Al Washliyah (ISW)

Pimpinan IAI Rawa Aopa Bertemu PW Al Washliyah Sulawesi Tenggara, Gagas Kolaborasi Nasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Momentum penerimaan mahasiswa baru, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat jejaring strategisnya dalam upaya pengembangan institusi dan pengabdian masyarakat. Di rangkaian buka puasa bersama, pimpinan IAI Rawa Aopa bertemu dalam silaturahmi dengan Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sulawesi Tenggara guna menggagas kolaborasi berskala nasional (Kendari, 24 Februari 2026). 

Pertemuan ini yang berlangsung di sekretariat Pengurus Wilayah Al Washliyah menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyinergikan potensi pendidikan tinggi dengan organisasi kemasyarakatan berbasis Islam.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan silaturahmi. Juga menjadi langkah lanjutan untuk merajut kerja sama yang lebih luas dalam bingkai pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara. 

Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan organisasi massa Islam untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk membuka pintu bagi setiap inisiatif yang dapat mempercepat akselerasi kualitas pendidikan dan kesejahteraan umat melalui kemitraan strategis ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara eksplisit mengutarakan visi kolaboratifnya kepada awak media. “Kami melihat Al Washliyah sebagai mitra strategis yang memiliki akar sejarah kuat dalam pendidikan dan dakwah, sehingga sinergi ini diharapkan mampu melahirkan program-program inovatif yang berdampak nasional,” ujar Ismail. 

Ia juga menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa siap memberikan dukungan penuh, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kolaborasi ini harus menjadi mesin penggerak bagi kemajuan bersama, di mana kampus dan organisasi saling mengisi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif,” pungkasnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam rangkaian buka puasa ini hangat di Kendari ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengukuhkan program kerja nyata di masa mendatang. Rencana penandatanganan MoU akan dilaksanakan di IAI Rawa Aopa Kampus Lamooso pada awal bulan Mei mendatang.

Seri Diskusi Pemikiran dirangkaian dengan Kolokium Penelitian Kolaboratif

Alasripublisher.org, Ondoolo – Pendidikan tinggi memiliki peran krusial dalam memajukan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dalam semangat tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berinisiatif meneruskan “Seri Diskusi Pemikiran” yang dirangkaikan dengan Kolokium Penelitian Kolaboratif.

Untuk sesi seri kesepuluh, pada tanggal 4 Juli 2025, Pukul 20.00 wita Bima/Andoolo. Sekaligus menjadi seminar proposal penelitian kolaboratif kedua perguruan tinggi.

Kegiatan ini menjadi platform penting untuk mempertemukan para akademisi dari kedua institusi guna mendiskusikan gagasan-gagasan inovatif, berbagi hasil penelitian, dan merumuskan agenda riset bersama. Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, tetapi juga untuk memperkaya perspektif akademik melalui pertukaran ide lintas batas geografis dan keilmuan.

Penelitian kolaboratif menjadi bagian dari inisiatif ini. Dengan menggabungkan kekuatan peneliti dari STIT Sunan Giri Bima dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, diharapkan dapat terwujud riset-riset yang lebih komprehensif, mendalam, dan berdampak luas. Kolokium yang diadakan menjadi wadah untuk mempresentasikan proposal penelitian, membedah metodologi, dan memberikan masukan konstruktif dari berbagai pakar.

Fokus penelitian kolaboratif ini mencakup berbagai isu strategis, khususnya yang relevan dengan konteks sosial, budaya, dan keagamaan di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara. Melalui pendekatan interdisipliner, penelitian yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan solusi inovatif terhadap tantangan-tantangan kontemporer.
Dampak positif dari “Seri Diskusi Pemikiran” dan Kolokium Penelitian Kolaboratif ini sangatlah signifikan.

Selain memperkuat jejaring akademik antar-dosen dan peneliti, kegiatan ini juga mendorong lahirnya inovasi dalam metodologi penelitian dan pengembangan teori. Lebih jauh, hasil-hasil penelitian kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan, praktisi pendidikan, dan masyarakat luas dalam upaya memajukan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.

Dengan terus menjalin kolaborasi semacam ini, STIT Sunan Giri Bima dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimis dapat terus berkontribusi dalam memajukan khazanah ilmu pengetahuan dan peradaban.