Empat Kota (ISW)

Proyeksi Perencanaan Bermitra dengan 9 Kampus di 3 Kota Taiwan

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional. Dalam proyeksi perencanaan terbaru, kampus ini membidik kerja sama komprehensif dengan sembilan perguruan tinggi yang tersebar di tiga kota besar di Taiwan. 

Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat transformasi akademik dan peningkatan mutu sumber daya manusia melalui kolaborasi lintas negara. “Kita mulai merintis kerjasama dengan Taiwan,” kata Ismail Suardi Wekke usai menghadiri acara diskusi (daring) dengan konsultan pendidikan Taiwan (Jumat, 30 Januari 2025) yang saat itu berada di Yogyakarta.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini sebagai rencana awal, juga kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan global. Beliau menyatakan bahwa kolaborasi dengan sembilan kampus di Taiwan ini merupakan langkah konkret untuk membawa atmosfer akademik internasional langsung ke jantung Sulawesi Tenggara. 

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan potensi sinergi di tiga kota utama yang memiliki keunggulan riset dan teknologi, sehingga implementasi program nantinya akan lebih terukur dan tepat sasaran. Ia juga meyakini bahwa kemitraan ini akan menjadi katalisator bagi dosen dan mahasiswa dalam mengeksplorasi inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri di masa depan.

9 Kampus (ISW)
9 Kampus (ISW)

Dalam sebuah kesempatan usai diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke secara gamblang memaparkan target di balik program internasionalisasi ini. “Kami menargetkan sembilan kampus di Taiwan sebagai mitra strategis karena reputasi mereka dalam integrasi teknologi dan pendidikan sangat selaras dengan visi pengembangan IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail menegaskan rencana institusinya.

“Sekalipun dalam perjalanan di kereta api, situasinya tetap aman dan nyaman sehingga memungkinkan untuk mengikuti acara diskusi. Ini sebuah peluang emas,” papar Ismail Suardi Wekke yang baru saja menghadiri acara diskusi di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia juga menyoroti pentingnya mobilitas akademik bagi civitas akademika dalam waktu dekat. “Proyeksi ini mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, di mana kami ingin memastikan bahwa pengalaman belajar di tiga kota di Taiwan tersebut memberikan dampak transformatif bagi kurikulum kita,” tambahnya. 

Selain itu, Ismail memberikan penekanan pada keberlanjutan program melalui dukungan manajerial yang kuat dengan mengatakan bahwa perencanaan anggaran dan kepegawaian telah disesuaikan untuk mendukung penuh mobilitas internasional ini guna menjamin efektivitas kemitraan jangka panjang. Strategi yang diusung IAI Rawa Aopa ini diharapkan mampu memperkuat posisi institusi dalam kerjasama global serta membuka peluang beasiswa dan riset kolaboratif. 

Dengan integrasi perencanaan yang matang, kemitraan dengan kampus-kampus di Taiwan tersebut diproyeksikan mulai berjalan pada tahun akademik mendatang, menandai babak baru bagi pendidikan tinggi di Konawe Selatan. “Terima kasih kepada GROW Consulting yang telah memberikan peluang ini,” papar Ismail Suardi Wekke.

Gontor (ISW)

Berkunjung ke Pesantren Gontor Kampus 6 Pudahoa, Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Identifikasi Potensi Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya memperkuat jejaring pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia terus dipacu oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Terbaru, jajaran pimpinan kampus melakukan kunjungan strategis ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 6 yang berlokasi di Pudahoa, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, guna mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi akademik dan pemberdayaan masyarakat (Ahad, 25 Januari 2026).

Kunjungan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan visi dalam mencetak generasi unggul di Sulawesi Tenggara. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, dibahas berbagai potensi kerja sama mulai dari penguatan ekosistem keilmuan hingga pengembangan talenta muda Indonesia yang memiliki daya saing global namun tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam membangun daya dukung ekosistem intelektual di daerah. Ia menyatakan secara langsung bahwa kehadiran Gontor di Konawe Selatan adalah aset berharga yang harus disinergikan dengan perguruan tinggi untuk menciptakan akselerasi kualitas pendidikan. 

“Kami melihat peluang untuk melakukan integrasi program, terutama dalam hal pengembangan bahasa dan kedisiplinan yang menjadi ciri khas Gontor, untuk kemudian diadaptasi dalam penguatan kapasitas mahasiswa kami,” ujar Ismail Suardi Wekke. 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sinergi ini akan difokuskan pada pembentukan talenta muda Indonesia melalui pola inkubasi yang lebih modern namun tetap berbasis pada nilai-nilai keislaman yang moderat. Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan institusi pendidikan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat lokal. 

Ia memaparkan bahwa pimpinan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menjadikan kolaborasi ini sebagai jembatan bagi program pengabdian masyarakat yang lebih terukur dan berdampak luas. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya terbatas pada level administratif, melainkan harus menyentuh aspek fundamental dalam riset kolaboratif yang mampu menjawab tantangan zaman di era digital.

Ismail juga menyampaikan bahwa pihak kampus saat ini sedang mengidentifikasi kerangka kerja sama yang akan mencakup. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa ingin memastikan untuk mendapatkan dukungan Gontor, terutama dalam meningkatkan akreditasi dan reputasi akademik di tingkat nasional melalui jaringan Gontor. 

