Raker (ISW)

Usai Rapat Kerja, Saatnya Merencanakan Riset dan Inovasi 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara parallel juga menyusun fokus kerja ke arah pengembangan akademik fundamental usai merampungkan agenda Rapat Kerja tahunan. Dalam langkah strategis menuju tahun 2026, institusi ini memprioritaskan transformasi bidang riset dan inovasi sebagai motor penggerak utama kualitas perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa momentum pasca-Rapat Kerja harus segera diikuti dengan tindak lanjut di lapangan. Menurutnya, perencanaan riset tidak bisa ditunda karena merupakan pilar utama dalam mencapai visi kampus.

“Kita harus memastikan bahwa setiap perencanaan tahun 2026 berorientasi pada hasil riset yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujar Ismail saat menyampaikan catatan usai rapat kerja di kampus Andoolo (2 Februari 2026). Ia menambahkan bahwa transformasi ini memerlukan komitmen kolektif dari seluruh sivitas akademika agar target inovasi yang telah ditetapkan dapat tercapai secara presisi. 

Ismail juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam setiap tahapan penelitian guna menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dengan menyatakan bahwa inovasi bukan lagi sebuah pilihan. Bahkan riset dan inovasi sebuah kebutuhan mutlak bagi IAI Rawa Aopa untuk terus bersaing di level nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihak rektorat kini tengah menyusun skema yang lebih kompetitif guna memicu produktivitas para dosen dalam menghasilkan jurnal-jurnal bereputasi. Beliau juga memaparkan rencana mengenai pembentukan unit inkubasi inovasi yang akan berfungsi untuk menerjemahkan hasil penelitian menjadi produk kebijakan atau teknologi tepat guna bagi daerah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar seluruh program studi dapat menyinergikan rencana operasional mereka dengan arah besar pengembangan riset nasional yang berbasis pada potensi lokal Indonesia Timur. Fokus pada tahun 2026 ini diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menjadi pusat unggulan dalam kajian keagamaan dan sains yang inovatif dalam kerangka keislaman. Dengan sinkronisasi antara perencanaan keuangan dan target riset, kampus optimis dapat melahirkan berbagai terobosan yang relevan dengan kebutuhan industri maupun pembangunan desa secara berkelanjutan.

ICON FiBANK (ISW)

Announcement ICON FiBANK 2026, Fostering Collaboration on Interdisciplinary in Finance and Banking

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Welcome to the ICON FiBANK 2026…

A two-day academic program explores interdisciplinary on finance and banking through expert dialogues and interactive round table discussions. The venue of ICON FiBANK 2026 will provide side events: International Postgraduate research Conference (IPRC); visit to Rammang-rammang, and young session of interdisciplinary in technology to finance and banking.

One more opportunity, this conference will foster collaboration with Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). If you have attention to regional engagement in Southeast Asia and Asia at large, this is the right time to see you in person.

Join us on April 27-28, 2026 for an engaging and inspiring event where young leaders and senior academicians come together to discuss topics and share their ideas.

ICON (ISW)
ICON (ISW)

This event will take place at Makassar (the home of South Sulawesi). Don’t miss this opportunity to connect with like-minded individuals and be part of a conversation that can make a difference in our community.

Seats are limited! The registration is available at IBK NITRO website.

See you there!

Empat Kota (ISW)

Proyeksi Perencanaan Bermitra dengan 9 Kampus di 3 Kota Taiwan

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional. Dalam proyeksi perencanaan terbaru, kampus ini membidik kerja sama komprehensif dengan sembilan perguruan tinggi yang tersebar di tiga kota besar di Taiwan. 

Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat transformasi akademik dan peningkatan mutu sumber daya manusia melalui kolaborasi lintas negara. “Kita mulai merintis kerjasama dengan Taiwan,” kata Ismail Suardi Wekke usai menghadiri acara diskusi (daring) dengan konsultan pendidikan Taiwan (Jumat, 30 Januari 2025) yang saat itu berada di Yogyakarta.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini sebagai rencana awal, juga kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan global. Beliau menyatakan bahwa kolaborasi dengan sembilan kampus di Taiwan ini merupakan langkah konkret untuk membawa atmosfer akademik internasional langsung ke jantung Sulawesi Tenggara. 

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan potensi sinergi di tiga kota utama yang memiliki keunggulan riset dan teknologi, sehingga implementasi program nantinya akan lebih terukur dan tepat sasaran. Ia juga meyakini bahwa kemitraan ini akan menjadi katalisator bagi dosen dan mahasiswa dalam mengeksplorasi inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri di masa depan.

9 Kampus (ISW)
9 Kampus (ISW)

Dalam sebuah kesempatan usai diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke secara gamblang memaparkan target di balik program internasionalisasi ini. “Kami menargetkan sembilan kampus di Taiwan sebagai mitra strategis karena reputasi mereka dalam integrasi teknologi dan pendidikan sangat selaras dengan visi pengembangan IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail menegaskan rencana institusinya.

“Sekalipun dalam perjalanan di kereta api, situasinya tetap aman dan nyaman sehingga memungkinkan untuk mengikuti acara diskusi. Ini sebuah peluang emas,” papar Ismail Suardi Wekke yang baru saja menghadiri acara diskusi di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia juga menyoroti pentingnya mobilitas akademik bagi civitas akademika dalam waktu dekat. “Proyeksi ini mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, di mana kami ingin memastikan bahwa pengalaman belajar di tiga kota di Taiwan tersebut memberikan dampak transformatif bagi kurikulum kita,” tambahnya. 

Selain itu, Ismail memberikan penekanan pada keberlanjutan program melalui dukungan manajerial yang kuat dengan mengatakan bahwa perencanaan anggaran dan kepegawaian telah disesuaikan untuk mendukung penuh mobilitas internasional ini guna menjamin efektivitas kemitraan jangka panjang. Strategi yang diusung IAI Rawa Aopa ini diharapkan mampu memperkuat posisi institusi dalam kerjasama global serta membuka peluang beasiswa dan riset kolaboratif. 

Dengan integrasi perencanaan yang matang, kemitraan dengan kampus-kampus di Taiwan tersebut diproyeksikan mulai berjalan pada tahun akademik mendatang, menandai babak baru bagi pendidikan tinggi di Konawe Selatan. “Terima kasih kepada GROW Consulting yang telah memberikan peluang ini,” papar Ismail Suardi Wekke.

Rapat Kerja (ISW)

Undangan Rapat Kerja IAI Rawa Aopa 2026, Awal Tahun untuk Konsolidasi Internal

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menggelar Rapat Kerja (Raker) yang difokuskan pada penguatan fondasi organisasi. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika untuk melakukan konsolidasi internal guna memastikan target-target institusi sepanjang tahun dapat tercapai dengan lebih terukur dan sistematis. 

Rapat Kerja dijadwalkan sebagaimana undangan yang sudah disampaikan ke masing-masing unit, da juga civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Senin, 2 Februari 2026. Rencana raker akan dilangsungkan di Kampus Andoolo, Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa rapat kerja kali sebagai pemenuhan administratif, juga menjadi upaya mendalam untuk menyelaraskan visi antar unit kerja. Beliau menyampaikan bahwa konsolidasi di awal tahun sangat krusial agar seluruh gerak langkah institusi berada dalam satu komando yang sama. 

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa efisiensi pengelolaan keuangan akan menjadi prioritas utama guna mendukung program-program akademik yang lebih inovatif ke depannya. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan disiplin serta profesionalisme pegawai sebagai pilar utama dalam transformasi institusi yang sedang berjalan.

