Kuliah (Rawa Aopa)

Peluang Melanjutkan Pendidikan Magister atau Doktoral di ESERI-UniSZA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Bagi para akademisi dan peneliti yang berhasrat untuk mendalami studi di bidang energi lestari dan industri hijau, East Coast Environmental Research Institute (ESERI) di bawah naungan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, menawarkan prospek yang sangat menarik. ESERI merupakan pusat penelitian (dengan status Centre of Excellent) terkemuka yang berfokus pada inovasi dan solusi berkelanjutan untuk tantangan lingkungan dan energi global. 

Dengan lingkungan akademik yang kondusif dan fasilitas riset yang mumpuni, mahasiswa magister dan doktoral akan memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek mutakhir, berkontribusi pada publikasi ilmiah bereputasi, serta mengembangkan jaringan profesional yang luas di tingkat internasional. Ini adalah kesempatan emas untuk mengasah keahlian riset dan memperluas cakrawala keilmuan di salah satu institusi yang paling relevan dalam pengembangan energi lestari.

ESERI-UniSZA menyediakan berbagai program pascasarjana yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis dalam berbagai disiplin ilmu terkait energi lestari dan lingkungan. Mulai dari energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga kebijakan lingkungan, kurikulum yang komprehensif didukung oleh staf pengajar yang ahli di bidangnya. Mahasiswa akan didorong untuk melakukan penelitian independen yang inovatif, seringkali berkolaborasi dengan mitra industri dan lembaga penelitian lain, memastikan relevansi dan dampak dari temuan mereka. 

Fleksibilitas program juga memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan fokus studi mereka sesuai dengan minat dan tujuan karir pribadi, mempersiapkan mereka untuk peran kepemimpinan di sektor akademik, industri, maupun pemerintahan.

Melanjutkan pendidikan di ESERI-UniSZA bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan juga tentang menjadi bagian dari komunitas ilmiah yang dinamis dan berdedikasi. Selain dukungan akademik yang kuat, ESERI juga berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan presentasi, penulisan ilmiah, dan jaringan profesional mahasiswa. 

Lulusan dari program magister dan doktoral ESERI akan siap untuk menghadapi tantangan global dalam bidang energi dan lingkungan, membawa dampak positif melalui penelitian dan inovasi mereka. Kesempatan ini sangat ideal bagi mereka yang ingin menjadi agen perubahan dan berkontribusi secara signifikan terhadap masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dan ESERI-UniSZA telah dirintis melalui pertemuan bersama (9 Juli 2025 di Kantor ESERI-UniSZA), kemudian dilanjutkan dengan FGD membahas peluang kerjasama yang dapat dilakukan (16 Juli 2025 di Kampus UniSZA, Gong Badak).

Selanjutnya, melalui sambungan telepon (27 Juli 2025) pihak ESERI-UniSZA menawarkan peluang studi lanjut bagi calon magister atau doktor, dengan dalam tiga orang, untuk mendaftar pada semester yang akan datang (September 2025).

Diklat DSI (Rawa Aopa)

Persiapan Diklat Mediator dengan Sertifikat dari Dewan Sengketa Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sebagai kompetensi tambahan, keterampilan profesional “mediaor” menjadi sebuah solusi bagi wujudnya sengketa. Ini, bisa diikuit oleh semua kalangan (sarjana). Tidak harus dengan menyelesaikan pendidikan sarjana hukum.

Bahkan bagi mahasiswa sekalipun, untuk menjadi bagian dalam surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Untuk itu, sebagai kesempatan meneruskan hasil Rapat Kerja Akademik 2025/2026, akan dilaksanakan Diklat Mediator (online) bersertifikat dari Dewan Sengketa Indonesia (DSI).

Untuk itu, pendaftaran mulai dibuka sampai terpenuhi minimal 10 orang. Kemudian diajukan ke DSI untuk mendapatkan persetujuan jadwal.

Mengenal Profesi Mediator

Seorang mediator adalah seorang profesional netral yang membantu pihak-pihak yang berselisih mencapai kesepakatan secara damai di luar jalur litigasi tradisional. Peran utama mediator adalah memfasilitasi komunikasi yang efektif, mengidentifikasi akar masalah, dan membantu para pihak menjelajahi berbagai opsi penyelesaian. 

