Monev (ISW)

Monev KKA di 3 Posko, Kelurahan Potoro, Konawe Selatan

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, — Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Amaliah (KKA) berlangsung lancar sesuai rencana di Pasar Potoro pada Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para peserta KKA yang terbagi dalam tiga posko, sekaligus menjadi ruang dialog interaktif bersama Bapak Pendiri Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si..

Dalam arahannya, Bapak Al Asri menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam pelaksanaan KKA. Beliau menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program yang dijalankan oleh mahasiswa hendaknya tidak sekadar menggugurkan kewajiban akademik, melainkan ditransformasikan menjadi nilai ibadah.

“Saat melaksanakan KKA, maka itu kesempatan mendapatkan peluang beramal jariah,” pungkas Bapak Al Asri di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Baca Juga: IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Laksanakan KKA, Integrasi antara KKN dengan Pengabdian Masyarakat
https://rawaaopakonsel.ac.id/berita/iai-rawa-aopa-konawe-selatan-bersiap-laksanakan-kka-integrasi-antara-kkn-dengan-pengabdian-masyarakat/

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke. Kehadirannya bertujuan untuk memantau langsung dan memastikan seluruh perencanaan program kerja mahasiswa dapat berjalan secara terstruktur dan tepat sasaran.

Menurut Ismail Suardi Wekke, dokumentasi dan pemantauan secara berkala sangat krusial. Selain untuk pemenuhan kelengkapan penilaian mata kuliah, program ini dirancang agar memberikan dampak nyata sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“KKA tidak hanya menjadi sebuah rutinitas atau sebuah seremoni yang berjalan apa adanya. Lebih dari itu, perlu menjadi wadah untuk transformasi masyarakat,” kata Ismail Suardi Wekke.

Al Asri juga mengemukakan bahwa momentum hari kemerdekaan, sebuah kesempatan memadukan patriotisme dengan semangat pengabdian.

“KKA yang terlaksana dalam bulan Agustus ke September, sebuah peluang untuk memadukan pengabdian dalam hari merah putih,” tegas Al Asri menutup acara diskusi tersebut.

Melalui Monev ini, diharapkan seluruh mahasiswa dari keempat posko dapat mengoptimalkan sisa masa KKA dengan program-program bernilai guna tinggi yang berkelanjutan bagi masyarakat Pasar Potoro dan sekitarnya.

NR (ISW)

IAI Rawa Aopa Jalin Kerjasama dengan NR Institute, Dorong Ekosistem Koperasi di Desa

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) resmi dibuka dengan menggelar Rapat Pleno I pada Selasa (4/8/2026). Turut hadir Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, termasuk hadir dalam agenda utama rapat pleno pertama. Agenda Pleno I berfokus pada pengukuhan visi dan misi organisasi serta pembahasan strategis mengenai pengembangan ekosistem koperasi.

Pelaksanaan Munas kali ini digelar secara hybrid, mengombinasikan kehadiran tatap muka terbatas di Sekretariat Organisasi kawasan Tebet, Jakarta Selatan, serta partisipasi dalam jaringan (daring) bagi para peserta dari berbagai daerah.

Dalam kepemimpinannya pada Pleno I, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya penyelarasan visi dan misi agar seluruh jajaran organisasi memiliki fondasi yang kokoh, khususnya dalam mendorong penguatan ekonomi anggota melalui koperasi.

“Pengukuhan visi dan misi ini menjadi dasar sebelum kita melangkah ke program kerja strategis, terutama dalam membangun ekosistem koperasi yang tangguh dan relevan. Format hybrid ini memastikan seluruh anggota tetap memiliki hak dan ruang yang sama untuk mengawal arah gerak organisasi,” ujar Ismail saat memimpin jalannya sidang.

Agenda dilanjutkan dengan diskusi mendalam terkait rancangan ekosistem koperasi. Para peserta menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola, digitalisasi layanan koperasi, hingga perluasan jaringan kemitraan guna memperkuat daya saing usaha bersama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Suasana rapat berlangsung dinamis. Peserta yang hadir secara fisik di Tebet maupun secara virtual aktif memberikan masukan untuk penajaman draf visi-misi serta poin-poin krusial terkait pengembangan koperasi tersebut.

