Women in Science (ISW)

Pengumuman: Webinar Ramadhan “Women in Science”

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Prakarsa bersama Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Bank Syariah Nasional (Cabang kendari) melaksanakan inisiatif bersama Webinar “Women in Science”.

Bulan suci Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan sembari memperkuat nilai-nilai spiritual. Menanggapi semangat tersebut, kami dengan bangga mengundang Bapak/Ibu, rekan-rekan mahasiswa, dan pemerhati isu gender dalam dunia akademik untuk bergabung dalam Webinar Ramadhan bertajuk “Women in Science: Menyeimbangkan Intelektualitas dan Spiritualitas”. Acara ini dirancang sebagai wadah diskusi inklusif untuk merayakan peran penting perempuan dalam memajukan batas-batas ilmu pengetahuan.

Webinar ini bertujuan untuk menyoroti kontribusi luar biasa para ilmuwan perempuan dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari sains dasar hingga teknologi terapan. Kita akan mendengarkan kisah inspiratif tentang bagaimana mereka menavigasi tantangan di lapangan kerja yang sering kali didominasi oleh laki-laki, serta cara mereka menjaga integritas profesional di tengah tanggung jawab sosial dan domestik. 

Fokus utama kami adalah memberikan gambaran nyata bahwa keterlibatan perempuan dalam riset bukan hanya soal representasi, melainkan kebutuhan krusial untuk inovasi yang lebih beragam. Selain membahas aspek profesional, sesi ini juga akan menyentuh sisi spiritual yang relevan dengan suasana Ramadhan. Kita akan mendiskusikan bagaimana mengejar ilmu pengetahuan dipandang sebagai bentuk ibadah dan bagaimana nilai-nilai kesabaran serta ketekunan dalam riset selaras dengan esensi berpuasa. 

Para pembicara akan berbagi tips praktis mengenai manajemen waktu dan menjaga kesehatan mental agar tetap produktif selama bulan suci, sehingga peserta dapat meraih keberkahan ganda, baik secara intelektual maupun rohani. Acara ini akan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada akhir Ramadhan mendatang (Senin, 16 Maret 2026; Pukul 15.30-17.30 WITA). 

Kami telah menyiapkan panel pembicara yang terdiri dari akademisi senior, peneliti muda yang berdedikasi, serta praktisi industri yang akan dipandu oleh moderator berpengalaman. Peserta tidak hanya akan mendapatkan wawasan baru, tetapi juga kesempatan untuk memperluas jejaring profesional dan mendapatkan sertifikat elektronik sebagai apresiasi atas partisipasi aktif dalam diskusi yang mencerahkan ini.

Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai peran perempuan dalam ekosistem sains global. Segera daftarkan diri Anda melalui tautan resmi yang tertera pada poster di bawah ini karena kuota peserta sangat terbatas. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai langkah awal untuk menciptakan lingkungan akademik yang lebih setara, suportif, dan penuh berkah bagi seluruh ilmuwan di masa depan.

Nantinya, catatan dan hasil diskusi akan dipublikasikan melalui Penerbit Rawa Aopa Konawe Selatan https://penerbit.rawaaopakonsel.ac.id.

Acara Turnitin (ISW)

Ngabuburit with Turnitin, Pertemuan Terakhir: Ngabuburit Produktif dan Berintegritas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sore hari menjelang berbuka adalah waktu yang begitu membahagiakan. Energi mulai menurun namun semangat harus tetap terjaga. Mahasiswa, dosen, dan juga peneliti dapat berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Kita dapat memilih untuk belajar bersama terkait orisinalitas karya tulis ilmiah. Momen ini menjadi ajang belajar sekaligus menunggu azan magrib tiba. Turnitin menjadi perangkat utama dalam sesi ngabuburit khusus ini.

Sesi terakhir dari dua sesi, akan dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, Pukul 14.00 WIB (Jakarta) – 15.00 WITA (Andoolo/Makassar) – 16.00 WIT (Papua/Wamena). Melalui aplikasi pertemuan zoom.

Ngabuburit with Turnitin adalah sebuah konsep kegiatan kolektif yang memadukan tradisi menunggu berbuka puasa dengan penguatan integritas akademik. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa dan peneliti untuk meninjau orisinalitas karya tulis mereka secara santai.

Fokus utamanya adalah mengubah waktu tunggu yang biasanya pasif menjadi sesi konsultasi naskah yang produktif. Melalui kegiatan ini, budaya jujur dalam menulis ditekankan sebagai bagian dari nilai-nilai kejujuran di bulan suci.

Salah satu tujuan agar peserta mengetahui letak kesalahan sitasi sebelum naskah tersebut dikumpulkan secara resmi. Teknologi digunakan sebagai alat bantu evaluasi diri yang objektif dan transparan.

