Apresiasi dari Busan (ISW)

Unggah Ucapan Pelantikan Rektor Media Sosial, Pimpinan IAI Rawa Aopa Apresiasi Guru Besar Busan University Korea Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Pelantikan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa periode 2026-2030 mendapatkan atensi luas dari dunia internasional. Hal ini terlihat dari deretan ucapan selamat yang membanjiri berbagai kanal media sosial kampus. Salah satu yang memberi perhatian adalah ungkapan apresiasi dari Guru Besar Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan, Prof. Dr. H. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si..

Unggahan ucapan tersebut segera mendapatkan respons positif dari jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Pimpinan kampus menilai dukungan dari kampus internasional ini menjadi energi baru bagi pengembangan institusi di masa depan. Kolaborasi lintas negara kini menjadi fokus utama dalam membangun reputasi akademik yang lebih kompetitif.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi mendalam atas kiriman ucapan tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Guru Besar dari Busan University of Foreign Studies melalui media sosial,” ujar Ismail saat memberikan pernyataan kepada media usai silaturahmi dengan Bupati Konawe Selatan di Andoolo (Rabu, 21 Januari 2026). Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa eksistensi IAI Rawa Aopa dapat dikenali oleh perguruan tinggi di tingkat global.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa apresiasi dari mancanegara tersebut menunjukkan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam membangun jejaring intelektual. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran dukungan digital ini menjadi bukti nyata kekuatan konektivitas akademik antara Indonesia dan Korea Selatan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengakuan dari profesor di Busan University of Foreign Studies tersebut akan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai jembatan diplomasi kampus. “Unggahan ini bukan sekadar seremoni digital, melainkan bentuk pengakuan tulus terhadap proses transisi kepemimpinan di kampus kami,” tegas Ismail dengan nada optimis. Ia memandang fenomena ini sebagai langkah awal yang baik untuk memperkuat hubungan bilateral dalam bidang riset dan pengajaran.

Terkait dengan rencana pengembangan kampus kedepan, Ismail memaparkan bahwa pihak rektorat akan menindaklanjuti dukungan ini dengan komunikasi yang lebih intensif. Ia menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk membuka pintu kerja sama yang lebih luas, terutama dalam program pertukaran dosen dan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi rektor yang baru dilantik untuk membawa kampus menuju standar internasional.

Ismail Suardi Wekke juga menambahkan komitmennya untuk mendukung penuh fasilitas penunjang akademik yang memadai. “Melalui perencanaan yang matang, kami akan memastikan bahwa kolaborasi internasional seperti ini dapat terakomodasi dalam program kerja tahunan,” pungkasnya. 

Ia berharap momentum pelantikan ini menjadi kesempatan meneruskan posisi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi pusat unggulan studi Islam di tingkat global. “Kita sudah ada kerjasama, dan kita pertahankan. Senyampang itu, terus menggalang dukungan perguruan tinggi lainnya,” imbuh Ismail Suardi Wekke yang baru saj amendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Sebagaimana diketahui, Pelaksanaan rangkaian pelantikan yang berlangsung pelan lalu ditandai dengan semangat optimisme dari seluruh staf dan pimpinan. Kehadiran tokoh-tokoh penting di kolom komentar media sosial kampus memberikan warna tersendiri bagi kemeriahan acara. IAI Rawa Aopa kini bersiap melangkah lebih jauh di bawah kepemimpinan baru dengan dukungan moral yang kuat dari mitra domestik maupun internasional.

Pasca Pelantikan (ISW)

Usai Pelantikan Pejabat di Jajaran IAI Rawa Aopa, Di Pekan Pertama Siap Laksanakan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat pasca pelantikan jajaran pejabat struktural baru. Memasuki pekan pertama masa kerja, manajemen kampus telah menjadwalkan agenda strategis berupa kegiatan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas yang ditargetkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Langkah taktis ini diputuskan setelah adanya pertemuan koordinasi intensif antara rektorat dengan jajaran yayasan. Bertempat di kediaman Ketua Yayasan di Andoolo, Senin (19 Januari 2026), Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Yayasan, Mardan, SkM., M.Si., serta Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., guna mematangkan ritme kerja organisasi ke depan.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa momentum setelah pelantikan harus segera diisi dengan penyamaan persepsi melalui program pengembangan SDM. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan seluruh pejabat yang baru dilantik memiliki kesiapan mental dan manajerial yang mumpuni dalam menjalankan tugas-tugas akademik maupun administratif. Menurutnya, sinergi antara yayasan dan rektorat menjadi kunci utama agar target-target institusi dapat tercapai secara akseleratif.

Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama dari upgrading ini adalah penguatan tata kelola keuangan dan perencanaan yang lebih transparan dan akuntabel di lingkungan IAI Rawa Aopa. Ia menyebutkan bahwa setiap pejabat harus mengakselerasi regulasi terbaru serta mekanisme kerja internal agar tidak terjadi hambatan birokrasi yang tidak perlu. Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan pekan pertama ini sebagai fondasi kuat bagi transformasi kampus di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke secara lugas menekankan pentingnya eksekusi cepat setelah seremoni pelantikan berakhir. “Kita tidak memiliki waktu untuk sekadar bertepuk tangan, sebab setelah pelantikan ini, tanggung jawab besar sudah menanti dan upgrading di akhir pekan nanti adalah langkah awal kita untuk bertahan pada jalur transformasi,” tegas Ismail saat ditemui di usai pertemuan di Andoolo.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan bahwa kualitas pelayanan kepada mahasiswa sangat bergantung pada kapasitas para pengelolanya. “Peningkatan kapasitas ini sebagai silaturahmi, juga merupakan upaya sadar untuk meningkatkan standar mutu pelayanan di IAI Rawa Aopa agar semakin kompetitif,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pihak yayasan terhadap program-program akselerasi ini. “Hasil koordinasi hari ini memastikan bahwa Ketua Yayasan dan Ketua Dewan Pembina memberikan lampu hijau sepenuhnya agar kami segera melakukan konsolidasi internal demi kemajuan institusi yang kita cintai ini,” pungkas Ismail.

Seminar Proposal (ISW)

Mahasiswa IAI Rawa Aopa yang Memprogramkan Skripsi, Ditargetkan Sampai ke Publikasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan program dalam meningkatkan mutu akademik, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah menempuh penyelesaian tugas akhir. Saat ini, kampus tersebut melatih mahasiswa yang memprogramkan skripsi untuk tidak sekadar menuntaskan penelitian di atas kertas, melainkan harus menargetkan luaran hingga ke tahap publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal bereputasi.

Langkah ini diambil guna memastikan kontribusi intelektual mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat diakses oleh masyarakat luas dan diakui secara akademis di level nasional maupun internasional. Transformasi skripsi menjadi artikel jurnal ini menjadi salah satu indikator utama dalam pemenuhan standar kualitas perguruan tinggi di era digital.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa mahasiswa harus mulai mengubah pola pikir dari sekadar menggugurkan kewajiban akademik menjadi upaya diseminasi ilmu pengetahuan. Menurutnya, publikasi adalah bukti otentik bahwa sebuah penelitian memiliki nilai kebermanfaatan yang nyata bagi perkembangan disiplin ilmu terkait.

“Kita tidak ingin karya ilmiah mahasiswa hanya berakhir menjadi pajangan di rak perpustakaan, melainkan harus menjadi rujukan bagi peneliti lain melalui publikasi jurnal yang terakreditasi,” ujar Ismail Suardi Wekke saat membuka Seminar Proposal yang terintegrasi dengan Pengabdian Masyarakat, di Poleang Timur (Kamis, 15 Januari 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema dukungan bagi mahasiswa dan dosen pembimbing agar proses konversi skripsi ke artikel jurnal dapat berjalan lebih sistematis. Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menjaga standar kualitas tulisan agar layak tembus ke jurnal bereputasi.

“Proses publikasi ini adalah jembatan bagi mahasiswa untuk memasuki ekosistem ilmiah yang lebih luas, sehingga kemampuan menulis mereka akan teruji secara objektif oleh para reviewer,” tambahnya dalam sebuah sesi diskusi usai kegiatan.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa target publikasi ini juga berdampak positif pada akreditasi institusi dan program studi. Ia meyakini bahwa dengan meningkatnya jumlah publikasi dari mahasiswa, reputasi IAI Rawa Aopa akan semakin kuat sebagai lembaga pendidikan yang produktif dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas.

