SEASIHE (ISW)

Dapatkan Dukungan BKSPTIS dan UniSZA, IAI Rawa Aopa Siap Gelar SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan langkah dalam kancah akademik internasional melalui persiapan penyelenggaraan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Momentum ini dipertahankan setelah perguruan tinggi tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) se-Indonesia serta Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia, yang akan memperluas jejaring riset dan kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi antara BKSPTIS dan UniSZA merupakan fondasi dalam memastikan pelaksanaan simposium mendatang. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini akan menjadi sebuah ikhtiar strategis untuk mengangkat posisi perguruan tinggi Islam lokal ke tingkat global. 

Menurutnya, dukungan dari lembaga besar seperti UniSZA memberikan kepercayaan diri lebih bagi IAI Rawa Aopa dalam mengelola perhelatan ilmiah berskala internasional. “Kita akan mengkomunikasikan ini semakin luas ke pelbagai perguruan tinggi Islam. Termasuk dalam jejaring Al Washliyah,” ungkap Ismail di Masjid Istiqlal setelah menghadiri pengukuhan Majelis Ulama Indonesia, Sabtu, 7 Februari 2026.

Sebagaimana diketahui bahwa SEASIHE 2026 akan dilaksanakan di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, pada bulan Mei yang akan datang. Sekaligus sebuah kesempatan mendorong wujudnya kerjasama perguruan tinggi luar negeri dengan pemerintah kabupaten Konawe Selatan.

“Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menjadikan Konawe Selatan sebagai salah satu titik temu pemikiran interdisipliner Islam di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke sesaat setelah menyapa Ketua Umum PB Al Wahliyah yang dilantik menjadi pengurus MUI. 

Ismail menambahkan bahwa keterlibatan BKSPTIS akan menjadi jembatan bagi berbagai kampus swasta di Indonesia untuk turut serta dalam diskursus global. “Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir dari simposium ini memiliki dampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Selain itu, Ismail juga menjelaskan bahwa persiapan aspek infrastruktur dan sumber daya manusia terus dikebut guna menyambut para delegasi dari mancanegara. Beliau menyampaikan bahwa dukungan administratif dan anggaran telah dialokasikan secara proporsional demi kelancaran acara tersebut. Pihak IAI Rawa Aopa optimis bahwa dengan dukungan teknis dari mitra luar negeri, SEASIHE 2026 akan mampu menghasilkan luaran publikasi ilmiah yang kompetitif dan diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi di masa depan. “Dukungan UniSZA dan BKSPTIS adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa dapat menjadi motor penggerak kolaborasi akademik lintas batas,” ucap Ismail secara optimis. Kehadiran simposium ini diharapkan tidak hanya memperkuat profil kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui penyebaran ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.

Pengumuman Pelaksanaan SEASIHE 2026, Menerima Kesediaan Cohost

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dengan senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, kami umumkan bahwa persiapan konferensi Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026 telah mencapai tahapan awal dalam persiapan pelaksanaan. Melalui kolaborasi, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), dan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) telah memulai untuk menyelenggarakan forum kolaboratif SEASIHE yang akan berlangsung pada 6–10 Mei 2026 di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Kemitraan ini menandai sinergi yang kuat antara inisiatif konservasi lingkungan, institusi akademik prestisius, dan jaringan luas perguruan tinggi Islam swasta, yang menjamin pendekatan multifaset dalam menghadapi tantangan inovasi berkelanjutan. Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen strategis terhadap keberagaman pemikiran dan keahlian. 

UniSZA, yang dikenal dengan keunggulan akademik dan kurikulum berbasis riset, menyediakan fondasi intelektual yang diperlukan untuk diskusi tingkat tinggi. Sementara itu, BKSPTIS menghadirkan jaringan institusi swasta yang memastikan hasil konferensi ini beresonansi di seluruh demografi pendidik dan mahasiswa. Melengkapi kekuatan tersebut, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan memberikan perspektif unik yang menekankan pada titik temu kritis antara pelestarian ekologi dan kerangka pendidikan di wilayah Taman Nasional Rawa Aopa.

Di tengah transisi dunia menuju teknologi hijau dan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang etis, SEASIHE 2026 bertujuan untuk menjadi forum utama dalam menampilkan ide-ide transformatif. Para penyelenggara akan bekerja secara terpadu untuk menyusun program yang menonjolkan riset terobosan dalam bidang energi terbarukan, pengelolaan kampus berkelanjutan, serta literasi digital. Dengan menyatukan sumber daya yang ada, UniSZA, BKSPTIS, dan IAI Rawa Aopa menciptakan sebuah platform di mana kearifan lokal bertemu dengan inovasi global, sekaligus menumbuhkan dialog yang berakar pada budaya dan berpandangan maju dalam kerangka keislaman.

Persiapan saat ini telah berjalan untuk memastikan pengalaman yang lancar bagi para delegasi dari berbagai lokasi di Asia Tenggara. Kemitraan ini mewakili lebih dari sekadar pengaturan teknis; ia merupakan visi bersama bagi masa depan pendidikan tinggi di Asia Tenggara. Melalui sesi pleno gabungan, lokakarya, dan pameran, para tuan rumah bersama bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta memberikan wawasan nyata kepada para peserta yang dapat diimplementasikan di institusi masing-masing guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kami mengundang para peneliti, akademisi, dan pemimpin industri untuk mencatat tanggal agenda bergengsi ini dalam kalender kegiatan mereka. Termasuk bagi institusi yang bersedia menjadi cohost pelaksanaan simposium. Formalisasi kesepakatan tuan rumah bersama ini merupakan aksi nyata dari tekad kolektif para mitra kami untuk memimpin gerakan inovasi berkelanjutan. Kami menantikan kehadiran Anda dalam lingkungan pertukaran akademik yang ketat dan semangat kolaboratif, selagi kita bekerja bersama untuk membentuk masa depan pendidikan tinggi yang tangguh dan inovatif di kawasan kita.

