IMG-20260126-WA0030

Silaturahmi ke BRIDA Konsel, IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi Dalam Pembangunan Daerah

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah terus digalakkan di Kabupaten Konawe Selatan. Jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan resmi ke Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan guna mendiskusikan berbagai potensi kolaborasi strategis dalam pengembangan daerah berbasis data dan riset, Senin, 26/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum penting bagi kedua lembaga untuk menyelaraskan visi. IAI Rawa Aopa sebagai institusi pendidikan tinggi di Konawe Selatan memandang bahwa riset tidak boleh hanya berhenti di perpustakaan kampus, melainkan harus bertransformasi menjadi solusi nyata bagi kebijakan publik.

Delegasi IAI Rawa Aopa dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan komitmen kampus dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan ilmiah. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan di Konawe Selatan didukung oleh kajian akademik yang kuat.

“Turut bersama-sama dalam delegasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dekan Fakultas Syariah, dan juga Ketua Program (prodi) Studi PAI dan prodi PGMI,” tutur Ismail Suardi Wekke mengawali pertemuan yang berlangsung di auditorium BRIDA Konawe Selatan.

“Kami datang dengan semangat bahwa kampus dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah, khususnya dalam pengembangan budaya riset,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela diskusi.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu menyelaraskan visi dan misi kedua lembaga sehingga bisa berjalan seiring. Menurutnya, potensi Konawe Selatan sangat besar, namun memerlukan sentuhan riset yang tepat agar pengembangannya lebih terukur dan berkelanjutan.

“Sinergi antara IAI Rawa Aopa dan BRIDA akan menjadi jembatan bagi para akademisi untuk dapat memperkaya keilmuan mereka dalam bentuk belajar pada program yang dijalankan BRIDA,” tegasnya kembali.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail juga menyoroti kemungkinan keterlibatan mahasiswa yang menerima bantuan dalam program SETARA Konawe Selatan dalam program-program riset daerah. Beliau mengatakan bahwa penguatan sumber daya manusia di tingkat lokal menjadi kunci utama agar inovasi daerah tidak stagnan dan terus berkembang mengikuti zaman.

“Fokus kami bukan sekadar kerja sama di atas kertas, melainkan aksi nyata di mana hasil penelitian dosen dan mahasiswa kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dalam mengambil keputusan,” pungkas Ismail.

Sementara itu, pihak BRIDA Konawe Selatan menyambut positif inisiatif ini dan berencana menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan penyusunan nota kesepahaman yang lebih teknis. Kepala BRIDA Konawe Selatan beserta jajaran Kepala Bidang, Sekretaris, dan juga staf, bersama-sama dalam diskusi tersebut.

Kolaborasi ini diproyeksikan untuk menjadi instrumen motor penggerak bagi ekosistem riset dan inovasi di wilayah Konawe Selatan ke depan.

“Terima kasih kepada Bapak Kepala BRIDA Konawe Selatan dan seluruh tim kerja yang telah bersedia menerima kami,” pungkas Ismail Suardi Wekke usai kegiatan yang diakhiri dengan photo bersama.

Beasiswa (ISW)

Beasiswa Bagi Mahasiswa IAI Rawa Aopa dari Pemerintah Kabupaten di Sulawesi Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Tiga Pemerintah Kabupaten di Sulawesi Tenggara terus memperkuat komitmen dalam pembangunan sumber daya manusia. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah penyaluran beasiswa bagi mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa. Ketiga pemkab tersebut adalah Konawe Selatan, Konawe, dan Bombana.

“Kita sudah menandatangani MoU dan MoA dengan tiga pemerintah kabupaten tersebut. Sehingga, pencairan beasiswa berjalan lancar,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu Bupati Konawe Selatan di rumah jabatan bupati, Andoolo (Rabu, 21 Januari 2026).

Program ini diharapkan mampu meringankan beban biaya pendidikan bagi putra-putri daerah yang sedang menempuh studi. Langkah kolaboratif ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak kampus. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi adalah kunci kemajuan daerah.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas perhatian besar yang diberikan pemerintah kabupaten kepada para mahasiswa. Ia juga menjelaskan bahwa beasiswa tersebut akan sangat membantu keberlanjutan studi mahasiswa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, Ismail menekankan bahwa bantuan ini merupakan motivasi bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas akademik.