“Saya berharap setiap mahasiswa yang memprogramkan skripsi tahun ini memiliki semangat yang sama untuk menembus batas-batas ruang kelas melalui tulisan yang dipublikasikan secara daring,” tegasnya menutup pernyataan.

Kebijakan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya mahir secara teoritis, tetapi juga memiliki rekam jejak digital yang positif dalam dunia akademik. Pihak kampus berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa dalam setiap tahap penyusunan hingga naskah mereka berhasil diterbitkan.

Salam Setara (ISW)

IAI Rawa Aopa Konsel Silaturahmi Dengan Bupati Konsel, Laporkan Pelantikan Rektor hingga Apresiasi Bantuan UKT

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Jajaran Yayasan dan pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Konsel) menggelar audiensi dengan Bupati Konawe Selatan di Rumah Jabatan Bupati pada Rabu (21 Januari 2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempertahankan sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa Konsel yang baru saja dilantik, Dr. Basrin Melamba, melaporkan secara resmi proses transisi kepemimpinan di kampus hijau tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa IAI Rawa Aopa sebagai mitra strategis pemerintah.

“Kehadiran kami hari ini selain untuk bersilaturahmi, juga melaporkan hasil pelantikan rektor. Kami sangat memohon dukungan dan arahan dari Bapak Bupati agar perguruan tinggi ini terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah Konawe Selatan,” ujar Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., di hadapan Bupati.

Senada dengan hal itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi pembangunan fisik dan non-fisik antara yayasan dan pemerintah kabupaten. Demikian pula terkait dengan pelaksanaan kegiatan yang sudah berlangsung yang juga mendapatkan dukungan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.

“Kami menyadari bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah daerah. Dukungan Bapak Bupati sangat kami harapkan, baik dalam bentuk kebijakan maupun bantuan fasilitas yang menunjang aktivitas akademik mahasiswa kami,” kata Al Asri.

Salah satu poin utama dalam audiensi ini adalah penyampaian apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan mahasiswa. Tercatat, sebanyak 200 mahasiswa IAI Rawa Aopa menerima bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang hadir mendampingi rektor, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat meringankan beban mahasiswa. “Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bapak Bupati atas bantuan UKT bagi 200 mahasiswa kami. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan anak-anak Konsel tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Dalam pertemuan yang sama, Ismail Suardi Wekke yang juga Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa, menyoroti aspek pengembangan mutu lulusan dan riset daerah. Ia melihat peluang besar dalam kerja sama yang lebih luas di masa depan.

“Sinergi ini harus terus kita rawat. Kami di Pascasarjana selalu menjadi mitra berpikir pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis riset untuk kemajuan Konawe Selatan,” tutur Ismail.

Salah satu yang dilaporkan Ismail kepada Bupati Konawe Selatan terkait dengan mahasiswa magang di Jepang. “Sementara ini berlangsung pelatihan bahasa Jepang dengan bekerja sama LPK Salewangang di Maros,” tutur Ismail Suardi Wekke.

Tak hanya dari sisi akademik, aspek ekonomi kerakyatan juga menjadi bahasan dalam pertemuan ini. Wakil Ketua Koperasi Jasa Rawa Aopa, Abdul Kadir, S.Sos., S.H., M.H., yang turut hadir, menyatakan kesiapan institusi dalam mendukung program ekonomi kreatif di lingkungan kampus dan sekitarnya.

“Koperasi Jasa Rawa Aopa siap bersinergi dengan program-program pemberdayaan ekonomi daerah, sehingga kemandirian mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus dapat terwujud sejalan dengan visi Bupati,” pungkasnya.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti beberapa poin kerja sama teknis guna mempercepat akselerasi pendidikan tinggi di Kabupaten Konawe Selatan.

