Rapat Koordinasi (ISW)

Sinergi Yayasan dan Pengelola IAI Rawa Aopa Perkuat Tata Kelola Perguruan Tinggi, Gelar Rapat Koordinasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar rapat koordinasi strategis antara pihak yayasan dan jajaran pengelola perguruan tinggi (Jumat, 16 Januari 2026). Pertemuan yang berlangsung khidmat di Hotel Zam Zam, Andoolo ini dihadiri langsung dan mendengarkan paparan dan pengarahan Dewan Pembina, Al Asri, S.Pd., M.Si., dan Ketua Yayasan Mardan, S.KM., M.Si., guna membahas penguatan institusi dan sinkronisasi program kerja tahun akademik mendatang. 

Sinergi antara kebijakan yayasan dan implementasi di tingkat pengelola menjadi poin utama yang ditekankan untuk memastikan IAI Rawa Aopa tetap relevan dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara. Pertemuan diawali dengan pengarahan Dewan Pembina yang memesankan untuk pengelola senantiasa tetap berada dalam koridor hukum pendidikan tinggi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., dalam kegiatan tersebut memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya integrasi sistem manajemen internal. Beliau menyatakan bahwa Konsolidasi ini merupakan langkah vital bagi kita semua untuk menyusun peta jalan institusi yang lebih terukur dan berkelanjutan. 

Ismail Suardi Wekke juga menekankan perlunya persiapan penerimaan mahasiswa baru dan juga menargetkan bahwa jurnal yang dikelola oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, dalam tahun ini sudah terindeks SINTA. “Penerimaan mahasiswa baru, segera dibuka. Begitu pula, kita beriktiar bersama, supaya jurnal kita sudah terakreditasi,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Menurutnya, koordinasi ini sangat krusial bagi masa depan lembaga. Ismail kembali menegaskan dengan mengatakan, “Pertemuan hari ini adalah momentum emas untuk menyatukan visi antara regulasi yayasan dengan kebutuhan operasional di lapangan secara presisi,” kata Ismail Suardi Wekke. 

Tak hanya itu, ia juga menekankan aspek akuntabilitas dengan menyatakan bahwa pihak rektorat akan memastikan setiap alokasi anggaran dan penataan kepegawaian berjalan selaras dengan standar mutu nasional demi kemajuan mahasiswa di masa depan.

Dalam tinjauan manajerial yang lebih formal, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa efektivitas organisasi pendidikan tinggi sangat bergantung pada koherensi antara perencanaan strategis dan ketersediaan sumber daya yang dialokasikan secara proporsional. Beliau menegaskan bahwa implementasi kebijakan good university governance menuntut adanya integrasi data yang akurat guna meminimalisir asimetri informasi antara pihak yayasan sebagai pemegang kebijakan dan rektorat sebagai pelaksana operasional. 

Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa penguatan pilar kepegawaian harus didasarkan pada analisis beban kerja dan pengembangan kompetensi berkelanjutan yang berorientasi pada luaran (output) akademik yang kompetitif. Melengkapi arahan tersebut, Ismail Suardi Wekke turut menyampaikan sejumlah poin strategis melalui pernyataan tidak langsung lainnya. 

Beliau menjelaskan bahwa kedisiplinan administratif merupakan fondasi utama yang tidak boleh ditawar dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan. Beliau juga memaparkan pandangannya mengenai urgensi peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan internal agar seluruh staf mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika digitalisasi kampus yang kian masif. Beliau menyampaikan harapannya agar kolaborasi yang terjalin erat antara pembina, yayasan, dan pengelola dapat terus dipertahankan sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas dan prestasi IAI Rawa Aopa di masa depan.

Dalam sesi pendalaman, Ismail Suardi Wekke menambahkan tiga pernyataan langsung lainnya untuk mempertegas komitmen institusi. Beliau berujar, “Kita tidak boleh berpuas diri dengan capaian saat ini, karena tantangan global menuntut kita untuk terus melakukan inovasi di sektor perencanaan.” 

Terkait tata kelola keuangan, beliau menegaskan, “Setiap rupiah yang dikelola harus memiliki dampak langsung pada peningkatan kualitas layanan akademik dan fasilitas pendukung bagi mahasiswa.” Menutup pernyataannya, Ismail memberikan motivasi kepada seluruh pengelola dengan mengatakan, “Dedikasi kita dalam menata kepegawaian hari ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul dari Konawe Selatan.”