Setelah melalui serangkaian tanggapan dan penyempurnaan substansial, Rapat Pleno I secara resmi mengesahkan rumusan visi dan misi organisasi yang baru sekaligus menyepakati kerangka awal pengembangan ekosistem koperasi. Pengesahan ini menjadi pijakan untuk melanjutkan ke agenda Rapat Pleno berikutnya dalam rangkaian Musyawarah Nasional tahun ini.

Sebagaimana diketahui, IAI Rawa Aopa sementara menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) terpadu dengan nama utama Kuliah Kerja Amaliah. “Kesempatan ini bisa diseleraskan antara NR Institute dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mendorong ekosiostem koperasi,” pungkas Ismail usai Pleno I selesai.

KKA Sambasule, Meluhu

Rembuk KKA IAI Rawa Aopa dan Warga Sambasule, Deteksi Dini hingga Pencegahan Stunting

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe – Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan langsung berbaur dengan masyarakat Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe di hari kedua Kuliah Kerja Amaliah (KKA) pada Selasa (4/8/2026).

Mahasiswa KKA di Desa Sambasule mengikuti berbagai kegiatan mulai dari rembuk pencegahan stunting, hingga berpindah posko dari rumah.

Rangkaian kegiatan Mahasiswa KKA menuai respon positif dari unsur perangkat Desa Sambasule. Salah satunya Sekretaris Desa, Mustahiq.

Menurutnya, kehadiran Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa di Desa Sambasule dapat membantu kelancaran penyelenggaraan program-program pemerintah desa, khususnya dalam urusan upaya pencegahan stunting.

“Keberadaan Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa menjadi peluang bekerja bersama. Termasuk dalam isu stunting,” tutur Mustahiq

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke menjelaskan, rangkaian aktivitas mahasiswa tidak terlepas dari bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan Ini merupakan bagian dalam partisipasi mahasiswa melalui kerja-kerja pengabdian,” katanya menerangkan.

Bagi masyarakat setempat, pelaksanaan Rembuk Stunting sebagai upaya pencegahan ini perlu dipertahankan.

Sebagaimana diketahui, KKA mulai dilaksanakan pada Senin 3 Agustus 2026 dengan pembekalan dan juga penempatan di berbagai posko.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pendiri sekaligus Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri M Si menegaskan bahwa program KKA memegang peranan kunci dalam mengukur kualitas pengabdian institusi kepada masyarakat.

HaI itu disampaikan pada Rapat Koordinasi panitia bersama jajaran dosen dan tenaga kependidikan dalam menyamput penyelenggaraan KKA, Kamis 30 Juli 2026.

Ia mengimbau seluruh panitia dan tenaga pengajar untuk mengawal jalannya kegiatan dengan komitmen penuh.

“KKA bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan etalase utama kualitas tata kelola dan dedikasi akademis kampus kita di tengah masyarakat,” ujar Al Asri di hadapan peserta rapat.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam bekerja demi merespons dinamika pendidikan tinggi modern. Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kesiapan internal dalam beradaptasi dan berinovasi.

Sambasule (ISW)

Hari Kedua KKA di Meluhu, Ragam Aktivitas Mahasiswa di Lapangan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe — Menginjak hari kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), para mahasiswa peserta KKN mulai menerjunkan diri secara aktif dalam beragam program kemasyarakatan di Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Selasa (4/8/2026).

Rangkaian agenda KKA yang secara resmi telah dimulai sejak Senin (3/8/2026) lalu—diawali dengan sesi pembekalan serta pelepasan menuju posko—kini memasuki tahap pembagian fokus kerja dan adaptasi lingkungan.

Pada hari kedua ini, dinamika kegiatan mahasiswa tampak makin memadat. Sebagian peserta KKA langsung membaur bersama aparatur desa dan warga setempat untuk mengikuti forum rembuk pencegahan stunting. Kehadiran mahasiswa dalam rembuk ini diharapkan mampu memperkuat edukasi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung program percepatan penurunan angka stunting di kawasan pedesaan.