Pascasarjana IAI Rawa Aopa (ISW)

Fasilitasi Studi Lanjut Magister dan Doktor bagi Masyarakat Konsel, IAI Rawa Aopa Bentuk Direktorat Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan membentuk Direktorat Pascasarjana sebagai langkah strategis untuk memfasilitasi kebutuhan studi lanjut bagi masyarakat di wilayah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kehadiran direktorat baru ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi peningkatan kualifikasi akademik masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin menempuh jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3).

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., usai dilantik, (Sabtu, 17 Januari 2026) menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas kepada masyarakat lokal. Menurutnya, selama ini kendala jarak dan akses seringkali menjadi hambatan utama bagi putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan adanya direktorat ini, IAI Rawa Aopa berupaya memangkas hambatan tersebut melalui program-program yang adaptif terhadap kebutuhan daerah.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai visi besar di balik pembentukan unit ini. “Pembentukan Direktorat Pascasarjana ini adalah jawaban konkret kami untuk memastikan bahwa masyarakat Konawe Selatan memiliki wadah yang representatif guna meningkatkan kapasitas keilmuan mereka tanpa harus meninggalkan daerah,” ujar Ismail saat ditemui di kampus IAI Rawa Aopa (Andoolo), usai acara pelantikan Rektor dan Direktur Pascasarjana. 

Ia juga menambahkan bahwa institusi sedang merancang kurikulum yang relevan dengan dinamika sosial dan potensi ekonomi di Sulawesi Tenggara. “Kami ingin lulusan pascasarjana nantinya bukan sekadar meraih gelar, tetapi benar-benar menjadi pakar yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan di Konsel,” imbuhnya. 

Terkait kolaborasi, Ismail menyatakan komitmennya untuk membangun jejaring luas. “Langkah awal kami adalah memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna menjamin mutu akademik yang kompetitif,” tegasnya.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menjelaskan bahwa keberadaan direktorat ini diharapkan dapat memacu semangat para aparatur sipil negara (ASN) dan praktisi pendidikan di Konawe Selatan untuk terus belajar. Ia menyampaikan bahwa pihak kampus akan memberikan kemudahan administratif dan bimbingan yang intensif bagi para calon mahasiswa agar mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan standar kualitas yang terjaga. 

Lebih lanjut, Ismail mengutarakan optimismenya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Konawe Selatan akan memiliki stok sumber daya manusia unggul yang melimpah berkat fasilitasi pendidikan yang sistematis melalui pemberian bantuan UKT oleh Bupati Konawe Selatan.

Pendirian Direktorat Pascasarjana ini juga merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) pengembangan kampus untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan akademik di wilayah selatan Sulawesi Tenggara. Dengan manajemen yang terfokus di bawah kepemimpinan Direktur Pascasarjana Ismail Suardi Wekke, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan proses pengembangan program studi baru yang linear dengan kebutuhan pasar kerja global namun tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

IMG-20260120-WA0023

Semester Tuntas, Mahasiswa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Masuki Masa Libur Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Seiring dengan berakhirnya kalender akademik semester ganjil, seluruh mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini memasuki masa libur panjang. Momentum ini diberikan setelah para mahasiswa menuntaskan seluruh rangkaian Ujian Akhir Semester (UAS) yang berlangsung dengan tertib dan kondusif dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., usai menutup acara Ujian Akhir Semester (UAS) semester ganjil 2025/2026 menyampaikan bahwa masa libur ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras mahasiswa selama satu semester penuh.

Ia menekankan bahwa waktu jeda ini seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai masa berhenti belajar, melainkan kesempatan untuk pulang ke kampung halaman dan berinteraksi lebih dekat dengan lingkungan sosial.

Dalam keterangan, Ismail Suardi Wekke memberikan pesan mendalam kepada para mahasiswa agar mampu menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu menjadi cermin bagi institusi saat berada di luar kampus selama masa libur ini,” ujar Ismail Suardi Wekke di Hotel Zam Zam, Andoolo dalam rangkaian pelaksanaan UAS yang ditutup dengan sambutan Wakil Rektor.