Berbeda dengan hakim atau arbiter, mediator tidak memiliki wewenang untuk membuat keputusan atau memaksakan solusi. Sebaliknya, mereka bertindak sebagai fasilitator, membimbing diskusi dan memastikan bahwa semua suara didengar, dengan tujuan akhir mencapai resolusi yang disepakati bersama oleh semua pihak yang terlibat.

Profesi mediator mencakup berbagai bidang, mulai dari sengketa keluarga seperti perceraian dan hak asuh anak, sengketa bisnis, perselisihan perburuhan, hingga konflik komunitas. Keterampilan yang sangat penting bagi seorang mediator meliputi kemampuan mendengarkan secara aktif, empati, objektivitas, dan keterampilan negosiasi yang kuat. 

Mereka juga harus mampu menjaga kerahasiaan dan menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati agar para pihak merasa nyaman untuk berterus terang dan mencari solusi yang konstruktif. Mediator seringkali memiliki latar belakang di bidang hukum, psikologi, atau hubungan masyarakat, dan banyak yang menjalani pelatihan khusus serta sertifikasi untuk mengembangkan keahlian mereka.

Pemanfaatan jasa mediator semakin populer karena menawarkan alternatif yang lebih cepat, lebih efisien (berbasis pada kearifan lokal), dan seringkali lebih efektif dibandingkan proses pengadilan yang panjang dan mahal. Mediasi memberdayakan para pihak untuk tetap memegang kendali atas hasil akhir, yang dapat menghasilkan solusi yang lebih kreatif dan tangguh karena disepakati oleh mereka sendiri. 

Dengan fokus pada penyelesaian masalah dan pembangunan kembali hubungan, profesi mediator berperan penting dalam mempromosikan keadilan restoratif dan mengurangi beban pada sistem peradilan formal, membantu individu dan organisasi mencapai resolusi yang berkelanjutan dan memuaskan.

Raker (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rampungkan Raker Akademik: Perkuat Budaya Mutu dan Atmosfer Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Konsel) telah sukses merampungkan Rapat Kerja Akademik (Raker Akademik) tahunan yang berlangsung dalam Sabtu, 26 Juli 2025 bertempat di gedung akademik, kampus Andoolo. 

Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan kerangka kerja akademik, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan budaya mutu dan atmosfer akademik yang kondusif di lingkungan kampus. Raker Akademik ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, dekan, ketua program studi, dosen, dan staf tenaga kependidikan, menunjukkan komitmen kolektif terhadap kemajuan institusi.

Dalam sambutan pembukanya, Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Ismail Suardi Wekke, menegaskan urgensi Raker Akademik sebagai platform krusial untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan juga dari kualitas proses pembelajaran dan lingkungan akademik yang mendukung inovasi dan pengembangan diri.

Ismail Suardi Wekke secara khusus menyoroti pentingnya membangun budaya mutu sebagai pilar utama dalam mencapai visi institusi. Menurutnya, budaya mutu bukanlah sekadar slogan atau standar administratif semata, melainkan sebuah filosofi yang harus meresap dalam setiap lini kegiatan akademik dan non-akademik di kampus.

“Budaya mutu adalah ketika setiap individu di IAI Rawa Aopa, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan, merasa memiliki tanggung jawab personal terhadap kualitas pekerjaan dan layanan yang mereka berikan,” ujar Ismail. 

“Ini berarti komitmen untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak pernah puas dengan status quo. Mutu harus menjadi napas kita, baik dalam penyusunan kurikulum, proses pengajaran, penelitian, hingga pelayanan kemahasiswaan. Kita harus memastikan bahwa setiap lulusan IAI Rawa Aopa tidak hanya memiliki pengetahuan yang mumpuni, tetapi juga karakter yang kuat dan daya saing yang tinggi.”

Rektor menambahkan bahwa implementasi budaya mutu memerlukan sistem evaluasi internal yang kuat dan berkelanjutan, serta kesediaan untuk menerima umpan balik dan melakukan perbaikan secara terus-menerus. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan mutu ini, menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan yang diakui secara regional maupun nasional.

Selain budaya mutu, Prof. Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya menciptakan atmosfer akademik yang inklusif dan kondusif. Atmosfer ini, jelasnya, adalah fondasi bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan lingkungan penelitian yang produktif.

