IMG-20260712-WA0001

Menjadi Penguatan Kapasitas Mahasiswa, Pimpinan IAI Rawa Aopa Berkunjung ke Jimly School

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam upaya strategis meningkatkan mutu akademis dan memperluas daya saing mahasiswa di bidang hukum, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Jimly School of Law and Government di Jakarta. Kunjungan ini bertepatan dengan momentum penguatan sinergi nasional, Jumat (9/7/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah nyata institusi dalam mengadopsi model fasilitasi pembelajaran hukum yang aplikatif. Melalui jejaring strategis dengan lembaga pendidikan hukum terkemuka seperti Jimly School yang didirikan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, IAI Rawa Aopa berkomitmen membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dalam menguasai praktik hukum kontemporer.

“Penguatan kapasitas mahasiswa tidak boleh hanya bertumpu pada teori di dalam kelas, melainkan harus diintegrasikan dengan ekosistem praktik profesional agar melahirkan lulusan yang berintegritas dan siap menjawab tantangan penegakan hukum di daerah maupun nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Langkah IAI Rawa Aopa ini selaras dengan komitmen Kementerian Agama RI dan organisasi profesi dalam membangun ekosistem keadilan terpadu berbasis triple helix—menghubungkan dunia akademik, pemerintah, dan praktisi. Sinergi ini dirancang untuk memfasilitasi berbagai program berkelanjutan, mulai dari Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), program praktisi mengajar, magang klinis, hingga pembentukan klinik bantuan hukum.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, dalam berbagai kesempatan forum hukum nasional menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perguruan tinggi keagamaan untuk melahirkan penegak hukum yang kompeten dan beretika tinggi. Bagi IAI Rawa Aopa, penjajakan dan kunjungan ke lembaga-lembaga bereputasi di Jakarta menjadi tonggak penting dalam mempercepat peningkatan mutu akademik.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai inovator sosial yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global dengan basis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang kokoh.