SEASIHE (ISW)

Announcement of Cohost Acceptance, Rawa Aopa – UniSZA – BKSPTIS will Organize SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – With shukur and thankfully to Allah, We announce that the Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026 conference has reached a significant milestone in its organizational journey. In a landmark collaboration, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), and the Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) already started discussion to organize  a collaborative forum namely SEASIHE (6-10 May 2026; Kendari-Andoolo, Southeast Sulawesi, Indonesia). 

This partnership marks a synergy between environmental conservation initiatives, prestigious academic institutions, and a robust network of private Islamic higher education bodies, ensuring a multifaceted approach to the challenges of sustainable innovation. The collaboration reflects a strategic commitment to diversity in thought and expertise. UniSZA, renowned for its academic excellence and research-driven curriculum, provides the intellectual foundation necessary for high-level discourse. 

Furthermore, BKSPTIS brings a network of private institutions, ensuring that the conference’s outcomes resonate across a wide demographic of educators and students. Complementing these is the unique perspective of Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, emphasizing the critical intersection of ecological preservation and educational frameworks in the home of Taman Nasional Rawa Aopa.

As the world pivots toward greener technologies and ethical AI integration, SEASIHE 2026 aims to be the premier forum for showcasing transformative ideas. The cohosts will work in tandem to curate a program that highlights groundbreaking research in renewable energy, sustainable campus management, and digital literacy. By pooling their resources, UniSZA, BKSPTIS, and IAI Rawa Aopa are creating a platform where local wisdom meets global innovation, fostering a dialogue that is both culturally grounded and forward-looking in the framework of Islam.

Logistical preparations are already underway to ensure a seamless experience for delegates from across the globe. This partnership signifies more than just a logistical arrangement; it represents a shared vision for the future of higher education in Southeast Asia. Through joint plenary sessions, workshops, and exhibitions, the cohosts aim to bridge the gap between theory and practice, providing attendees with actionable insights that can be implemented within their respective institutions to drive sustainable growth.

We invite researchers, academicians, and industry leaders to mark their calendars for this prestigious event. The formalization of this cohost agreement is a testament to the collective resolve of our partners to lead the charge in sustainable innovation. We look forward to welcoming you to an environment of rigorous academic exchange and collaborative spirit, as we work together to shape a resilient and innovative future for higher education in our region.

ICOBAR (ISW)

IAI Rawa Aopa dengan dukungan BKSPTIS Bersiap Melaksanakan konferensi SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan konferensi internasional Southeast Asia Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS), menyusul koordinasi intensif yang dilakukan oleh pimpinan IAI Rawa Aopa dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, bergerak cepat dengan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta pada pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, Ismail secara langsung mengantarkan surat permohonan dukungan kolaborasi kepada Ketua Umum BKSPTIS. Upaya ini merupakan bentuk komitmen IAI Rawa Aopa untuk memosisikan diri sebagai pusat diskursus pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai sosok yang juga menjabat di Bidang Kerjasama BKSPTIS, Ismail memberikan kepastian mengenai kelanjutan rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa permohonan kolaborasi yang diajukannya telah mendapatkan lampu hijau melalui pesan singkat di WhatsApp. 

“Saat ini, kita tengah menunggu terbitnya surat resmi dari Ketua Umum BKSPTIS, yang dijabat oleh Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), guna memperkuat legitimasi kemitraan strategis ini,” kata Ismail Suardi Wekke usai pembukaan acara konferensi di Bina Nusantara University, Jakarta (Kamis, 5 Februari 2026).

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi. “Konferensi SEASIHE 2026 adalah sarana bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jejaring akademik di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang merupakan alumni pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia. 

Beliau juga menambahkan bahwa dukungan dari BKSPTIS menjadi bagian dalam menyukseskan perhelatan yang akan dihadiri oleh berbagai akademisi lintas negara tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan ini berjalan selaras dengan standar global. Olehnya, perguruan tinggi Islam saatnya bersama-sama ke arah yang sama,” tegasnya menutup pernyataan.

Ismail juga menjelaskan secara mendalam mengenai proses persiapan yang tengah berjalan. Ia memaparkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi Islam sangat krusial untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. 

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi tuan rumah yang representatif bagi para ilmuwan dari Asia Tenggara. Terakhir, Ismail menekankan bahwa nantinya, setelah terbitnya surat dari Ketua Umum BKSPTIS nantinya akan menjadi dukungan bagi seluruh panitia untuk segera mengeskalasi persiapan di lapangan.

Penyelenggaraan SEASIHE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang komunikasi akademik, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah Konawe Selatan ke kancah mancanegara. Dengan dukungan dari BKSPTIS, IAI Rawa Aopa optimistis konferensi ini akan melahirkan rencana aksi bagi masa depan pendidikan Islam di kawasan ini.

