IMG-20260314-WA0043

IAI Rawa Aopa dan GSB UKM Sepakati Kerjasama Akademik demi Pengembangan Ekonomi Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas cakrawala akademik di kancah internasional. Seiring dengan momentum pembukaan dan pengembangan ekonomi syariah yang kian masif, IAI Rawa Aopa secara resmi menjalin kerjasama strategis dengan Graduate School of Business (GSB) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menyelaraskan kurikulum dan riset institusi dengan standar global di sektor ekonomi Islam.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan jembatan emas bagi institusi untuk meningkatkan kualitas lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri syariah saat ini. Ismail menyampaikan bahwa kerjasama dengan GSB UKM bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan langkah konkret untuk menghadirkan atmosfer akademik internasional di Sulawesi Tenggara.

“Kita baru saja menerima SK untuk izin penerimaan mahasiswa program studi Ekonomi Syariah. Maka, sejak awal sudah disiapkan untuk melampaui standar nasional, sebagaimana panduan lembaga akreditasi mandiri,” papar Ismail Suardi Wekke yang menyatakan kegembiraannya seiring dengan kesediaan UKM untuk meneruskan kerjasama.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait urgensi kemitraan ini.

“Kerjasama ini adalah tonggak sejarah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperkuat fondasi ekonomi syariah melalui sinergi pendidikan lintas negara,” tegas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Sabtu (14/3 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sangat optimis kolaborasi ini akan melahirkan riset-riset inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kajian ekonomi Islam yang lahir dari kampus ini memiliki standar kualitas yang dapat bersanding di dunia internasional, khususnya dari pakar di GSB UKM,” imbuhnya.

Selain pernyataan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara tidak langsung. Beliau menjelaskan bahwa kemitraan ini diharapkan mampu membuka peluang pertukaran pelajar dan dosen yang akan memperkaya pengalaman akademik kedua belah pihak.

Selain itu, Ismail memaparkan bahwa pengembangan kurikulum ekonomi syariah di IAI Rawa Aopa nantinya akan banyak mengadopsi modul-modul mutakhir dari Malaysia yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi Islam dunia. Ia pun menuturkan bahwa sinergi ini akan diarahkan pada penguatan tata kelola lembaga keuangan syariah di tingkat regional agar lebih profesional dan transparan.

Kerjasama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada level manajerial, tetapi juga merambah ke program-program pengabdian masyarakat berbasis ekonomi syariah. Dengan adanya dukungan dari GSB Universiti Kebangsaan Malaysia, IAI Rawa Aopa optimis dapat menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan ekonomi Islam di wilayah Indonesia Timur.

Terakhir, ia menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah mengintegrasikan kearifan lokal dengan praktik ekonomi global.

“Dengan dukungan GSB UKM, kami berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di pasar ekonomi syariah global tanpa melupakan akar budaya kita,” ujar Ismail.

IMG-20260310-WA0032

Eratkan Tali Silaturahmi, Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Buka Puasa Bersama di Konawe

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Civitas akademika Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan kelas Hybrid Konawe menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di bulan suci Ramadhan, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh mahasiswa kelas Hybrid Konawe serta dosen pembimbing kelas Konawe, Ipri Yanti, S.Pd., M.Pd., Gr.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi salah satu agenda kebersamaan civitas akademika yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai ukhuwah Islamiyah, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas serta membangun komunikasi yang lebih baik dalam suasana santai namun tetap penuh makna.

Sebelum waktu berbuka tiba, rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari dosen pembimbing  yang mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, memperbanyak amal ibadah, dan menumbuhkan rasa kepedulian di bulan yang penuh berkah ini. Juga beliau menyampaikan beberapa pesan terkait perkuliahan dan beasiswa yang sedang diusulkan oleh pihak kampus ke pemerintah daerah kab. Konawe. Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, yang tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa, tetapi juga wadah mempererat hubungan kekeluargaan di antara civitas akademika.