Dalam penyampaiannya terkait dengan persiapan rapat, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan langsung terkait urgensi sinergi di lingkungan kampus. “Rapat kerja ini adalah fondasi utama kita untuk menyusun peta jalan yang jelas selama setahun penuh, sehingga akan menyelaraskan semua program kerja,” tegas Ismail. 

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran mengenai tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya. “Kita harus memastikan bahwa setiap aktivitas yang direncanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kualitas pelayanan mahasiswa dan pengembangan riset dosen untuk bermuara pada pemenuhan akerditasi,” imbuhnya. 

Sebagai penutup pernyataannya, ia mengajak seluruh staf untuk mengubah pola pikir kerja menuju digitalisasi. “Tahun 2026 adalah tahun konsolidasi bagi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi universitas, sheingga lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Rapat kerja yang akan berlangsung di aula kampus Andoolo ini ditargetkan untuk melahirkan rumusan kebijakan yang aplikatif dan solutif. Melalui konsolidasi yang matang, IAI Rawa Aopa optimistis dapat meningkatkan daya saingnya di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkokoh eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul di Kabupaten Konawe Selatan dan dunia global. “Kita ikhtiarkan, bukan saja unggul di lokal, tetapi memiliki visibility di dunia globa,” pungkas Ismail.

Pembukaan Rakernas (ISW)

Hadir dalam Pembukaan Rakernas PPMPI di Yogyakarta, Sampaikan Kesediaan untuk Berkolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) melaksanakan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun ini di Yogyakarta (Rabu, 28 Januari 2026). Agenda strategis ini dihadiri oleh anggota dari seluruh penjuru Indonesia. Sementara itu, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut hadir dalam acara tersebut.

Kehadiran para pimpinan program studi dari pelbagai perguruan tinggi dalam forum ini menegaskan komitmen kolektif untuk meningkatkan mutu di lingkungan pendidikan Islam. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir langsung dalam seremoni pembukaan tersebut yang berlangsung di University Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk menjawab tantangan global dalam kaitan pengelolaan program studi. Ismail menyatakan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama agar program studi pendidikan Islam dapat bersaing secara internasional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Dalam keterangannya di sela-sela acara, Ismail Suardi Wekke menyampaikan komitmen institusinya secara lugas. “Kami di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memandang Rakernas ini sebagai momentum emas untuk menyelaraskan visi pengembangan kampus kami,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kesediaan untuk berkolaborasi, juga sebagai langkah konkret untuk berbagi sumber daya dan pengetahuan. “Saya menyatakan bahwa institusi kami sangat terbuka untuk menjalin kemitraan strategis dengan anggota PPMPI lainnya demi kemajuan bersama,” tegas Ismail.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga memaparkan visi manajerialnya terkait pengembangan sumber daya manusia sesuai dengan tekad PPMPI. Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan skema dukungan finansial dan kebijakan untuk pembukaan prodi di kampusnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar Rakernas di Yogyakarta ini mampu merumuskan program kerja yang dapat diimplementasikan oleh perguruan tinggi di daerah, termasuk di Konawe Selatan. Ia pun menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebuah program studi tidak hanya bergantung pada kualitas dosen, tetapi juga pada soliditas jaringan kerja sama antar-prodi yang tergabung dalam PPMPI.

Rakernas ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi seluruh pengelola prodi manajemen pendidikan Islam. Dengan adanya dukungan dari jajaran pimpinan rektorat seperti yang ditunjukkan oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, akselerasi akreditasi di lingkungan perguruan tinggi Islam optimis dapat tercapai dalam waktu dekat.

UGM (ISW)

Dinamika Persoalan Kalangan Pemuda dan Remaja di Pascasarjana UGM, Pimpinan IAI Rawa Aopa Didaulat Menjadi Panelis

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Seminar Nasional dengan tema Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045 digelar Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Jumat (30 Januari 2026). Kegiatan yang diprakarsai Ruang Kolaborasi Pemuda bersama-sama dengan KAPASGAMA dan Sekolah Pascasarjana UGM.

