IMG-20260629-WA0032

Perkuat Integritas Akademik, LPPM IAI Rawa Aopa Sukses Gelar Workshop Bersama Turnitin

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menyelenggarakan workshop akademik berbasis digital, Senin (29/6/2026).

Acara yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting ini terlaksana berkat dukungan penuh dari platform deteksi plagiarisme global, Turnitin.

Agenda strategis ini dihadiri dari berbagai elemen. Tercatat, kegiatan tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan jajaran pengurus yayasan internal, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan civitas akademika lintas kampus. Kehadiran peserta dari berbagai institusi luar ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi kerja sama antar-perguruan tinggi yang diinisiasi oleh LPPM.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan institusi dalam menjaga mutu ilmiah. Beliau menekankan bahwa penanaman nilai kejujuran di lingkungan kampus tidak boleh berhenti pada tataran teori.

“Ini merupakan ikhtiar dalam mendukung integritas. Bagaimanapun integritas perlu diikhtiarkan, diimplementasikan, dan dijadikan sebagai nilai, bahkan tradisi,” tegas Ismail dalam acara tersebut yang bertindak selaku moderator.

Sejalan dengan hal tersebut, Ismail mengemukakan bahwa LPPM IAI Rawa Aopa senantiasa kolaborasi dengan institusi luar merupakan langkah taktis untuk mengakselerasi adaptasi teknologi digital dalam proses penjaminan mutu karya ilmiah.

Ismail di sela-sela acara menambahkan, “Kehadiran teknologi seperti Turnitin bukan untuk membatasi kreativitas, melainkan menjadi panduan agar karya ilmiah yang dilahirkan mahasiswa dan dosen kita benar-benar orisinal serta dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Menanggapi animo peserta lintas kampus, Ismail menyebutkan bahwa kehadiran partisipan daring ini membuktikan besarnya kebutuhan akan standardisasi antiprosedur plagiat di era digital. Salah satu peserta yang mengikuti jalannya workshop secara penuh menuturkan.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi rekan-rekan dari lintas kampus yang hadir hari ini, karena upaya menjaga muruah akademik ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus kolektif,” ungkapnya.

Di sisi lain, materi yang disampaikan memberikan perspektif baru bagi para peserta. Perwakilan peserta dari kampus mitra mengungkapkan bahwa pemaparan dalam workshop ini memberikan pemahaman yang sangat aplikatif mengenai batasan plagiarisme dan teknik sitasi yang benar.

Apresiasi juga datang dari kalangan pengajar. Salah seorang dosen senior mengapresiasi inisiatif LPPM yang menggandeng Turnitin karena menurutnya sistem pelacakan ini sangat membantu proses bimbingan.

“Melalui sistem ini, proses verifikasi tugas akhir mahasiswa menjadi jauh lebih objektif dan transparan,” ujarnya.

Melalui suksesnya workshop virtual ini, LPPM IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap pemanfaatan Turnitin dapat dioptimalkan secara menyeluruh oleh seluruh civitas akademika, sekaligus menjadi motor penggerak lahirnya generasi peneliti yang menjunjung tinggi etika penulisan ilmiah.

IMG-20260228-WA0004

Langkah Nyata IAI Rawa Aopa Bangun Pusat Halal di Bawah Koordinasi LPPM

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa beriktiar untuk turut mendukung penguatan ekonomi syariah di Indonesia. Sebagai langkah nyata dalam berpartisipasi aktif pada ekosistem halal nasional, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan pembentukan Pusat Halal (Halal Center).

Kehadiran lembaga ini diproyeksikan menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha, khususnya di wilayah Konawe Selatan, untuk mendapatkan pendampingan dan sertifikasi produk halal secara kredibel.

“Siang ini, kami mengikuti remedial dalam kaitan pelatihan penyelia halal yang dilaksanakan Universitas Indonesia,” ungkap Ismail Suardi Wekke (Jumat, 28 Februari 2026).

Pusat Halal IAI Rawa Aopa untuk saat ini dikoordinir langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap proses inisiasi berjalan selaras dengan kaidah akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi LPPM, perguruan tinggi berupaya melakukan pemetaan potensi produk lokal yang membutuhkan legalitas halal agar dapat bersaing di pasar global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjawab kebutuhan zaman. Beliau menjelaskan bahwa pembentukan Pusat Halal sebagai bagian dari partisipasi masyarakat. Juga sebuah ikhtiar besar untuk mengawal kualitas konsumsi masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi umat.

Menurutnya, IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah dalam memahami regulasi serta standar halal yang berlaku. Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kesadaran akan pentingnya ekosistem halal harus dimulai dari institusi pendidikan yang memiliki akses terhadap riset dan edukasi.

Beliau menyatakan, “Kami memandang bahwa Pusat Halal ini adalah instrumen strategis untuk memastikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya hadir dalam ruang kelas, tetapi juga hadir dalam solusi ekonomi masyarakat”.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi dengan berujar, “Kehadiran pusat ini akan menjadi laboratorium pengabdian yang nyata, di mana dosen dan mahasiswa dapat berkontribusi langsung dalam proses standardisasi produk.”

Ismail juga menambahkan mengenai visi jangka panjang lembaga ini dengan mengatakan, “Pusat Halal ini kami siapkan untuk menjadi pionir di Sulawesi Tenggara dalam mendukung percepatan wajib sertifikasi halal yang dicanangkan pemerintah.”

Selain itu, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk mendukung operasional awal lembaga tersebut di bawah naungan LPPM. Beliau juga memaparkan bahwa rencana pengembangan Pusat Halal ini mencakup pelatihan bagi para pendamping proses produk halal (P3H) agar memiliki kompetensi yang mumpuni.

Di akhir keterangannya, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi bahwa target utama dari inisiasi ini adalah terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui jaminan kualitas produk yang telah terstandarisasi secara halal.

“Kita sementara menunggu surat keputusan izin pembukaan program studi ekonomi syariah. Sehingga dengan adanya prodi baru ini, menjadi kesempatan untuk membentuk ekosistem ekonomi syariah yang komprehensif,” pungkas Ismail Suardi Wekke.