IMG_20260511_220426

Dukung Pembangunan Konawe Utara, IAI Rawa Aopa Luncurkan Kegiatan TERPADU di Kecamatan Asera

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Utara – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa sukses menyelenggarakan program Kegiatan TERPADU yang dipusatkan di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, pada Minggu (10/5/2025). Program yang merupakan akronim dari “Tri Dharma Perguruan Tinggi Terintegrasi dan Berkelanjutan”.

Kegiatan ini dirancang untuk memadukan proses pembelajaran mahasiswa secara langsung dengan agenda penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu rangkaian ekosistem akademik yang utuh. Langkah inovatif ini diambil untuk memastikan bahwa setiap aktivitas akademik di kampus tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki dampak nyata bagi pengembangan wilayah di Sulawesi Tenggara.

Dalam pelaksanaannya, civitas akademika IAI Rawa Aopa berinteraksi langsung dengan mitra untuk memetakan potensi daerah sekaligus memberikan solusi berbasis keilmuan terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat Asera. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari transformasi perguruan tinggi.

Ismail menyampaikan bahwa melalui TERPADU, kampus ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas, tetapi juga mampu diimplementasikan dalam bentuk riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai komitmen institusi dalam mengawal pembangunan daerah berbasis pengetahuan. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyatakan secara lugas mengenai visi besar di balik agenda tersebut.

“Kegiatan TERPADU ini adalah manifestasi dari tekad kami untuk meruntuhkan sekat antara teori akademik dan praktik di lapangan,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Beliau juga menambahkan bahwa Asera dipilih sebagai lokasi karena potensi strategisnya dalam pengembangan riset interdisipliner yang mampu memberikan kontribusi balik bagi kemajuan Konawe Utara.

“Kami ingin mahasiswa dan dosen tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai mitra kolaboratif bagi masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ismail menjelaskan bahwa integrasi tri dharma ini juga berfungsi sebagai mekanisme penjaminan mutu kualitas lulusan perguruan tinggi. Melalui skema ini, para dosen diharapkan dapat menghasilkan publikasi ilmiah yang berangkat dari persoalan riil di tengah masyarakat, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Hal ini dipandang penting untuk membangun kesadaran sosial sekaligus profesionalisme sejak dini di lingkungan kampus.

Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini ditutup dengan penyusunan draf rencana aksi kolaboratif antara pihak kampus dengan tokoh masyarakat setempat. Dengan adanya program TERPADU ini, IAI Rawa Aopa optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi dalam mendukung kemajuan daerah secara menyeluruh.