Forum yang mempertemukan tokoh nasional, legislator, akademisi, dan praktisi ini untuk membahas peran nyata pemuda dalam arah kebijakan dan pembangunan Indonesia. “Ruang Kolaborasi Pemuda adalah platform mempertemukan lintas profesi. Sehingga inilah yang menjadi salah satu makna Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” awal Ismail Suardi Wekke sebelum acara dimulai.

Tampil sebagai narasumber Ahmad Syauqi Suratno Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Scientific Committee Asian Youth Forum, Ambar Purwoko, Wakil Bupati Kulon Progo, Ruly Artha GM Bandara Internasional Yogyakarta.

Sedang sambutan disampaikan Muhamad Asruri Faishal Alam Ketua Ruang Kolaborasi Pemuda, Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si Ketua KAPASGAMA UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D Dekan Sekolah Pascasarjana UGM.

Dinamika persoalan dikalangan pemuda dan remaja saat ini kian memprihatinkan, mulai dari kejahatan jalanan, tindak kekerasan, judi online dan kenakalan remaja lainnya. Kasus yang kerap kali muncul di media sosial adalah kejahatan jalanan semakin meresahkan masyarakat.

Seyogyanya generasi muda yang menjadi generasi penerus bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas, namun realita yang terjadi saat justru jauh dari harapan. M. Asruri Faishal Alam selaku Ketua Umum Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY berpendapat bahwa problematika yang terjadi tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan stakeholder dalam mengatasinya.

Asruri Faishal Alam atau yang akrab disapa Faishal saat ditemui awak media disela acara Seminar Nasional,) siang menyatakan siap untuk berkolaborasi bersama semua pihak untuk bergerak berdampak agar generasi muda saat ini dapat memberikan kontribusi postif dalam sosial masyarakat dan juga dalam membangun bangsa ini.

Bahwa Seminar yang digelar di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045” bertujuan terbangunnya ruang dialog yang konstruktif untuk memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan, wadah pertukaran gagasan guna mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, sehingga terhindar dari perilaku-perilaku negatif ataupun menyimpang,” jelas Faishal.

Dalam kegiatan yang berkolaborasi dengan Kapasgama (Keluarga Alumni Pascasarjana Universitas Gajah Mada) tersebut menghadirkan narasumber Ahmad Syauqi Soeratno(Anggota DPD RI), Ismail Suardi Wekke, Ph.D. (Scientific Committee Asian Youth Forum), Ruly Artha (GM Bandara YIA), Ambar Purwoko (Wakil Bupati Kulon Progo).

Acara ini dihadiri Dr. Khamim Zarkasih Putro (Ketua Kapasgama) dan diikuti oleh sekitar 300 orang dari kalangan mahasiswa, remaja / pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, dan relawan sosial. “Keberagaman latar belakang peserta diharapkan dapat memperkaya perspektif diskusi serta mendorong terciptanya dialog dan kolaborasi pemuda yang konstruktif dalam merespons arah pembangunan wilayah secara inklusif dan berkelanjutan”, ujar faishal.

Lebih lanjut Faishal menyampaikan bahwa pengaruh negatif lingkungan dan media sosial merupakan faktor yang mempengaruhi timbulnya permasalahan dikalangan generasi muda seperti kenakalan remaja, tindak kekerasan, kejahatan jalanan, miras, narkoba, judol dll. Oleh sebab itu melalui momentum kegiatan seminar ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkegiatan positif, begerak dan berdampak.

“Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, kita bangun dan rawat generasi muda dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045”, pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. yang didaulat sebagai panelis dalam acara tersebut mengemukakan bahwa salah satu instrument kemajuan adalah dengan gotong royong. “Kita perlu meneruskan semangat dan tradisi gotong royong dalam pelbagai aktivitas,” tutur Ismail yang juga Wakil Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke menuturkan bahwa sebuah kehormatan bisa turut memberikan pandangan dan gagasan dalam kegiatan ini. “Terima kasih kepada Ruang Kolaborasi Pemuda yang telah mengundang kami,” tutup Ismail Suardi Wekke.