Kegiatan ini sesi diskusi terkait dengan “Parafrase” yang interaktif. Kegiatan ini juga mengusung konsep pendampingan sebaya (peer-review) dalam membaca laporan hasil Turnitin. Peserta dapat saling memberikan masukan mengenai bagian tulisan yang perlu diperbaiki atau diperjelas sumbernya.

Pemahaman bahwa skor tinggi tidak selalu berarti plagiarisme akan dijelaskan secara mendalam dan mendetail. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan mahasiswa terhadap perangkat lunak pendeteksi kemiripan tersebut. Kerjasama antarpeserta diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang saling mendukung dan kompetitif.

Unsur spiritual tetap diintegrasikan ke dalam konsep ini melalui refleksi tentang integritas diri. Menjaga orisinalitas tulisan dimaknai sebagai bentuk kejujuran yang selaras dengan nilai-nilai ibadah puasa.

Peserta diajak menyadari bahwa karya yang berkah adalah karya yang dihasilkan dari pemikiran sendiri. Integritas akademik bukan sekadar aturan formal, melainkan prinsip moral yang harus dijaga selamanya. Konsep ini membangun karakter peneliti yang bertanggung jawab atas setiap kata yang ditulisnya.

Acara dirancang untuk menjadi bagian amaliah ramadhan. Konsep “Ngabuburit with Turnitin” ini diharapkan menjadi rangkaian kegiatan selama Ramadhan. Sebuah cara mengisi waktu-waktu Ramadhan untuk meraih kesuksesan akademik sekaligus keberkahan di bulan Ramadan.

“Kegiatan ini merupakan prakarsa bersama Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Turnitin Indonesia”

FGD (ISW)

Laksanakan FGD Bersama Panitia Pelaksana, IAI Rawa Aopa Siapkan Seminar di Bulan Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mulai mematangkan persiapan amaliyah Ramadhan dalam bulan suci melalui agenda akademik. Hal ini terlihat saat jajaran pimpinan rektorat bersama panitia pelaksana menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna merancang seminar yang rencananya akan dilaksanakan pekan depan (Rabu, 25 Februari 2026).

Kegiatan FGD ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke. Dalam pertemuan tersebut, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa seminar ini selain sebagai agenda rutin, juga upaya institusi dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan khazanah keilmuan kontemporer. 

Beliau menjelaskan bahwa pemilihan tema dan narasumber telah dilakukan secara cermat agar pesan yang disampaikan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Kita mendapatkan konfirmasi dari Tokyo City University, Jepang sebagai salah satu pembicara,” papar Ismail.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kesiapan manajerial dalam pelaksanaan kegiatan ini sudah mulai dipetakan agar seluruh rangkaian acara berjalan tanpa hambatan teknis. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit di lingkungan kampus untuk memastikan syiar Islam melalui jalur pendidikan ini mencapai target audiens yang lebih luas, baik secara luring maupun daring.

“Seminar di bulan Ramadhan nanti dapat menjadi oase intelektual bagi mahasiswa dan masyarakat umum di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengarahan dalam FGD tersebut. Beliau juga menambahkan diskusi khusus kepada panitia dengan menyatakan bahwa pihaknya ingin memastikan setiap sesi diskusi memiliki dampak nyata bagi pengembangan karakter mahasiswa. 

Selain itu, terkait aspek teknis, beliau berpesan agar panitia bekerja dengan semangat pengabdian mengingat momentum ini adalah bagian dari dakwah kampus di bulan mulia. Panitia pelaksana sendiri menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen untuk menyusun jadwal yang proporsional agar tidak mengganggu ibadah puasa para peserta. 

Dengan koordinasi yang intensif melalui FGD ini, IAI Rawa Aopa optimis seminar Ramadhan tahun ini akan menjadi salah satu program unggulan yang memperkuat posisi kampus sebagai pusat literasi keislaman di Sulawesi Tenggara. “Kita juga akan mengajak elemen mahasiswa dan pemuda, baik regional maupun nasional untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ngaji (ISW)

Ngaji Menulis Artikel Selama Ramadhan 1447 H, Inisiasi Rumah Jurnal UIN Ponorogo Bersama 20 PT dan Institusi Penerbit

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo – Menjadikan suasana Ramadhan menjadi momentum intelektual, Rumah Jurnal UIN Ponorogo resmi menginisiasi program “Ngaji Menulis Artikel”. Program kolaboratif ini menggandeng 20 Perguruan Tinggi (PT) dan institusi penerbit di seluruh Indonesia untuk mencetak karya ilmiah berkualitas sepanjang bulan suci 1447 H.