“Atmosfer akademik yang baik adalah suasana di mana mahasiswa merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan ide-ide mereka tanpa rasa takut atau canggung,” kata Ismail. “Ini adalah lingkungan di mana dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi dalam penelitian, saling menginspirasi, dan mendorong batas-batas pengetahuan. Kita harus menciptakan ruang di mana perbedaan pendapat dihargai, inovasi didukung, dan setiap individu merasa menjadi bagian dari komunitas ilmiah yang dinamis.”

Untuk mencapai hal ini, Rektor meminta agar fasilitas perpustakaan diperkaya, akses terhadap sumber daya digital ditingkatkan, serta kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar, lokakarya, dan diskusi rutin digalakkan. Ia juga mendorong pengembangan program mentoring bagi mahasiswa, serta kesempatan bagi dosen untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan mereka melalui studi lanjut dan partisipasi dalam konferensi internasional.

“Atmosfer akademik juga berarti menjunjung tinggi etika akademik, integritas, dan objektivitas dalam setiap penelitian dan publikasi,” tambahnya. “Ini adalah tentang membangun kepercayaan antara dosen dan mahasiswa, serta menciptakan lingkungan yang bebas dari plagiarisme dan praktik-praktik tidak etis lainnya.”

Raker Akademik ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi panduan bagi seluruh unit kerja di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan selama satu tahun ke depan. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan digitalisasi layanan akademik, penguatan jejaring kemitraan dengan institusi lain, serta pengembangan program studi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Penutupan Raker Akademik ini ditandai dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengimplementasikan hasil-hasil yang telah disepakati. Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan siap melangkah maju menuju masa depan yang lebih cerah, menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan agama.

NASA Challenge (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Menjadi Mitra Pelaksanaan NASA Challenge 2025

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, menjadi institusi pendidikan tinggi yang dikenal dengan fokusnya pada integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan, kini menorehkan capaian yang perlu disyukuri. IAI Rawa Aopa secara resmi terpilih sebagai mitra pelaksana NASA Challenge 2025, sebuah kompetisi inovasi global yang diselenggarakan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). 

Kemitraan ini bukan hanya pengakuan atas potensi akademik dan riset IAI Rawa Aopa, tetapi juga menjadi jembatan penting bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk berkontribusi langsung pada eksplorasi antariksa dan pengembangan teknologi mutakhir yang relevan dengan tantangan global.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam NASA Challenge 2025 akan membuka peluang kolaborasi multidisiplin yang unik. Kompetisi ini biasanya mendorong partisipan untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap permasalahan nyata, mulai dari tantangan teknis dalam misi luar angkasa hingga aplikasi data antariksa untuk mengatasi isu-isu lingkungan di Bumi. 

Dengan demikian, IAI Rawa Aopa akan berperan dalam memfasilitasi partisipasi aktif dari sivitas akademika, terutama dalam bidang-bidang yang mungkin bersentuhan dengan teknologi informasi, analisis data, keberlanjutan lingkungan, dan bahkan etika dalam eksplorasi antariksa. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa institusi yang berakar pada nilai-nilai lokal dapat menghasilkan inovasi berkelas dunia.

Sebagai mitra pelaksana, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diharapkan akan menyediakan platform, sumber daya, dan bimbingan bagi para peserta NASA Challenge 2025. Keterlibatan ini juga akan memperkuat jaringan kolaborasi internasional IAI Rawa Aopa dengan lembaga-lembaga riset dan teknologi terkemuka di seluruh dunia. 

Diharapkan, kemitraan ini tidak hanya meningkatkan profil IAI Rawa Aopa di kancah global, tetapi juga menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengejar karier di bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika), sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya eksplorasi ilmiah dan inovasi demi kemajuan peradaban.

Kuliah Umum (Rawa Aopa)

Pengumuman: Persiapan Kuliah Umum bersama Peneliti Stanford University Amerika Serikat

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kami dengan syukur mengumumkan persiapan kuliah umum yang sangat dinantikan bersama seorang peneliti dari Stanford University, Amerika Serikat. Acara ini merupakan kesempatan emas bagi para mahasiswa, dan akademisi untuk mendapatkan wawasan langsung dari salah satu institusi riset terkemuka di dunia. 

Kuliah umum ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara penelitian akademik mutakhir dan pemahaman publik, sehingga topik-topik kompleks dapat disajikan dengan cara yang mudah diakses dan relevan. Kami percaya bahwa inisiatif ini akan menjadi kesempatan berdiskusi dan menstimulasi minat dalam bidang-bidang inovatif yang sedang digeluti oleh peneliti tersebut.

