, ketika itu dengan status kelembagaan STAI Rawa Aopa Konawe Selatan telah turut dalam kegiatan Student Mobility ke UKM. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga workshop penulisan buku.

“Sehingga bagi IAI Rawa Aopa, ini meneruskan kerjasama yang sudah ada sebelumnya,” lanjut Ismail yang juga alumnus Universiti Kebangsaan Malaysia.

“Terima kasih kepada UKM yang telah berkenan menerima delegasi APTIKIS. Dengan kunjungan ini memulai babak baru bagi kerjasama APTIKIS dengan perguruan tinggi global,” pungkas Ismail.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi kerja sama pendidikan lintas negara lainnya, mendorong inovasi, dan menghasilkan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di kancah global.