IMG-20260208-WA0040

Pertahankan Kerja Sama Global, Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Youth Leadership Dialogue UKM 

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Lumpur – Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dijadwalkan menggelar forum internasional bertajuk Youth Leadership Dialogue pada Rabu, 11 Februari 2026 mendatang.

 

Perhelatan yang akan berlangsung di Kampus UKM, Bangi, ini secara khusus mengundang jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan untuk berpartisipasi aktif dalam mendiskusikan masa depan kepemimpinan pemuda di kawasan Asia Tenggara.

 

Pihak IAI Rawa Aopa telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam agenda strategis tersebut. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan kesiapannya untuk bertolak menuju Malaysia guna memenuhi undangan dari salah satu universitas riset terbaik di Negeri Jiran tersebut.

 

Saat dikonfirmasi mengenai kepastian keberangkatan tim, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan singkat namun tegas bahwa rombongan pimpinan dipastikan akan turut serta dalam dialog tersebut.

 

“Insya Allah hadir,” ungkap Ismail saat ditemui di sela-sela aktivitas dalam workshop publikasi pasca konferensi di Jakarta, Ahad (8/2/2026).

 

Ismail Suardi Wekke menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk memperluas jejaring internasional, terutama di tingkat regional Asia Tenggara. Ia menekankan bahwa dialog di UKM ini sangat penting karena kepemimpinan pemuda adalah kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

 

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa melalui forum ini, IAI Rawa Aopa ingin menunjukkan kontribusi aktif perguruan tinggi dari daerah dalam kancah akademik internasional. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia akan memberikan perspektif baru bagi pengembangan kemahasiswaan di IAI Rawa Aopa.

 

“Kami memandang undangan ini sebagai peluang emas untuk mendiskusikan model kepemimpinan yang relevan dengan nilai-nilai lokal namun tetap memiliki daya saing global,” tutur Ismail yang juga alumni pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia.

 

Dalam keterangannya pada kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi pentingnya pertukaran ide antar-pimpinan perguruan tinggi dalam acara tersebut. “Kunjungan ini bukan sekadar menghadiri dialog, tetapi juga merupakan langkah konkret untuk menjajaki kerja sama penelitian dan pengabdian masyarakat antara IAI Rawa Aopa dan UKM di masa depan,” tegasnya.

 

IAI Rawa Aopa yang berlokasi di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, senantiasa melaksanakan langkah-langkah akselerasi dalam pengembangan sumber daya manusia. Sebagai kampus yang sedang berkembang di kawasan penyangga Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, partisipasi dalam Youth Leadership Dialogue di Bangi diharapkan mampu mempertahankan reputasi institusi sekaligus memberikan pengalaman internasional bagi jajaran pimpinan dan civitas akademika.

IMG-20260208-WA0024

Perkuat Sumber Daya Manusia, IAI Rawa Aopa Luncurkan Tawaran Program Beasiswa Kader Partai

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Partai Gerindra genap berusia 18 tahun pada Jumat (6/2/2026). Perayaan hari jadi partai berlambang kepala Garuda ini digelar dengan khidmat di berbagai wilayah, mulai dari kediaman Ketua Umum Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, hingga ke daerah-daerah.

Di Sulawesi Tenggara, momentum ini dimaknai secara strategis oleh IAI Rawa Aopa untuk melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat program beasiswa khusus bagi kader Gerindra di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan.

IAI Rawa Aopa sendiri merupakan institusi pendidikan tinggi yang terletak di kawasan yang strategis dan kaya akan nilai historis serta ekologis, berdekatan dengan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Kampus ini fokus pada pengembangan nilai-nilai keislaman yang dipadukan dengan wawasan kebangsaan, menjadikannya mitra strategis dalam mencetak kader partai yang tidak hanya militan secara politik, tetapi juga terpelajar secara akademik.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melalui kebijakan beasiswa ini, IAI Rawa Aopa membuka pintu seluas-luasnya bagi kader Gerindra untuk menempuh studi tingkat tinggi sebagai bekal pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan tiga poin utama secara langsung.