Persiapan sedang dilakukan secara cermat untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan acara ini. Detail mengenai tanggal pasti, waktu, lokasi, serta topik spesifik yang akan dibahas oleh peneliti akan diumumkan dalam waktu dekat melalui saluran komunikasi resmi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan media sosial. 

Kami merekomendasikan para calon peserta untuk memantau pengumuman lebih lanjut dan segera mendaftar setelah pendaftaran dibuka, mengingat keterbatasan tempat dan antusiasme yang diperkirakan tinggi. Ini adalah kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan akademisi global dan mendalami perspektif baru dalam disiplin ilmu terkait.

Partisipasi dalam kuliah umum ini diharapkan dapat memperkaya wawasan akademik dan profesional Anda. Acara ini tidak hanya akan membahas penemuan terbaru dan tren penelitian, tetapi juga memberikan kesempatan untuk sesi tanya jawab interaktif, memungkinkan audiens untuk berdialog langsung dengan sang peneliti. 

Kami mengundang Anda semua untuk menjadi bagian dari kegiatan kuliah umum ini, yang diharapkan dapat membuka cakrawala dan memicu kolaborasi ilmiah di masa depan.

ICSHAIS (Rawa Aopa)

Announcement: International Conference on Social Sciences and Humanities Approaches to Islamic Studies (ICSHAIS) 2025 (3-5 December)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – STAI DDI Makassar is once again preparing to host the International Conference on Social Sciences and Humanities Approaches to Islamic Studies (ICSHAIS) in 2025. This significant academic event will be held in collaboration with IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, marking a continued commitment to fostering intellectual discourse and scholarly collaboration in the field. The partnership between these esteemed institutions aims to create a robust platform for the exchange of ideas and research findings.

ICSHAIS (3-5 December) 2025 is designed to bring together academics, researchers, and practitioners from diverse backgrounds to explore critical issues and innovative perspectives within social sciences and humanities, particularly as they relate to Islamic studies. While the specific theme and sub-themes for the 2025 conference are yet to be unveiled, the event promises to uphold its tradition of stimulating meaningful discussions and contributing to advancements in the academic sphere.

All researchers and academics actively engaged in related fields are cordially invited to participate in ICSHAIS 2025. This conference offers a unique opportunity to present cutting-edge research, engage in vibrant debates, and network with peers from various national and international institutions. Participants are encouraged to prepare their scholarly contributions as the conference will provide a valuable forum for intellectual growth and collaboration.

Further essential information, including the official theme of ICSHAIS 2025, detailed sub-themes, and the complete registration schedule, will be announced in due course. Prospective attendees and presenters are advised to regularly check official channels for these crucial updates to ensure they do not miss any key deadlines or important information regarding the conference proceedings.

The organizing committees from STAI DDI Makassar and IAI Rawa Aopa Konawe Selatan eagerly anticipate the active participation of scholars and researchers. ICSHAIS 2025 is set to be another successful endeavor in advancing knowledge and fostering academic excellence within the realm of social sciences and humanities with an Islamic focus. Stay tuned for forthcoming announcements and prepare to be a part of this enriching academic experience.

ICSHAIS 2025 (Rawa Aopa)

STAI DDI Makassar Kembali Selenggarakan Konferensi Internasional ICSHAIS 2025 bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da’wah wal Irsyad (STAI DDI) Kota Makassar akan kembali menjadi tuan rumah perhelatan akbar International Conference on Social and Humanities Approach to Islamic Studies (ICSHAIS) pada November 2025 mendatang. Kali ini, STAI DDI Makassar menggandeng Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra kolaborasi utama (Selasa, 22 Juli 2025).

ICSHAIS sendiri bukanlah nama baru dalam kancah konferensi internasional di bidang studi Islam. Ajang ini telah menunjukkan konsistensinya sejak pertama kali diadakan. Pada tahun 2020, ICSHAIS memulai debutnya dengan kolaborasi antara IAIN Gorontalo (sekarang IAIN Sultan Amai Gorontalo) dan STAI DDI Makassar, sebagaimana diberitakan sebelumnya di situs IAIN Gorontalo.

Kemudian, ICSHAIS 2022 melangkah lebih jauh secara internasional. Konferensi ini sukses diselenggarakan di Hatyai, Thailand, melalui kerja sama strategis antara STAI DDI Makassar, Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM), dan Andaman Anatolian Technology College (Thailand).