Baca Juga: IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Laksanakan KKA, Integrasi antara KKN dengan Pengabdian Masyarakat
https://rawaaopakonsel.ac.id/berita/iai-rawa-aopa-konawe-selatan-bersiap-laksanakan-kka-integrasi-antara-kkn-dengan-pengabdian-masyarakat/

Di samping agenda kemasyarakatan, para mahasiswa juga disibukkan dengan penataan logistik dan pemindahan posko utama dari rumah warga yang sebelumnya dijadikan penampungan sementara. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran operasional program kerja selama masa pengabdian berlangsung.

“Memasuki hari kedua ini, beragam kegiatan mahasiswa sudah mulai berjalan, mulai dari keterlibatan dalam rembuk pencegahan stunting hingga proses kepindahan posko,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangannya, Selasa (4/8).

Kehadiran mahasiswa KKA di Meluhu (Kabupaten Konawe) diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata serta dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Meluhu.

KKA(ISW)

Gambaran Program Kerja, Sebuah Kegiatan yang Berdampak Jangka Panjang

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam dinamika pengabdian kepada masyarakat, keberhasilan sebuah program kerja sering kali diukur hanya dari kemeriahan seremoni pelaksanaannya. Padahal, secara teoritis dan praktis, indikator utama keberhasilan pengabdian bukanlah aspek output jangka pendek, melainkan outcome dan impact yang berkelanjutan (sustainable impact).

Pengabdian masyarakat yang ideal dirancang untuk tidak sekadar “datang, memberi, lalu pergi.” Sebaliknya, ia berfungsi sebagai katalisator perubahan sistemik—sebuah intervensi terukur yang mampu membangun kemandirian lokal, memperkuat tata kelola kelembagaan, mendorong keberlanjutan lingkungan, serta menumbuhkan budaya inovasi dan pendidikan inklusif.

Berikut adalah gambaran bagaimana serangkaian program intervensi berbasis pemberdayaan dapat meletakkan fondasi perubahan yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat:

1. Penguatan Ekosistem Finansial, Ekonomi Lokal, dan Kemandirian Desa

  • Pembentukan UPZ BAZNAS: Merupakan bentuk sistematisasi penggalangan dana sosial (zakat, infak, dan sedekah) agar pengelolaannya legal, transparan, dan dapat disalurkan secara tepat sasaran untuk menanggulangi kemiskinan serta pemberdayaan ekonomi lokal.
  • Pengembangan UMKM untuk Ekosistem Halal: Pendampingan UMKM dalam mendapatkan sertifikasi halal dan integrasi ke dalam ekosistem industri halal nasional guna meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperluas akses pasar.
  • Perluasan Keuangan Inklusif (Inclusive Finance): Edukasi dan pemanfaatan produk finansial resmi bagi seluruh lapisan masyarakat—termasuk kelompok rentan—agar memiliki akses terhadap tabungan, pembiayaan mikro, serta sistem pembayaran digital yang aman untuk memutus ketergantungan pada jeratan tengkulak atau pinjaman ilegal.
  • Pengembangan Koperasi Desa Wisata: Mengonsolidasikan potensi pariwisata berbasis komunitas melalui kelembagaan koperasi. Keberadaan koperasi desa wisata memastikan pengelolaan destinasi dilakukan secara kolektif, profesional, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.

2. Kepastian Hukum dan Tata Kelola Keagamaan

  • Pendataan Tanah Wakaf: Bentuk mitigasi risiko hukum dan perlindungan aset publik melalui inventarisasi serta sertifikasi aset wakaf, guna mencegah sengketa dan memfasilitasi optimalisasi aset untuk fungsi sosial maupun ekonomi produktif.
  • Mendorong Rekening atas Nama Masjid: Modernisasi manajemen tempat ibadah dari rekening pribadi pengurus menjadi rekening lembaga berbadan hukum demi menjamin akuntabilitas, transparansi pencatatan, dan membuka kemitraan strategis secara resmi.

