Pimpinan IAI Rawa Aopa Menerima BPKP (ISW)

IAI Rawa Aopa Kembali Salurkan Beasiswa KIP Kuliah, Dukung Akses Pendidikan di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Kampus ini kembali dipercaya pemerintah pusat sebagai salah satu Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program strategis ini menjadi angin segar bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan studi namun terkendala biaya.

Kepercayaan yang diberikan kepada IAI Rawa Aopa tercermin dari jumlah kuota mahasiswa penerima manfaat dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 20 mahasiswa telah berhasil mendapatkan beasiswa penuh melalui skema ini. Sementara itu, untuk tahun akademik 2025, program ini terus berlanjut dengan menyasar 15 orang mahasiswa baru yang memenuhi kriteria seleksi nasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya program ini bagi keberlanjutan akademik mahasiswa. Menurutnya, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan finansial, melainkan jembatan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Ia berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya.

“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa proses seleksi dan penyaluran beasiswa KIP Kuliah ini tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya usai bertemu Bupati Konawe Selatan di rumah jabatan Bupati Konawe Selatan (Rabu, 21 Januari 2026). 

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran beasiswa ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah-tengah mahasiswa IAI Rawa Aopa. “Para mahasiswa harus membuktikan rasa syukur mereka dengan prestasi akademik yang membanggakan di setiap semester,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa kampus akan melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan studi para penerima beasiswa tersebut secara berkala. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat ingin memastikan setiap dana yang dikeluarkan negara berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan. Pihak kampus juga disebutnya akan memberikan pembinaan khusus agar para mahasiswa penerima KIP Kuliah memiliki daya saing yang tinggi.

Selain aspek finansial, Ismail menekankan bahwa integritas mahasiswa menjadi poin utama dalam mempertahankan status sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kedisiplinan mahasiswa dalam menyelesaikan masa studi tepat waktu. “Jangan sampai kesempatan ini disia-siakan karena ada tanggung jawab moral dan akademik yang besar di pundak saudara sekalian,” pesan Ismail kepada para mahasiswa.

Pihak kampus berharap kuota beasiswa ini dapat terus meningkat pada masa yang akan datang seiring dengan peningkatan akreditasi dan fasilitas di IAI Rawa Aopa. Penambahan kuota ini dinilai penting mengingat tingginya minat lulusan sekolah menengah di wilayah sekitar untuk menempuh pendidikan tinggi. Dengan adanya KIP Kuliah, kendala ekonomi tidak lagi menjadi penghalang utama bagi generasi muda untuk meraih gelar sarjana.

Saat ini, IAI Rawa Aopa terus melakukan sosialisasi intensif ke berbagai sekolah menengah agar informasi mengenai KIP Kuliah dapat menjangkau pelosok desa. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi informasi yang merata bagi seluruh masyarakat. Dengan dukungan penuh dari kementerian terkait, IAI Rawa Aopa optimistis dapat mencetak lulusan yang religius, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan beasiswa, Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara telah melakukan evaluasi atas optimalisasi dana bantuan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi Swasta (Adiktis) pada Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Kabupaten Konawe Selatan (24 Juli 2025).  

Kegiatan evaluasi yang dilakukan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan dana bantuan pendidikan, sehingga dapat membantu dalam mengidentifikasi akar permasalahan serta hambatan dalam pelaksanaan program dan memberikan rekomendasi perbaikan kebijakan dan implementasi.

“Sehingga dengan adanya audit dari BPKP Sulawesi Tenggara menjadi kesempatan untuk mendapatkan pemeriksaan bagi kepatuhan terhadap proses akuntabilitas keuangan negara,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa.

KIP Kuliah (ISW)

Mahasiswa KIP Kuliah IAI Rawa Aopa Ditargetkan Menempuh PPL dan KKA di Luar Negeri

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah menyiapkan langkah strategis untuk membawa mahasiswanya bersaing di kancah global. Tidak tanggung-tanggung, pihak kampus menargetkan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebagai prioritas utama dalam program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Amaliyah (KKA) lintas negara.

Program strategis ini dirancang untuk mematahkan stigma bahwa keterbatasan ekonomi merupakan penghalang bagi mahasiswa untuk mencicipi pengalaman akademik internasional. Pihak rektorat memandang bahwa mahasiswa KIP Kuliah memiliki ketahanan dan motivasi belajar yang tinggi, sehingga layak diberikan panggung di luar negeri.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan di sela-sela peluncuran pendaftaran mahasiswa baru di kampus Andoolo (Senin, 19 Januari 2026). Ismail menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari transformasi institusi menuju standar internasional. Dalam pertemuan koordinasi di kampus baru-baru ini, beliau menegaskan komitmen institusi terhadap para penerima beasiswa.

“Kami berkomitmen penuh untuk memfasilitasi mahasiswa KIP Kuliah agar bisa merasakan atmosfer pendidikan internasional melalui program PPL dan KKA di luar negeri tahun ini,” ujar Ismail Suardi Wekke secara tegas.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada teori di dalam kelas, melainkan harus melihat bagaimana ilmu pengetahuan diaplikasikan di berbagai negara dengan budaya kerja yang berbeda. Ismail menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menyusun skema kerja sama dengan berbagai instansi di luar negeri untuk memastikan tempat praktik yang kredibel bagi mahasiswa.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa mentalitas “jago kandang” harus segera ditinggalkan. Ia percaya bahwa interaksi dengan masyarakat global akan membuka pola pikir mahasiswa secara drastis.

“Jangan sampai ada anggapan bahwa penerima beasiswa hanya jago di kandang; mereka memiliki potensi besar yang harus kita asah melalui interaksi global di negara-negara tetangga,” tambahnya.

Namun, keberangkatan ini tentu memerlukan bekal yang matang. Dalam keterangannya, Ismail menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing dan adaptasi budaya bagi para mahasiswa sebelum mereka diberangkatkan ke lokasi PPL internasional. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, pengalaman di luar negeri tidak akan terserap secara maksimal.

Dari sisi manajerial, program ini juga merupakan investasi jangka panjang bagi reputasi IAI Rawa Aopa. Ismail menyebutkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kancah internasional akan menjadi poin plus bagi akreditasi institusi sekaligus meningkatkan nilai tawar lulusan di pasar kerja.

Untuk merealisasikan hal tersebut, perencanaan anggaran menjadi kunci utama. Ismail memastikan bahwa dukungan finansial dan kemitraan akan terus diperkuat.

“Anggaran dan kemitraan sedang kami pertajam agar mobilisasi mahasiswa ke luar negeri ini berjalan efektif dan memberikan dampak akademik yang nyata,” jelas Ismail menutup pernyataannya.

Saat ini, IAI Rawa Aopa telah memiliki kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi dan lembaga mitra di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. Negara-negara ini dipilih karena memiliki kedekatan sosiokultural namun menawarkan sistem manajemen pendidikan dan sosial yang sangat maju.

Selain pembekalan bahasa, para mahasiswa kandidat juga akan mengikuti seleksi internal yang ketat, mencakup aspek akademik, wawasan kebangsaan, dan kesiapan mental. Dengan program ini, IAI Rawa Aopa berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi untuk berkarier di level internasional.