Beliau juga menambahkan bahwa momen ini sangat berharga untuk merekatkan kembali hubungan emosional mahasiswa dengan orang tua masing-masing. “Gunakanlah kesempatan ini untuk berbakti dan mendampingi orang tua, karena doa mereka adalah keberkahan bagi studi kalian,” lanjutnya dengan tegas.

Terkait makna liburan itu sendiri, Ismail kembali menegaskan nilai filosofis di balik jeda akademik tersebut. Beliau berpesan secara langsung bahwa masa rehat ini adalah waktu yang tepat untuk memperkaya pengalaman di luar buku teks.

“Bukan hanya libur, tetapi bisa beraktivitas bersama keluarga dan masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerja Rektorat IAI Rawa Aopa.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara tidak langsung. Beliau menjelaskan bahwa pihak kampus sangat mengharapkan mahasiswa dapat terlibat aktif dalam kegiatan sosial ataupun keagamaan di lingkungan tempat tinggal mereka. Hal ini dianggap penting agar teori-teori yang didapatkan di bangku kuliah dapat mulai diimplementasikan dalam skala kecil di masyarakat.

Lebih lanjut, Wakil Rektor tersebut juga menginformasikan bahwa seluruh pelayanan administrasi di bidang keuangan dan kepegawaian akan tetap berjalan secara optimal untuk mempersiapkan semester berikutnya. Beliau mengingatkan mahasiswa untuk tetap memantau informasi mengenai registrasi ulang agar tidak terlambat saat perkuliahan kembali dimulai. Terakhir, Ismail menitipkan pesan bahwa liburan yang berkualitas adalah liburan yang mampu menyeimbangkan antara istirahat fisik dan pengembangan karakter di tengah keluarga.

Kini, suasana kampus IAI Rawa Aopa mulai nampak lengang seiring dengan banyaknya mahasiswa yang telah bertolak menuju daerah asal masing-masing. Pihak kampus berharap para mahasiswa kembali pada semester depan dengan semangat baru dan motivasi yang lebih tinggi untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Ismail Suardi Wekke juga menguraikan konsep liburan terintegrasi.

“Tidak sebatas liburan, tetapi bisa menjadi kesempatan observasi kegiatan, ataupun penelitian dan pengabdian masyarakat,”, urai Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Sebagai penutup, Ismail menegaskan bahwa saatnya nanti ketika perkuliahan dibuka kembali, maka mahasiswa dapat menjadikan hasil observasi itu ke dalam bagian diskusi dan perkuliahan.

“Mari gunakan masa-masa libur untuk tetap belajar dan berkarya. Sejatinya belajar bukan hanya di ruang kelas dan bangku kuliah,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga menyandang Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

IMG_20260120_192739

Perkuat Akses Pendidikan, IAI Rawa Aopa dan Pemkab Bombana Teken MoU Bantuan Biaya Kuliah bagi Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Hotel Zam-Zam, Andoolo, pada Selasa (11 November 2025) ini difokuskan pada program pemberian bantuan biaya perkuliahan bagi mahasiswa asal Kabupaten Bombana.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemkab Bombana yang diwakili oleh Staf Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Ibu Darlia, S.Sos. Sementara itu, dari pihak IAI Rawa Aopa hadir Penjabat (Pjs.) Rektor, Asmiatin, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Salma Ratu, M.Pd., serta Kepala Biro Administrasi Umum (BAU), Risman Munanto, M.Fil.I.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Salma Ratu, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemkab Bombana.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana yang telah memberikan perhatian nyata terhadap keberlangsungan pendidikan putra-putri daerahnya di kampus kami. Melalui MoU ini, beban finansial mahasiswa dapat berkurang sehingga mereka bisa lebih fokus dalam mengejar prestasi akademik,” ujar Salma Ratu usai acara.

Ia melanjutkan bahwa sinergi ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul. “Kita bersinergi dalam menyediakan akses pendidikan,” lanjut Salma Ratu.

“Penandatanganan ini sebagai langkah awal dalam seremoni, juga akan menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa tidak ada lagi mahasiswa asal Bombana yang terkendala kuliahnya hanya karena persoalan biaya,” tambahnya.

Salma juga menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa akan terus berupaya menjaga kualitas layanan pendidikan bagi para penerima bantuan tersebut.

“Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk bersama-sama membangun peradaban melalui penguatan akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Salma Ratu, M.Pd. mengungkapkan rasa syukurnya atas terjalinnya kemitraan ini karena dianggap mampu memberikan dampak positif langsung bagi para mahasiswa yang berasal dari Bombana. Ia menilai bantuan biaya perkuliahan ini merupakan solusi atas tantangan ekonomi yang sering kali menjadi hambatan utama dalam menempuh pendidikan tinggi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pihak kampus berkomitmen untuk menyelaraskan program bantuan ini dengan target pengembangan SDM di wilayah tersebut agar lulusan IAI Rawa Aopa nantinya dapat berkontribusi balik bagi pembangunan di Kabupaten Bombana.

Terakhir, Salma menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam penyaluran bantuan biaya pendidikan ini agar tepat sasaran. Ia berharap sinergi antara kampus dan Pemkab Bombana dapat terus diperluas di masa depan, tidak hanya di bidang bantuan finansial, tetapi juga pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri menyampaikan apresiasi juga kepada pemerintah kabupaten Bombana atas dukungan ini.

“Kita senantiasa berterima kasih atas kepedulian pemerintah kabupaten Bombana atas dukungan yang diberikan,” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Menutup pernyataanya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa dalam kaitan akses perguruan tinggi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen untuk memperluas akses bagi masyarakat di pesisir, pedalaman, dan perbatasan (3P).

“Sebagai ikhtiar memajukan pendidikan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa, maka kita apresiasi atas dukungan pemerintah kabupaten Bombana dalam menyediakan bantuan uang kuliah bagi mahasiswa kita,” pungkas Ismail Suardi Wekke

Beasiswa (ISW)

Beasiswa Bagi Mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk Tahun Akademik Mendatang

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus memperkuat komitmennya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara. Untuk tahun akademik mendatang, pihak kampus mengumumkan ketersediaan program beasiswa komprehensif yang diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang membutuhkan bantuan finansial guna memastikan tidak ada anak bangsa yang putus kuliah karena kendala ekonomi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari visi strategis institusi. Dalam penjelasannya, Ismail menyampaikan bahwa pihaknya telah merancang skema bantuan yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. 

“Kami telah mengalokasikan anggaran khusus yang cukup signifikan untuk memastikan bahwa mahasiswa berbakat dari keluarga kurang mampu dapat terus melanjutkan studi mereka tanpa terbebani biaya pendidikan,” ujar Ismail saat ditemui di ruang kerjanya usai peluncuran pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru, Andoolo (Selasa, 20 Januari 2026).

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya integrasi antara prestasi akademik dengan kemudahan akses pendidikan bagi para mahasiswa di IAI Rawa Aopa. Ia menyebutkan bahwa beasiswa ini tidak hanya menyasar mereka yang berprestasi di dalam kelas, tetapi juga mencakup potensi bakat di bidang lain. 

“Target utama kami adalah mencetak lulusan yang unggul secara intelektual dan memiliki daya saing global, sehingga beasiswa ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus stimulus bagi mereka untuk terus berkarya,” tuturnya dengan optimis.

Menyangkut proses distribusi dan transparansi, Ismail Suardi Wekke menjamin bahwa seluruh tahapan seleksi akan dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Ia menyampaikan komitmen institusi dalam menjaga integritas pemberian bantuan tersebut agar tepat sasaran sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. 

“Seluruh proses verifikasi data hingga penetapan penerima akan dilakukan secara transparan oleh tim khusus agar setiap bantuan yang keluar benar-benar jatuh ke tangan mahasiswa yang paling membutuhkan dan berhak,” tegas Ismail mengakhiri keterangannya.

Selain memberikan pernyataan secara lugas, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan beberapa poin penting terkait teknis pelaksanaan program ini. Ia memaparkan bahwa pihak universitas saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai mitra strategis, baik dari sektor pemerintahan maupun swasta, untuk memperluas cakupan sumber pendanaan beasiswa bagi para mahasiswa. 