(Bahan Berita diambil dari Harian Merapi)

India-Indonesia (ISW)

IAI Rawa Aopa Initiates Partnership with Indian NGO, Begins with Initial Discussion

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – The Rawa Aopa Islamic Institute (IAI) of South Konawe has taken a strategic step onto the international stage by establishing a partnership with the Speaking Online Mental Health Consulting Foundation, a non-governmental organization (NGO) based in India. This collaboration kicked off on Wednesday, January 28, 2026, with an in-depth virtual discussion focused on strengthening the knowledge framework between the two nations.

Ismail Suardi Wekke, the Vice Rector for Planning, Finance, and Personnel at IAI Rawa Aopa, emphasized that this meeting serves as a cornerstone for the institution’s global networking efforts. “This cooperation is a necessity and a concrete step for us to initiate cross-border academic collaboration. We are starting with intensive discussions on mental health and education issues,” stated Ismail during his briefing from Yogyakarta.

During the session, both parties agreed on several follow-up agendas aimed at elevating academic standards through joint research and publication efforts. Ismail highlighted that prioritizing the investigation into India-Indonesia knowledge frameworks will be a primary focus, with plans already in motion for collaborative scientific journals and book publications. By merging the insights of Indonesian academics with Indian practitioners, the partnership aims to contribute significantly to the global body of science.

The collaboration also serves as a catalyst for institutional exposure, specifically focusing on the preparation of international conference presentations. Ismail noted that by involving lecturers and researchers in these global forums, the institution aims to transcend national educational standards. Furthermore, IAI Rawa Aopa is committed to bringing the local perspectives of Southeast Sulawesi to the international stage, ensuring that regional wisdom informs global solutions for social challenges.

The virtual nature of the meeting highlighted how technology is being leveraged to break down geographical barriers in higher education. This partnership solidifies IAI Rawa Aopa’s position as a progressive institution committed to building meaningful international alliances that offer tangible benefits to the academic community and society at large.

India-Indonesia (ISW)

Mulai Jalin Kerjasama dengan NGO India, IAI Rawa Aopa Awali Dengan Diskusi

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memulai langkah strategis internasional dengan menjalin kerja sama bersama Speaking Online Mental Health Consulting Foundation, sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) asal India. Inisiasi kolaborasi ini diawali melalui diskusi mendalam dalam pertemuan daring yang fokus pada penguatan kerangka pengetahuan antara kedua negara (Rabu, 28 Januari 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan fondasi bagi institusi dalam memperluas jejaring global. “Kerja sama ini sebagai sebuah keperluan, juga menjadi langkah konkret kami untuk mengawali kolaborasi akademik yang melintasi batas negara, dimulai dengan diskusi intensif mengenai isu-isu kesehatan mental dan pendidikan,” ujar Ismail dalam keterangannya usai diskusi yang saat ini berada di Yogyakarta.

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak menyepakati sejumlah agenda tindak lanjut yang mencakup bidang penelitian dan publikasi. Ismail menekankan pentingnya sinergi ini dengan menyebutkan bahwa kolaborasi riset mengenai kerangka pengetahuan India-Indonesia akan menjadi salah satu prioritas utama. Beliau menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menghadirkan perspektif lokal Sulawesi Tenggara dalam kancah internasional melalui kemitraan strategis ini.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa diskusi ini juga mematangkan persiapan untuk presentasi dalam konferensi internasional yang akan datang. Menurutnya, keterlibatan aktif dosen dan peneliti dalam forum bersama NGO India tersebut akan melampaui standar nasional pendidikan dalam bidang akademik serta eksposur institusi di tingkat global. Beliau berharap hasil dari diskusi awal ini dapat segera diimplementasikan dalam bentuk kegiatan nyata yang bermanfaat bagi kedua lembaga.

