Jepang (ISW)

Kuliah di Rawa Aopa, Dapat Memilih Program Magang di Jepang

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan program dalam meningkatkan kualitas lulusannya. Terbaru, kampus ini membuka kesempatan emas bagi seluruh mahasiswanya untuk mengikuti program magang internasional ke Jepang. 

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja global sekaligus memperkuat keterampilan teknis mahasiswa di berbagai sektor industri. Ismail Suardi Wekke menyampaikan program tersebut saat bertemu Bupati Konawe Selatan di rumah jabatan BupatI Konawe Selatan (Rabu, 21 Januari 2026)

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa langkah ini adalah wujud nyata internasionalisasi kampus. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa kini tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga memiliki jembatan langsung menuju karier internasional. Kerjasama ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi di pasar kerja luar negeri.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa di IAI Rawa Aopa memiliki kesempatan yang sama untuk menembus pasar kerja global melalui program magang di Jepang ini,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan ke media usai bertemu Bupati Konawe Selatan. 

Ismail menambahkan bahwa program ini bukan kunjungan singkat, melainkan proses belajar mendalam mengenai disiplin kerja dan teknologi di Negeri Sakura. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan skema pembiayaan dan pendampingan yang matang agar program ini berjalan lancar. 

Beliau menyebutkan bahwa dukungan keuangan dan perencanaan karier menjadi prioritas utama bagi manajemen kampus dalam mendukung talenta mahasiswa. Pihak rektorat berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan administratif dan teknis selama mahasiswa berada di luar negeri.

Ismail Suardi Wekke juga menegaskan bahwa standar kompetensi mahasiswa akan meningkat secara signifikan setelah mereka terpapar dengan etos kerja profesional di Jepang. Menurutnya, pengalaman internasional akan menjadi nilai tambah yang sangat besar dalam portofolio setiap mahasiswa.

“Program magang ini adalah instrumen penting bagi kami untuk memperpendek masa tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegasnya dengan optimis. 

Selain penguatan kompetensi, Ismail memaparkan bahwa program ini juga merupakan bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan IAI Rawa Aopa. Beliau menilai bahwa keberhasilan mahasiswa di kancah internasional akan membawa dampak positif bagi reputasi institusi di tingkat nasional. Transformasi ini menjadi bagian dari visi besar kampus untuk menjadi pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara.

Di sisi lain, beliau menekankan pentingnya penguasaan bahasa dan adaptasi budaya bagi para calon peserta magang sebelum diberangkatkan. “Harapan kami, mahasiswa tidak hanya membawa pulang ilmu teknis, tetapi juga membawa semangat inovasi yang bisa diterapkan untuk membangun daerah asal mereka nantinya,” kata Ismail menutup pernyataannya. Hal ini menunjukkan bahwa visi kampus juga berorientasi pada pembangunan daerah berbasis pengalaman global.

Pendaftaran mahasiswa baru sementara dibuka. Mahasiswa yang mendaftar untuk program ini, akan mendapatkan pembekalan intensif bahasa Jepang sebelum bertolak ke Jepang. Inisiatif ini menandai babak baru bagi IAI Rawa Aopa sebagai institusi pendidikan yang progresif dan berwawasan masa depan.

Magang di Jepang (ISW)

Kuliah di IAI Rawa Aopa dan Magang ke Jepang, Kini Dibuka

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan membuka program integrasi perkuliahan yang dikombinasikan dengan kesempatan magang ke Jepang. Program inovatif ini dirancang untuk memberikan pengalaman internasional sekaligus peningkatan keterampilan praktis bagi para mahasiswa di tengah persaingan global yang kian kompetitif. Demikian disampaikan Ismail Suardi Wekke, saat peluncuran pendaftaran mahasiswa baru di kampus Andoolo (Senin, 19 Januari 2026).

Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan penguatan akademik di kampus, tetapi juga memiliki jalur khusus untuk menyelami dunia kerja profesional di luar negeri. “Kita berikan kesempatan untuk mengenali dunia kerja global,” kata Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D.., menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret kampus dalam melakukan akselerasi kualitas lulusan. Ia menjelaskan bahwa pihak universitas telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai mitra strategis guna memastikan mahasiswanya mendapatkan posisi magang yang relevan dengan bidang studi masing-masing. 

Menurutnya, program ini menjadi jawaban atas kebutuhan dunia kerja yang kini menuntut adanya wawasan global dan kedisiplinan tinggi. “Jepang, salah satu negara yang maju dalam produktivitas. Kita punya kesempatan untuk belajar ke sana,” tutur Ismail yang menjadi komite saintifik kegiatan Tohoku University International Interdisciplinary Seminar (TUIIS) selama lima tahun.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa seluruh aspek perencanaan anggaran dan sumber daya manusia telah disiapkan secara matang untuk mendukung keberangkatan para mahasiswa ke Negeri Sakura tersebut. Ia menyebutkan bahwa dukungan institusi tidak hanya berhenti pada pemberangkatan, tetapi juga pada pengawasan selama masa magang berlangsung. 