“Beasiswa ini adalah oase bagi mahasiswa kami untuk terus berprestasi tanpa harus terkendala biaya pendidikan,” ujar Ismail saat ditemui di ruang kerjanya. Ia menambahkan bahwa kepercayaan pemerintah daerah harus dijawab dengan prestasi nyata oleh seluruh sivitas akademika. 

“Kami berkomitmen untuk mencetak lulusan yang siap membangun daerah setelah mereka menyelesaikan pendidikan di sini,” tegasnya dengan penuh optimisme.

Kehadiran program beasiswa ini juga dinilai tepat sasaran di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan indeks pembangunan manusia. Ismail Suardi Wekke menyebutkan bahwa alokasi anggaran pendidikan ini mencerminkan keberpihakkan pemerintah terhadap masa depan generasi muda. 

Pemerintah kabupaten dipandang telah menjalankan fungsinya dengan baik dalam memeratakan akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Ismail kembali menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam penyaluran bantuan tersebut. 

“Kami akan memastikan bahwa mahasiswa penerima beasiswa adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria dan memiliki semangat belajar tinggi,” kata Ismail. Hal ini penting agar manfaat dari anggaran daerah dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

Program ini tidak hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis pengembangan wilayah. Pihak IAI Rawa Aopa berharap kerja sama semacam ini dapat diperluas ke sektor-sektor penelitian dan pengabdian masyarakat. Ismail meyakini bahwa perguruan tinggi harus menjadi laboratorium pemikiran bagi kebijakan-kebijakan pemerintah di masa mendatang.

Penyaluran beasiswa ini kini telah diterima untuk tahun akademik 2025/2026. Mahasiswa diharapkan dapat melaporkan secara berkala kepada pemerintah kabupaten masing-masing agar proses pencairan untuk tahun akademik mendatang dapat berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Dengan adanya dukungan ini, harapan akan munculnya pemimpin masa depan dari pelosok Konawe Selatan kini semakin terbuka lebar.

BRIDA (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siap Menyukseskan Temu Inovasi Bisnis BRIDA Konsel

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung agenda daerah. Kampus hijau ini berkomitmen menyukseskan gelaran Temu Inovasi Bisnis yang diinisiasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan. Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung di dua titik lokasi, yakni Kecamatan Moramo dan Kecamatan Laeya pada pekan mendatang.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret akademisi (Kamis, 22 Januari 2026) di Kampus Andoolo usai menerima undangan untuk kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi jembatan penting antara hasil riset kampus dan kebutuhan dunia usaha di daerah. Ismail menyebutkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi akan memberikan bobot saintifik dalam setiap inovasi bisnis yang dipamerkan.

“Kami menyambut baik inisiatif BRIDA Konsel ini sebagai ruang hilirisasi riset,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di kampus. Ia menambahkan bahwa persiapan internal IAI Rawa Aopa telah dilakukan secara maksimal untuk menyongsong acara tersebut. “Rektor IAI Rawa Aopa sudah menugaskan SDM terbaik yang akan hadir di acara tersebut, baik di Moramo maupun Laeya,” tegasnya kembali dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan unit terkait untuk memetakan potensi inovasi yang relevan dengan karakteristik wilayah setempat. Ia menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis adalah kunci pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Menurutnya, IAI Rawa Aopa tidak ingin hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak dalam ekosistem inovasi di Konawe Selatan.

Ismail juga memberikan arahan khusus agar partisipasi kampus mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan bisnis di lapangan. “Visi kami adalah memastikan setiap ide inovatif memiliki nilai komersial dan manfaat sosial,” kata Ismail menekankan pentingnya output kegiatan tersebut. Ia berharap Temu Inovasi Bisnis ini menjadi titik balik bagi penguatan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Dalam tinjauan organisasinya, Ismail memaparkan bahwa dukungan anggaran dan sumber daya manusia telah dialokasikan secara proporsional untuk agenda ini. Ia menekankan pentingnya kehadiran kampus dalam setiap sendi pembangunan di Konawe Selatan melalui fungsi tridharma perguruan tinggi. Ismail meyakini bahwa pemilihan lokasi di Moramo dan Laeya sangat strategis untuk menjangkau potensi maritim dan pertanian yang melimpah.

