Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merencanakan sebuah kegiatan di awal semester dihelat dengan bentuk Kuliah Umum dan Lokakarya Nasional Penyusunan Proposal Penelitian yang dijadwalkan berlangsung pekan depan (Sabtu, 14 Februari 2026). Agenda ini dirancang untuk menyelaraskan produktivitas sivitas akademika, khususnya dalam menghasilkan rancangan penelitian yang kompetitif dan inovatif di tingkat nasional maupun internasional.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini sebagai awal semester seiring dengan agenda enam bulanan. Ini juga dirancang menjadi fondasi bagi pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.
Beliau menyampaikan bahwa persiapan teknis maupun substantif telah memasuki tahap akhir guna memastikan setiap peserta mendapatkan manfaat maksimal dari kegiatan ini. “Kita mengundang Prof Dwi Cahyono, sebagai kesempatan belajar bersama,” tutur Ismail Suardi Wekke di Bandung (Rabu, 4 Februari 2026) di sela-sela pertemuan dengan komite saintifik ICOSBE 2025.
Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada kualitas luaran penelitian. “Kita ingin memastikan bahwa setiap proposal yang lahir dari lokakarya ini memiliki inovasi dan mampu menjawab persoalan riil di masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Paskal, Bandung.
Beliau juga menambahkan komitmen institusi dalam mendukung penuh langkah ini dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa akan terus menyediakan ekosistem yang mendukung bagi tumbuhnya tradisi riset yang kuat dan berkelanjutan. Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dengan menegaskan bahwa sinergi antarpeneliti adalah bagian untuk menembus hibah penelitian di masa depan.
Selain itu, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara mendalam. Beliau menjelaskan bahwa pihak rektorat saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai mitra strategis guna memperluas jaringan publikasi hasil penelitian nantinya.
Ismail juga mengungkapkan harapan besar agar kegiatan ini mampu menjadi katalisator bagi peningkatan akreditasi institusi melalui penguatan pilar penelitian. Terakhir, Ismail memastikan bahwa manajemen kampus telah mengalokasikan sumber daya yang optimal agar seluruh rangkaian acara, mulai dari kuliah umum hingga sesi lokakarya, dapat berjalan dengan standar operasional yang tinggi.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan draf proposal penelitian yang siap diajukan ke berbagai lembaga pemberi hibah, sekaligus mempertegas posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara. Panitia pelaksana kini tengah melakukan sinkronisasi jadwal dengan para pakar yang akan hadir sebagai mentor dalam sesi pendampingan penulisan proposal tersebut.
“Kita juga mengajukan permohonan, sehingga ada dukungan dari BRIDA Konawe Selatan untuk turut memberikan pengantar terkait dengan orientasi riset dan inovasi daerah sebagai bagian dari RPJMD Kabupaten Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