Pihak kampus berharap agar kolaborasi lintas negara ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan karier mahasiswa di masa depan. “Dengan belajar di IAI Rawa Aopa, maka ada mata kuliah yang dapat ditempuh melalui skema magang,” jelas Ismail yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Dalam kesempatan yang sama di kampus Andoolo, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan terkait visi besar program ini. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa IAI Rawa Aopa memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di level internasional, dan magang ke Jepang ini adalah pintu masuknya,” ujarnya dengan penuh optimisme. 

Selain itu, ia juga menambahkan mengenai teknis pelaksanaan program. “Kurikulum kami telah disesuaikan agar proses magang ini dapat dikonversi menjadi skema pembelajaran yang diakui secara akademik, sehingga mahasiswa tetap bisa lulus tepat waktu,” kata Ismail.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh calon mahasiswa dan orang tua untuk tidak ragu memanfaatkan peluang emas ini. “Pendaftaran telah resmi dibuka, dan kami mengundang putra-putri terbaik untuk bergabung bersama kami guna menjemput masa depan yang lebih cerah melalui pengalaman internasional ini,” pungkasnya. Dengan dibukanya program ini, IAI Rawa Aopa semakin mempertahankan posisinya sebagai institusi pendidikan yang progresif di Sulawesi Tenggara.

Jepang (ISW)

Fasilitasi Magang ke Jepang, IAI Rawa Aopa Tawarkan Bagian dari Merdeka Belajar

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melakukan langkah progresif dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui penguatan kerja sama internasional. Salah satu program unggulan yang kini tengah digalakkan adalah fasilitasi magang mahasiswa ke Jepang. Program ini tidak hanya sekadar praktik kerja, namun dirancang secara sistematis sebagai bagian integral dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperpendek jarak antara dunia akademik dan kebutuhan industri global. “Kami berkomitmen untuk menyediakan jembatan bagi mahasiswa agar mereka bisa mencicipi atmosfer kerja di negara maju seperti Jepang,” ungkap Ismail Suardi Wekke sebagai pernyataan pertamanya.

Implementasi program ini dipastikan akan mempermudah mahasiswa dalam penyelesaian studi karena sistem konversi nilai yang jelas. Ismail Suardi Wekke menegaskan dalam pernyataan kedua bahwa melalui skema MBKM, pengalaman praktis yang didapatkan mahasiswa di luar negeri akan diakui sepenuhnya sebagai pemenuhan beban SKS, sehingga mahasiswa tidak perlu khawatir akan keterlambatan kelulusan selama menjalani magang.

Terkait teknis pelaksanaan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa pihak kampus sedang menyusun regulasi pendukung agar sinkronisasi antara kurikulum prodi dengan aktivitas di lokasi magang dapat berjalan tanpa hambatan teknis. Beliau optimis bahwa rekognisi pengalaman internasional ini akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi portofolio akademik mahasiswa saat mereka menyelesaikan pendidikan nanti.

Lebih lanjut, program ini menitikberatkan pada pengembangan karakter dan etos kerja yang menjadi ciri khas industri di Negeri Sakura. “Magang ini merupakan laboratorium kehidupan bagi mahasiswa untuk mengadopsi kedisiplinan dan budaya kerja profesional yang sangat ketat,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Ia berharap sekembalinya dari Jepang, mahasiswa membawa pola pikir baru yang dapat memicu inovasi di daerah asal mereka. “Kita punya kesempatan belajar ke negara lain,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang juga beberapa kali menerima undangan menyajikan makalah di Jepang melalui Tohoku University.

Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan menekankan pentingnya jejaring internasional dalam membangun karier di masa depan. “Di era disrupsi ini, memiliki ijazah saja tidak cukup; mahasiswa membutuhkan koneksi dan pemahaman lintas budaya untuk dapat bersaing di tingkat global,” lanjutnya.

Dengan adanya program ini, IAI Rawa Aopa memposisikan diri sebagai institusi yang tanggap terhadap dinamika global demi masa depan generasi muda Sulawesi Tenggara. “Awalnya Oxford, Cambdridge, dan lokasi-lokasi kampus masyhur hari ini berawal dari kampung juga. Maka, dengan aktifasi kegiatan ini, menjadikan Andoolo juga masyhur di pentas global,” pungkas Ismail.