Kegiatan pekan mendatang diprediksi akan menyedot perhatian banyak pihak, mulai dari investor hingga pengembang teknologi tepat guna. BRIDA Konsel sendiri menggandeng IAI Rawa Aopa guna memastikan setiap inovasi yang muncul telah melalui proses kurasi intelektual. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir kegagalan bisnis bagi para pelaku usaha pemula di daerah tersebut.

Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam Temu Inovasi Bisnis ini mempertegas posisi kampus sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Kolaborasi yang terjalin diharapkan terus berlanjut pada program-program pemberdayaan masyarakat lainnya. Dengan persiapan yang matang, ajang di Moramo dan Laeya ini optimis akan melahirkan terobosan ekonomi baru bagi masyarakat Konawe Selatan.

Pertemuan dengan BRIDA (ISW)

Silaturahmi ke BRIDA Konsel, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sampaikan Kesiapan Berkolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Konawe Selatan. Pertemuan ini berlangsung di gedung perkantoran Andoolo dengan agenda utama memperkuat sinergi antara dunia akademisi dan pemerintah daerah (Rabu, 21 Januari 2026). Kedatangan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diterima Kepala BRIDA Konawe Selatan, Drs. I Putu Darta, MT.

Suasana hangat menyelimuti pertemuan yang membahas berbagai peluang kerja sama strategis untuk kemajuan daerah. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mitra penelitian bagi pemerintah. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak konkret bagi pembangunan berbasis data dan riset di wilayah Konawe Selatan.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, dalam pertemuan tersebut memberikan pernyataan kesediaan untuk berkolaborasi. Ismail yang juga Direktur Pascasarjana, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung inovasi di daerah. Ia melihat BRIDA sebagai mitra strategis dalam mengimplementasikan hasil-hasil riset para akademisi dan mahasiswa.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk menyelaraskan kurikulum dan riset kampus dengan kebutuhan pembangunan di Konawe Selatan,” ujar Ismail di hadapan Kepala BRIDA. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan menjadi jalan bagi kampus untuk berkontribusi lebih nyata. 

“Kami siap menerjunkan dosen dan mahasiswa yang dapat berfungsi sebagai peneliti untuk belajar bersama BRIDA dalam merumuskan kebijakan yang berbasis pada data ilmiah,” tegasnya. 

Terakhir, ia menyatakan bahwa sinergi ini merupakan langkah awal dari transformasi IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang responsif terhadap isu-isu lokal.

Selain itu, Ismail juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan mahasiswa pascasarjana dalam program-program inovasi daerah. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa pascasarjana memiliki potensi besar untuk melakukan pemetaan masalah sosial dan ekonomi di Konawe Selatan. Menurutnya, hasil studi tersebut nantinya dapat menjadi rujukan penting bagi BRIDA dalam menyusun rekomendasi kebijakan bagi Bupati.

Ismail turut menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dapat bersama-sama BRIDA menyiapkan peta jalan riset yang relevan dengan visi pembangunan daerah dan didukung dengan keberadaan habitat pendidikan, diantaranya melalui perguruan tinggi. Ia berpendapat bahwa integrasi antara keahlian akademis dan kewenangan pemerintah daerah akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. 

Lebih lanjut, ia meyakini bahwa keberadaan BRIDA dalam memberi pendampingan untuk aktivitas kampus akan menciptakan ekosistem inovasi yang sehat di Andoolo. “BRIDA Konsel dapat menjadi mitra strategis bagi keberadaan lembaga penelitian, dan pengabdian masyarakat di kampus kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University. 

Kepala BRIDA Konawe Selatan, I Putu Darta, menerima kedatangan pimpinan IAI Rawa Rawa Aopa Konawe Selatan dengan penuh keterbukaan. Ismail menyampaikan bahwa Kepala BRIDA, memberikan eksplorasi dan juga kesediaan untuk bekerja bersama. 

Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk merumuskan nota kesepahaman yang lebih teknis dalam waktu dekat. Silaturahmi ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti poin-poin diskusi dalam program kerja nyata. 

