KKA (ISW)

Pesan Kepada Peserta KKN untuk Belajar dari Lapangan, KKN IAI Rawa Aopa Diawali dengan Pembekalan

Rawaaopakonsel.ac.id, Meluhu – Suasana khidmat dan penuh nilai kearifan lokal mewarnai pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang diselenggarakan di Rumah Adat pada Senin, 3 Agustus 2026. Mengusung nilai-nilai kebudayaan dan pengabdian masyarakat, rangkaian kegiatan KKN kali ini diawali secara resmi melalui agenda pembekalan intensif bagi seluruh mahasiswa peserta.

Kegiatan pembekalan ini dirancang untuk memberikan kesiapan mental, metodologi pengabdian, serta pemahaman tata krama kemasyarakatan sebelum para mahasiswa diterjunkan langsung ke lokasi penempatan.

Dalam pengarahannya, Ketua Dewan Pembina yang juga merupakan Pendiri Yayasan Penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., menyampaikan arahan mendalam serta pesan kunci kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa KKN bukan sekadar pemenuhan SKS akademik, melainkan wahana transformasi diri untuk menyerap realitas kehidupan bermasyarakat.

“KKN adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar dari lapangan secara langsung. Teori yang didapat di bangku kuliah harus diuji dan disesuaikan dengan kearifan lokal serta kebutuhan masyarakat di lapangan,” tegas Al Asri di hadapan peserta pembekalan.

Beliau juga berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga integritas, etika, dan nama baik almamater selama berinteraksi dengan warga desa. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menghidupkan semangat gotong royong dan memberikan kontribusi yang nyata serta berkelanjutan.

Pada periode kali ini, para peserta KKN IAI Rawa Aopa akan ditempatkan secara terdistribusi di 9 posko yang tersebar di 9 desa se-Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemilihan wilayah Meluhu sebagai fokus pengabdian ditujukan untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong potensi desa, baik dari sektor sosial, keagamaan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi lokal.

Dengan mengawali kegiatan di Rumah Adat, diharapkan para mahasiswa memiliki pijakan kultural yang kuat serta mampu beradaptasi dengan cepat, inklusif, dan penuh rasa hormat terhadap adat istiadat setempat selama menjalankan program pengabdian.