IMG-20260201-WA0002

Pimpinan IAI Rawa Aopa Berbagi Gagasan Solutif Masalah Pemuda di Pascasarjana UGM

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tempat kegiatan diskusi pada Jumat (30/1/2026) saat ratusan pemuda berkumpul dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) ini bekerja sama dengan Keluarga Alumni Pascasarjana UGM (KAPASGAMA) serta Sekolah Pascasarjana UGM untuk merumuskan langkah nyata pemuda dalam pembangunan nasional.

“Ruang Kolaborasi Pemuda adalah platform mempertemukan lintas profesi, sehingga inilah yang menjadi salah satu makna Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” ujar Ismail Suardi
Wekke sebelum acara dimulai. Sebagaimana diketahui, Ismail Suardi Wekke, selain sebagai Komite Saintifik Asian Youth Forum (AYF) juga adalah Wakil Rektor di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, dalam keterangannya menyoroti fenomena memprihatinkan yang tengah melanda generasi muda. Ia mengungkapkan bahwa saat ini remaja kian rentan terjebak dalam masalah sosial seperti kejahatan jalanan yang meresahkan, tindak kekerasan, hingga jeratan judi online.
Faishal menjelaskan bahwa seminar nasional yang digelar di UGM tersebut bertujuan untuk membangun ruang dialog konstruktif guna memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan sosial dan infrastruktur.

Selain itu, pengaruh buruk lingkungan dan media sosial turut memicu maraknya penyalahgunaan narkoba serta minuman keras yang menjauhkan pemuda dari harapan menjadi penerus bangsa. Menanggapi tantangan tersebut, Faishal menegaskan bahwa problematika ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, berpendapat bahwa berbagai problematika yang menimpa remaja saat ini merupakan tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengatasinya.

Seminar ini dirancang sebagai ruang dialog konstruktif guna memperkuat posisi pemuda sebagai agen perubahan. Dengan mendorong keterlibatan aktif dalam sektor sosial, ekonomi, hingga infrastruktur, diharapkan generasi muda dapat mengalihkan energi mereka ke arah positif dan berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

Diskusi ini diperkuat oleh kehadiran narasumber lintas sektor, mulai dari Ahmad Syauqi Suratno selaku Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke dari Scientific Committee Asian Youth Forum, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, hingga GM Bandara Internasional Yogyakarta Ruly Artha.

Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa salah satu instrumen utama kemajuan adalah pemeliharaan semangat gotong royong dalam setiap aktivitas kepemudaan sebagai warisan nilai luhur bangsa.

Ismail Suardi Wekke mengemukakan bahwa gotong royong merupakan salah satu instrumen penting bagi kemajuan bangsa yang harus terus diteruskan dalam berbagai aktivitas pemuda.

“Keberagaman latar belakang pembicara dalam paneli telah menjadi perspektif diskusi yang kaya,” kata Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media.

“Dalam kapasitas pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, kami menyampaikan terima kasih atas undangan ini. Ruang Kolaborasi Pemuda, sebagaimana namanya, juga telah menjadi ruang ekspresi bagi kami perguruan tinggi di timur Indonesia,” papar Ismail Suardi Wekke di sela-sela acara saat menyapa panitia dan menyampaikan apresiasi.

Acara yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan organisasi kepemudaan ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Sekolah Pascasarjana UGM Prof. Ir. Siti Malkhamah serta Ketua KAPASGAMA Dr. H. Khamim Zarkasih Putro.

Keberagaman latar belakang peserta ini diharapkan mampu menciptakan perspektif diskusi yang lebih kaya, sehingga tercipta kolaborasi inklusif untuk mengawal arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

M. Asruri Faishal Alam menegaskan, “Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, kita bangun dan rawat generasi muda dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.”

IMG-20260120-WA0023

Semester Tuntas, Mahasiswa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Masuki Masa Libur Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Seiring dengan berakhirnya kalender akademik semester ganjil, seluruh mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini memasuki masa libur panjang. Momentum ini diberikan setelah para mahasiswa menuntaskan seluruh rangkaian Ujian Akhir Semester (UAS) yang berlangsung dengan tertib dan kondusif dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., usai menutup acara Ujian Akhir Semester (UAS) semester ganjil 2025/2026 menyampaikan bahwa masa libur ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras mahasiswa selama satu semester penuh.

Ia menekankan bahwa waktu jeda ini seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai masa berhenti belajar, melainkan kesempatan untuk pulang ke kampung halaman dan berinteraksi lebih dekat dengan lingkungan sosial.

Dalam keterangan, Ismail Suardi Wekke memberikan pesan mendalam kepada para mahasiswa agar mampu menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu menjadi cermin bagi institusi saat berada di luar kampus selama masa libur ini,” ujar Ismail Suardi Wekke di Hotel Zam Zam, Andoolo dalam rangkaian pelaksanaan UAS yang ditutup dengan sambutan Wakil Rektor.