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan BRIDA Konawe Selatan dapat melanjutkan dengan pertemuan berikutnya dengan salah satu agenda terkait inovasi daerah. Langkah ini diproyeksikan akan membawa wajah baru bagi pembangunan Konawe Selatan yang lebih modern dan terukur.

Pasca Pelantikan (ISW)

Usai Pelantikan Pejabat di Jajaran IAI Rawa Aopa, Di Pekan Pertama Siap Laksanakan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat pasca pelantikan jajaran pejabat struktural baru. Memasuki pekan pertama masa kerja, manajemen kampus telah menjadwalkan agenda strategis berupa kegiatan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas yang ditargetkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Langkah taktis ini diputuskan setelah adanya pertemuan koordinasi intensif antara rektorat dengan jajaran yayasan. Bertempat di kediaman Ketua Yayasan di Andoolo, Senin (19 Januari 2026), Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Yayasan, Mardan, SkM., M.Si., serta Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., guna mematangkan ritme kerja organisasi ke depan.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa momentum setelah pelantikan harus segera diisi dengan penyamaan persepsi melalui program pengembangan SDM. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan seluruh pejabat yang baru dilantik memiliki kesiapan mental dan manajerial yang mumpuni dalam menjalankan tugas-tugas akademik maupun administratif. Menurutnya, sinergi antara yayasan dan rektorat menjadi kunci utama agar target-target institusi dapat tercapai secara akseleratif.

Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama dari upgrading ini adalah penguatan tata kelola keuangan dan perencanaan yang lebih transparan dan akuntabel di lingkungan IAI Rawa Aopa. Ia menyebutkan bahwa setiap pejabat harus mengakselerasi regulasi terbaru serta mekanisme kerja internal agar tidak terjadi hambatan birokrasi yang tidak perlu. Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan pekan pertama ini sebagai fondasi kuat bagi transformasi kampus di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke secara lugas menekankan pentingnya eksekusi cepat setelah seremoni pelantikan berakhir. “Kita tidak memiliki waktu untuk sekadar bertepuk tangan, sebab setelah pelantikan ini, tanggung jawab besar sudah menanti dan upgrading di akhir pekan nanti adalah langkah awal kita untuk bertahan pada jalur transformasi,” tegas Ismail saat ditemui di usai pertemuan di Andoolo.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan bahwa kualitas pelayanan kepada mahasiswa sangat bergantung pada kapasitas para pengelolanya. “Peningkatan kapasitas ini sebagai silaturahmi, juga merupakan upaya sadar untuk meningkatkan standar mutu pelayanan di IAI Rawa Aopa agar semakin kompetitif,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pihak yayasan terhadap program-program akselerasi ini. “Hasil koordinasi hari ini memastikan bahwa Ketua Yayasan dan Ketua Dewan Pembina memberikan lampu hijau sepenuhnya agar kami segera melakukan konsolidasi internal demi kemajuan institusi yang kita cintai ini,” pungkas Ismail.

Seminar Proposal (ISW)

Mahasiswa IAI Rawa Aopa yang Memprogramkan Skripsi, Ditargetkan Sampai ke Publikasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan program dalam meningkatkan mutu akademik, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah menempuh penyelesaian tugas akhir. Saat ini, kampus tersebut melatih mahasiswa yang memprogramkan skripsi untuk tidak sekadar menuntaskan penelitian di atas kertas, melainkan harus menargetkan luaran hingga ke tahap publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal bereputasi.

Langkah ini diambil guna memastikan kontribusi intelektual mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat diakses oleh masyarakat luas dan diakui secara akademis di level nasional maupun internasional. Transformasi skripsi menjadi artikel jurnal ini menjadi salah satu indikator utama dalam pemenuhan standar kualitas perguruan tinggi di era digital.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa mahasiswa harus mulai mengubah pola pikir dari sekadar menggugurkan kewajiban akademik menjadi upaya diseminasi ilmu pengetahuan. Menurutnya, publikasi adalah bukti otentik bahwa sebuah penelitian memiliki nilai kebermanfaatan yang nyata bagi perkembangan disiplin ilmu terkait.

