IMG-20260115-WA0018

IAI Rawa Aopa Siapkan Desa Binaan Kolaboratif di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mengumumkan persiapan program rintisan Desa Binaan yang berlokasi di Desa Aosole, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari akselerasi visi kampus dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada pemberdayaan lokal dan nilai-nilai keislaman, Rabu ( 14/1/2026).

Program rintisan ini dipandang sebagai jembatan emas yang menghubungkan teori akademis di dalam ruang kuliah dengan realitas dinamika sosial di pedesaan. Melalui inisiatif ini, IAI Rawa Aopa berupaya menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik dari sisi sumber daya manusia, ekonomi, maupun penguatan karakter keagamaan masyarakat.

Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Al Asri, Al Asri, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa program ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan misi ideologis yayasan.

“Kami memandang bahwa eksistensi IAI Rawa Aopa harus memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat sekitar, terutama di wilayah Konawe Selatan. Desa Aosole memiliki potensi yang besar, dan kami hadir di sini sebagai bentuk tanggung jawab moral yayasan untuk memastikan institusi pendidikan menjadi obor penerang serta motor penggerak perubahan yang positif demi kesejahteraan umat di akar rumput,” tegas Al Asri.

Senada dengan visi tersebut, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa dari sisi manajerial, program Desa Binaan ini dirancang dengan skema kemitraan yang berkelanjutan.

Ia menggarisbawahi bahwa kunci utama pembangunan desa adalah kolaborasi yang sistematis dan tidak bersifat instan.

“Rintisan desa binaan di Desa Aosole ini adalah bagian dari roadmap besar kami dalam memperkuat jejaring kemitraan strategis. Kami tidak hanya datang untuk memberikan bantuan sesaat, tetapi kami berkomitmen untuk menyediakan dukungan administratif, pendampingan manajerial, hingga membuka akses kerja sama yang lebih luas. Tujuannya jelas, yakni memastikan program literasi keuangan syariah dan penguatan kapasitas SDM di desa ini dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” jelas Ismail Suardi Wekke.

Program pembinaan ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari aspek religiusitas hingga kemandirian ekonomi. Di bidang keagamaan, IAI Rawa Aopa menerjunkan tenaga ahli untuk mendampingi Majelis Taklim dan menata tata kelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) agar lebih profesional. Sementara di sektor ekonomi, para akademisi fokus pada edukasi pengelolaan keuangan berbasis syariah bagi pelaku UMKM desa serta fasilitasi pemahaman pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah produk lokal.

Selain itu, sektor pendidikan menjadi fokus utama guna memutus rantai ketimpangan akses informasi. IAI Rawa Aopa berkomitmen memberikan bimbingan bagi pemuda desa dalam mengakses berbagai program beasiswa pendidikan tinggi serta membekali mereka dengan keterampilan teknologi informasi agar siap menghadapi tantangan era digital tanpa harus meninggalkan kearifan lokal desa mereka.

Menariknya, program ini juga memperkuat pilar komunikasi dengan menggandeng beberapa media lokal ternama, yakni Kata Andoolo dan Kabar Panrita. Kolaborasi dengan media ini dimaksudkan agar setiap proses pembangunan dan praktik baik yang dihasilkan di Desa Aosole dapat terpublikasi secara luas. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan transparansi sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sulawesi Tenggara untuk mereplikasi model kolaborasi serupa.

Sinergi yang solid antara pihak Yayasan Al Asri, jajaran rektorat IAI Rawa Aopa, Pemerintah Desa Aosole, serta dukungan publikasi dari media massa, diharapkan mampu mentransformasi Desa Aosole menjadi desa yang mandiri, sejahtera, dan religius. Dengan pengawalan ketat dari para akademisi, rintisan ini diproyeksikan akan menjadi model percontohan nasional dalam hal kolaborasi pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan media dalam satu visi pembangunan daerah yang terpadu.

IMG-20260114-WA0003

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rayakan Dies Natalis IX dengan Dialog Publik Internasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperingati Dies Natalis ke-IX dengan menggelar Dialog Publik Internasional yang menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis sekaligus penegasan komitmen institusi dalam memperluas jejaring dan wawasan keilmuan di tingkat global.

Peringatan Dies Natalis IX berlangsung khidmat di Kampus IAI Rawa Aopa, Andoolo, Senin (11/11/2025), dan dihadiri oleh civitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta mitra strategis institusi.

Dalam sambutannya, Dewan Pembina IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menegaskan bahwa usia sembilan tahun merupakan momentum refleksi dan penguatan komitmen institusi dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam.

“Sembilan tahun hanyalah sebuah angka. Ini adalah penanda komitmen kami untuk terus hadir sebagai mercusuar pendidikan tinggi Islam di Konawe Selatan, bahkan di wilayah 3T. Setiap capaian yang kita raih adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Al Asri.

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, IAI Rawa Aopa bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Konawe Selatan menyelenggarakan Dialog Publik Internasional. Kegiatan ini digelar secara hybrid di Auditorium Al Asri, Hotel Zam Zam, Andoolo, sehingga memungkinkan partisipasi narasumber dan peserta lintas negara.

