IMG-20260120-WA0021

Rawa Aopa Pertegas Komitmen Akses Pendidikan Wilayah 3P, Targetkan Mahasiswa KIP Kuliah Go International

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertegas komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah pesisir, pedalaman, dan perbatasan (3P). Langkah strategis ini diawali dengan peluncuran resmi seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026/2027 yang berlangsung di kampus IAI Rawa Aopa, Senin (19/1/ 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa letak geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikan berkualitas. Dalam kesempatan tersebut, Ismail menyampaikan komitmen institusi untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Ia menyatakan bahwa mereka berkomitmen penuh untuk memastikan setiap anak muda di wilayah pesisir hingga perbatasan mendapatkan hak pendidikan melalui berbagai skema beasiswa dan juga fasilitasi pendidikan.

“Ini dalam kaitan pemajuan pendidikan tinggi yang memberikan kesempatan kepada siapapun, dimanapun, tanpa juga batasan umur untuk menempuh pendidikan di tingkat perguruan tinggi,” tutur Ismail Suardi Wekke.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama kampus saat ini adalah melakukan jemput bola ke wilayah-wilayah terpencil guna mensosialisasikan program pendidikan tinggi. Beliau mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah membuka penerimaan mahasiswa baru agar distribusi informasi mengenai bangku kuliah dapat menyentuh hingga ke pelosok pedalaman Konawe Selatan dan sekitarnya.

Selain itu, Ismail juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi dalam mengawal keberlanjutan studi mahasiswa dari daerah 3P tersebut agar tidak terkendala masalah finansial.

“Kita menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kabupaten yang telah membantu pembiayaan uang kuliah bagi mahasiswa, diantaranya Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Bombana,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Komitmen ini diperkuat dengan pernyataan Ismail Suardi Wekke yang menyoroti urgensi inklusivitas pendidikan. “Kita harus menghapus stigma bahwa pendidikan tinggi hanya milik masyarakat perkotaan, karena potensi besar justru banyak tersimpan di wilayah pedalaman dan pesisir kita,” tegas Ismail di hadapan para sivitas akademika.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa harus menjadi jembatan peradaban bagi masyarakat perbatasan melalui program-program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan lokal.

“Penerimaan mahasiswa baru tahun ini selain sebagai rutinitas administratif, juga akan menjadi sebuah gerakan untuk memerdekakan akses literasi di seluruh pelosok Sulawesi Tenggara,” imbuhnya.

Salah satu program yang menjadi sorotan dalam peluncuran PMB kali ini adalah peningkatan kapasitas bagi mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah. IAI Rawa Aopa menargetkan para mahasiswa KIP Kuliah untuk menempuh program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Amat (KKA) di luar negeri.

Program internasionalisasi ini dirancang untuk memberi mereka peluang emas dalam memperluas wawasan regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara, sehingga lulusan dari daerah 3P memiliki daya saing global.

“Sekalipun kita berada di wilayah timur, tetapi wawasan regional Asia Tenggara perlu dibangun,” tambah Ismail Suardi Wekke yang lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia.
Upaya ini menjadi bagian dari misi IAI Rawa Aopa dalam menjembatani pendidikan bagi masyarakat.

Dengan memberikan prioritas bagi putra-putri dari garis pantai hingga pegunungan, kampus berkomitmen untuk menciptakan ekosistem akademik yang inklusif dan transformatif.

Pendidikan tinggi diharapkan bukan lagi menjadi kemewahan, melainkan hak yang bisa digapai oleh setiap warga negara, terlepas dari seberapa jauh tempat tinggal mereka dari pusat kota. “Akses pendidikan perlu dibuka kepada wilayah-wilayah pesisir, pedalaman, dan perbatasan. Sehingga hak mereka mendapatkan pendidikan tinggi dapat ditunaikan,” jelas Ismail Suardi Wekke.

Menutup keterangannya, Ismail menyatakan bahwa langkah mengirim mahasiswa ke luar negeri adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi yang dijembatani oleh KIP Kuliah tidak membatasi seseorang untuk berprestasi di level internasional. Melalui visi ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat mencetak kader bangsa yang memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika regional sekaligus tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan daerah asalnya di pelosok nusantara.