“Kita tidak ingin karya ilmiah mahasiswa hanya berakhir menjadi pajangan di rak perpustakaan, melainkan harus menjadi rujukan bagi peneliti lain melalui publikasi jurnal yang terakreditasi,” ujar Ismail Suardi Wekke saat membuka Seminar Proposal yang terintegrasi dengan Pengabdian Masyarakat, di Poleang Timur (Kamis, 15 Januari 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema dukungan bagi mahasiswa dan dosen pembimbing agar proses konversi skripsi ke artikel jurnal dapat berjalan lebih sistematis. Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menjaga standar kualitas tulisan agar layak tembus ke jurnal bereputasi.

“Proses publikasi ini adalah jembatan bagi mahasiswa untuk memasuki ekosistem ilmiah yang lebih luas, sehingga kemampuan menulis mereka akan teruji secara objektif oleh para reviewer,” tambahnya dalam sebuah sesi diskusi usai kegiatan.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa target publikasi ini juga berdampak positif pada akreditasi institusi dan program studi. Ia meyakini bahwa dengan meningkatnya jumlah publikasi dari mahasiswa, reputasi IAI Rawa Aopa akan semakin kuat sebagai lembaga pendidikan yang produktif dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas.

“Saya berharap setiap mahasiswa yang memprogramkan skripsi tahun ini memiliki semangat yang sama untuk menembus batas-batas ruang kelas melalui tulisan yang dipublikasikan secara daring,” tegasnya menutup pernyataan.

Kebijakan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya mahir secara teoritis, tetapi juga memiliki rekam jejak digital yang positif dalam dunia akademik. Pihak kampus berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa dalam setiap tahap penyusunan hingga naskah mereka berhasil diterbitkan.

IMG-20260115-WA0018

IAI Rawa Aopa Siapkan Desa Binaan Kolaboratif di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mengumumkan persiapan program rintisan Desa Binaan yang berlokasi di Desa Aosole, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari akselerasi visi kampus dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada pemberdayaan lokal dan nilai-nilai keislaman, Rabu ( 14/1/2026).

Program rintisan ini dipandang sebagai jembatan emas yang menghubungkan teori akademis di dalam ruang kuliah dengan realitas dinamika sosial di pedesaan. Melalui inisiatif ini, IAI Rawa Aopa berupaya menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik dari sisi sumber daya manusia, ekonomi, maupun penguatan karakter keagamaan masyarakat.

Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Al Asri, Al Asri, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa program ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan misi ideologis yayasan.

“Kami memandang bahwa eksistensi IAI Rawa Aopa harus memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat sekitar, terutama di wilayah Konawe Selatan. Desa Aosole memiliki potensi yang besar, dan kami hadir di sini sebagai bentuk tanggung jawab moral yayasan untuk memastikan institusi pendidikan menjadi obor penerang serta motor penggerak perubahan yang positif demi kesejahteraan umat di akar rumput,” tegas Al Asri.

Senada dengan visi tersebut, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa dari sisi manajerial, program Desa Binaan ini dirancang dengan skema kemitraan yang berkelanjutan.

Ia menggarisbawahi bahwa kunci utama pembangunan desa adalah kolaborasi yang sistematis dan tidak bersifat instan.

“Rintisan desa binaan di Desa Aosole ini adalah bagian dari roadmap besar kami dalam memperkuat jejaring kemitraan strategis. Kami tidak hanya datang untuk memberikan bantuan sesaat, tetapi kami berkomitmen untuk menyediakan dukungan administratif, pendampingan manajerial, hingga membuka akses kerja sama yang lebih luas. Tujuannya jelas, yakni memastikan program literasi keuangan syariah dan penguatan kapasitas SDM di desa ini dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” jelas Ismail Suardi Wekke.

Program pembinaan ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari aspek religiusitas hingga kemandirian ekonomi. Di bidang keagamaan, IAI Rawa Aopa menerjunkan tenaga ahli untuk mendampingi Majelis Taklim dan menata tata kelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) agar lebih profesional. Sementara di sektor ekonomi, para akademisi fokus pada edukasi pengelolaan keuangan berbasis syariah bagi pelaku UMKM desa serta fasilitasi pemahaman pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah produk lokal.