Dosen pembimbing kelas Konawe, Ipri Yanti, S.Pd., M.Pd., Gr, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan buka puasa bersama memiliki nilai positif dalam membangun kedekatan antara mahasiswa dan dosen.

“Ramadhan adalah momen terbaik untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara kita sebagai civitas akademika,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang karena mampu memperkuat nilai kekeluargaan di lingkungan akademik. “Kebersamaan yang terbangun hari ini semoga menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Rendi, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan inisiatif mahasiswa untuk mempererat hubungan silaturahmi di antara seluruh civitas akademika kelas Hybrid Konawe.

“Kami berharap kegiatan buka puasa bersama ini dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara mahasiswa dan dosen,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan.

“Terima kasih kepada seluruh teman-teman mahasiswa dan juga kepada Ibu dosen pembimbing yang telah berkenan hadir. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat silaturahmi kita semua,” tuturnya.

Suasana penuh keakraban terlihat ketika mahasiswa dan dosen duduk bersama, berbincang santai, serta saling berbagi cerita dan pengalaman. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga mampu memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, serta semangat kekeluargaan di lingkungan civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, khususnya bagi mahasiswa kelas Hybrid Konawe.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan dosen dapat terus terjalin dengan baik serta menciptakan suasana akademik yang harmonis dan penuh nilai-nilai keislaman.

IMG-20260310-WA0025

IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Aksi Berbagi Nasi dan Takjil Ramadhan di Wilayah Konawe

Rawaaopakonsel.ac.id,Konawe Selatan – Civitas Akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan Hybrid Konawe menggelar kegiatan berbagi takjil kepada 1masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Senin (9/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut diwujudkan dengan membagikan sebanyak 200 porsi nasi takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi berbagi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial civitas akademika terhadap masyarakat sekitar, sekaligus sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas di bulan yang penuh berkah.

Ipri Yanti selaku Dosen pembimbing civitas akademika IAI Rawa Aopa Konsel menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat,” ujar Ipri Yanti selaku dosen pembimbing.

Selain itu, M. Anang syukur selaku ketua panitia kegiatan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai unsur civitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga dosen, yang secara bersama-sama turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan civitas akademika dalam menebar kebaikan di bulan Ramadhan. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat membawa keberkahan dan menjadi inspirasi untuk terus berbagi kepada sesama,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para penerima takjil mengapresiasi inisiatif civitas akademika yang dinilai turut membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan kampus serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan.

Ipri Yanti selaku dosen pembimbing Hybrid Konawe berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan kali kedua kami melaksanakan kegiatan yang sama, dan semoga bisa berlanjut ke tahun tahun berikutnya” ujar Ipri Yanti Dosen pembimbing IAI Rawa Aopa.

IMG-20260308-WA0038

Dekan Fakultas Syari’ah Dampingi Mahasiswa Hukum IAI Rawa Aopa Berbagi di Baito

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Suasana sore di Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, tampak berbeda hari ini, Ahad (8/3/2026). Puluhan mahasiswa Program Studi Hukum Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memadati area jalan untuk membagikan paket takjil kepada masyarakat dan pengendara yang melintas.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Syari’ah serta jajaran Ketua Program Studi (Kaprodi), sebagai wujud nyata kepedulian kampus terhadap lingkungan sekitar di bulan Ramadan. Ketua Program Studi Hukum Tata Negara menjelaskan bahwa aksi turun ke jalan di Kecamatan Baito ini dilakukan agar para mahasiswa memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar mereka.

Beliau menilai bahwa pengalaman langsung berinteraksi dengan warga akan membentuk karakter mahasiswa hukum yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati yang kuat.