Kini, di tahun 2025, ICSHAIS kembali ke tanah air dengan mitra dengan melangkah bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya diskusi dan memperluas jangkauan keilmuan dalam bidang studi Islam, sosial, dan humaniora.

“Insya Allah, ICSHAIS 2025 akan berlangsung pada November mendatang,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu dengan pihak STAI DDI Makassar di Hotel Claro. “Kami optimis konferensi ini akan menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi gagasan, temuan, serta inovasi terbaru dalam studi Islam di era kontemporer.”

Informasi lebih lanjut mengenai tema, sub-tema, dan jadwal pendaftaran ICSHAIS 2025 akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Para peneliti dan akademisi di bidang terkait diundang untuk turut serta dalam agenda ilmiah yang prestisius ini.

FGD Mahasiswa Baru (Rawa Aopa)

FGD Pendaftaran Mahasiswa Baru

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kami mengundang seluruh dosen, staf akademik, dan tenaga kependidikan (administrasi) untuk berpartisipasi dalam Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) mengenai proses Pendaftaran Mahasiswa Baru (Jumat, 25 Juli 2025, Pukul 16.00 wita Andoolo). FGD ini merupakan kesempatan berharga bagi kita untuk bersama-sama mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan merumuskan inovasi demi mempertahankan pendaftaran dan kualitatif mahasiswa baru.

Masukan dan informasi Anda akan sangat berarti dalam membantu kita memahami tantangan yang dihadapi dan harapan terhadap sistem pendaftaran. Dari diskusi ini, kami akan mendapatkan wawasan mendalam yang akan menjadi dasar untuk menciptakan proses pendaftaran yang lebih transparan, efisien, dan ramah pengguna di masa depan. Mari bersama-sama wujudkan sistem pendaftaran yang optimal bagi semua pihak.

Agenda Diskusi:

  • Sesi Pembukaan: Sambutan dan pengantar mengenai tujuan FGD.
  • Diskusi Kelompok: Berbagi pengalaman, tantangan, dan harapan terkait proses pendaftaran.
  • Identifikasi Solusi: Merumuskan ide-ide perbaikan dan inovasi.
  • Sesi Rekomendasi: Presentasi singkat hasil diskusi dan kesimpulan.

Kami menantikan partisipasi aktif Anda dalam FGD ini. Untuk memastikan kelancaran acara, mohon konfirmasi kehadiran Anda melalui rawaaopaunggul at gmai dot com, dan tautan pendaftaran selambat-lambatnya pada tanggal 20 Juli 2025.

Terima kasih atas perhatian dan kontribusi Anda.

Rapat Kerja (Rawa Aopa)

Undangan Rapat Kerja Tahun Akademik 2025/2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan akan segera menyelenggarakan rapat kerja tahunan untuk mempersiapkan diri menghadapi tahun akademik 2025/2026. Acara ini menjadi wadah strategis bagi seluruh civitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, hingga staf, untuk bersama-sama merumuskan arah dan kebijakan institusi. Sabtu, 26 Juli 2025, Pukul 08.00 – 18.00 wita (Andoolo) bertempat di kampus 2, Andoolo.

Fokus utama rapat kerja ini adalah mengevaluasi capaian dan tantangan di tahun sebelumnya, serta menyusun program kerja inovatif yang sejalan dengan visi dan misi IAI Rawa Aopa dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berakhlak mulia.

Rapat kerja ini diharapkan menjadi momentum refleksi mendalam mengenai berbagai aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Di bidang pendidikan, pembahasan akan meliputi kurikulum, metode pembelajaran, dan peningkatan kualitas dosen agar sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri. 

Untuk penelitian, akan digali potensi riset kolaboratif yang relevan dengan isu-isu lokal maupun nasional, serta mendorong publikasi ilmiah yang berkualitas. Sementara itu, dalam pengabdian kepada masyarakat, IAI Rawa Aopa akan merumuskan program-program yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi di Konawe Selatan dan sekitarnya.

Salah satu agenda dalam rapat kerja ini adalah penentuan prioritas pengembangan institusi untuk tahun akademik mendatang. Ini mencakup perencanaan anggaran yang efektif, optimalisasi pemanfaatan fasilitas kampus, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Diskusi juga akan diarahkan pada upaya penguatan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun organisasi masyarakat, guna memperluas jaringan dan kesempatan bagi mahasiswa. Seluruh keputusan yang dihasilkan dalam rapat kerja ini akan menjadi landasan bagi operasional IAI Rawa Aopa sepanjang tahun akademik 2025/2026.