Dialog publik tersebut menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari berbagai institusi nasional dan internasional, termasuk mitra perguruan tinggi luar negeri IAI Rawa Aopa, seperti Fatoni University (Thailand) dan Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia).

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya integrasi nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dalam pengembangan teknologi digital, strategi kolaborasi antarperguruan tinggi melalui program pertukaran mahasiswa dan riset bersama, serta penguatan literasi lintas budaya dan moderasi beragama dalam menghadapi tantangan global.

Sekretaris Dewan Pembina Yayasan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang bertindak sebagai moderator, menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam dunia pendidikan tinggi.

“Kolaborasi pendidikan tinggi antar negara adalah kunci untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan budaya yang tinggi. IAI Rawa Aopa telah menunjukkan inisiatif luar biasa dalam membuka ruang diskusi global ini,” kata Ismail.

Menurut Ismail, peringatan Dies Natalis IX ini juga menjadi momentum strategis bagi IAI Rawa Aopa untuk menegaskan visi jangka panjangnya, yakni bertransformasi dari institut menjadi universitas Islam yang berdaya saing global.

“Tidak hanya berkiprah di tingkat lokal, tetapi memiliki daya saing global,” ujarnya.

Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Keberhasilan menyelenggarakan kegiatan berskala internasional dinilai menjadi indikator kesiapan IAI Rawa Aopa berkontribusi dalam kancah akademik global.

Acara Dies Natalis IX dan Dialog Publik Internasional ini secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe Selatan yang diwakili Asisten II. Pada kesempatan tersebut, pihak kampus juga memperkenalkan sejumlah program akademik yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan penelitian berbasis isu lokal dan global.

Peringatan Dies Natalis IX ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga penegasan posisi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada mutu, kolaborasi, dan kontribusi nyata dalam pembangunan peradaban melalui pendidikan.

Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

SEAAM dan IAI Rawa Aopa Bersama Mitra Perguruan Tinggi Mengadakan Diskusi Terpumpun, Mempersiapkan ASEAN Symposium on Higher Education

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM) dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong integrasi akademik di kawasan Asia Tenggara. Melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah mitra perguruan tinggi, SEAAM menggelar Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) yang digelar daring guna mematangkan persiapan perhelatan akbar ASEAN Symposium on Higher Education.

Pagi ini, Selasa (13/1/2026), mengadakan diskusi terpumpun. Pertemuan ini dihadiri calon mitra jajaran pimpinan perguruan tinggi yang berfokus akan menjadi panitia pada pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui skema kerja sama lintas negara. Diskusi ini bertujuan untuk memetakan persiapan teknis untuk kegiatan.

Termasuk, tantangan terkini serta peluang kolaborasi riset dan mobilitas mahasiswa di lingkungan ASEAN.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, yang merupakan Komite Saintifik dalam jaringan akademik ini, menekankan pentingnya sinergi yang konkret antar-institusi pendidikan di Asia Tenggara.

“Simposium ini merupakan pertemuan awal, juga akan menjadi sebuah ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa perguruan tinggi di ASEAN mampu menjadi episentrum kemajuan ilmu pengetahuan. Kita perlu menciptakan ekosistem di mana pertukaran ide, publikasi bersama, dan mobilitas akademik dapat berjalan tanpa sekat yang berarti,” ujar Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan Research Fellow di INTI Internasional University (Malaysia).

Beliau juga menambahkan bahwa melalui ASEAN Symposium on Higher Education, diharapkan akan menjadi paltform strategis yang dapat diimplementasikan oleh pemangku kebijakan pendidikan di masing-masing negara anggota.
Beberapa poin krusial yang akan menjadi bahasan utama dalam simposium mendatang meliputi: Digitalisasi Pendidikan: Adaptasi kurikulum berbasis teknologi di era transformasi digital. Berikutnya, Mobilitas Akademik: Mempermudah pertukaran dosen dan mahasiswa antar-negara ASEAN.

Demikian pula, Riset Kolaboratif: Mendorong pendanaan dan publikasi riset bersama yang berdampak pada masyarakat regional. Selanjutnya, Standarisasi Mutu: Penyetaraan standar kualitas lulusan agar kompetitif di pasar kerja global.

Kegiatan diskusi terpumpun ini ditutup dengan diskusi jadwal pelaksanaan simposium dan pembentukan tim teknis yang melibatkan mitra perguruan tinggi. Semangat kolaborasi ini menjadi sinyal positif bagi masa depan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif di kawasan ASEAN. Kegiatan simposium akan dilaksanakan pada tanggal 31 Maret s.d. 3 April 2026 di Jakarta dengan metode hybrid.

“Kita akan mengumumkan segera, perguruan tinggi yang akan berpartisipasi saat sudah mendapatkan surat resmi. Hari ini, masih dalam status FGD untuk mendapatkan maklumat terkait dengan kegiatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang merupakan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.