Selain rencana presentasi konferensi, agenda kerja sama ini mencakup program publikasi bersama, baik dalam jurnal ilmiah maupun penerbitan buku. Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa integrasi pemikiran antara akademisi Indonesia dan praktisi dari India akan memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Beliau juga menambahkan bahwa ke depannya, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan karya-karya akademik yang bereputasi dan memberikan solusi atas tantangan sosial di kedua negara.

Pertemuan yang berlangsung secara virtual tersebut menjadi bukti pemanfaatan teknologi dalam menembus sekat geografis demi kemajuan pendidikan tinggi. Melalui tautan rekam medis pertemuan yang telah didokumentasikan, seluruh sivitas akademika dapat memantau progres kolaborasi ini. Dengan adanya kesepakatan awal ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan semakin memantapkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang progresif dalam membangun kemitraan internasional.

dari Gontor ke Rawa Aopa (ISW)

Dari Gontor ke Rawa Aopa: Mengadaptasi Arsitektur Kelembagaan Gontor untuk Akselerasi Menara Pendidikan Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Ini merupakan catatan, dalam kaitan untuk eksplorasi kerjasama antara Universitas Darussalam Gontor dan Gontor Kampus 6 (Pudahoa, Konawe Selatan) dengan Institut Agama Islam Rawa Konawe Selatan.

Dalam peta pendidikan Islam di Indonesia, Pondok Modern Darussalam Gontor beserta Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor telah bertransformasi menjadi “Menara Pendidikan”. Keberhasilannya dalam menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan modernitas menjadi role model bagi institusi baru. 

Bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyerap energi dan metodologi dari Gontor bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan langkah strategis untuk melakukan lompatan kualitas (quantum leap) dalam penguatan kapasitas internal. Berikut adalah pilar-pilar penguatan yang dapat diadaptasi melalui kolaborasi strategis tersebut:

Pertama: Standarisasi Manajemen Tata Kelola (Total Quality Management)

Gontor memiliki sistem tata kelola yang mandiri, disiplin, dan berkelanjutan. IAI Rawa Aopa dapat belajar mengenai sistem administrasi dan manajemen organisasi yang berbasis pada nilai keikhlasan namun dijalankan dengan profesionalisme tinggi. Pendampingan dari UNIDA Gontor dalam hal penjaminan mutu internal akan membantu IAI Rawa Aopa membangun sistem kelembagaan yang kokoh, transparan, dan akuntabel sejak dini.

Kedua: Pengembangan Kapasitas SDM melalui “Kaderisasi” Akademik

Salah satu kekuatan utama Gontor adalah sistem kaderisasinya yang tak pernah putus. Melalui kolaborasi ini, dosen dan staf IAI Rawa Aopa dapat mengikuti program short course atau magang manajerial di UNIDA Gontor. Tujuannya adalah untuk mentransfer etos kerja, kedisiplinan, dan pola pikir pengabdian yang menjadi ciri khas tenaga pendidik di Gontor, sehingga tercipta SDM yang memiliki loyalitas tinggi terhadap visi institusi.

Ketiga: Internalisasi “Panca Jiwa” dalam Budaya Kampus

Pendidikan Islam bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. IAI Rawa Aopa dapat mengadopsi nilai-nilai “Panca Jiwa” (Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan) ke dalam budaya kampus. Dengan belajar dari Gontor, IAI Rawa Aopa dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga membentuk integritas moral mahasiswa di Konawe Selatan.