IMG-20260118-WA0041

IAI Rawa Aopa Perkuat Struktur Organisasi: Rektor dan Pejabat Struktural Resmi Dilantik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan rektor beserta jajaran pejabat struktural baru untuk periode 2026-2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi kampus menuju institusi pendidikan tinggi Islam yang unggul di Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/1/2026).

Acara yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika dan pengurus yayasan ini menekankan pada penguatan tata kelola universitas, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kita berkumpul di aula kampus ini sebagai bagian dalam memperkuat kelembagaan perguruan tinggi,” kata ketua yayasan, Mardan, SkM., M.Si.

Kegiatan pelantikan diawali dengan Pelantikan Rektor, Dr. Basri Melamba, S.Pd., M.A., dan selanjutnya pejabat di lingkup IAI Rawa Aopa Kenawe Selatan, diantaranya wakil rektor, kepala biro, dan kepala bagian, serta ketua prodi, dan kepala lembaga.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, melainkan langkah strategis untuk mempercepat visi besar kampus. Ismail mengungkapkan bahwa dalam dua tahun mendatang ditargetkan untuk transformasi kelembagaan ke universitas.

“Pelantikan hari ini adalah momentum bagi IAI Rawa Aopa untuk mempertahankan sistem manajemen yang transparan dan akuntabel di semua lini,” ujar Ismail saat ditemui seusai acara. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap sen anggaran yang dikelola akan berorientasi sepenuhnya pada peningkatan mutu akademik dan fasilitas mahasiswa.

Lebih lanjut, Ismail menaruh harapan besar kepada jajaran yang baru diambil sumpahnya.

“Saya berharap para pejabat yang baru dilantik segera melakukan akselerasi program kerja, karena tantangan dunia pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk bergerak lebih cepat dari biasanya,” tambahnya.

Selain memberikan pernyataan, Ismail Suardi Wekke turut menyoroti aspek profesionalisme di lingkungan kerja kampus. Ia menjelaskan bahwa pihak rektorat ke depannya akan mempertahankan pengawasan terhadap kinerja kepegawaian guna memastikan seluruh aparatur kampus bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Terkait kebijakan anggaran, Ismail menggarisbawahi bahwa perencanaan keuangan akan diprioritaskan untuk mendukung riset dosen dan pengabdian masyarakat sebagai bagian integral dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak reputasi akademik kampus di tingkat regional.

Menutup keterangannya, Ismail menyebutkan bahwa integritas pejabat struktural adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap IAI Rawa Aopa sebagai pusat pendidikan Islam di Konawe Selatan. Dengan formasi kepemimpinan yang baru ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat meningkatkan status akreditasi dan memperluas jaringan kerjasama baik di tingkat nasional maupun internasional.

IMG-20260114-WA0003

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rayakan Dies Natalis IX dengan Dialog Publik Internasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperingati Dies Natalis ke-IX dengan menggelar Dialog Publik Internasional yang menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis sekaligus penegasan komitmen institusi dalam memperluas jejaring dan wawasan keilmuan di tingkat global.

Peringatan Dies Natalis IX berlangsung khidmat di Kampus IAI Rawa Aopa, Andoolo, Senin (11/11/2025), dan dihadiri oleh civitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta mitra strategis institusi.

Dalam sambutannya, Dewan Pembina IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menegaskan bahwa usia sembilan tahun merupakan momentum refleksi dan penguatan komitmen institusi dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam.

“Sembilan tahun hanyalah sebuah angka. Ini adalah penanda komitmen kami untuk terus hadir sebagai mercusuar pendidikan tinggi Islam di Konawe Selatan, bahkan di wilayah 3T. Setiap capaian yang kita raih adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Al Asri.

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, IAI Rawa Aopa bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Konawe Selatan menyelenggarakan Dialog Publik Internasional. Kegiatan ini digelar secara hybrid di Auditorium Al Asri, Hotel Zam Zam, Andoolo, sehingga memungkinkan partisipasi narasumber dan peserta lintas negara.

Dialog publik tersebut menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari berbagai institusi nasional dan internasional, termasuk mitra perguruan tinggi luar negeri IAI Rawa Aopa, seperti Fatoni University (Thailand) dan Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia).

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya integrasi nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dalam pengembangan teknologi digital, strategi kolaborasi antarperguruan tinggi melalui program pertukaran mahasiswa dan riset bersama, serta penguatan literasi lintas budaya dan moderasi beragama dalam menghadapi tantangan global.