3. Akses, Kualitas Pendidikan, dan Keberlanjutan SDM

  • Pendirian & Penguatan PAUD/TK serta Beasiswa Pendidikan Guru: Memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini sekaligus membuka akses kesempatan kuliah bagi guru dan calon guru PAUD agar memiliki kualifikasi pedagogis yang mumpuni.
  • Sosialisasi Perguruan Tinggi bagi Lulusan SMA/SMK: Memberikan edukasi, pemetaan jalur masuk, dan informasi beasiswa perguruan tinggi bagi siswa kelas akhir guna memotivasi mereka melanjutkan studi dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.
  • Fasilitasi Deep Learning di Sekolah: Mendorong transformasi cara mengajar guru dari sekadar transfer informasi menjadi fasilitator pembelajaran mendalam (surface to deep learning) yang melatih daya kritis dan pemecahan masalah (problem solving).
  • Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Menghadirkan pendekatan humanis dalam proses belajar-mengajar guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak, sekaligus membina karakter serta empati peserta didik.

4. Digitalisasi Berkelanjutan dan Ruang Digital yang Aman

  • Digitalisasi Desa Berbasis Website: Pembangunan website resmi desa sebagai portal transparansi publik, pelayanan administrasi digital, dan media promosi potensi desa menuju smart village.
  • Digitalisasi Sekolah dan Madrasah: Mengawali transformasi digital melalui peluncuran website sekolah/madrasah sebagai sarana informasi, transparansi akademik, portofolio lembaga, dan media komunikasi warga sekolah.
  • Edukasi Ruang Digital yang Aman dan Nyaman: Mengimbangi digitalisasi dengan pemahaman literasi digital, keamanan data pribadi, pencegahan cyberbullying, serta etika berinternet. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan digital yang produktif, sehat, dan bebas dari disinformasi maupun kejahatan siber.

5. Tata Kelola Data, Demokrasi, Inovasi, dan Transisi Energi

  • Pemetaan Sekolah, Kecukupan Guru, dan Integrasi Digital: Pengumpulan data terpadu untuk memetakan kondisi fisik sekolah, rasio kebutuhan guru, serta ketersediaan sarana digital sebagai basis pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based policy).
  • Sosialisasi dan Edukasi Demokrasi Bersama KPU: Kolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam rangka pendidikan pemilih (voter education), khususnya bagi pemilih pemula, untuk meningkatkan literasi politik dan kesadaran hak sipil.
  • Pengembangan Inovasi Daerah Berkelanjutan bersama BRIDA: Bermitra dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) untuk mengidentifikasi potensi lokal, mengkaji permasalahan daerah, dan merumuskan inovasi berbasis riset yang dapat diterapkan secara nyata.
  • Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT): Edukasi dan penerapannya di tingkat lokal (seperti penggunaan lampu jalan tenaga surya, pengolahan biomassa, atau mikrohidro). Langkah ini mendidik masyarakat untuk mulai mengadopsi energi bersih, ramah lingkungan, dan hemat biaya dalam jangka panjang.

Penutup

Program kerja pengabdian yang berdampak jangka panjang adalah program yang berani berinvestasi pada dua fondasi utama: kelembagaan yang akuntabel dan sumber daya manusia yang berdaya serta berwawasan lingkungan.

Melalui kombinasi legalitas aset, keuangan inklusif, penguatan koperasi desa wisata, digitalisasi yang aman, hingga adopsi Energi Baru dan Terbarukan (EBT), kita sedang meletakkan dasar bagi kemandirian komunitas yang tangguh dan berkelanjutan. Di sisi lain, melalui pembinaan pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi, pelatihan pedagogi deep learning, literasi demokrasi bersama KPU, serta riset daerah bersama BRIDA, kita sedang mencetak generasi masa depan yang bernalar kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Keberhasilan sejati dari sebuah pengabdian masyarakat tidak pernah diukur saat program tersebut selesai dilaksanakan, melainkan ketika sistem yang telah dibangun terus berjalan, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara mandiri.

KKA (ISW)

KKN di Bulan Kemerdekaan, IAI Rawa Aopa Siap Tempatkan Mahasiswa di Desa atau Kelurahan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Menyambut bulan kemerdekaan, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menetapkan pelaksanaan program Kuliah Kerja Amaliah (KKA). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) terpadu ini dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Agustus sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan desa dan kelurahan.