“Kegiatan berbagi takjil ini adalah bentuk kehadiran nyata mahasiswa Hukum IAI Rawa Aopa di tengah masyarakat Baito untuk mempererat silaturahmi di bulan suci,” ujar Ketua Program Studi Hukum Tata Negara, Suriansyah, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Kehadiran jajaran pimpinan fakultas dalam agenda ini juga membawa misi literasi hukum yang lebih luas. Dekan Fakultas Syari’ah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan hari ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjalankan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Di sela-sela pembagian paket berbuka, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa yang mampu mengorganisir kegiatan dengan tertib.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme mahasiswa, dan kami dari jajaran dekanat sepenuhnya mendukung aksi sosial yang dibarengi dengan misi literasi hukum ini,” tutur Dekan Fakultas Syari’ah, Aminuddin, MH.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan program strategis kampus terkait standarisasi produk masyarakat. Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) memaparkan bahwa pendirian Pusat Halal di IAI Rawa Aopa merupakan langkah strategis untuk membantu legalitas produk lokal di Konawe Selatan. Menurutnya, aspek legalitas pangan adalah bagian penting dari perlindungan konsumen yang harus dipahami oleh masyarakat luas, terutama para pelaku usaha kecil.

Lebih lanjut, rencana besar ini diharapkan dapat menjadi pusat solusi bagi warga Baito yang selama ini mengalami kendala dalam administrasi sertifikasi.

“Kami sedang menyiapkan Pusat Halal di kampus sebagai pusat edukasi dan pendampingan bagi warga yang ingin memastikan produk usahanya memiliki sertifikasi resmi,” ungkap Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dengan optimis.

Melalui program ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus hadir sebagai jembatan antara kebutuhan hukum masyarakat dan kebijakan pemerintah.

“Kita juga menyebarkan informasi terkait program studi baru yaitu Ekonomi Syariah,” pungkas Suriansyah setelah kegiatan dilaksanakan.

IMG-20260307-WA0024-768x480

Ismail Suardi Wekke Kupas Tuntas Strategi Publikasi Buku Scopus di Webinar Institut Nitro

awaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Nitro Bisnis dan Keuangan Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik nasional melalui penyelenggaraan Ramadhan Webinar Series 1.

Mengusung tema strategis “How to Publish Book with Scopus Index”, kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu (7/3/2026) ini menjadi oase bagi para peneliti yang ingin menembus ketatnya persaingan publikasi ilmiah di tingkat global.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Rektor Institut Nitro, Dr. Megawati, S.E., MHRM, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan sebuah lompatan strategis bagi institusi dan peserta. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal menuju pelaksanaan International Conference (ICon-FiBank) yang direncanakan berlangsung pada 27–28 April 2026 di wilayah Makassar–Maros.

Dr. Megawati juga menggarisbawahi peran krusial indeks Scopus dalam memperluas jangkauan karya ilmiah hingga ke tingkat internasional, mengingat kredibilitas akademik saat ini sangat bergantung pada pengakuan global.

Dr. Megawati menegaskan secara langsung mengenai tujuan utama acara ini:

“Webinar ini menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi kalangan akademisi untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di tingkat internasional,” ujarnya di hadapan ratusan peserta virtual.

Memasuki sesi inti, narasumber utama Ismail Suardi Wekke, S.Ag., M.A., Ph.D, yang juga merupakan anggota Komite Saintifik ICon-FiBank, membedah secara mendalam urgensi publikasi pada platform bereputasi. Beliau menjelaskan bahwa publikasi yang terindeks Scopus bukan sekadar mengejar angka kredit, melainkan membangun rekam jejak ilmiah yang abadi di dunia digital internasional. Ismail Suardi Wekke menyoroti pentingnya platform penerbit internasional seperti IGI Global sebagai gerbang bagi peneliti Indonesia untuk diakui oleh komunitas sains dunia.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya portofolio peneliti: “Publikasi pada platform bereputasi internasional tidak hanya memperluas jangkauan pembaca secara global, tetapi juga menjadi bagian dari portofolio akademik yang menunjukkan rekam jejak ilmiah seorang peneliti di tingkat internasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memberikan panduan teknis yang sangat rinci bagi para peserta. Ismail memaparkan bahwa proses penerbitan buku dimulai dari registrasi akun yang tepat, penyusunan proposal buku yang kuat, hingga manajemen revisi yang profesional sebelum naskah final dikirimkan. Penjelasan ini mencakup strategi komunikasi dengan editor internasional agar naskah memiliki peluang diterima lebih besar.

