ICEASD (ISW)

Jelang Dies Natalis IX, IAI Rawa Aopa Siapkan Konferensi Internasional Hadirkan Pembicara Lintas Negara

Rawaaopakonsel.ac.id, Lamooso — Menyambut momentum Dies Natalis ke-9 pada tahun 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan konferensi internasional tahunan. Agenda akademik berskala global ini direncanakan menghadirkan narasumber dari empat negara, yakni Belanda, Malaysia, Thailand, dan Turkiye.

Rencana tersebut disampaikan oleh Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan evaluasi dan proyeksi kerja tahun akademik 2026/2027 yang berlangsung di kawasan Pantai Toronipa, Ahad (20/9/2026).

Saat dimintai tanggapan mengenai arah kebijakan institusi ke depan, Ismail menegaskan bahwa pelaksanaan konferensi internasional ini menjadi salah satu langkah konkret kampus dalam memenuhi dan memperkuat standar akreditasi institusi maupun program studi.

Menurutnya, forum akademik global merupakan ikhtiar bagi mewujudkan iklim ilmiah di IAI Rawa Aopa. Kegiatan semacam ini telah dirintis dan digelar secara konsisten dan berkelanjutan sejak 2018 sebagai wadah diseminasi riset serta perluasan jejaring kerja sama internasional.

“Konferensi tahunan ini merupakan tradisi ilmiah yang terus kami rawat sejak 2018. Menjelang Dies Natalis ke-10 (2026), forum ini kami rancang lebih komprehensif dengan menghadirkan para pembicara dari Belanda, Malaysia, Thailand, dan Turkiye untuk memperkuat rekognisi dan pemenuhan instrumen akreditasi,” ujar Ismail di Toronipa.

Pelaksanaan konferensi internasional ini diharapkan tidak hanya mendongkrak capaian akreditasi kampus, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset, publikasi bersama, serta mobilitas akademik antara sivitas akademika IAI Rawa Aopa dengan mitra perguruan tinggi di kancah global.

“Restu Allah SWT melalui dukungan yayasan, dan juga arahan pimpinan terutama Bapak Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan kita semua kekuatan untuk terus melangkah. IAI Rawa Aopa tahun ini menginjak era yang kesepuluh. Semoga tetap bisa terus berkontribusi bagi kepentingan orang banyak,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

 

ICEASD (ISW)

Save the Date for ICEASD 2026, A Green Reckoning from the Southeastern Coast

Rawaaopakonsel.ac.id, Lamooso — Across the lecture halls and laboratories of Southeast Sulawesi’s academia, unease over an increasingly fragile planet has never quite settled. Since its inception in 2018, a consortium of scholars across this southeastern peninsula has fought to sustain one vital forum: the International Conference on Environmental Awareness for Sustainable Development (ICEASD).

“Now, the international assembly is preparing for its return. We already started from 2018, thank Allah that give us time and opportunity to run this event since that time and continuing to years recently,” said Ismail Suardi Wekke as the member off Scientific Committee.

The forthcoming edition is scheduled to run from November 27 to 29 in a hybrid format, anchored across the three campuses of Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. The tri-campus host (Lamooso-Andoolo-Kendari) arrangement reflects the forum’s foundational ethos—forged through cross-institutional synergy to confront urgent ecological crises head-on. Set against a landscape endowed with rich ecosystems yet acutely exposed to resource exploitation, the region offers a raw, timely backdrop for discourse on global sustainability.

Over successive editions, ICEASD has assembled researchers, policymakers, and environmental practitioners from across the globe. The proceedings consistently look beyond dry paper presentations from ivory towers, aiming instead for grounded blueprints—ranging from wetland conservation and coastal governance to equitable climate mitigation at the grassroots level.

“Sustainability is no longer an optional theoretical luxury; it demands immediate, concerted action,” noted the steering committee in an initial release. Organizers underscored that the November gathering serves as a critical juncture to bridge applied field research and tangible public policy, ensuring scientific insights do not languish on library shelves.

The organizing committee is currently finalizing the call for papers, full itinerary, and international keynote lineups. A formal prospectus and registration timeline are slated for release in the coming weeks.

For researchers and environmental advocates alike, ICEASD represents far more than a routine entry on the academic calendar. It remains a persistent effort to nurture ecological foresight—rooted in the heart of Southeast Sulawesi, directed toward the world.