IMG-20260114-WA0003

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rayakan Dies Natalis IX dengan Dialog Publik Internasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperingati Dies Natalis ke-IX dengan menggelar Dialog Publik Internasional yang menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis sekaligus penegasan komitmen institusi dalam memperluas jejaring dan wawasan keilmuan di tingkat global.

Peringatan Dies Natalis IX berlangsung khidmat di Kampus IAI Rawa Aopa, Andoolo, Senin (11/11/2025), dan dihadiri oleh civitas akademika, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta mitra strategis institusi.

Dalam sambutannya, Dewan Pembina IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menegaskan bahwa usia sembilan tahun merupakan momentum refleksi dan penguatan komitmen institusi dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam.

“Sembilan tahun hanyalah sebuah angka. Ini adalah penanda komitmen kami untuk terus hadir sebagai mercusuar pendidikan tinggi Islam di Konawe Selatan, bahkan di wilayah 3T. Setiap capaian yang kita raih adalah hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Al Asri.

Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis, IAI Rawa Aopa bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Konawe Selatan menyelenggarakan Dialog Publik Internasional. Kegiatan ini digelar secara hybrid di Auditorium Al Asri, Hotel Zam Zam, Andoolo, sehingga memungkinkan partisipasi narasumber dan peserta lintas negara.

Dialog publik tersebut menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari berbagai institusi nasional dan internasional, termasuk mitra perguruan tinggi luar negeri IAI Rawa Aopa, seperti Fatoni University (Thailand) dan Universiti Sultan Zainal Abidin (Malaysia).

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya integrasi nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dalam pengembangan teknologi digital, strategi kolaborasi antarperguruan tinggi melalui program pertukaran mahasiswa dan riset bersama, serta penguatan literasi lintas budaya dan moderasi beragama dalam menghadapi tantangan global.

Sekretaris Dewan Pembina Yayasan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang bertindak sebagai moderator, menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam dunia pendidikan tinggi.

“Kolaborasi pendidikan tinggi antar negara adalah kunci untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan budaya yang tinggi. IAI Rawa Aopa telah menunjukkan inisiatif luar biasa dalam membuka ruang diskusi global ini,” kata Ismail.

Menurut Ismail, peringatan Dies Natalis IX ini juga menjadi momentum strategis bagi IAI Rawa Aopa untuk menegaskan visi jangka panjangnya, yakni bertransformasi dari institut menjadi universitas Islam yang berdaya saing global.

“Tidak hanya berkiprah di tingkat lokal, tetapi memiliki daya saing global,” ujarnya.

Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Keberhasilan menyelenggarakan kegiatan berskala internasional dinilai menjadi indikator kesiapan IAI Rawa Aopa berkontribusi dalam kancah akademik global.

Acara Dies Natalis IX dan Dialog Publik Internasional ini secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe Selatan yang diwakili Asisten II. Pada kesempatan tersebut, pihak kampus juga memperkenalkan sejumlah program akademik yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan penelitian berbasis isu lokal dan global.

Peringatan Dies Natalis IX ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga penegasan posisi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada mutu, kolaborasi, dan kontribusi nyata dalam pembangunan peradaban melalui pendidikan.