SEASIHE (ISW)

IAI Rawa Aopa dan UniSZA Bersiap Menggelar SEASIHE, Kendari 6-10 Mei 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada 6-10 Mei 2026 mendatang. Pertemuan ilmiah berskala regional ini diharapkan menjadi momentum krusial dalam mempererat sinergi akademik dan riset antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara didahului dengan rapat dari kedua belah pihak (Rabu, 4 Februari 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan telah mulai berjalan sesuai target. Menurutnya, pelaksanaan SEASIHE 2026 sebagai sebuah langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang kompetitif di level global. 

Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara ini untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. “Kegiatan SEASIHE ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menginternasionalisasi institusi sekaligus menyediakan panggung bagi para akademisi untuk bertukar gagasan strategis,” ujar Ismail Suardi Wekke usai pertemuan dari dari Bandung. 

Beliau menambahkan bahwa pemilihan Kendari sebagai tuan rumah bertujuan untuk memperkenalkan potensi intelektual lokal ke kancah mancanegara. “Kami ingin memastikan bahwa setiap sesi dalam simposium ini mampu menghasilkan rencana kerja dan rencana aksi yang berdampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa sinergi dengan UniSZA merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin lama, sehingga koordinasi antar-kedua pihak berjalan sangat efektif. Ia juga menyampaikan bahwa panitia sedang mengupayakan kehadiran para pakar terkemuka dari berbagai negara tetangga guna memperkaya perspektif dalam diskusi-diskusi yang akan digelar. Selain itu, Ismail optimis bahwa dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika akan menjadi kunci keberhasilan acara ini dalam memperkuat posisi IAI Rawa Aopa di peta pendidikan internasional.

Penyelenggaraan simposium ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademis bagi para peserta, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan promosi budaya bagi Sulawesi Tenggara. Kehadiran delegasi dari berbagai universitas di Asia Tenggara diprediksi akan memperluas jejaring penelitian dan publikasi bersama, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu serta akreditasi lembaga pendidikan tinggi Islam di tanah air.

Kerjasama dengan UniSZA (ISW)

Bersiap Menggelar SEASIHE 2026, IAI Rawa Aopa Jadwalkan FGD dengan UniSZA

Rawaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mematangkan langkah strategis untuk menjadi tuan rumah perhelatan internasional Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Sebagai bagian dari persiapan intensif tersebut, IAI Rawa Aopa menjadwalkan pertemuan Focus Group Discussion (FGD) khusus bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia guna menyelaraskan persiapan teknis penyelenggaraan.

FGD tersebut dijadwalkan berlangsung daring pada Rabu, 4 Februari 2026. “Kita mulai menyiapkan acara, selain dengan UniSZA, kami telah berkomunikasi awal dengan perguruan tinggi lain semisal UNISBA Bandung, dan juga UII Yogyakarta,” kata Ismail.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan di Bandung (Selasa, 3 Februari 2026) bahwa kolaborasi dengan UniSZA merupakan langkah untuk memastikan kesuksesan kegiatan. Ismail menyampaikan bahwa kerja sama ini juga untuk meneruskan dengan dokumentasi LoI. Sekaligus sebagai upaya serius untuk membangun ekosistem akademik yang relevan di tingkat regional. 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga pendidikan tinggi Islam di Asia Tenggara guna menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa pemilihan UniSZA sebagai mitra diskusi didasari oleh reputasi kampus tersebut dalam menyelenggarakan forum internasional yang berbobot.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menguraikan komitmen institusi melalui pernyataan yang lebih mendalam. “Kami memandang FGD dengan UniSZA ini sebagai fondasi utama dalam merancang persiapan konferensi SEASIHE 2026 agar memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” tegas Ismail. 

Ia melanjutkan dengan visi yang lebih luas mengenai peran kampus di kancah global. “Melalui forum ini, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa setiap detail teknis, mulai dari publikasi ilmiah hingga jejaring riset, telah siap menyambut delegasi dari berbagai negara,” ujarnya. 

Sebagai penutup, ia menegaskan posisi momentum ini bagi daerah. “Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah panggung bagi Konawe Selatan melalui ibukota Andoolo untuk mengenalkan secara global bahwa institusi di daerah dapat menjadi bagian diskusi intelektual Islam di tingkat Asia Tenggara,” katanya.

Persiapan ini diharapkan dapat memperkuat posisi IAI Rawa Aopa tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak kolaborasi internasional. Agenda FGD mendatang akan fokus pada pematangan tema besar konferensi, mekanisme seleksi karya ilmiah, serta skema publikasi yang berafiliasi dengan jurnal-jurnal bereputasi global. 

Dengan dukungan penuh dari jajaran pimpinan dan mitra strategis seperti UniSZA, IAI Rawa Aopa optimis SEASIHE 2026 akan menjadi bagian dalam membawa transformasi dalam perjalanan akademik kampus tersebut. “Kita senantiasa bersedia untuk membawa IAI Rawa Aopa tidak sampai di institut saja, tetapi juga sampai ke universitas,” pungkas Ismail.