dari Gontor ke Rawa Aopa (ISW)

Dari Gontor ke Rawa Aopa: Mengadaptasi Arsitektur Kelembagaan Gontor untuk Akselerasi Menara Pendidikan Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Ini merupakan catatan, dalam kaitan untuk eksplorasi kerjasama antara Universitas Darussalam Gontor dan Gontor Kampus 6 (Pudahoa, Konawe Selatan) dengan Institut Agama Islam Rawa Konawe Selatan.

Dalam peta pendidikan Islam di Indonesia, Pondok Modern Darussalam Gontor beserta Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor telah bertransformasi menjadi “Menara Pendidikan”. Keberhasilannya dalam menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan modernitas menjadi role model bagi institusi baru. 

Bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyerap energi dan metodologi dari Gontor bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan langkah strategis untuk melakukan lompatan kualitas (quantum leap) dalam penguatan kapasitas internal. Berikut adalah pilar-pilar penguatan yang dapat diadaptasi melalui kolaborasi strategis tersebut:

Pertama: Standarisasi Manajemen Tata Kelola (Total Quality Management)

Gontor memiliki sistem tata kelola yang mandiri, disiplin, dan berkelanjutan. IAI Rawa Aopa dapat belajar mengenai sistem administrasi dan manajemen organisasi yang berbasis pada nilai keikhlasan namun dijalankan dengan profesionalisme tinggi. Pendampingan dari UNIDA Gontor dalam hal penjaminan mutu internal akan membantu IAI Rawa Aopa membangun sistem kelembagaan yang kokoh, transparan, dan akuntabel sejak dini.

Kedua: Pengembangan Kapasitas SDM melalui “Kaderisasi” Akademik

Salah satu kekuatan utama Gontor adalah sistem kaderisasinya yang tak pernah putus. Melalui kolaborasi ini, dosen dan staf IAI Rawa Aopa dapat mengikuti program short course atau magang manajerial di UNIDA Gontor. Tujuannya adalah untuk mentransfer etos kerja, kedisiplinan, dan pola pikir pengabdian yang menjadi ciri khas tenaga pendidik di Gontor, sehingga tercipta SDM yang memiliki loyalitas tinggi terhadap visi institusi.

Ketiga: Internalisasi “Panca Jiwa” dalam Budaya Kampus

Pendidikan Islam bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. IAI Rawa Aopa dapat mengadopsi nilai-nilai “Panca Jiwa” (Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan) ke dalam budaya kampus. Dengan belajar dari Gontor, IAI Rawa Aopa dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga membentuk integritas moral mahasiswa di Konawe Selatan.

Keempat: Pendampingan Akreditasi dan Publikasi Ilmiah

Sebagai institusi yang telah mapan, UNIDA Gontor memiliki pengalaman luas dalam menavigasi regulasi pendidikan tinggi dan standar akreditasi nasional maupun internasional. Gontor dapat memberikan asistensi teknis bagi IAI Rawa Aopa dalam memetakan borang akreditasi, pengelolaan jurnal ilmiah, hingga strategi peningkatan jabatan fungsional dosen, sehingga proses penguatan status kelembagaan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Kelima: Pemanfaatan Jaringan Global Gontor untuk Aksesibilitas

Gontor memiliki jejaring alumni dan kemitraan internasional yang sangat luas di Timur Tengah maupun Barat. Dengan bernaung di bawah bimbingan “Menara” ini, IAI Rawa Aopa mendapatkan akses untuk terhubung dengan mitra-mitra internasional tersebut. Hal ini membuka peluang bagi IAI Rawa Aopa untuk terlibat dalam forum-forum ilmiah dunia, program beasiswa, dan kolaborasi global yang sebelumnya sulit dijangkau secara mandiri.

Penutup

Belajar dari Gontor berarti belajar tentang ketahanan dan visi jangka panjang. Dengan memposisikan Gontor sebagai mentor kelembagaan, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak perlu memulai semuanya dari nol. 

Melalui bimbingan dari UNIDA Gontor dan dukungan kewilayahan dari Gontor Kampus 6, IAI Rawa Aopa siap bertransformasi menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam di Sulawesi Tenggara yang berakar kuat pada tradisi dan menjulang tinggi dalam prestasi.

 

Gontor (ISW)

Berkunjung ke Pesantren Gontor Kampus 6 Pudahoa, Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Identifikasi Potensi Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya memperkuat jejaring pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia terus dipacu oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Terbaru, jajaran pimpinan kampus melakukan kunjungan strategis ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 6 yang berlokasi di Pudahoa, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, guna mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi akademik dan pemberdayaan masyarakat (Ahad, 25 Januari 2026).

Kunjungan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan visi dalam mencetak generasi unggul di Sulawesi Tenggara. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, dibahas berbagai potensi kerja sama mulai dari penguatan ekosistem keilmuan hingga pengembangan talenta muda Indonesia yang memiliki daya saing global namun tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam membangun daya dukung ekosistem intelektual di daerah. Ia menyatakan secara langsung bahwa kehadiran Gontor di Konawe Selatan adalah aset berharga yang harus disinergikan dengan perguruan tinggi untuk menciptakan akselerasi kualitas pendidikan. 

“Kami melihat peluang untuk melakukan integrasi program, terutama dalam hal pengembangan bahasa dan kedisiplinan yang menjadi ciri khas Gontor, untuk kemudian diadaptasi dalam penguatan kapasitas mahasiswa kami,” ujar Ismail Suardi Wekke. 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sinergi ini akan difokuskan pada pembentukan talenta muda Indonesia melalui pola inkubasi yang lebih modern namun tetap berbasis pada nilai-nilai keislaman yang moderat. Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan institusi pendidikan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat lokal. 

Ia memaparkan bahwa pimpinan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menjadikan kolaborasi ini sebagai jembatan bagi program pengabdian masyarakat yang lebih terukur dan berdampak luas. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya terbatas pada level administratif, melainkan harus menyentuh aspek fundamental dalam riset kolaboratif yang mampu menjawab tantangan zaman di era digital.

Ismail juga menyampaikan bahwa pihak kampus saat ini sedang mengidentifikasi kerangka kerja sama yang akan mencakup. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa ingin memastikan untuk mendapatkan dukungan Gontor, terutama dalam meningkatkan akreditasi dan reputasi akademik di tingkat nasional melalui jaringan Gontor. 

Penekanan pada ekosistem keilmuan ini diharapkan mampu menjadikan Konawe Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan intelektual di Indonesia Timur. “Terima kasih kepada wakil pengasuh Gontor Pudahoa telah menerima silaturahmi kami. Sekalipun ini adalah yang pertama, insya Allah kita akan teruskan dengan pelbagai platfrom kerjasama terutama dukungan dari Gontor untuk IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga alumni Pesantren IMMIM.