Ismail juga menambahkan detail mengenai tahapan teknis pengajuan buku: “Kita akan memaparkan secara rinci tahapan yang harus dilakukan dalam menulis dan mengajukan buku agar dapat terindeks Scopus melalui platform penerbit internasional IGI Global,” tambahnya dengan penuh semangat.

Antusiasme terhadap materi ini terlihat dari keberagaman latar belakang peserta yang hadir. Webinar ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai institusi besar di seluruh Indonesia, mulai dari STIE YPUP Makassar, STIT Sunan Giri Bima, UIN Sunan Ampel, Universitas Awal Bros, hingga STIM LPI Makassar. Tak ketinggalan, delegasi dari Universitas Muhammadiyah Bima, UMI Makassar, UPRI Makassar, UPI, UNIFA, UNITAMA, serta Universitas Siliwangi juga turut menyimak jalannya diskusi. Kehadiran peserta dari STIKOM, Universitas Bosowa, Universitas Udayana, UM Palopo, Institut PPI, Universitas Merdeka, LP3I Makassar, hingga Universitas Katolik Atma Jaya membuktikan bahwa kebutuhan akan edukasi publikasi Scopus bersifat masif di lintas disiplin ilmu.

Amin Hamdat, S.E., M.M, selaku Wakil Humas Institut Nitro yang bertindak sebagai moderator, mampu menghidupkan suasana diskusi sehingga peserta tetap fokus hingga akhir acara yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut. Melalui kegiatan ini, pihak penyelenggara berharap para akademisi tidak hanya berhenti pada tahap penulisan, tetapi memiliki motivasi kuat untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di level yang lebih tinggi.

Diharapkan, sinergi yang terbangun dalam webinar ini akan bermuara pada kesuksesan konferensi internasional ICon-FiBank 2026 mendatang. Dengan wawasan baru mengenai strategi publikasi, para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang tidak hanya membanggakan institusi masing-masing, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peradaban global.

IMG-20260228-WA0004

Langkah Nyata IAI Rawa Aopa Bangun Pusat Halal di Bawah Koordinasi LPPM

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa beriktiar untuk turut mendukung penguatan ekonomi syariah di Indonesia. Sebagai langkah nyata dalam berpartisipasi aktif pada ekosistem halal nasional, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan pembentukan Pusat Halal (Halal Center).

Kehadiran lembaga ini diproyeksikan menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha, khususnya di wilayah Konawe Selatan, untuk mendapatkan pendampingan dan sertifikasi produk halal secara kredibel.

“Siang ini, kami mengikuti remedial dalam kaitan pelatihan penyelia halal yang dilaksanakan Universitas Indonesia,” ungkap Ismail Suardi Wekke (Jumat, 28 Februari 2026).

Pusat Halal IAI Rawa Aopa untuk saat ini dikoordinir langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap proses inisiasi berjalan selaras dengan kaidah akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi LPPM, perguruan tinggi berupaya melakukan pemetaan potensi produk lokal yang membutuhkan legalitas halal agar dapat bersaing di pasar global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjawab kebutuhan zaman. Beliau menjelaskan bahwa pembentukan Pusat Halal sebagai bagian dari partisipasi masyarakat. Juga sebuah ikhtiar besar untuk mengawal kualitas konsumsi masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi umat.

Menurutnya, IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah dalam memahami regulasi serta standar halal yang berlaku. Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kesadaran akan pentingnya ekosistem halal harus dimulai dari institusi pendidikan yang memiliki akses terhadap riset dan edukasi.

