IMG-20260224-WA0020

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siapkan Langkah Transformasi Melalui Kemitraan UNHAS

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Upaya penguatan institusi dan perluasan jejaring akademik terus dilakukan oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Terbaru, jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa melakukan kunjungan resmi ke Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar guna mengajukan kerangka perencanaan kerja sama strategis yang mencakup berbagai aspek pengembangan perguruan tinggi, Senin (23/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa untuk belajar pengalaman dari UNHAS sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia. Fokus utama pembicaraan diarahkan pada sinkronisasi program perencanaan, tata kelola keuangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui skema kolaborasi yang berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan langkah konkret untuk mempercepat akselerasi kualitas pendidikan di wilayah Sulawesi Tenggara. Beliau menegaskan bahwa sebagai institusi yang terus berkembang, pihaknya memerlukan mitra strategis seperti Universitas Hasanuddin untuk melakukan transformasi tata kelola yang lebih modern dan akuntabel.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa sangat berharap dapat mengadopsi sistem perencanaan yang telah matang di UNHAS untuk diterapkan secara adaptif di Konawe Selatan. Ia menilai bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap gerak pembangunan kampus didasarkan pada perencanaan yang presisi dan berorientasi pada mutu.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa penguatan bidang kepegawaian dan keuangan menjadi pilar utama yang ingin dikerjasamakan dalam waktu dekat. Menurutnya, pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan dunia akademik yang semakin kompetitif, sehingga sinergi antarperguruan tinggi menjadi jalan pintas yang sangat efektif.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara gamblang mengutarakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti pertemuan ini.

“Kami datang ke UNHAS membawa harapan besar agar visi perencanaan kami dapat bersinergi dengan standar yang telah mapan di sini, sehingga IAI Rawa Aopa bisa tumbuh lebih cepat dan profesional,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama ini akan menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan pendidikan tinggi di Konawe Selatan.

“Langkah ini adalah ikhtiar kami untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan dan kepegawaian di kampus kami memiliki standar nasional yang mumpuni,” pungkasnya di akhir pertemuan.

IMG-20260224-WA0013

Amaliah Ramadhan IAI Rawa Aopa Fokus pada Dimensi, Akademik, Spiritual, dan Pengabdian Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan meluncurkan rangkaian program “Amaliah Ramadhan” guna mengisi bulan suci dengan aktivitas edukatif dan religius. Program yang dirancang secara komprehensif ini mencakup berbagai kegiatan unggulan, mulai dari kursus intensif bahasa asing bagi mahasiswa hingga pelaksanaan Safari Ramadhan yang menjangkau masyarakat di pelosok daerah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata pengabdian kampus kepada masyarakat sekaligus upaya peningkatan kapasitas intelektual mahasiswa. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan amaliah tahun ini sengaja dikonsep secara variatif agar menyentuh aspek akademik dan spiritual secara bersamaan.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi sarana bagi para dosen dan mahasiswa untuk mempererat silaturahmi dengan warga di sekitar Kabupaten Konawe Selatan.

“Terima kasih kepada semua pihak, dalam Ramadhan kali ini, sudah hampir sepekan, IAI Rawa Aopa menggelar pelbagai rangkaian kegiatan,” papar Ismail.

Lanjut “Kami ingin menjadikan momentum Ramadhan ini selain sebagai rutinitas ibadah, juga laboratorium pembelajaran nyata bagi seluruh sivitas akademika melalui berbagai kursus keahlian,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu pimpinan Pesantren Darul Ulum Ammesangeng, Senin (23/2/2026).

Beliau menambahkan bahwa antusiasme mahasiswa sangat tinggi, terutama pada kelas bahasa yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing global mereka.

“Melalui Safari Ramadhan, kami juga berkomitmen untuk menghadirkan pesan-pesan kesejukan dan moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Selain memperkuat fondasi keagamaan, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah mengalokasikan dukungan sumber daya yang maksimal agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan tepat sasaran. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam menyukseskan agenda-agenda dakwah yang bersifat transformatif.

Terakhir, Ismail berharap agar kegiatan ini dapat berkelanjutan setiap tahunnya sehingga kehadiran IAI Rawa Aopa semakin dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Kami ingin menjadikan momentum Ramadhan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan laboratorium pembelajaran nyata bagi seluruh sivitas akademika melalui berbagai kursus keahlian,” pungkas Ismail Suardi Wekke setiba di Kendari.

Community Service (ISW)

Usai Pertemuan Awal, IAI Rawa Aopa Memastikan Keikutsertaan dalam Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional di UNESCO Geopark Maros-Pangkep

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam agenda Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional yang akan dipusatkan di kawasan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. Kepastian ini diambil setelah perwakilan pimpinan melakukan pertemuan awal guna mematangkan teknis keterlibatan kampus dalam pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi dan pariwisata berkelanjutan tersebut, Maros, 23 Februari 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi kampus menuju Universitas Islam dengan mempertahankan kemitraan global. “Keikutsertaan kami dalam kolaborasi di Maros-Pangkep adalah wujud nyata dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang melampaui batas-batas administratif wilayah,” ujar Ismail saat memberikan keterangan setelah pertemuan di Darul Ulum Ammesangeng, Maros. 