Beliau juga menambahkan bahwa momen ini sangat berharga untuk merekatkan kembali hubungan emosional mahasiswa dengan orang tua masing-masing. “Gunakanlah kesempatan ini untuk berbakti dan mendampingi orang tua, karena doa mereka adalah keberkahan bagi studi kalian,” lanjutnya dengan tegas.

Terkait makna liburan itu sendiri, Ismail kembali menegaskan nilai filosofis di balik jeda akademik tersebut. Beliau berpesan secara langsung bahwa masa rehat ini adalah waktu yang tepat untuk memperkaya pengalaman di luar buku teks.

“Bukan hanya libur, tetapi bisa beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerja Rektorat IAI Rawa Aopa.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara tidak langsung. Beliau menjelaskan bahwa pihak kampus sangat mengharapkan mahasiswa dapat terlibat aktif dalam kegiatan sosial ataupun keagamaan di lingkungan tempat tinggal mereka. Hal ini dianggap penting agar teori-teori yang didapatkan di bangku kuliah dapat mulai diimplementasikan dalam skala kecil di masyarakat.

Lebih lanjut, Wakil Rektor tersebut juga menginformasikan bahwa seluruh pelayanan administrasi di bidang keuangan dan kepegawaian akan tetap berjalan secara optimal untuk mempersiapkan semester berikutnya. Beliau mengingatkan mahasiswa untuk tetap memantau informasi mengenai registrasi ulang agar tidak terlambat saat perkuliahan kembali dimulai. Terakhir, Ismail menitipkan pesan bahwa liburan yang berkualitas adalah liburan yang mampu menyeimbangkan antara istirahat fisik dan pengembangan karakter di tengah keluarga.

Kini, suasana kampus IAI Rawa Aopa mulai nampak lengang seiring dengan banyaknya mahasiswa yang telah bertolak menuju daerah asal masing-masing. Pihak kampus berharap para mahasiswa kembali pada semester depan dengan semangat baru dan motivasi yang lebih tinggi untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Ismail Suardi Wekke juga menguraikan konsep liburan terintegrasi.

“Tidak sebatas liburan, tetapi bisa menjadi kesempatan observasi kegiatan, ataupun penelitian dan pengabdian masyarakat,”, urai Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Sebagai penutup, Ismail menegaskan bahwa saatnya nanti ketika perkuliahan dibuka kembali, maka mahasiswa dapat menjadikan hasil observasi itu ke dalam bagian diskusi dan perkuliahan.

“Mari gunakan masa-masa libur untuk tetap belajar dan berkarya. Sejatinya belajar bukan hanya di ruang kelas dan bangku kuliah,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga menyandang Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

IMG-20260120-WA0021

Rawa Aopa Pertegas Komitmen Akses Pendidikan Wilayah 3P, Targetkan Mahasiswa KIP Kuliah Go International

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertegas komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah pesisir, pedalaman, dan perbatasan (3P). Langkah strategis ini diawali dengan peluncuran resmi seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026/2027 yang berlangsung di kampus IAI Rawa Aopa, Senin (19/1/ 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa letak geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikan berkualitas. Dalam kesempatan tersebut, Ismail menyampaikan komitmen institusi untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Ia menyatakan bahwa mereka berkomitmen penuh untuk memastikan setiap anak muda di wilayah pesisir hingga perbatasan mendapatkan hak pendidikan melalui berbagai skema beasiswa dan juga fasilitasi pendidikan.

“Ini dalam kaitan pemajuan pendidikan tinggi yang memberikan kesempatan kepada siapapun, dimanapun, tanpa juga batasan umur untuk menempuh pendidikan di tingkat perguruan tinggi,” tutur Ismail Suardi Wekke.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama kampus saat ini adalah melakukan jemput bola ke wilayah-wilayah terpencil guna mensosialisasikan program pendidikan tinggi. Beliau mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah membuka penerimaan mahasiswa baru agar distribusi informasi mengenai bangku kuliah dapat menyentuh hingga ke pelosok pedalaman Konawe Selatan dan sekitarnya.

Selain itu, Ismail juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi dalam mengawal keberlanjutan studi mahasiswa dari daerah 3P tersebut agar tidak terkendala masalah finansial.

“Kita menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kabupaten yang telah membantu pembiayaan uang kuliah bagi mahasiswa, diantaranya Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Bombana,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Komitmen ini diperkuat dengan pernyataan Ismail Suardi Wekke yang menyoroti urgensi inklusivitas pendidikan. “Kita harus menghapus stigma bahwa pendidikan tinggi hanya milik masyarakat perkotaan, karena potensi besar justru banyak tersimpan di wilayah pedalaman dan pesisir kita,” tegas Ismail di hadapan para sivitas akademika.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa harus menjadi jembatan peradaban bagi masyarakat perbatasan melalui program-program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan lokal.

“Penerimaan mahasiswa baru tahun ini selain sebagai rutinitas administratif, juga akan menjadi sebuah gerakan untuk memerdekakan akses literasi di seluruh pelosok Sulawesi Tenggara,” imbuhnya.