“Kami memandang HUT ke-18 Gerindra sebagai momentum tepat untuk meluncurkan program Beasiswa Kesempatan Kuliah bagi para kader agar mereka memiliki kompetensi akademik yang mumpuni dalam mengawal kebijakan pemerintah,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa investasi terbaik bagi sebuah partai politik adalah investasi pada otak para kadernya, sehingga IAI Rawa Aopa siap menjadi kawah candradimuka bagi kader Gerindra di Sulawesi Tenggara. Lebih lanjut, Ismail menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara sektor pendidikan dan partai politik dalam mempercepat pembangunan daerah melalui jalur pendidikan formal.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara tidak langsung bahwa pemberian beasiswa ini bertujuan untuk memastikan setiap kader yang menjabat di struktur organisasi maupun legislatif memiliki basis keilmuan yang kuat. Beliau berharap agar para kader tidak menyia-nyiakan peluang emas ini untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka di IAI Rawa Aopa.

Menurutnya, program ini juga dirancang untuk mensinkronkan program kerja partai dengan kajian-kajian ilmiah yang ada di lingkungan kampus, sehingga setiap kebijakan yang diambil kader di lapangan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Pesan penguatan kader ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang dalam syukuran di Jakarta berpesan agar seluruh kader tetap bekerja keras, mawas diri, dan mendekatkan diri kepada rakyat. Prabowo menegaskan bahwa kader Gerindra harus menjaga kepercayaan publik dan tidak akan memberikan pembelaan bagi mereka yang melakukan perbuatan tercela.

Ahmad Muzani, yang juga Ketua MPR RI turut mengingatkan bahwa selama 18 tahun berdiri, cita-cita utama partai adalah melihat rakyat Indonesia tersenyum. Melalui akses pendidikan seperti yang ditawarkan oleh IAI Rawa Aopa, diharapkan kader-kader Gerindra dapat mewujudkan senyum rakyat tersebut melalui pelayanan yang lebih profesional dan berbasis pengetahuan.

Meski dirayakan secara sederhana karena rasa empati terhadap bencana alam di beberapa daerah, HUT ke-18 ini tetap dibanjiri ucapan selamat dari berbagai tokoh bangsa, termasuk karangan bunga dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika politik, persahabatan antar-tokoh bangsa tetap terjaga demi kepentingan nasional yang lebih besar.

Women (ISW)

IAI Rawa Aopa Perkuat Ekosistem Wirausaha Perempuan Melalui Program EMPOWHER

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menginisiasi program EMPOWHER, sebuah langkah strategis yang dirancang khusus untuk memperkuat peran perempuan dalam sektor kewirausahaan. Program ini hadir sebagai respons terhadap dinamika ekonomi digital yang menuntut kemandirian serta inovasi dari pelaku usaha kreatif, khususnya di kalangan perempuan di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menegaskan bahwa keberadaan program ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan yang sistematis. Menurutnya, EMPOWHER bertujuan untuk menjembatani kesenjangan akses sumber daya yang selama ini sering menjadi hambatan bagi perempuan dalam memulai maupun mengembangkan bisnis mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pandangan mendalam mengenai visi besar di balik program ini. “Kami percaya bahwa ketika seorang perempuan berdaya secara ekonomi, maka dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat luas di sekitarnya,” ujar Ismail Suardi Wekke saat mendiskusikan acara tersebut di sela-sela acara ICOBAR-SMART di Binus University, Jakarta, 5 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam kurikulum program ini. “EMPOWHER dirancang untuk memastikan bahwa para peserta tidak hanya mahir dalam memproduksi barang, tetapi juga unggul dalam menaklukkan pasar digital yang kian kompetitif,” tegasnya. 

