IMG-20260705-WA0044

ASEAN Symposium on Higher Education 2026 Digelar di Jakarta dan Bandung, Perkuat Transformasi Pendidikan Tinggi ASEAN

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Indonesia kembali menjadi pusat perhatian dunia akademik di Asia Tenggara dengan digelarnya ASEAN Symposium on Higher Education (ASHE) 2026. Forum strategis regional ini dijadwalkan berlangsung selama satu pekan penuh, mulai dari tanggal 22 hingga 28 September 2026, bertempat di dua kota pusat inovasi dan pendidikan nasional, Jakarta dan Bandung.

Simposium ini hadir di tengah momentum krusial, di mana institusi pendidikan tinggi dituntut untuk tangkas beradaptasi terhadap disrupsi teknologi digital sekaligus merangkul semangat Open Science (Sains Terbuka). ASHE 2026 diproyeksikan menjadi wadah bertemunya para rektor, direktur pascasarjana, peneliti senior, hingga pemangku kebijakan (regulator) untuk merumuskan cetak biru tata kelola kampus yang berbasis knowledge management dan ekosistem digital yang integratif.

“Tantangan pendidikan tinggi di ASEAN saat ini bukan lagi sekadar kompetisi, melainkan bagaimana membangun sinergi yang kokoh. Melalui simposium ini, kita mendorong model pengelolaan yang mengombinasikan sentralisasi operasi infrastruktur dengan desentralisasi otonomi akademik. Pendekatan ini penting untuk memacu inovasi lokal yang berdampak sosial, seperti inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas dan desa,” ujar perwakilan komite pengarah simposium dalam keterangannya di Jakarta.

Selain presentasi riset multidisiplin dan diskusi panel, ASHE 2026 juga akan memfasilitasi sesi khusus kemitraan strategis. Agenda ini mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Perjanjian (MoA) antar-perguruan tinggi lintas negara untuk program pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, serta penguatan literasi keuangan inklusif.

Rangkaian acara di Jakarta akan difokuskan pada kebijakan makro dan high-level networking, sementara sesi di Bandung akan diisi dengan lokakarya implementatif, termasuk penerapan metode Design Thinking untuk transformasi manajemen sekolah dan perguruan tinggi, serta diseminasi pemanfaatan identitas digital peneliti (global research identifiers) guna mendongkrak visibilitas akademik global.

Komite internasional mengundang seluruh ilmuwan, praktisi, dan pimpinan institusi dari seluruh penjuru ASEAN untuk mendaftarkan draf artikel ilmiah maupun hadir sebagai delegasi resmi. Informasi selengkapnya mengenai tenggat waktu pengiriman abstrak, biaya registrasi, dan detail akomodasi selama berada di Jakarta dan Bandung dapat diakses melalui laman resmi panitia penyelenggara.

IMG-20260402-WA0029

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Tegaskan Keperluan Jejaring Internasional dalam ASHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Semangat integrasi akademik di kawasan Asia Tenggara kembali diperkuat melalui perhelatan “Indonesia-Malaysia Week of Academic Friendship”. Agenda besar ini menjadi panggung bagi para akademisi dan mahasiswa melalui dua kegiatan utama, yakni ASEAN Symposium on Higher Education (ASHE) 2026 dan ASEAN Student Leadership Forum.

Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) dengan Pusat Strategi PERMATA Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), serta mendapat dukungan diantaranya dari Bina Nusantara University (Jakarta).

“Terima kasih kepada semua mitra yang sudah mendukung, diantaranya Universiti Kebangsaan Malaysia dan Bina Nusantara University (Jakarta),” kata Ismail Suardi Wekke, usai pertemuan daring dengan pihak UKM, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan jejaring intelektual yang lebih solid di antara negara-negara serumpun, sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi global. Keterlibatan institusi dari berbagai wilayah, termasuk partisipasi aktif dari perwakilan perguruan tinggi di daerah, menunjukkan bahwa semangat persahabatan akademik ini telah merambah luas melampaui batas administratif dan geografis.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang hadir dalam rangkaian acara tersebut memberikan pandangannya mengenai nilai strategis kolaborasi ini. Ismail menyatakan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi di ASEAN bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia secara global.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi institusi pendidikan di Indonesia untuk belajar sekaligus berbagi praktik terbaik dalam tata kelola akademik. Ia juga menekankan bahwa melalui forum kepemimpinan mahasiswa, generasi muda dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki wawasan regional yang inklusif dan progresif.

Lebih lanjut, dalam wawancara di sela-sela pertemuan daring, Ismail menyampaikan aspirasinya secara lugas bagi pengembangan pendidikan tinggi di tanah air. “Kegiatan persahabatan akademik ini adalah jembatan emas bagi kampus-kampus di pelosok Indonesia untuk meraih standar internasional melalui kemitraan strategis dengan Malaysia,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan mengenai pentingnya mobilitas intelektual bagi dosen dan mahasiswa demi memperkaya perspektif keilmuan. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bina Nusantara University dan peran SEAAM yang konsisten membuka ruang bagi penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat ASEAN,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan penekanan pada dampak jangka panjang dari pertemuan ini. “Ini bukan sekadar acara seremoni, melainkan investasi peradaban untuk memastikan Asia Tenggara menjadi pusat keunggulan akademik dunia,” pungkasnya.

ASHE 2026 adalah salah satu rangkaian Indonesia-Malaysia Week dan forum kepemimpinan tersebut, diharapkan akan lahir rekomendasi-rekomendasi kebijakan pendidikan yang aplikatif. Kerjasama antara SEAAM dan PERMATA UKM ini diproyeksikan akan terus berlanjut menjadi program rutin yang mampu mengakomodasi pertumbuhan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih dinamis di kawasan ASEAN.