Sekretaris Dewan Pembina Yayasan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang bertindak sebagai moderator, menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam dunia pendidikan tinggi.

“Kolaborasi pendidikan tinggi antar negara adalah kunci untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan budaya yang tinggi. IAI Rawa Aopa telah menunjukkan inisiatif luar biasa dalam membuka ruang diskusi global ini,” kata Ismail.

Menurut Ismail, peringatan Dies Natalis IX ini juga menjadi momentum strategis bagi IAI Rawa Aopa untuk menegaskan visi jangka panjangnya, yakni bertransformasi dari institut menjadi universitas Islam yang berdaya saing global.

“Tidak hanya berkiprah di tingkat lokal, tetapi memiliki daya saing global,” ujarnya.

Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Keberhasilan menyelenggarakan kegiatan berskala internasional dinilai menjadi indikator kesiapan IAI Rawa Aopa berkontribusi dalam kancah akademik global.

Acara Dies Natalis IX dan Dialog Publik Internasional ini secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe Selatan yang diwakili Asisten II. Pada kesempatan tersebut, pihak kampus juga memperkenalkan sejumlah program akademik yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan penelitian berbasis isu lokal dan global.

Peringatan Dies Natalis IX ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga penegasan posisi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada mutu, kolaborasi, dan kontribusi nyata dalam pembangunan peradaban melalui pendidikan.

Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

SEAAM dan IAI Rawa Aopa Bersama Mitra Perguruan Tinggi Mengadakan Diskusi Terpumpun, Mempersiapkan ASEAN Symposium on Higher Education

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM) dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong integrasi akademik di kawasan Asia Tenggara. Melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah mitra perguruan tinggi, SEAAM menggelar Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) yang digelar daring guna mematangkan persiapan perhelatan akbar ASEAN Symposium on Higher Education.

Pagi ini, Selasa (13/1/2026), mengadakan diskusi terpumpun. Pertemuan ini dihadiri calon mitra jajaran pimpinan perguruan tinggi yang berfokus akan menjadi panitia pada pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui skema kerja sama lintas negara. Diskusi ini bertujuan untuk memetakan persiapan teknis untuk kegiatan.

Termasuk, tantangan terkini serta peluang kolaborasi riset dan mobilitas mahasiswa di lingkungan ASEAN.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, yang merupakan Komite Saintifik dalam jaringan akademik ini, menekankan pentingnya sinergi yang konkret antar-institusi pendidikan di Asia Tenggara.

“Simposium ini merupakan pertemuan awal, juga akan menjadi sebuah ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa perguruan tinggi di ASEAN mampu menjadi episentrum kemajuan ilmu pengetahuan. Kita perlu menciptakan ekosistem di mana pertukaran ide, publikasi bersama, dan mobilitas akademik dapat berjalan tanpa sekat yang berarti,” ujar Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan Research Fellow di INTI Internasional University (Malaysia).

Beliau juga menambahkan bahwa melalui ASEAN Symposium on Higher Education, diharapkan akan menjadi paltform strategis yang dapat diimplementasikan oleh pemangku kebijakan pendidikan di masing-masing negara anggota.
Beberapa poin krusial yang akan menjadi bahasan utama dalam simposium mendatang meliputi: Digitalisasi Pendidikan: Adaptasi kurikulum berbasis teknologi di era transformasi digital. Berikutnya, Mobilitas Akademik: Mempermudah pertukaran dosen dan mahasiswa antar-negara ASEAN.

Demikian pula, Riset Kolaboratif: Mendorong pendanaan dan publikasi riset bersama yang berdampak pada masyarakat regional. Selanjutnya, Standarisasi Mutu: Penyetaraan standar kualitas lulusan agar kompetitif di pasar kerja global.

Kegiatan diskusi terpumpun ini ditutup dengan diskusi jadwal pelaksanaan simposium dan pembentukan tim teknis yang melibatkan mitra perguruan tinggi. Semangat kolaborasi ini menjadi sinyal positif bagi masa depan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif di kawasan ASEAN. Kegiatan simposium akan dilaksanakan pada tanggal 31 Maret s.d. 3 April 2026 di Jakarta dengan metode hybrid.

“Kita akan mengumumkan segera, perguruan tinggi yang akan berpartisipasi saat sudah mendapatkan surat resmi. Hari ini, masih dalam status FGD untuk mendapatkan maklumat terkait dengan kegiatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang merupakan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.