MUI (ISW)

Presiden Prabowo Saksikan Pengukuhan Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030, Pimpinan IAI Rawa Turut Hadir

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri dan menyaksikan langsung prosesi pengukuhan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmat 2025–2030. Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7 Februari 2026) ini mengusung tema besar “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”. Kehadiran jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dalam perhelatan nasional ini menegaskan keikutsertaan perguruan tinggi di Konawe Selatan dalam agenda nasional.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan didampingi sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan simbol vital persatuan antara ulama dan umara (pemimpin pemerintahan). Ia meyakini bahwa bersatunya kedua elemen ini adalah kunci utama untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar, makmur, dan berdaulat.

Momentum ini juga mendapat perhatian khusus dari akademisi, salah satunya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Dalam keterangannya di sela acara, Ismail Suardi Wekke memberikan apresiasi mendalam atas pengukuhan ini. Ia menyatakan bahwa pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 bukan sekadar pergantian struktur, melainkan energi baru dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah di seluruh pelosok tanah air. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menyelaraskan program-program akademik dan pengabdian masyarakat dengan visi besar MUI dalam menjaga moralitas bangsa. Ismail juga menekankan bahwa kehadiran Presiden Prabowo memberikan legitimasi kuat bahwa kolaborasi antara kepemimpinan politik dan bimbingan spiritual ulama adalah fondasi tak tergoyahkan bagi stabilitas nasional.

Senada dengan pengamatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara lugas memberikan pernyataan langsung terkait signifikansi acara ini. “Kami melihat pengukuhan ini sebagai tonggak penting di mana nilai-nilai agama dan kebijakan negara berjalan beriringan untuk kemaslahatan umat,” ujar Ismail. 

Ia juga menambahkan, “IAI Rawa Aopa akan terus menjadi mitra strategis MUI dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang luhur.” Menutup pernyatannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi ini adalah cerminan nyata dari semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Pengukuhan pengurus MUI ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan bernomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan. Dengan formasi kepengurusan baru ini, MUI diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam membimbing umat serta mendukung komitmen pemerintah, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi dan perlindungan kekayaan sumber daya alam Indonesia.

ICOBAR (ISW)

BINUS University Gandeng IAI Rawa Aopa, Sajikan Publikasi Bersama dan Perkuat Riset Global di ICOBAR-SMART 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperluas cakrawala kolaborasi akademik internasional. Pekan ini dengan turut menghadiri penyelenggaraan ICOBAR–SMART 2026 pada 5–6 Februari 2026 di Jakarta. ICOBAR 2026, Mengusung tema “Convergence 2026: Smart Governance, Intelligent Business, and Revolutionary Mobility for a Sustainable Global Ecosystem,” konferensi ini menjadi momentum spesial berkat kolaborasi erat antara BINUS University, dengan Korean Institute of Information Technology (KIIT) dari Korea Selatan. 

Sementara itu, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, mendapatkan peluang untuk digandeng oleh BINUS University. Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam konferensi ini menandai langkah dalam mengintegrasikan perspektif teknologi modern dengan nilai-nilai tata kelola yang inklusif. Dengan melibatkan kontribusi melalui publikasi 261 paper, konferensi ini menyoroti bagaimana teknologi digital harus mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara adil.

Tema tahun ini mencerminkan urgensi global dalam memastikan percepatan teknologi—mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga sistem mobilitas cerdas—berjalan selaras dengan tata kelola yang adaptif. Keterlibatan IAI Rawa Aopa memperkuat dimensi sosial-humaniora dalam riset-riset yang dipresentasikan, memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berorientasi pada pemberdayaan manusia.

Vice Rector of Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, M.Psi., menekankan bahwa teknologi tidak boleh hanya menjadi milik elit. “Bersama mitra strategis kami, kami berkomitmen memastikan inovasi digital benar-benar menjadi milik publik dan digunakan untuk mempersempit jurang kesenjangan sosial. Kami berupaya agar teknologi masa depan tidak memperlakukan manusia sekadar sebagai data, melainkan sebagai subjek yang berdaya,” ujar Juneman.

ICOBAR–SMART 2026 menghadirkan rangkaian diskusi lintas disiplin yang mencakup: Kecerdasan Buatan (AI) & Internet of Things (IoT), Smart Mobility & Digitalisasi Rantai Pasok, Tata Kelola & Kebijakan Publik, dan Pengembangan Keterampilan Masa Depan & Keberlanjutan.

Dr. Joice Yulinda Luke, Chair Organizing Committee, menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa bersama KIIT Korea Selatan memperkaya kualitas akademik dan memperluas jejaring internasional yang berlandaskan keberagaman perspektif.

Kemitraan dengan KIIT, yang menaungi 7.500 peneliti dari 200 universitas, semakin memperkokoh posisi Indonesia dalam ekosistem riset global. Prof. Insik Choi, President KIIT, menambahkan bahwa tantangan keberlanjutan menuntut kolaborasi lintas negara yang kuat. Sinergi antara BINUS, IAI Rawa Aopa, dan KIIT diharapkan menjadi jembatan bagi lahirnya solusi praktis yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan di tingkat dunia.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke yang turut hadir, tidak saja dalam kaitan kolaborasi riset dengan faculty member Binus University, tetapi turut berkolaborasi dalam penyiapan outlet publikasi. “Kami menawarkan kepada komite saintifik ICOBAR 2026, untuk memberikan rekomendasi kepada para pemakalah dalam menyiapkan publikasi,” pungkas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, usai mengikuti kegiatan tersebut di Kampus BINUS @kemanggisan. 

