Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –
Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperluas jangkauan akademiknya ke level internasional. Kampus hijau ini menyatakan bergabung dalam agenda Riset Kolaboratif Indonesia-Australia. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kualitas penelitian dosen dan mahasiswa di kancah global. Pertemuan awal dilaksanakan daring (Jumat, 23 Januari 2026).
Kerja sama ini melibatkan berbagai perguruan tinggi ternama dari kedua negara. Fokus utama riset akan menyasar pada pengembangan sumber daya manusia di wilayah pesisir. IAI Rawa Aopa berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam pengumpulan data dan analisis kebijakan regional.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, hadir dan menjadi bagian dalam kelompok penelitian. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan jembatan emas bagi institusi untuk bertransformasi. “Bergabungnya kami dalam riset lintas negara ini adalah wujud nyata dari upaya peningkatan mutu akademik di Konawe Selatan,” ujar Ismail saat ditemui setelah selesai kegiatan Peningkatan Kapasitas Dosen 2026..
Ismail menegaskan bahwa keterlibatan ini akan membuka peluang besar bagi dosen untuk mempublikasikan karya ilmiah mereka di jurnal internasional bereputasi. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh seluruh biaya yang diperlukan dalam proses penelitian bersama tersebut.
“Kami tidak hanya ingin hadir sebagai pelengkap, tetapi juga menjadi pemain utama dalam setiap inovasi yang dihasilkan dari kemitraan ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa program ini akan menitikberatkan pada kajian sosial dan pendidikan Islam kontemporer yang relevan dengan kebutuhan kedua negara. Ia berharap hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan publik.
“Target kami adalah menghasilkan rekomendasi penelitian yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas melalui penguatan sektor pendidikan,” tambah Ismail.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga mengungkapkan bahwa pihak kampus telah menyiapkan tim khusus untuk mengawal jalannya riset tersebut agar sesuai dengan jadwal. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan universitas di Australia akan memberikan perspektif baru bagi para peneliti lokal dalam melihat isu-isu global. Dukungan infrastruktur digital di lingkungan IAI Rawa Aopa pun terus ditingkatkan demi memfasilitasi komunikasi jarak jauh dengan mitra riset di luar negeri.
Ismail menyampaikan harapannya agar program riset kolaboratif ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu proyek saja. Ia meyakini bahwa jaringan internasional yang terbangun akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara. Melalui kemitraan ini, ia optimistis standar kualitas lulusan kampus akan semakin kompetitif di pasar kerja internasional.
Kegiatan riset ini dijadwalkan akan mulai berjalan pada semester genap 2025/2026 dengan melibatkan pertukaran data secara intensif. Semua pihak berharap kolaborasi ini menjadi awal dari kerja sama lain yang akan dilakukan antara IAI Rawa Aopa dengan institusi global. Penandatanganan nota kesepahaman diharapkan segera dilakukan sebagai landasan hukum bagi kedua belah pihak.