Ia menambahkan bahwa keterlibatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya strategis untuk menempatkan dosen dan mahasiswa dalam ekosistem riset serta pengabdian yang diakui secara internasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap personel yang dikirim memiliki output yang jelas, baik dalam bentuk publikasi ilmiah maupun dampak langsung bagi masyarakat lokal di kawasan Geopark,” tegasnya.

Selain itu, Ismail juga menjelaskan duduk perkara mengenai kesiapan aspek sumber daya manusia dan pendanaan. Ia menyampaikan bahwa pihak rektorat saat ini tengah melakukan pemetaan terhadap kepakaran dosen yang paling relevan dengan kebutuhan pengembangan masyarakat. “Termasuk bagaimana dosen-dosen dapat berpartisipasi dalam agenda-agenda lingkungan,” kata Ismail Suardi Wekke yang merupakan Komite Saintifik kegiatan ini. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya sinergi antarlembaga untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kali kunjungan saja. Ia juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini mampu memperkuat jejaring IAI Rawa Aopa dengan berbagai mitra internasional yang juga berfokus pada pelestarian warisan dunia UNESCO.

Program pengabdian kolaboratif ini diharapkan menjadi jembatan bagi IAI Rawa Aopa untuk memperkenalkan potensi lokal Konawe Selatan ke kancah global melalui pertukaran gagasan di Maros-Pangkep. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, kegiatan ini akan fokus pada pengembangan ekonomi kreatif dan edukasi lingkungan yang menjadi pilar utama dalam pengelolaan sebuah UNESCO Geopark.

Darul Ulum (ISW)

Announcement of International Community Service, @Darul Ulum Ammesangeng Home of UNESCO Geopark Maros-Pangkep

Rawaaopakonsel.ac.id, Ammesangeng – We are thrilled to announce the upcoming International Community Service program, hosted at the prestigious Darul Ulum Ammesangeng, located within the heart of the UNESCO Geopark Maros-Pangkep. This initiative brings together students, educators, and community leaders from across the globe to engage in meaningful cultural exchange and sustainable development. Tuesday, 28 April 2026.

Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam, Himpunan Mahasiswa Islam, Branch of East Makassar will serve the organizing committee. The collaborative community service will come together with IBK NITRO, BOLT, and Universiti Kebangsaan Malaysia. 

The collaboration reaches new heights with the official participation of the Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, which joins as a partner for this international program. Their involvement is instrumental, as it brings a dedicated focus to the social-religious pillar, ensuring that the community service efforts are grounded in spiritual values and social ethics. By integrating their expertise in Islamic studies and community development, IAI Rawa Aopa will play a role in facilitating interfaith dialogue and moral guidance, truly enriching the program’s holistic approach to serving the local population within the UNESCO Geopark.

Set against the backdrop of world-class karst landscapes, this program aims to bridge the gap between academic theory and real-world application while honoring the rich traditions of the South Sulawesi region. The core mission of this year’s service project is to foster environmental stewardship and educational empowerment. Participants will work side-by-side with local residents on various initiatives, ranging from ecological preservation workshops to English literacy programs for youth. 

By integrating global perspectives with local wisdom, we aim to create a lasting impact that preserves the unique biodiversity of the Geopark while providing the community at Darul Ulum Ammesangeng with new tools for a prosperous, interconnected future. Beyond the work itself, this program offers an unparalleled opportunity for cultural immersion. 

Darul Ulum Ammesangeng serves as a vibrant cultural hub where visitors can experience the profound hospitality and spiritual heritage of the local community. From exploring the ancient caves and towering limestone peaks of the Pangkep region to participating in traditional ceremonies, volunteers will gain a deep appreciation for the symbiotic relationship between the people and their majestic natural environment.

Collaboration is the heartbeat of this international endeavor. By partnering with local stakeholders and international organizations, we are building a network of global citizens dedicated to the UN Sustainable Development Goals. This program is not just a short-term visit; it is a commitment to a long-term partnership that values mutual respect and shared growth. We believe that through collective effort, we can protect our world’s natural wonders while uplifting the communities that call them home.

We invite all passionate individuals and institutional partners to join us in this transformative journey. Whether you are contributing your expertise in conservation, education, or social entrepreneurship, your presence will help make this International Community Service a landmark success. Together, we will leave steps of friendship and progress beneath the shadows of the Maros-Pangkep towers. Join us at Darul Ulum Ammesangeng, where global service meets timeless heritage.