Langkah ini diambil guna menambah kuota penerima manfaat di masa depan sehingga jangkauan bantuan pendidikan di lingkungan IAI Rawa Aopa dapat menyentuh lebih banyak individu. Dalam kesempatan yang sama, Ismail menerangkan bahwa kriteria penilaian untuk calon penerima beasiswa tahun ini akan mengalami penyesuaian yang lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi terkini di Konawe Selatan. 

Ia menyebutkan bahwa faktor keberlanjutan studi menjadi poin krusial dalam penilaian, di mana mahasiswa yang menunjukkan konsistensi dalam nilai akademik akan mendapatkan prioritas lebih tinggi. Hal ini dimaksudkan agar bantuan yang diberikan efektif dalam menjaga performa pendidikan mahasiswa hingga meraih gelar sarjana.

Terakhir, Ismail Suardi Wekke menginformasikan bahwa seluruh informasi terkait syarat dan prosedur pendaftaran akan segera dipublikasikan melalui kanal resmi kampus. Ia menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar segera mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan sejak dini supaya tidak terhambat kendala administrasi saat pendaftaran resmi dibuka. Upaya jemput bola ini diharapkan dapat mempercepat proses sinkronisasi data keuangan kampus dengan kebutuhan riil mahasiswa di lapangan.

IMG-20260120-WA0021

Rawa Aopa Pertegas Komitmen Akses Pendidikan Wilayah 3P, Targetkan Mahasiswa KIP Kuliah Go International

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertegas komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah pesisir, pedalaman, dan perbatasan (3P). Langkah strategis ini diawali dengan peluncuran resmi seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026/2027 yang berlangsung di kampus IAI Rawa Aopa, Senin (19/1/ 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa letak geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikan berkualitas. Dalam kesempatan tersebut, Ismail menyampaikan komitmen institusi untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Ia menyatakan bahwa mereka berkomitmen penuh untuk memastikan setiap anak muda di wilayah pesisir hingga perbatasan mendapatkan hak pendidikan melalui berbagai skema beasiswa dan juga fasilitasi pendidikan.

“Ini dalam kaitan pemajuan pendidikan tinggi yang memberikan kesempatan kepada siapapun, dimanapun, tanpa juga batasan umur untuk menempuh pendidikan di tingkat perguruan tinggi,” tutur Ismail Suardi Wekke.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama kampus saat ini adalah melakukan jemput bola ke wilayah-wilayah terpencil guna mensosialisasikan program pendidikan tinggi. Beliau mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah membuka penerimaan mahasiswa baru agar distribusi informasi mengenai bangku kuliah dapat menyentuh hingga ke pelosok pedalaman Konawe Selatan dan sekitarnya.

Selain itu, Ismail juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi dalam mengawal keberlanjutan studi mahasiswa dari daerah 3P tersebut agar tidak terkendala masalah finansial.

“Kita menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kabupaten yang telah membantu pembiayaan uang kuliah bagi mahasiswa, diantaranya Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Bombana,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Komitmen ini diperkuat dengan pernyataan Ismail Suardi Wekke yang menyoroti urgensi inklusivitas pendidikan. “Kita harus menghapus stigma bahwa pendidikan tinggi hanya milik masyarakat perkotaan, karena potensi besar justru banyak tersimpan di wilayah pedalaman dan pesisir kita,” tegas Ismail di hadapan para sivitas akademika.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa harus menjadi jembatan peradaban bagi masyarakat perbatasan melalui program-program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan lokal.

“Penerimaan mahasiswa baru tahun ini selain sebagai rutinitas administratif, juga akan menjadi sebuah gerakan untuk memerdekakan akses literasi di seluruh pelosok Sulawesi Tenggara,” imbuhnya.

Salah satu program yang menjadi sorotan dalam peluncuran PMB kali ini adalah peningkatan kapasitas bagi mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah. IAI Rawa Aopa menargetkan para mahasiswa KIP Kuliah untuk menempuh program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Amat (KKA) di luar negeri.

Program internasionalisasi ini dirancang untuk memberi mereka peluang emas dalam memperluas wawasan regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara, sehingga lulusan dari daerah 3P memiliki daya saing global.