Keputusan pelaksanaan serta penjadwalan kegiatan tersebut diambil berdasarkan keputusan jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa. Melalui skema terstruktur ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga hadir memberikan dampak sosial di tengah masyarakat.

Sebagai langkah awal, pimpinan dan tim panitia pelaksana telah menerjunkan tim untuk melakukan survei lapangan ke sejumlah lokasi yang menjadi calon penempatan. Langkah ini diambil untuk memetakan potensi wilayah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat setempat sebelum mahasiswa diterjunkan secara resmi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa tahapan survei ini menjadi langkah awal agar program kerja mahasiswa nantinya relevan dan tepat sasaran.

“Survei lapangan ini merupakan bagian dari pemetaan awal. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran mahasiswa KKA benar-benar menjawab kebutuhan desa, sekaligus menjadi sarana belajar yang kontekstual bagi mereka di tengah dinamika masyarakat,” ujar Ismail.

Usai survei lapangan, rangkaian persiapan dilanjutkan dengan pembekalan melalui pelatihan online. Pelatihan berbasis digital ini dirancang untuk membekali calon peserta KKA dengan pemahaman metodologi pengabdian masyarakat, etika berinteraksi di tengah warga, hingga teknik penyusunan program kerja yang efektif dan berkelanjutan.

Rangkaian alur persiapan tersebut kemudian difinalisasi dalam rapat koordinasi internal. Rapat ini membahas kesiapan teknis, pembagian dosen pembimbing lapangan (DPL), serta skema mitigasi dan pendampingan selama mahasiswa berada di lokasi penempatan.

Program KKA sendiri merupakan manifestasi dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang memadukan prinsip akademik dengan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai Amaliah. Melalui momentum bulan kemerdekaan ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berjiwa sosial dan siap mengabdi untuk kemajuan daerah.

KKA (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Laksanakan KKA, Integrasi antara KKN dengan Pengabdian Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Akademik (KKA). Program ini dirancang khusus untuk mengintegrasikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pengabdian masyarakat berbasis riset dan aksi nyata secara terpadu.

Sebagai bagian dari tahapan awal, survei pemetaan wilayah telah diselesaikan di beberapa titik strategis, meliputi Kabupaten Bombana, Kecamatan Palangga, serta Kecamatan Palangga Selatan di Kabupaten Konawe Selatan. Pemetaan ini bertujuan untuk memastikan program pengabdian yang dijalankan mahasiswa relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa KKA selain sebagai agenda rutin kampus, juga menjadi instrumen penting dalam menghadirkan dampak nyata institusi bagi daerah.

“KKA ini kita rancang bukan hanya untuk memenuhi bobot SKS, melainkan sebagai wadah integrasi penuh antara pembelajaran di ruang kuliah dan penyelesaian masalah riil di tengah masyarakat,” ujar Ismail saat ditemui di kampus IAI Rawa Aopa, Selasa (28/7/2026).

Ismail menjelaskan bahwa peninjauan langsung ke Kabupaten Bombana hingga wilayah Kecamatan Palangga bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan bersama mahasiswa selama masa pengabdian. Ia menambahkan bahwa pendekatan interdisipliner akan menjadi pilar utama agar program kerja yang disusun dapat menyentuh aspek sosial, ekonomi, hingga pendidikan lokal secara berkelanjutan.

Guna menunjang efektivitas publikasi dan dokumentasi kegiatan di lapangan, IAI Rawa Aopa juga menggelar Pelatihan Jurnalistik pada Selasa (28/7/2026). Melalui pelatihan ini, seluruh mahasiswa peserta KKA dibekali keterampilan dasar peliputan dan penulisan berita agar mampu mengabarkan setiap dinamika kegiatan secara objektif dan informatif.

“Kami ingin setiap mahasiswa menjadi pewarta bagi desanya masing-masing. Lewat tulisan berita, dampak dan potensi desa tempat mereka bertugas dapat terpublikasi dengan baik ke masyarakat luas,” kata Ismail menegaskan pentingnya literasi media bagi peserta KKA.