SEASIHE (ISW)

Announcement of Cohost Acceptance, Rawa Aopa – UniSZA – BKSPTIS will Organize SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – With shukur and thankfully to Allah, We announce that the Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026 conference has reached a significant milestone in its organizational journey. In a landmark collaboration, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), and the Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) already started discussion to organize  a collaborative forum namely SEASIHE (6-10 May 2026; Kendari-Andoolo, Southeast Sulawesi, Indonesia). 

This partnership marks a synergy between environmental conservation initiatives, prestigious academic institutions, and a robust network of private Islamic higher education bodies, ensuring a multifaceted approach to the challenges of sustainable innovation. The collaboration reflects a strategic commitment to diversity in thought and expertise. UniSZA, renowned for its academic excellence and research-driven curriculum, provides the intellectual foundation necessary for high-level discourse. 

Furthermore, BKSPTIS brings a network of private institutions, ensuring that the conference’s outcomes resonate across a wide demographic of educators and students. Complementing these is the unique perspective of Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, emphasizing the critical intersection of ecological preservation and educational frameworks in the home of Taman Nasional Rawa Aopa.

As the world pivots toward greener technologies and ethical AI integration, SEASIHE 2026 aims to be the premier forum for showcasing transformative ideas. The cohosts will work in tandem to curate a program that highlights groundbreaking research in renewable energy, sustainable campus management, and digital literacy. By pooling their resources, UniSZA, BKSPTIS, and IAI Rawa Aopa are creating a platform where local wisdom meets global innovation, fostering a dialogue that is both culturally grounded and forward-looking in the framework of Islam.

Logistical preparations are already underway to ensure a seamless experience for delegates from across the globe. This partnership signifies more than just a logistical arrangement; it represents a shared vision for the future of higher education in Southeast Asia. Through joint plenary sessions, workshops, and exhibitions, the cohosts aim to bridge the gap between theory and practice, providing attendees with actionable insights that can be implemented within their respective institutions to drive sustainable growth.

We invite researchers, academicians, and industry leaders to mark their calendars for this prestigious event. The formalization of this cohost agreement is a testament to the collective resolve of our partners to lead the charge in sustainable innovation. We look forward to welcoming you to an environment of rigorous academic exchange and collaborative spirit, as we work together to shape a resilient and innovative future for higher education in our region.

ICOBAR (ISW)

IAI Rawa Aopa dengan dukungan BKSPTIS Bersiap Melaksanakan konferensi SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan konferensi internasional Southeast Asia Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS), menyusul koordinasi intensif yang dilakukan oleh pimpinan IAI Rawa Aopa dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, bergerak cepat dengan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta pada pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, Ismail secara langsung mengantarkan surat permohonan dukungan kolaborasi kepada Ketua Umum BKSPTIS. Upaya ini merupakan bentuk komitmen IAI Rawa Aopa untuk memosisikan diri sebagai pusat diskursus pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai sosok yang juga menjabat di Bidang Kerjasama BKSPTIS, Ismail memberikan kepastian mengenai kelanjutan rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa permohonan kolaborasi yang diajukannya telah mendapatkan lampu hijau melalui pesan singkat di WhatsApp. 

“Saat ini, kita tengah menunggu terbitnya surat resmi dari Ketua Umum BKSPTIS, yang dijabat oleh Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), guna memperkuat legitimasi kemitraan strategis ini,” kata Ismail Suardi Wekke usai pembukaan acara konferensi di Bina Nusantara University, Jakarta (Kamis, 5 Februari 2026).

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi. “Konferensi SEASIHE 2026 adalah sarana bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jejaring akademik di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang merupakan alumni pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia. 

Beliau juga menambahkan bahwa dukungan dari BKSPTIS menjadi bagian dalam menyukseskan perhelatan yang akan dihadiri oleh berbagai akademisi lintas negara tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan ini berjalan selaras dengan standar global. Olehnya, perguruan tinggi Islam saatnya bersama-sama ke arah yang sama,” tegasnya menutup pernyataan.

Ismail juga menjelaskan secara mendalam mengenai proses persiapan yang tengah berjalan. Ia memaparkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi Islam sangat krusial untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. 

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi tuan rumah yang representatif bagi para ilmuwan dari Asia Tenggara. Terakhir, Ismail menekankan bahwa nantinya, setelah terbitnya surat dari Ketua Umum BKSPTIS nantinya akan menjadi dukungan bagi seluruh panitia untuk segera mengeskalasi persiapan di lapangan.

Penyelenggaraan SEASIHE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang komunikasi akademik, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah Konawe Selatan ke kancah mancanegara. Dengan dukungan dari BKSPTIS, IAI Rawa Aopa optimistis konferensi ini akan melahirkan rencana aksi bagi masa depan pendidikan Islam di kawasan ini.