Beliau menyatakan, “Kami memandang bahwa Pusat Halal ini adalah instrumen strategis untuk memastikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya hadir dalam ruang kelas, tetapi juga hadir dalam solusi ekonomi masyarakat”.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi dengan berujar, “Kehadiran pusat ini akan menjadi laboratorium pengabdian yang nyata, di mana dosen dan mahasiswa dapat berkontribusi langsung dalam proses standardisasi produk.”

Ismail juga menambahkan mengenai visi jangka panjang lembaga ini dengan mengatakan, “Pusat Halal ini kami siapkan untuk menjadi pionir di Sulawesi Tenggara dalam mendukung percepatan wajib sertifikasi halal yang dicanangkan pemerintah.”

Selain itu, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk mendukung operasional awal lembaga tersebut di bawah naungan LPPM. Beliau juga memaparkan bahwa rencana pengembangan Pusat Halal ini mencakup pelatihan bagi para pendamping proses produk halal (P3H) agar memiliki kompetensi yang mumpuni.

Di akhir keterangannya, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi bahwa target utama dari inisiasi ini adalah terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui jaminan kualitas produk yang telah terstandarisasi secara halal.

“Kita sementara menunggu surat keputusan izin pembukaan program studi ekonomi syariah. Sehingga dengan adanya prodi baru ini, menjadi kesempatan untuk membentuk ekosistem ekonomi syariah yang komprehensif,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260224-WA0020

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siapkan Langkah Transformasi Melalui Kemitraan UNHAS

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Upaya penguatan institusi dan perluasan jejaring akademik terus dilakukan oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Terbaru, jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa melakukan kunjungan resmi ke Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar guna mengajukan kerangka perencanaan kerja sama strategis yang mencakup berbagai aspek pengembangan perguruan tinggi, Senin (23/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa untuk belajar pengalaman dari UNHAS sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia. Fokus utama pembicaraan diarahkan pada sinkronisasi program perencanaan, tata kelola keuangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui skema kolaborasi yang berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan langkah konkret untuk mempercepat akselerasi kualitas pendidikan di wilayah Sulawesi Tenggara. Beliau menegaskan bahwa sebagai institusi yang terus berkembang, pihaknya memerlukan mitra strategis seperti Universitas Hasanuddin untuk melakukan transformasi tata kelola yang lebih modern dan akuntabel.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa sangat berharap dapat mengadopsi sistem perencanaan yang telah matang di UNHAS untuk diterapkan secara adaptif di Konawe Selatan. Ia menilai bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap gerak pembangunan kampus didasarkan pada perencanaan yang presisi dan berorientasi pada mutu.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa penguatan bidang kepegawaian dan keuangan menjadi pilar utama yang ingin dikerjasamakan dalam waktu dekat. Menurutnya, pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan dunia akademik yang semakin kompetitif, sehingga sinergi antarperguruan tinggi menjadi jalan pintas yang sangat efektif.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara gamblang mengutarakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti pertemuan ini.

“Kami datang ke UNHAS membawa harapan besar agar visi perencanaan kami dapat bersinergi dengan standar yang telah mapan di sini, sehingga IAI Rawa Aopa bisa tumbuh lebih cepat dan profesional,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama ini akan menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan pendidikan tinggi di Konawe Selatan.

“Langkah ini adalah ikhtiar kami untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan dan kepegawaian di kampus kami memiliki standar nasional yang mumpuni,” pungkasnya di akhir pertemuan.

Screenshot_2026_0221_221105

Lintas Kampus: Tingkatkan Kualitas Penulisan Ilmiah Sambil Tunggu Buka Puasa

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Mengisi waktu luang menjelang berbuka puasa dengan kegiatan intelektual, sejumlah institusi pendidikan tinggi berkolaborasi menggelar program bertajuk “Ngabuburit with Turnitin”. Mengangkat tema “Integritas Riset dengan Dukungan Teknologi di Bulan Ramadhan”, inisiatif ini bertujuan menyelaraskan nilai spiritualitas kejujuran dengan etika ilmiah yang fundamental.

Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar akademik untuk memperkuat kapasitas intelektual para peneliti dan akademisi. Fokus utamanya adalah menggeser paradigma penggunaan teknologi Turnitin; dari yang semula dianggap sekadar alat “pendeteksi plagiarisme” menjadi instrumen edukasi untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah.

Melalui forum ini, peserta diajak mengeksplorasi teknik parafrasa yang benar dan manajemen sitasi yang akurat. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir praktik plagiarisme yang tidak disengaja serta memastikan setiap publikasi memiliki kredibilitas tinggi di tingkat internasional.

“Program ini dirancang untuk menyatukan nilai-nilai Ramadhan, seperti disiplin dan kejujuran, ke dalam ekosistem pendidikan tinggi guna melahirkan budaya akademik yang sehat dan transparan,” kata Ismail Suardi Wekke, Komite Saintifik kegiatan ini, Sabtu (21/2/2026).

Dengan kolaborasi ini, institusi berharap dapat mencetak peneliti yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas etis yang kokoh sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.

Sesi perdana dari rangkaian kegiatan edukatif ini dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, 24 Februari 2026, yang bertepatan dengan momentum 7 Ramadhan 1447 H. Mengingat jangkauan pesertanya yang luas, panitia telah menetapkan waktu pelaksanaan serentak di tiga zona waktu Indonesia, yakni pukul 14.00 WIB (Jakarta), 15.00 WITA (Makassar/Maros), dan 16.00 WIT (Papua/Wamena).

Keberhasilan inisiatif ini tidak lepas dari sinergi kuat antara Turnitin Indonesia dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Selain itu, program ini didukung penuh oleh konsorsium institusi pendidikan dan organisasi profesi yang berkomitmen pada penguatan literasi digital, di antaranya:
Kolaborasi Turnitin Indonesea dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan juga menggandeng Sektor Akademik: STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkep, IAI DDI Sidrap, serta Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO Makassar.

Kemudian juga, turut bergabung, Lembaga Kajian & Pendidikan: International Universities Community Service and Research Synergy (IUCSRS) – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros. Begitu pula dengan Organisasi Strategis: NR Institute dan Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur.

Kolaborasi lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan efek domino dalam peningkatan standar publikasi ilmiah di kawasan Indonesia Tengah dan Timur, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai bulan produktivitas intelektual.

IMG-20260221-WA0022

Ngaji Menulis Artikel Selama Ramadhan, Inisiasi Rumah Jurnal UIN Ponorogo Bersama 20 Mitra Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Rumah Jurnal UIN Ponorogo: Programkan Ngaji Menulis Artikel Selama Ramadhan 1447 H. Rumah Jurnal UIN Ponorogo menginisiasi program “Ngaji Menulis Artikel”. Kegiatan ini berlangsung selama bulan Ramadhan 1447 H. Sebanyak 20 Perguruan Tinggi (PT) dan institusi penerbit turut berkolaborasi.

Program ini bertujuan produktif di bulan suci. Peserta akan mendalami teknik penulisan karya ilmiah. Sesi pertama sukses terselenggara di Jumat, 20 Februari 2026 berlangsung daring.
Di balik deretan gedung tinggi Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo, terdapat sebuah unit yang menjadi motor penggerak intelektualitas kampus. Rumah Jurnal UIN Ponorogo kini semakin intensif melakukan transformasi, bukan sekadar menjadi pusat administrasi, melainkan inkubator riset yang krusial bagi sivitas akademika.

Suasana di ruang Rumah Jurnal tampak sibuk pada Jumat siang. Layar monitor menampilkan peserta dan pembicara yang berlangsung daring. Tim pengelola jurnal dari berbagai fakultas tengah berkumpul dalam agenda Ngaji Menulis Artikel.