Ismail juga menambahkan komitmen institusinya dalam pengawalan program tersebut dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa akan menjadi inkubator yang menyediakan pendampingan berkelanjutan bagi setiap peserta hingga mereka mampu berdiri mandiri di atas kaki sendiri.

Secara teknis, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memetakan potensi lokal yang bisa diangkat ke skala nasional melalui sentuhan kewirausahaan modern. Ia menyampaikan bahwa pihak universitas telah menyiapkan skema dukungan infrastruktur dan jaringan yang luas untuk memfasilitasi kebutuhan para srikandi wirausaha ini. 

Selain itu, Ismail mengungkapkan harapannya agar program ini mampu menciptakan model bisnis yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Konawe Selatan. “Sehingga kita juga berupaya mendatapkan dukungan dari institusi yang memiliki program terkait keuangan inklusif,” papar Ismail.

Melalui sinergi antara akademisi dan praktisi, EMPOWHER diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya pengusaha perempuan yang tangguh. Ismail meyakini bahwa penguatan kapasitas intelektual dan manajerial melalui program ini akan menjadi modal utama bagi perempuan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan dengan rasa percaya diri yang tinggi. “Begitu pula keterlibatan perguruan tinggi di Jakarta, semisal Binus University, dan juga Jakarta Business School, sehingga wirausaha kita memiliki kesempatan melihat Jakarta,” pungkas Ismail.

 

IMG-20260208-WA0020

Sinergi Inovasi dan Teknologi: Langkah Strategis IAI Rawa Aopa Perluas Jejaring Publikasi Global Pasca Konferensi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Gelaran International Conference on Technology, Innovation, and Management (ICTIM) 2025 yang berlangsung di Kampus BINUS @Alam Sutera menjadi momentum krusial bagi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mempertegas eksistensinya di kancah akademik internasional.

Kehadiran delegasi dari Sulawesi Tenggara ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan nilai-nilai berkelanjutan yang menjadi fokus utama konferensi tahun ini.

Konferensi ICTIM 2025 yang telah berlangsung mengusung tema Integrating Innovation and Technology for Sustainable Business and Societal Impact ini menjadi wadah bagi akademisi IAI Rawa Aopa untuk bersinergi dengan para pakar dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa keterlibatan kampus dalam forum internasional merupakan bagian dari peta jalan transformasi institusi.

Beliau menyatakan bahwa partisipasi ini adalah ikhtiar nyata untuk membawa perspektif lokal ke ranah global, sekaligus menyerap perkembangan teknologi informasi terbaru untuk diterapkan di daerah.

“Kita diberi kepercayaan pasca konferensi untuk turut dalam menyiapkan publikasi bagi makalah yang sudah dipresentasikan,” kata Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan workshop publikasi pasca konferensi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/ 2026).

Ismail Suardi Wekke juga memberikan pandangan mendalam mengenai relevansi materi konferensi terhadap pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa adaptasi terhadap kecerdasan buatan dan manajemen modal manusia yang dibahas oleh para pembicara utama dalam konferensi yang berlangsung November 2025 di kampus Alam Sutera, seperti Prof. Peter John Wanner dan Prof. Koo Ah-Choo, sangat sejalan dengan kebutuhan tata kelola di IAI Rawa Aopa.

Menurutnya, manajemen kampus di era disrupsi digital menuntut fleksibilitas dan visi yang jauh ke depan agar tetap relevan dengan tuntutan zaman.

Lebih lanjut, dalam pernyataan yang sama, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmennya terhadap pengembangan riset kolaboratif.

“Kehadiran kami di ICTIM 2025 lalu dan juga kini dalam wroskhop publikasi pasca konferensi adalah jembatan untuk membangun kemitraan riset lintas negara yang akan memperkuat kualitas publikasi ilmiah dosen-dosen kami,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan poin penting mengenai peran teknologi dalam pemberdayaan masyarakat dengan berujar, “Inovasi teknologi harus mampu menyentuh level akar rumput, sehingga transformasi digital tidak hanya dirasakan di kota besar, tetapi juga menjadi solusi bagi pembangunan di Konawe Selatan”.