Partisipasi aktif dari seluruh peserta rapat kerja sangat diharapkan untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi yang kuat. Ide-ide segar, masukan konstruktif, dan komitmen bersama dari setiap elemen IAI Rawa Aopa akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap institusi ini akan mendorong lahirnya program-program inovatif yang tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat peran IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam di wilayah Sulawesi Tenggara.

Dengan berakhirnya rapat kerja ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan akan memiliki peta jalan yang jelas dan terarah untuk menyongsong tahun akademik 2025/2026. Hasil dari rapat kerja ini tidak hanya akan membentuk masa depan institusi, tetapi juga akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan Islam.

Teluk Bone (IAI Rawa Aopa)

Agenda Panel Discussion Forum Pendidikan Teluk Bone: Membangun Jembatan Intelektual melalui Teluk Bone dengan Jejaring Global

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Nerus – Teluk Bone, sebuah kawasan yang kaya akan potensi alam dan budaya, kini memandang ke depan untuk mengukuhkan posisinya dalam peta pendidikan global. Pada hari Kamis, 11 September mendatang, pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, sebuah Panel Diskusi (sebagai permulaan) akan diselenggarakan sebagai bagian dari Forum Pendidikan Teluk Bone.

Acara ini akan diadakan dari pelbagai lokasi selain Bone, diantaranya juga Kuala Terengganu (Malaysia) dan Andoolo (Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara), menandai komitmen lintas batas dalam memajukan pendidikan tinggi di wilayah ini. Topik utama yang akan menjadi sorotan dalam diskusi panel ini adalah kolaborasi perguruan tinggi di kawasan Teluk Bone dengan jejaring pendidikan global.

Ini adalah langkah strategis untuk membawa institusi-institusi pendidikan di Teluk Bone ke panggung internasional, memperluas cakrawala akademik, dan menciptakan peluang bagi inovasi berkelanjutan.

Dalam era sekarang, isolasi bukan lagi pilihan bagi institusi pendidikan. Kemitraan internasional menawarkan berbagai keuntungan yang substansial. Kolaborasi dengan peneliti dari universitas terkemuka dunia, misalnya, dapat memperkaya metodologi riset, membuka akses ke fasilitas mutakhir, dan mendorong publikasi ilmiah di jurnal bereputasi.

Lebih lanjut, program bersama mahasiswa dan dosen memungkinkan transfer pengetahuan dan budaya, memperluas perspektif, serta mempersiapkan lulusan untuk menjadi warga negara global yang kompeten. Berinteraksi dengan sistem pendidikan lain juga dapat memicu pengembangan kurikulum yang inovatif dan relevan dengan tuntutan pasar
kerja global serta tantangan masa depan.

Terakhir, kemitraan semacam ini membuka pintu bagi pendanaan riset bersama, hibah internasional, dan sumber daya lainnya yang mungkin tidak tersedia secara lokal.

Agenda Diskusi: Membuka Ruang Kolaborasi
Panel diskusi ini diharapkan menjadi platform yang efektif untuk mengidentifikasi peluang, mengatasi tantangan, dan merumuskan strategi konkret. Para pakar, akademisi, dan pemangku kepentingan akan berdiskusi secara mendalam mengenai berbagai aspek penting.

Pembahasan akan mencakup model-model kolaborasi yang telah berhasil diterapkan di berbagai belahan dunia, serta potensi spesifik perguruan tinggi di Teluk Bone yang dapat ditawarkan kepada mitra global. Selain itu, diskusi akan mengupas langkah-langkah praktis untuk membangun kapasitas institusional dalam menjalin dan mengelola kemitraan internasional, dan juga peran strategis pemerintah serta industri dalam mendukung inisiatif ini.

Diharapkan, hasil dari panel diskusi ini tidak hanya berupa rekomendasi, melainkan juga peta jalan yang jelas bagi perguruan tinggi di Teluk Bone untuk secara proaktif menjalin dan memperkuat jejaring global. Dengan demikian, kawasan Teluk Bone dapat bertransformasi menjadi pusat keunggulan pendidikan yang diakui secara internasional, berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi, dan mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat regional maupun global.

Pelaksana Bersama: Sekolah Tinggi Agama Islam Al Gazali Bone, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, dan Universiti Malaysia Terengganu.