Salah satu program yang menjadi sorotan dalam peluncuran PMB kali ini adalah peningkatan kapasitas bagi mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah. IAI Rawa Aopa menargetkan para mahasiswa KIP Kuliah untuk menempuh program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Amat (KKA) di luar negeri.

Program internasionalisasi ini dirancang untuk memberi mereka peluang emas dalam memperluas wawasan regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara, sehingga lulusan dari daerah 3P memiliki daya saing global.

“Sekalipun kita berada di wilayah timur, tetapi wawasan regional Asia Tenggara perlu dibangun,” tambah Ismail Suardi Wekke yang lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia.
Upaya ini menjadi bagian dari misi IAI Rawa Aopa dalam menjembatani pendidikan bagi masyarakat.

Dengan memberikan prioritas bagi putra-putri dari garis pantai hingga pegunungan, kampus berkomitmen untuk menciptakan ekosistem akademik yang inklusif dan transformatif.

Pendidikan tinggi diharapkan bukan lagi menjadi kemewahan, melainkan hak yang bisa digapai oleh setiap warga negara, terlepas dari seberapa jauh tempat tinggal mereka dari pusat kota. “Akses pendidikan perlu dibuka kepada wilayah-wilayah pesisir, pedalaman, dan perbatasan. Sehingga hak mereka mendapatkan pendidikan tinggi dapat ditunaikan,” jelas Ismail Suardi Wekke.

Menutup keterangannya, Ismail menyatakan bahwa langkah mengirim mahasiswa ke luar negeri adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi yang dijembatani oleh KIP Kuliah tidak membatasi seseorang untuk berprestasi di level internasional. Melalui visi ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat mencetak kader bangsa yang memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika regional sekaligus tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan daerah asalnya di pelosok nusantara.

IMG-20260118-WA0041

IAI Rawa Aopa Perkuat Struktur Organisasi: Rektor dan Pejabat Struktural Resmi Dilantik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan rektor beserta jajaran pejabat struktural baru untuk periode 2026-2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi kampus menuju institusi pendidikan tinggi Islam yang unggul di Sulawesi Tenggara, Sabtu (17/1/2026).

Acara yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika dan pengurus yayasan ini menekankan pada penguatan tata kelola universitas, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kita berkumpul di aula kampus ini sebagai bagian dalam memperkuat kelembagaan perguruan tinggi,” kata ketua yayasan, Mardan, SkM., M.Si.

Kegiatan pelantikan diawali dengan Pelantikan Rektor, Dr. Basri Melamba, S.Pd., M.A., dan selanjutnya pejabat di lingkup IAI Rawa Aopa Kenawe Selatan, diantaranya wakil rektor, kepala biro, dan kepala bagian, serta ketua prodi, dan kepala lembaga.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, melainkan langkah strategis untuk mempercepat visi besar kampus. Ismail mengungkapkan bahwa dalam dua tahun mendatang ditargetkan untuk transformasi kelembagaan ke universitas.

“Pelantikan hari ini adalah momentum bagi IAI Rawa Aopa untuk mempertahankan sistem manajemen yang transparan dan akuntabel di semua lini,” ujar Ismail saat ditemui seusai acara. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap sen anggaran yang dikelola akan berorientasi sepenuhnya pada peningkatan mutu akademik dan fasilitas mahasiswa.

Lebih lanjut, Ismail menaruh harapan besar kepada jajaran yang baru diambil sumpahnya.

“Saya berharap para pejabat yang baru dilantik segera melakukan akselerasi program kerja, karena tantangan dunia pendidikan tinggi di era sekarang menuntut kita untuk bergerak lebih cepat dari biasanya,” tambahnya.

Selain memberikan pernyataan, Ismail Suardi Wekke turut menyoroti aspek profesionalisme di lingkungan kerja kampus. Ia menjelaskan bahwa pihak rektorat ke depannya akan mempertahankan pengawasan terhadap kinerja kepegawaian guna memastikan seluruh aparatur kampus bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Terkait kebijakan anggaran, Ismail menggarisbawahi bahwa perencanaan keuangan akan diprioritaskan untuk mendukung riset dosen dan pengabdian masyarakat sebagai bagian integral dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak reputasi akademik kampus di tingkat regional.

Menutup keterangannya, Ismail menyebutkan bahwa integritas pejabat struktural adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap IAI Rawa Aopa sebagai pusat pendidikan Islam di Konawe Selatan. Dengan formasi kepemimpinan yang baru ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat meningkatkan status akreditasi dan memperluas jaringan kerjasama baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kampus (ISW)

Alamat Kampus

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kampus Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, sebanyak 3 lokasi.

Pertama, di Kampus Induk, Kampus Lamooso, terletak di Kecamatan Lamooso, Kab. Konawe Selatan.

Kedua, di Kampus Ibukota Kabupaten, Kampus Andoolo, di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kab. Konawe Selatan.

Ketiga, di Kampus Penghubung Kota Kendari, di Jalan THR, Kota Kendari.