Menutup pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya keberlanjutan pasca-konferensi ini bagi institusinya.

“Kami tidak ingin berhenti pada presentasi saja; setiap gagasan yang lahir di sini harus dikonversi menjadi kebijakan akademik yang progresif di kampus,” ungkapnya dengan optimistis.

Semangat ini tercermin dari keikutsertaan akademisi IAI Rawa Aopa dalam pasca konferensi untuk menyiapkan publikasi. Sekaligus diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia Timur.

IMG-20260208-WA0012

Sinergi Akademik dan Pemikiran Tokoh: IAI Rawa Aopa Simak Rekam Jejak Yusril demi Masa Depan Hukum Tata Negara

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Perayaan ulang tahun ke-70 Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, berlangsung khidmat dengan peluncuran delapan buku rekam jejak pemikirannya di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).

Momentum bersejarah ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, yang secara khusus memberikan apresiasi terhadap kontribusi intelektual Yusril, terutama bagi pengembangan akademik dalam konteks Program Studi Hukum Tata Negara.

Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menjadi magnet bagi para tokoh hukum nasional. Terlihat hadir Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, hingga pengacara senior seperti Maqdir Ismail dan Todung Mulya Lubis.

Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa dalam agenda ini juga sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam menyerap gagasan-gagasan besar untuk diterapkan pada kurikulum Hukum Tata Negara di kampus mereka.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa karya-karya yang diluncurkan merupakan rujukan berharga bagi dunia pendidikan.

Beliau menegaskan bahwa delapan buku tersebut akan menjadi sumber referensi primer bagi mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara di IAI Rawa Aopa guna mendalami dinamika ketatanegaraan Indonesia.

Menurutnya, pemikiran Yusril sangat relevan dengan visi IAI Rawa Aopa dalam mencetak kader hukum yang memiliki kedalaman akademik serta integritas nasional yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan resminya mengenai relevansi buku ini bagi kampus.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk apresiasi sekaligus upaya menjemput gagasan besar untuk memperkuat fondasi akademik di Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa delapan buku ini bukan sekadar biografi, melainkan peta jalan hukum Indonesia yang sangat krusial untuk dipelajari oleh seluruh civitas akademika di Konawe Selatan. Sebagai penutup pernyataan langsungnya, Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai pengabdian yang tertuang dalam buku tersebut ke dalam semangat belajar para mahasiswa di daerah.

Secara tidak langsung, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya ketersediaan literatur digital gratis yang disediakan oleh pihak Yusril, karena hal tersebut sangat membantu aksesibilitas mahasiswa di pelosok daerah seperti di Konawe Selatan.

Ia berpendapat bahwa kemudahan akses e-book ini akan mempercepat transformasi pengetahuan hukum tata negara di lingkungan kampus IAI Rawa Aopa tanpa terkendala urusan biaya buku. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar para dosen di Program Studi Hukum Tata Negara dapat membedah setiap bab dari delapan buku tersebut sebagai bagian dari pengayaan materi kuliah hukum kontemporer.

Yusril sendiri menjelaskan bahwa delapan buku yang ditulis oleh Prof. Dr. Hafid Abbas dan tim ini merangkum jejak perjalanannya selama setengah abad, mulai dari masa mahasiswa hingga perannya di pemerintahan saat ini.

Ia juga menekankan bahwa buku-buku tersebut tidak diperjualbelikan melainkan dibagikan secara gratis sebagai amal jariah intelektual yang bisa diunduh melalui situs resminya. Baginya, penyebaran ide jauh lebih penting daripada hak cipta, sehingga ia mengizinkan siapa saja untuk mencetak dan mendiskusikan isi buku tersebut demi kepentingan bangsa dan negara.