Di sisi lain, kesiapan teknis dan logistik di lapangan juga terus disiapkan bersama oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAI Rawa Aopa. Ismail menyampaikan bawah saat ini, Kepala LPPM tengah merampungkan penyiapan 9 posko utama yang tersebar di wilayah Kabupaten Konawe sebagai pusat koordinasi dan kediaman mahasiswa selama mengabdi.

Ismail menyampaikan optimismemya bahwa seluruh rangkaian program yang telah dipersiapkan dari tingkat rektorat hingga LPPM akan berjalan lancar.

“Sinergi antara kesiapan infrastruktur di posko dan kecakapan mahasiswa di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan KKA tahun ini,” tutupnya.

Melalui integrasi KKN dan pengabdian masyarakat ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta keterampilan komunikasi publik yang kuat.

Jurnalistik (ISW)

Jelang KKN, Mahasiswa Diberikan Kesempatan Mengikuti Pelatihan Jurnalistik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Menjelang pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan membekali para mahasiswanya dengan keterampilan menulis berita melalui Pelatihan Jurnalistik yang digelar secara daring (Selasa, 28 Juli 2026). Kegiatan pelatihan ini sekaligus menjadi “bekal” mahasiswa peserta KKN.

Kegiatan ini juga ini dirancang untuk memastikan setiap program pengabdian masyarakat dapat terpublikasi secara luas dan efektif di media massa. Pelatihan yang dipandu oleh akademisi IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa KKN internal.

Peserta KKN lintas kampus, seperti mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang bertugas di wilayah Kabupaten Sidrap, Barru, Bone, dan Bulukumba, serta sejumlah jurnalis dan pengelola media lokal turut bergabung dalam forum interaktif tersebut. Hadir sebagai narasumber utama, Pemimpin Redaksi Katasulsel.com, Edy Basri, S.H., membedah secara langsung rahasia penulisan berita yang layak siar.

Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan berbagai kekeliruan teknis yang paling sering dilakukan penulis pemula, hingga membuat naskah kiriman mereka berakhir di folder sampah redaksi. Edy menegaskan bahwa kunci utama dari berita yang langsung lolos seleksi redaksi terletak pada kejelasan struktur dan kepiawaian menyajikan fakta.

Menurutnya, banyak kegiatan pengabdian mahasiswa yang sebenarnya bernilai tinggi dan berdampak besar, tetapi gagal dipublikasikan akibat gaya penulisan yang berbelit-belit dan tidak menarik minat pembaca. Untuk mengatasi hal tersebut, para peserta dibekali dengan formula dasar penulisan jurnalistik, mulai dari penerapan prinsip 5W+1H hingga penyusunan naskah menggunakan pola piramida terbalik.

Edy menggarisbawahi pentingnya pembuatan paragraf pembuka (lead) yang lugas serta penulisan judul yang kuat sebagai pintu utama untuk menarik perhatian publik di era digital. Selain aspek tekstual, perhatian peserta juga diarahkan pada pentingnya estetika foto jurnalistik. Dokumentasi kegiatan KKN diimbau untuk meninggalkan gaya foto seremonial yang kaku, dan mulai beralih pada foto dinamis yang memiliki nilai cerita (visual storytelling) guna memperkuat isi naskah.

Menanggapi maraknya penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Wartawan Utama Dewan Pers ini mengingatkan agar perkembangan teknologi tidak mengikis etika dan integritas. Meski AI dapat membantu merapikan struktur bahasa, proses pencarian fakta, wawancara, dan verifikasi di lapangan tetap menjadi ranah mutlak yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya berperan sebagai pelaksana program pengabdian di desa-desa penempatan, melainkan juga mampu bertindak sebagai agen informasi. Dengan kemampuan mendokumentasikan setiap aksi nyata ke dalam karya jurnalistik yang berkualitas, rekam jejak manfaat kegiatan pengabdian mereka dipastikan dapat terarsip dan menginspirasi masyarakat luas dalam jangka panjang.