Sesi perdana sukses diselenggarakan secara daring pada Jumat 20 Februari 2026, menandai dimulainya rangkaian transformasi Rumah Jurnal dari sekadar pusat administrasi menjadi inkubator riset yang dinamis bagi akademisi.

Koordinator Rumah Jurnal UIN Ponorogo, Dr. Muhammad Hariri, menegaskan bahwa semangat utama dari agenda ini adalah sinergi.

“Kami fokus pada kolaborasi. Targetnya, jurnal yang dikelola UIN Ponorogo tidak saja maju sendiri, tetapi juga melangkah maju bersama dengan perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Melalui program ini, Rumah Jurnal bertindak sebagai ruang diskusi dua arah. Para peserta—yang terdiri dari dosen hingga mahasiswa tingkat akhir—diajak membedah “anatomi” artikel ilmiah secara mendalam, mulai dari perumusan abstrak yang tajam hingga teknik sitasi referensi mutakhir agar layak menembus jurnal bereputasi internasional.

Hadir sebagai narasumber sesi pertama, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan literasi produktif ini. Menurutnya, menulis adalah bentuk syiar ilmu yang tidak boleh terhenti oleh rasa lapar atau dahaga saat berpuasa.

Program “Ngaji Menulis Artikel” ini direncanakan berlangsung dalam empat sesi selama bulan Ramadhan. Harapannya, tradisi menulis ini akan terus terjaga dan menjadi budaya akademik yang melekat bahkan setelah bulan suci berakhir.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa kolaborasi lintas institusi yang melibatkan 20 lembaga ini bukan sekadar angka seremonial. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pondasi ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia. Dengan menyatukan sumber daya dan perspektif dari berbagai kampus, hambatan-hambatan teknis dalam penulisan diharapkan dapat teratasi melalui transfer pengetahuan antarlembaga.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan para peserta bahwa esensi dari sebuah karya ilmiah tidak hanya terletak pada struktur teknis yang rapi, tetapi juga pada bobot manfaatnya. Ia menegaskan bahwa artikel yang dihasilkan dari program ini harus mampu memberikan dampak nyata dan menjadi solusi bagi persoalan di tengah masyarakat luas, bukan sekadar menjadi tumpukan teks di portal jurnal.

Momentum Ramadhan pun dinilai sebagai waktu yang sangat tepat atau “momentum emas” bagi para peneliti. Di tengah suasana puasa yang menuntut ketenangan, para dosen dan peneliti diajak untuk lebih fokus dalam memoles draf penelitian mereka. Ismail berharap program ini menjadi pemantik agar tradisi menulis tetap mengakar kuat dan terjaga konsistensinya, meski bulan suci telah berlalu.

Ramadhan (ISW)

IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima Perkuat Sinergi Lewat Program Kolaboratif Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima. Kedua institusi pendidikan tinggi Islam ini sepakat untuk meluncurkan serangkaian program kolaboratif yang fokus pada pengembangan pengabdian masyarakat dan penguatan literasi keagamaan.

“Kita bertemu di Jakarta, dan mendiskusikan sebuah program untuk belajar bersama sepanjang Ramadhan dengan kegiatan intensif bagi penelitian dan publikasi,” papar Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memperluas jangkauan syiar akademik di luar batas wilayah masing-masing kampus. Menurutnya, momentum Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih bermakna.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa sinergi ini akan menjadi sarana dalam penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Beliau juga menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi menara gading, melainkan harus hadir dimulai dari soliditas internal. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa luaran dari program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetensi dosen dan mahasiswa dalam menuliskan program riset yang telah dijalankan melalui program-program yang inovatif dan relevan.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ismail menegaskan komitmen institusinya terhadap keberlanjutan program ini. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, Dalam kesempatan selama Ramadhan justru kita bisa terus belajar,” ujar Ismail yang bersiap berangkat ke Kuala Lumpur.

Ia juga menambahkan mengenai aspek teknis pelaksanaan kegiatan tersebut di lapangan. “Kerja sama ini telah berjalan dan justru meomentum Ramadhan menjadi kesempatan mempertahankan kerjasama yang sudah berlangsung selama ini,” tegasnya. 

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan pesan mengenai visi jangka panjang dari kemitraan ini. “Momentum ini adalah awal dari kolaborasi lintas provinsi yang akan menjadi pola kerja dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat berbasis keagamaan di Indonesia Timur,” pungkasnya.

Program kolaboratif ini rencananya akan dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadhan, dan tidak terbatas pada dua kampus. “Kita sebagai pelaksana teknis saja, namun justru menjadi platform kerjasama lintas kampus,” pungkas Ismail Suardi Wekke.