“Sekalipun kita berada di wilayah timur, tetapi wawasan regional Asia Tenggara perlu dibangun,” tambah Ismail Suardi Wekke yang lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia.
Upaya ini menjadi bagian dari misi IAI Rawa Aopa dalam menjembatani pendidikan bagi masyarakat.

Dengan memberikan prioritas bagi putra-putri dari garis pantai hingga pegunungan, kampus berkomitmen untuk menciptakan ekosistem akademik yang inklusif dan transformatif.

Pendidikan tinggi diharapkan bukan lagi menjadi kemewahan, melainkan hak yang bisa digapai oleh setiap warga negara, terlepas dari seberapa jauh tempat tinggal mereka dari pusat kota. “Akses pendidikan perlu dibuka kepada wilayah-wilayah pesisir, pedalaman, dan perbatasan. Sehingga hak mereka mendapatkan pendidikan tinggi dapat ditunaikan,” jelas Ismail Suardi Wekke.

Menutup keterangannya, Ismail menyatakan bahwa langkah mengirim mahasiswa ke luar negeri adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi yang dijembatani oleh KIP Kuliah tidak membatasi seseorang untuk berprestasi di level internasional. Melalui visi ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat mencetak kader bangsa yang memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika regional sekaligus tetap memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan daerah asalnya di pelosok nusantara.

Koperasi Jasa (ISW)

IAI Rawa Aopa Siapkan Koperasi, Segera Dikenalkan ke Publik Melalui Peluncuran

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat dalam melakukan penguatan kelembagaan pasca prosesi pelantikan Rektor yang berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Aula Kampus Andoolo. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dimatangkan adalah pendirian Koperasi Jasa Rawa Aopa, sebuah unit usaha yang dirancang untuk mendukung ekosistem ekonomi di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari peta jalan pengembangan institusi yang lebih mandiri. Dalam pernyataan dalam kesempatan yang sama, Ismail menjelaskan bahwa kehadiran koperasi ini menjadi simbol kemandirian lembaga dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara profesional.

“Koperasi Jasa Rawa Aopa kami persiapkan sebagai pilar ekonomi yang akan menopang berbagai kegiatan strategis di kampus serta menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh civitas akademika,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan usai kegiatan pelantikan.

Melanjutkan pemaparannya, Ismail juga mengungkapkan secara tidak langsung bahwa persiapan peluncuran perdana koperasi tersebut kini tengah memasuki tahap akhir dan akan segera diperkenalkan secara luas kepada publik dalam waktu dekat dengan target sekitar bulan Syawal. Hal ini sejalan dengan upaya kampus untuk memperkuat struktur keuangan internal melalui unit bisnis yang legal dan terorganisir.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh regulasi dan struktur manajemen koperasi sudah siap sepenuhnya sebelum diperkenalkan secara resmi kepada publik agar peluncurannya nanti memberikan dampak yang berkelanjutan,” tegas Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand.

Pada pernyataan di kesempatan yang sama Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa melalui koperasi ini, sinergi antara aspek akademik dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan demi kemajuan IAI Rawa Aopa di masa depan. Beliau berharap unit usaha ini menjadi motor penggerak bagi inovasi-inovasi lain yang sedang direncanakan oleh pihak rektorat dalam masa jabatan baru ini.

“Peluncuran ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan civitas akademika dan masyarakat luas melalui model ekonomi berbasis keumatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang turut hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut, dimana melantik struktur pejabat di lingkup institusi Rawa Aopa.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Organisasi Koperasi, Abdul Kadir, S.Sos., S.H., M.H., menyatakan bahwa fokus utama tim saat ini adalah mematangkan koordinasi internal. Ia menegaskan bahwa pendirian koperasi ini merupakan langkah konkret pengembangan kelembagaan yang diambil segera setelah pelantikan Rektor baru. Sementara itu, pihak Humas Koperasi mengonfirmasi bahwa persiapan peluncuran perdana kini menjadi prioritas agar seluruh pemangku kepentingan dapat memahami manfaat strategis dari kehadiran Koperasi Jasa Rawa Aopa.