SEASIHE (ISW)

IAI Rawa Aopa dan UniSZA Bersiap Menggelar SEASIHE, Kendari 6-10 Mei 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada 6-10 Mei 2026 mendatang. Pertemuan ilmiah berskala regional ini diharapkan menjadi momentum krusial dalam mempererat sinergi akademik dan riset antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara didahului dengan rapat dari kedua belah pihak (Rabu, 4 Februari 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan telah mulai berjalan sesuai target. Menurutnya, pelaksanaan SEASIHE 2026 sebagai sebuah langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang kompetitif di level global. 

Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara ini untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. “Kegiatan SEASIHE ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menginternasionalisasi institusi sekaligus menyediakan panggung bagi para akademisi untuk bertukar gagasan strategis,” ujar Ismail Suardi Wekke usai pertemuan dari dari Bandung. 

Beliau menambahkan bahwa pemilihan Kendari sebagai tuan rumah bertujuan untuk memperkenalkan potensi intelektual lokal ke kancah mancanegara. “Kami ingin memastikan bahwa setiap sesi dalam simposium ini mampu menghasilkan rencana kerja dan rencana aksi yang berdampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa sinergi dengan UniSZA merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin lama, sehingga koordinasi antar-kedua pihak berjalan sangat efektif. Ia juga menyampaikan bahwa panitia sedang mengupayakan kehadiran para pakar terkemuka dari berbagai negara tetangga guna memperkaya perspektif dalam diskusi-diskusi yang akan digelar. Selain itu, Ismail optimis bahwa dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika akan menjadi kunci keberhasilan acara ini dalam memperkuat posisi IAI Rawa Aopa di peta pendidikan internasional.

Penyelenggaraan simposium ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademis bagi para peserta, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan promosi budaya bagi Sulawesi Tenggara. Kehadiran delegasi dari berbagai universitas di Asia Tenggara diprediksi akan memperluas jejaring penelitian dan publikasi bersama, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu serta akreditasi lembaga pendidikan tinggi Islam di tanah air.

Kuliah Umum (ISW)

Persiapan Kuliah Umum dan Lokakarya Penyusunan Proposal Penelitian

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merencanakan sebuah kegiatan di awal semester dihelat dengan bentuk Kuliah Umum dan Lokakarya Nasional Penyusunan Proposal Penelitian yang dijadwalkan berlangsung pekan depan (Sabtu, 14 Februari 2026). Agenda ini dirancang untuk menyelaraskan produktivitas sivitas akademika, khususnya dalam menghasilkan rancangan penelitian yang kompetitif dan inovatif di tingkat nasional maupun internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini sebagai awal semester seiring dengan agenda enam bulanan. Ini juga dirancang menjadi fondasi bagi pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa. 

Beliau menyampaikan bahwa persiapan teknis maupun substantif telah memasuki tahap akhir guna memastikan setiap peserta mendapatkan manfaat maksimal dari kegiatan ini. “Kita mengundang Prof Dwi Cahyono, sebagai kesempatan belajar bersama,” tutur Ismail Suardi Wekke di Bandung (Rabu, 4 Februari 2026) di sela-sela pertemuan dengan komite saintifik ICOSBE 2025.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada kualitas luaran penelitian. “Kita ingin memastikan bahwa setiap proposal yang lahir dari lokakarya ini memiliki inovasi dan mampu menjawab persoalan riil di masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Paskal, Bandung. 

Beliau juga menambahkan komitmen institusi dalam mendukung penuh langkah ini dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa akan terus menyediakan ekosistem yang mendukung bagi tumbuhnya tradisi riset yang kuat dan berkelanjutan. Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dengan menegaskan bahwa sinergi antarpeneliti adalah bagian untuk menembus hibah penelitian di masa depan.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara mendalam. Beliau menjelaskan bahwa pihak rektorat saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai mitra strategis guna memperluas jaringan publikasi hasil penelitian nantinya. 

Ismail juga mengungkapkan harapan besar agar kegiatan ini mampu menjadi katalisator bagi peningkatan akreditasi institusi melalui penguatan pilar penelitian. Terakhir, Ismail memastikan bahwa manajemen kampus telah mengalokasikan sumber daya yang optimal agar seluruh rangkaian acara, mulai dari kuliah umum hingga sesi lokakarya, dapat berjalan dengan standar operasional yang tinggi.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan draf proposal penelitian yang siap diajukan ke berbagai lembaga pemberi hibah, sekaligus mempertegas posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara. Panitia pelaksana kini tengah melakukan sinkronisasi jadwal dengan para pakar yang akan hadir sebagai mentor dalam sesi pendampingan penulisan proposal tersebut.

“Kita juga mengajukan permohonan, sehingga ada dukungan dari BRIDA Konawe Selatan untuk turut memberikan pengantar terkait dengan orientasi riset dan inovasi daerah sebagai bagian dari RPJMD Kabupaten Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.