IMG-20260401-WA0006

Berkunjung ke Bupati Konsel, IAI Rawa Aopa Bahas Keberlanjutan Dukungan Pendidikan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Selatan, Konawe Selatan – Jajaran pengurus yayasan dan pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan silaturahmi kepada Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, di Rumah Jabatan Bupati, Andoolo, Senin (30/32026).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan terhadap sektor pendidikan tinggi di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dalam suasana bulan Syawal tersebut, pimpinan IAI Rawa Aopa secara khusus menyoroti peran strategis pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban mahasiswa melalui kebijakan dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT).  Turut hadir bersama pimpinan IAI Rawa Aopa, Dewan Pembina Yayasan yang juga Pendiri, Al Asri, M.Si.

Kerja sama ini dinilai menjadi angin segar bagi keberlangsungan studi putra-putri daerah di Konawe Selatan. “Kita sampaikan terima kasih, atas dukungan pembiayaan UKT bagi mahasiswa,” papar Al Asri usai pertemuan tersebiut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk nyata dari koordinasi institusi dengan pemangku kepentingan daerah. Ia menyampaikan bahwa dukungan Pemkab Konawe Selatan sangat berarti bagi penguatan kapasitas akademik kampus.

“Kami hadir untuk menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati atas komitmen nyata dalam menyokong pendidikan melalui kebijakan UKT ini,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di sela-sela kunjungan tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa bantuan yang dialokasikan oleh pemerintah daerah selain sola angka, juga merupakan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia di Konawe Selatan. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara IAI Rawa Aopa dan Pemerintah Kabupaten adalah langkah strategis dalam mewujudkan visi daerah yang cerdas dan kompetitif.

Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. “Dukungan pemerintah daerah terhadap biaya kuliah mahasiswa menjadi motor penggerak bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di IAI Rawa Aopa,” tegasnya.

Selain menyampaikan apresiasi, pihak kampus juga memaparkan rencana pengembangan institusi ke depan yang memerlukan sinkronisasi dengan program-program pembangunan daerah. Ismail menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang mampu berkontribusi langsung pada pembangunan di Konawe Selatan.

“Sinergi ini membuktikan bahwa pemerintah daerah memiliki visi yang sangat tajam dalam melihat pendidikan sebagai kunci utama kemajuan masyarakat,” imbuh Ismail menutup pernyataannya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan hubungan antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah semakin solid, sehingga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Konawe Selatan tetap terjamin dan berkualitas.

IMG-20260331-WA0044

IAI Rawa Aopa Dorong Mobilitas Mahasiswa Melalui Program KKN Internasional Terintegrasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kolaka Timur – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan akademik dan sosial di wilayah Kabupaten Kolaka Timur pada Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini mencakup pengabdian masyarakat di TK Tobaru serta Workshop Peningkatan Kualitas Penulisan Skripsi yang menitikberatkan pada integritas karya ilmiah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., menyatakan komitmen penuh yayasan dalam mendukung pengembangan pendidikan di daerah.

“Kami memastikan bahwa yayasan akan terus mengawal setiap program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik melalui pengabdian langsung di lapangan maupun penguatan kapasitas akademik mahasiswa,” ujar Al Asri.

Secara tidak langsung, ia juga menekankan bahwa keberadaan yayasan bertujuan untuk menjadi pilar pendukung bagi kampus dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Workshop yang digelar juga fokus pada sosialisasi pencegahan plagiarisme melalui penggunaan perangkat Turnitin. Hal ini dilakukan sebagai langkah nyata menjaga kualitas karya tulis ilmiah mahasiswa, terutama bagi mereka yang tengah menyusun skripsi. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur dalam mengimplementasikan Wajib Belajar 13 Tahun.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangan strategisnya mengenai arah pengembangan institusi. Dalam pernyataan pertamanya, Ismail menekankan pentingnya pengalaman global bagi mahasiswa.

“Bagi mahasiswa yang memasuki semester 7, kami menyediakan pilihan strategis melalui skema PPL dan KKN Internasional yang nantinya akan terintegrasi dengan program student mobility,” kata Ismail.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penguatan karakter intelektual di lingkungan kampus. “Budaya akademik dan pemahaman mendalam mengenai proses perkuliahan adalah fondasi utama agar mahasiswa tidak hanya sekadar lulus, tetapi juga memiliki integritas keilmuan yang kuat,” tegasnya.

Terkait keberlanjutan pendidikan bagi lulusan, Ismail menambahkan dalam pernyataan ketiganya bahwa institusi sangat peduli pada masa depan alumni.

“Kami memfasilitasi para alumni untuk melanjutkan studi ke jenjang Pascasarjana, khususnya pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di STAI Al Furqan, sebagai bagian dari pengembangan karier akademik mereka,” ungkapnya.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa seluruh rangkaian program ini merupakan upaya sistematis kampus dalam menyelaraskan kurikulum dengan tantangan global, sembari tetap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung di Rate-Rate ini dihadiri oleh jajaran civitas akademika, mahasiswa semester akhir, serta tokoh masyarakat setempat, yang menyambut baik inisiatif IAI Rawa Aopa dalam memajukan sektor pendidikan di Kolaka Timur.

IMG-20260331-WA0040

Pimpinan IAI Rawa Aopa Tekankan Pentingnya Deteksi Mandiri Karya Ilmiah Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Kolaka – Integritas penelitian menjadi sorotan utama dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Workshop Integritas Penelitian yang diselenggarakan hari ini. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai pencegahan plagiarisme dalam penulisan skripsi bagi para mahasiswa guna memastikan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan berlangsung di Kolaka, Selasa (31/3 //2026).

Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa kejujuran akademik adalah fondasi utama seorang sarjana. Beliau melontarkan pertanyaan retoris mengenai kemungkinan lahirnya inovasi jika fondasi pemikirannya hanya sekadar menyalin karya orang lain. Al Asri menambahkan bahwa workshop ini merupakan bentuk tanggung jawab moral lembaga dalam menjaga mutu lulusan agar memiliki daya saing yang sehat secara intelektual.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan infrastruktur teknologi untuk mendukung kebijakan tersebut. Ia mempertanyakan sejauh mana kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan sistem Turnitin secara mandiri sebelum naskah mereka diuji.

Ismail menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini bukan bertujuan untuk mempersulit proses kelulusan, melainkan untuk memudahkan deteksi kemiripan naskah secara transparan dan akurat.

Terkait teknis pelaksanaan, pihak kampus kini mewajibkan setiap skripsi untuk melalui tahap verifikasi Turnitin guna memastikan tingkat orisinalitas naskah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Melalui sistem ini, kemiripan teks dapat dipetakan secara detail sehingga potensi plagiarisme dapat dihindari sedini mungkin sebelum mahasiswa menyelesaikan studinya.

Sebagai langkah akhir dari siklus akademik, naskah yang telah terverifikasi kemudian akan diproses melalui digitalisasi dalam sistem repository kampus. Seluruh karya ilmiah tersebut akan diunggah ke database digital sebagai bagian dari penguatan pendataan alumni. Langkah ini tidak hanya berfungsi sebagai pengarsipan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi pengetahuan nyata bagi publik serta rekam jejak akademik yang dapat dipertanggungjawabkan di masa depan.