“Kami fokus pada kolaborasi. Targetnya, jurnal yang dikelola UIN Ponorogo tidak saja maju, tetapi juga maju bersama dengan perguruan tinggi lainnya,” ujar Dr. Muhammad Hariri, Koordinator Rumah Jurnal di awal kegiatan.

Tidak hanya bersifat manajerial, Rumah Jurnal juga aktif turun ke lapangan melalui program Ngaji Menulis Artikel. Dalam sesi yang sering digelar, ruangan biasanya dipenuhi oleh para dosen dan mahasiswa tingkat akhir yang membawa draf penelitian mereka.

Kegiatan ini bertransformasi menjadi ruang diskusi dua arah. Narasumber membedah anatomi artikel, mulai dari cara merumuskan abstrak yang tajam hingga pemilihan referensi yang mutakhir. Situasi ini menciptakan ekosistem riset yang hidup, di mana ide-ide mentah dipoles hingga menjadi karya ilmiah yang layak terbit di jurnal bereputasi internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyambut baik inisiatif ini. Ismail yang menjadi pembicara pada sesi pertama dari rencana empat sesi menyatakan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi kunci kemajuan akademik. Ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan penghalang untuk tetap berkarya. Menurutnya, menulis artikel adalah bentuk syiar ilmu yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail menyatakakan “Kami sangat mendukung penuh gerakan literasi produktif ini,” ujar Ismail.
Ia menambahkan, “Sinergi 20 institusi ini akan memperkuat ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia.” Ismail juga menekankan pentingnya kualitas. “Artikel yang dihasilkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” ungkpnya, Sabtu (21/2/2026).

Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa program ini merupakan momentum emas bagi para dosen dan peneliti. Beliau menjelaskan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan komitmen institusi dalam pengembangan sumber daya manusia. Ismail juga berharap agar tradisi menulis ini tetap terjaga meski bulan Ramadhan telah usai.

Screenshot_20260219_173034

Pimpinan IAI Rawa Tekankan Pentingnya Modernisasi Kampus di IKAPIM Outlook

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri agenda IKAPIM Outlook yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Kehadiran dalam acara ini bertujuan untuk menyerap praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi di Negeri Jiran guna diimplementasikan dalam konteks pengembangan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara melalui IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa partisipasi dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memperluas cakrawala akademik institusi.

“Kehadiran kami di IKAPIM Outlook adalah upaya nyata untuk melihat secara langsung bagaimana tata kelola universitas di Malaysia mampu beradaptasi dengan standar global,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa sangat berkomitmen untuk mengadopsi sistem manajemen keuangan dan perencanaan yang lebih modern.

Ia menegaskan bahwa melalui kolaborasi internasional ini, kampus berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kompetitif dan akuntabel di masa depan.

Lebih lanjut, Ismail menambahkan,
“Kita tidak hanya bertemu, tetapi membawa pulang kerangka kerja yang aplikatif untuk memperkuat struktur kepegawaian dan efisiensi anggaran di IAI Rawa Aopa,” ungkap Ismail yang beberapa waktu lalu dilantik sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia)
Ismail menyampaikan beberapa poin penting terkait visi pengembangan kampus.

Ia juga mengungkapkan bahwa studi banding ini memberikan gambaran jelas mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam layanan administrasi kampus agar lebih transparan.

Selain itu, Ismail menekankan bahwa penguatan kapasitas dosen melalui riset kolaboratif dengan mitra di Malaysia akan menjadi prioritas dalam rencana kerja tahun depan. Terakhir, ia berharap agar hubungan baik yang terjalin dalam forum ini dapat berlanjut menjadi kerja sama formal yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Pertemuan dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kelanjutan bagi IAI Rawa Aopa dalam melakukan transformasi internal, terutama dalam menyongsong tantangan pendidikan tinggi di era digital yang semakin dinamis.

“Terima kasih kepada IKAPIM yang telah menyediakan platform diskusi dan pertemuan ini, sehingga kita bisa silaturahmi,” pungkas Ismail yang juga alumni Universiti Kebangsaan Malaysia.