YLD (ISW)

Bersiap Menghadiri Youth Leadership di Universiti Kebangsaan Malaysia, Pimpinan IAI Rawa Aopa Meneruskan Kerjasama dengan UKM

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring internasionalnya dengan mempererat kemitraan strategis bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Langkah ini ditandai dengan persiapan keberangkatan delegasi pimpinan institusi untuk menghadiri ajang bergengsi Youth Leadership yang akan diselenggarakan di kampus UKM, Bangi, Malaysia (11 Februari 2026). 

Kunjungan ini tidak sekadar menghadiri undangan seremonial, melainkan menjadi momentum krusial dalam menindaklanjuti serta mempererat kerja sama akademik yang telah terjalin selama ini. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut terkait peta jalan institusi menuju rekognisi global. 

Ismail menjelaskan bahwa kehadiran pimpinan di Malaysia bertujuan untuk memastikan bahwa setiap butir kesepakatan yang akan ditandatangani dapat diimplementasikan dalam program konkret yang menyentuh kebutuhan mahasiswa dan dosen. Menurutnya, sinergi dengan perguruan tinggi papan atas seperti UKM akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan standar mutu di lingkungan IAI Rawa Aopa.

“Kehadiran kami di UKM adalah bukti nyata komitmen institusi dalam membekali mahasiswa dengan wawasan kepemimpinan internasional yang relevan dengan tantangan zaman,” tegas Ismail Suardi Wekke saat menerima konfirmasi bahwa akan hadir di sana, usai menerima undangan setelah menghadiri kegiatan pengukuhan Majelis Ulama Indonesia di Masjid Istiqlal (Sabtu, 7 Februari 2026). 

Beliau menambahkan bahwa penguatan kerja sama ini mencakup pertukaran riset dan pengembangan sumber daya manusia yang terintegrasi. “Kami tidak ingin kerja sama ini sebagai pemenuhan akreditasi saja. Sehingga pertemuan di Bangi nanti akan fokus pada kolaborasi penelitian lintas negara yang lebih mendalam,” lanjutnya dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya platform kepemimpinan pemuda sebagai sarana bagi mahasiswa untuk membangun jejaring lintas budaya. Ismail menyebutkan bahwa forum Youth Leadership di UKM akan menjadi jembatan bagi mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk belajar langsung dari ekosistem akademik internasional. 

Ia berpendapat bahwa keterlibatan aktif dalam agenda internasional akan membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang inklusif dan berdaya saing global. Ismail berharap kunjungan ini dapat mempercepat proses transformasi IAI Rawa Aopa menjadi pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara yang diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya kesinambungan hubungan baik dengan institusi di luar negeri. “Hubungan antara IAI Rawa Aopa dan UKM telah melewati fase perkenalan, dan saat ini adalah momentum untuk melangkah ke level berikutnya,” pungkas Ismail. Melalui kunjungan ini, IAI Rawa Aopa menargetkan adanya pembaharuan LoI yang lebih spesifik pada bidang inovasi digital dan tata kelola perguruan tinggi, guna mendukung percepatan akreditasi institusi di masa mendatang.

SEASIHE (ISW)

Dapatkan Dukungan BKSPTIS dan UniSZA, IAI Rawa Aopa Siap Gelar SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan langkah dalam kancah akademik internasional melalui persiapan penyelenggaraan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Momentum ini dipertahankan setelah perguruan tinggi tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) se-Indonesia serta Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia, yang akan memperluas jejaring riset dan kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi antara BKSPTIS dan UniSZA merupakan fondasi dalam memastikan pelaksanaan simposium mendatang. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini akan menjadi sebuah ikhtiar strategis untuk mengangkat posisi perguruan tinggi Islam lokal ke tingkat global. 

Menurutnya, dukungan dari lembaga besar seperti UniSZA memberikan kepercayaan diri lebih bagi IAI Rawa Aopa dalam mengelola perhelatan ilmiah berskala internasional. “Kita akan mengkomunikasikan ini semakin luas ke pelbagai perguruan tinggi Islam. Termasuk dalam jejaring Al Washliyah,” ungkap Ismail di Masjid Istiqlal setelah menghadiri pengukuhan Majelis Ulama Indonesia, Sabtu, 7 Februari 2026.

Sebagaimana diketahui bahwa SEASIHE 2026 akan dilaksanakan di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, pada bulan Mei yang akan datang. Sekaligus sebuah kesempatan mendorong wujudnya kerjasama perguruan tinggi luar negeri dengan pemerintah kabupaten Konawe Selatan.

“Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menjadikan Konawe Selatan sebagai salah satu titik temu pemikiran interdisipliner Islam di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke sesaat setelah menyapa Ketua Umum PB Al Wahliyah yang dilantik menjadi pengurus MUI. 

Ismail menambahkan bahwa keterlibatan BKSPTIS akan menjadi jembatan bagi berbagai kampus swasta di Indonesia untuk turut serta dalam diskursus global. “Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir dari simposium ini memiliki dampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Selain itu, Ismail juga menjelaskan bahwa persiapan aspek infrastruktur dan sumber daya manusia terus dikebut guna menyambut para delegasi dari mancanegara. Beliau menyampaikan bahwa dukungan administratif dan anggaran telah dialokasikan secara proporsional demi kelancaran acara tersebut. Pihak IAI Rawa Aopa optimis bahwa dengan dukungan teknis dari mitra luar negeri, SEASIHE 2026 akan mampu menghasilkan luaran publikasi ilmiah yang kompetitif dan diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi di masa depan. “Dukungan UniSZA dan BKSPTIS adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa dapat menjadi motor penggerak kolaborasi akademik lintas batas,” ucap Ismail secara optimis. Kehadiran simposium ini diharapkan tidak hanya memperkuat profil kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui penyebaran ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.