Selain itu, sektor pendidikan menjadi fokus utama guna memutus rantai ketimpangan akses informasi. IAI Rawa Aopa berkomitmen memberikan bimbingan bagi pemuda desa dalam mengakses berbagai program beasiswa pendidikan tinggi serta membekali mereka dengan keterampilan teknologi informasi agar siap menghadapi tantangan era digital tanpa harus meninggalkan kearifan lokal desa mereka.

Menariknya, program ini juga memperkuat pilar komunikasi dengan menggandeng beberapa media lokal ternama, yakni Kata Andoolo dan Kabar Panrita. Kolaborasi dengan media ini dimaksudkan agar setiap proses pembangunan dan praktik baik yang dihasilkan di Desa Aosole dapat terpublikasi secara luas. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan transparansi sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sulawesi Tenggara untuk mereplikasi model kolaborasi serupa.

Sinergi yang solid antara pihak Yayasan Al Asri, jajaran rektorat IAI Rawa Aopa, Pemerintah Desa Aosole, serta dukungan publikasi dari media massa, diharapkan mampu mentransformasi Desa Aosole menjadi desa yang mandiri, sejahtera, dan religius. Dengan pengawalan ketat dari para akademisi, rintisan ini diproyeksikan akan menjadi model percontohan nasional dalam hal kolaborasi pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan media dalam satu visi pembangunan daerah yang terpadu.

MoU dengan PT (ISW)

Pemkab Konsel Luncurkan Program SETARA, 10 Kampus Mitra Salah Satunya IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel, Andoolo – Bupati Konawe Selatan (Konsel), Irham Kalenggo bersama Wakil Bupati, Wahyu Ade Pratama Imran resmi melaunching program unggulan 100 hari kerja, yakni program Konsel Setara (Sehat, Cerdas dan Sejahtera). Peluncuran program unggulan tersebut, berlangsung di pelataran Kantor Bupati Konawe Selatan Jumat (2/5/2025).

Momen Bupati Konsel bersama PT (ISW)
Momen Bupati Konsel bersama PT (Sumber: Dinas Infokom)

Seusai pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Konawe Selatan, dan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU/Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Konsel dan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta terkait program UKT atau SPP gratis mahasiswa S1 asal Konsel, di pelataran Kantor Bupati.

Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo mengatakan dirinya bersama Wakil Bupati (Wahyu Imran) belum 100 hari memimpin Konsel namun telah resmi meluncurkan berbagai program unggulannya. “Alhamdulillah belum 100 hari kami kerja sudah 90% program kami terwujud,” kata Irham Kalenggo.

Pada gelombang pertama ini, Pemkab Konsel menandatangani MoU dengan 10 Kampus antara lain, IAI Rawa Aopa Konsel. Dalam kesempatan ini,

Dalam momen hari jadi Kabupaten Konawe Selatan tersebut, Irham Kalenggo juga memaparkan sejumlah program unggulannya yang akan dirasakan bagi seluruh masyarakat Konsel.

Pertama, lanjut Irham, biaya SPP atau UKT gratis bagi mahasiswa S1 Konsel yang sedang kuliah di 10 perguruan tinggi negeri dan swasta di Sultra. Penerima bantuan UKT ini diantaranya adalah IAI Rawa Aopa yang telah menandatangani MoU.

“Kurang lebih 5.000 orang mahasiswa Konsel yang sedang kuliah di Kendari ini akan menjadi skala prioritas kami. Harapan saya ke depan tidak boleh lagi ada anak-anak Konsel yang putus kuliah hanya karena tidak bisa bayar SPP atau UKT,” jelas Irham.

Sebab, sambung Irham, hal ini sudah menjadi persoalan selama 20 tahun dirinya menjadi anggota DPRD yang selalu menerima keluhan tersebut.

“Dimana-mana saya jalan ini adalah keluhan orang tua, dan saat saya kampanye bersama pak Wahyu (Wakil Bupati. Red) itu yang kami janjikan dan sekarang kami wujudkan,” sambungnya.

“Dengan semangat HUT ke-22 ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program pembangunan yang merata dan berkeadilan demi terwujudnya masyarakat Konsel Setara (sehat, cerdas, dan sejahtera),” pungkasnya.