PBAK 2026/2026

PBAK IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Sukses Digelar di Pasar Rakyat Potoro

Rawaaopakonsel.ac.id, Potoro — Suasana Pasar Rakyat Potoro, Konawe Selatan, tampak tak biasa pada akhir pekan kedua September. Keramaian yang biasanya didominasi aktivitas transaksi jual-beli berganti dengan riuh antusiasme ratusan mahasiswa baru. Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun akademik 2026/2027 di area ruang publik tersebut.

Kegiatan orientasi akademik ini berlangsung selama tiga hari dua malam, terhitung sejak Jumat, 11 September, hingga Minggu, 13 September 2026. Pemilihan Pasar Rakyat Potoro sebagai gelanggang orientasi bukan tanpa kalkulasi. Langkah ini dirancang sebagai ikhtiar institusi menanamkan spirit kewirausahaan sejak dini kepada para mahasiswa baru.

Dengan menempatkan mahasiswa langsung di episentrum ekonomi lokal, pihak kampus ingin para akademisi muda ini tidak hanya membaca teori pasar dari buku teks, melainkan mengamati, merasakan, dan membaca peluang usaha nyata di lapangan. Interaksi langsung dengan dinamika pedagang lokal diharapkan mampu memantik naluri bisnis, kemandirian finansial, serta kepekaan sosial mereka sebelum memasuki ruang-ruang kuliah.

PBAK dibuka Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Basrin Melamba. Dalam sambutannya, Basrin menegaskan bahwa tradisi akademik perguruan tinggi Islam harus berpijak pada nilai-nilai keilmuan, kemandirian, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mahasiswa didorong untuk tidak sekadar berkutat pada teori di ruang kelas, tetapi juga peka terhadap denyut perekonomian dan dinamika sosial di daerahnya.

Sejumlah petinggi yayasan dan pimpinan sivitas akademika turut hadir mengawal pembukaan agenda tahunan tersebut. Tampak hadir Ketua Dewan Pembina IAI Rawa Aopa Al Asri, S.Pd.I., M.Si., serta Ketua Yayasan Mardan, SKM., M.Si. Kehadiran jajaran wakil rektor, para dekan, dan seluruh ketua program studi melengkapi pembukaan orientasi yang berlangsung khidmat sekaligus cair.

Selama agenda berlangsung, para peserta menerima pembekalan mengenai tata kelola akademik, pengenalan fakultas dan program studi, etika kemahasiswaan, hingga wawasan kebangsaan dan moderasi beragama. Format kegiatan yang menggabungkan pembekalan materi dengan observasi lingkungan pasar dirancang untuk membangun keakraban serta kedisiplinan antarmahasiswa lintas jurusan.

Rangkaian acara yang berakhir pada Minggu siang, 13 September 2026, ditutup tanpa hambatan teknis yang berarti. Penyelenggaraan PBAK di Pasar Rakyat Potoro ini menandai langkah awal mahasiswa baru IAI Rawa Aopa sebelum memasuki masa perkuliahan efektif semester ganjil mendatang.

PBAK (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Gelar PBAK Akhir Pekan Ini, Fokus pada Pembentukan Karakter Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjadwalkan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru pada akhir pekan ini tertanggal 17-19 April 2026. Agenda tahunan tersebut dirancang sebagai gerbang utama bagi para akademisi muda untuk memahami ekosistem pendidikan tinggi di lingkungan kampus hijau tersebut (Rabu, 15 April 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa seluruh perangkat pendukung telah disiapkan secara matang. Beliau menegaskan bahwa panitia saat ini sedang melakukan sinkronisasi akhir guna memastikan seluruh alur kegiatan berjalan sesuai rencana tanpa kendala teknis yang berarti.

Dalam sela-sela persiapan, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus terkait tujuan utama dari pelaksanaan PBAK tahun ini. Berikut adalah pernyataan langsung beliau: “Kami ingin memastikan bahwa PBAK ini bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan fondasi awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai integritas dan intelektualitas yang dijunjung tinggi oleh IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail saat ditemui di persiapan tempat pelaksanaan.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti pentingnya adaptasi teknologi bagi mahasiswa baru di era digital saat ini. “Mahasiswa baru harus segera bertransformasi dari pola pikir sekolah menengah ke pola pikir akademik yang kritis, sehingga mereka mampu menjawab tantangan zaman melalui riset dan inovasi sejak dini,” tambahnya.

Ismail pun menutup pernyataannya dengan pesan semangat bagi para peserta yang akan mengikuti prosesi tersebut. “Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di kampus perjuangan ini, mari jadikan akhir pekan besok sebagai langkah pertama untuk meniti jalan pengabdian bagi bangsa dan agama,” pungkasnya.

Selain memberikan arahan secara langsung, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan beberapa poin teknis dan filosofis terkait kebijakan kampus. Beliau menyampaikan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya PBAK agar tetap berada dalam koridor edukatif dan jauh dari praktik perpeloncoan yang tidak produktif. Menurutnya, orientasi kampus harus diisi dengan pengenalan budaya literasi serta penguatan moderasi beragama bagi seluruh civitas akademika.

Ismail juga menginstruksikan kepada seluruh panitia pelaksana agar mengedepankan aspek pelayanan dan keramahan dalam menyambut para mahasiswa baru. Beliau berharap atmosfer kampus yang hangat dapat membantu proses adaptasi mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah di Sulawesi Tenggara menjadi lebih cepat dan nyaman.

Terakhir, sang Wakil Rektor mengungkapkan bahwa pengelolaan anggaran untuk kegiatan ini telah dilakukan secara transparan dan akuntabel guna menunjang fasilitas terbaik bagi mahasiswa. Ia meyakini bahwa dengan perencanaan keuangan yang tepat, kualitas materi dan output dari PBAK ini dapat melahirkan generasi emas yang kompeten dan berkarakter unggul di masa depan.