Keempat: Pendampingan Akreditasi dan Publikasi Ilmiah

Sebagai institusi yang telah mapan, UNIDA Gontor memiliki pengalaman luas dalam menavigasi regulasi pendidikan tinggi dan standar akreditasi nasional maupun internasional. Gontor dapat memberikan asistensi teknis bagi IAI Rawa Aopa dalam memetakan borang akreditasi, pengelolaan jurnal ilmiah, hingga strategi peningkatan jabatan fungsional dosen, sehingga proses penguatan status kelembagaan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Kelima: Pemanfaatan Jaringan Global Gontor untuk Aksesibilitas

Gontor memiliki jejaring alumni dan kemitraan internasional yang sangat luas di Timur Tengah maupun Barat. Dengan bernaung di bawah bimbingan “Menara” ini, IAI Rawa Aopa mendapatkan akses untuk terhubung dengan mitra-mitra internasional tersebut. Hal ini membuka peluang bagi IAI Rawa Aopa untuk terlibat dalam forum-forum ilmiah dunia, program beasiswa, dan kolaborasi global yang sebelumnya sulit dijangkau secara mandiri.

Penutup

Belajar dari Gontor berarti belajar tentang ketahanan dan visi jangka panjang. Dengan memposisikan Gontor sebagai mentor kelembagaan, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak perlu memulai semuanya dari nol. 

Melalui bimbingan dari UNIDA Gontor dan dukungan kewilayahan dari Gontor Kampus 6, IAI Rawa Aopa siap bertransformasi menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam di Sulawesi Tenggara yang berakar kuat pada tradisi dan menjulang tinggi dalam prestasi.

 

Padang Lawas (ISW)

Implementasi MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua Sumatera Utara, IAI Rawa Aopa Laksanakan Seminar Nasional Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan jejaring akademik di tingkat nasional. Langkah konkret ini diwujudkan melalui implementasi kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara. Kedua lembaga sepakat menggelar Seminar Nasional Kolaboratif sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang telah disepakati sebelumnya (Sabtu, 24 Januari 2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi. Seminar tersebut menghadirkan berbagai narasumber kompeten untuk membahas tantangan pendidikan Islam di era transformasi digital. Sinergi antara perguruan tinggi dari Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam pengembangan kurikulum.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa pertemuan akademik lintas pulau adalah kunci kemajuan institusi. 

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk membangun kekuatan intelektual bersama,” ujar Ismail Suardi Wekke yang turut menjadi salah satu pembicara dalam seminar nasional tersebut.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa fokus utama dari kerja sama ini adalah akselerasi kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, dosen dan mahasiswa harus memiliki wawasan yang luas melampaui batas daerah masing-masing. Ia menyebutkan bahwa seminar nasional ini menjadi wadah pertukaran ide yang segar bagi para akademisi dari kedua kampus yang terlibat.

Pihak rektorat IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk memastikan setiap butir kesepahaman tidak berhenti di atas kertas saja. Ismail menekankan pentingnya keberlanjutan program pasca-seminar agar dampak positifnya terasa bagi masyarakat luas. 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap MoA yang ditandatangani segera dikonversi menjadi aksi nyata yang produktif bagi sivitas akademika,” tegas lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail menguraikan bahwa penguatan tata kelola kelembagaan menjadi salah satu prioritas dalam kemitraan ini. Ia berharap adanya transfer pengetahuan mengenai manajemen perguruan tinggi antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas. Upaya ini dipandang strategis untuk mendorong percepatan akreditasi program studi menuju predikat unggul di masa mendatang.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan pesan optimistis mengenai masa depan pendidikan Islam di Indonesia melalui kolaborasi yang inklusif. Ia berpendapat bahwa kemandirian kampus dapat dicapai dengan cara saling mendukung antarlembaga pendidikan. “Sinergi ini adalah langkah awal dari rangkaian panjang riset bersama dan publikasi ilmiah yang akan kita garap di tahun ini,” tambahnya dengan penuh semangat.

Seminar nasional ini ditutup dengan penyusunan rencana aksi bersama untuk program pertukaran dosen tamu dan penelitian kolaboratif. Keberhasilan acara ini menandai babak baru bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas pengaruh akademisnya hingga ke wilayah Sumatera. Kerja sama ini diharapkan menjadi role model bagi institusi lain dalam membangun konektivitas pendidikan di tingkat nasional.