Penekanan pada ekosistem keilmuan ini diharapkan mampu menjadikan Konawe Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan intelektual di Indonesia Timur. “Terima kasih kepada wakil pengasuh Gontor Pudahoa telah menerima silaturahmi kami. Sekalipun ini adalah yang pertama, insya Allah kita akan teruskan dengan pelbagai platfrom kerjasama terutama dukungan dari Gontor untuk IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga alumni Pesantren IMMIM.

Padang Lawas (ISW)

Implementasi MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua Sumatera Utara, IAI Rawa Aopa Laksanakan Seminar Nasional Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan jejaring akademik di tingkat nasional. Langkah konkret ini diwujudkan melalui implementasi kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara. Kedua lembaga sepakat menggelar Seminar Nasional Kolaboratif sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang telah disepakati sebelumnya (Sabtu, 24 Januari 2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi. Seminar tersebut menghadirkan berbagai narasumber kompeten untuk membahas tantangan pendidikan Islam di era transformasi digital. Sinergi antara perguruan tinggi dari Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam pengembangan kurikulum.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa pertemuan akademik lintas pulau adalah kunci kemajuan institusi. 

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk membangun kekuatan intelektual bersama,” ujar Ismail Suardi Wekke yang turut menjadi salah satu pembicara dalam seminar nasional tersebut.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa fokus utama dari kerja sama ini adalah akselerasi kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, dosen dan mahasiswa harus memiliki wawasan yang luas melampaui batas daerah masing-masing. Ia menyebutkan bahwa seminar nasional ini menjadi wadah pertukaran ide yang segar bagi para akademisi dari kedua kampus yang terlibat.

Pihak rektorat IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk memastikan setiap butir kesepahaman tidak berhenti di atas kertas saja. Ismail menekankan pentingnya keberlanjutan program pasca-seminar agar dampak positifnya terasa bagi masyarakat luas. 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap MoA yang ditandatangani segera dikonversi menjadi aksi nyata yang produktif bagi sivitas akademika,” tegas lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail menguraikan bahwa penguatan tata kelola kelembagaan menjadi salah satu prioritas dalam kemitraan ini. Ia berharap adanya transfer pengetahuan mengenai manajemen perguruan tinggi antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas. Upaya ini dipandang strategis untuk mendorong percepatan akreditasi program studi menuju predikat unggul di masa mendatang.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan pesan optimistis mengenai masa depan pendidikan Islam di Indonesia melalui kolaborasi yang inklusif. Ia berpendapat bahwa kemandirian kampus dapat dicapai dengan cara saling mendukung antarlembaga pendidikan. “Sinergi ini adalah langkah awal dari rangkaian panjang riset bersama dan publikasi ilmiah yang akan kita garap di tahun ini,” tambahnya dengan penuh semangat.

Seminar nasional ini ditutup dengan penyusunan rencana aksi bersama untuk program pertukaran dosen tamu dan penelitian kolaboratif. Keberhasilan acara ini menandai babak baru bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas pengaruh akademisnya hingga ke wilayah Sumatera. Kerja sama ini diharapkan menjadi role model bagi institusi lain dalam membangun konektivitas pendidikan di tingkat nasional.

Agenda: Workshop Penyiapan Akreditasi Jurnal ke SINTA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sembilan perguruan tinggi memulai prakarsa dalam menjalin kolaborasi strategis. Terbentang dari Papua sampai ke Aceh. Kesembilan perguruan tinggi tersebut, Universitas Amal Ilmiah Yapis Papua, STIT Sunan Giri Bima, STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkajene Kepulauan, Universitas Muhammadiyah Barru.

Begitu pula dengan STAI Nusantara (Banda Aceh), STEBI Al Muhsin Yogyakarta. Secara teknis dilaksanakan bersama antara Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Chaeriyah Mamuju. Kegiatan akan dilaksanakan secara daring mulai Jumat, 30 Januari 2026.

Kegiatan dalam kerangka IUCSRS (Indonesian Universities Consortium on Social Religious Studies) yang merupakan prakarsa Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, dalam mendorong dan memajukan kerjasama tri dharma perguruan tinggi. Salah satunya terkait dengan pengelolaa terbitan berkala ilmiah.

Fokus utama adalah penguatan tata kelola jurnal ilmiah. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi sumber daya antarlembaga. Semangat kebersamaan menjadi kunci suksesnya kegiatan workshop ini.

Workshop ini bertujuan menyiapkan jurnal menuju akreditasi SINTA. Peserta membedah standar penilaian nasional secara mendalam. Peningkatan skor evaluasi diri menjadi target utama setiap pengelola. Akreditasi yang baik akan meningkatkan reputasi institusi dan dosen.

Manajemen jurnal berbasis Open Journal Systems (OJS) diperkuat. Peserta mendapatkan bimbingan teknis terkait alur kerja penyuntingan. Kelengkapan atribut profil jurnal diperiksa satu demi satu. Hal ini memastikan proses publikasi berjalan profesional dan konsisten.

Kualitas artikel menjadi poin krusial dalam penilaian SINTA. Workshop membahas pentingnya proses peninjauan sejawat (peer-review) yang ketat. Unsur kebaruan dan kontribusi ilmiah ditekankan kepada para editor. Diversitas penulis dari berbagai instansi juga didorong lebih luas.

Rencana Tindak Lanjut Bersama

Kegiatan disertai dengan penyusunan jadwal kegiatan berbasis akreditasi. Setiap perguruan tinggi berkomitmen memantau progres harian. Pendampingan berkelanjutan akan dilakukan antar-pengelola jurnal. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan jurnal-jurnal yang akan terindeks di SINTA sebagai bentuk pengakuan jurnal di tingkat nasional.

Diskusi Kerjasama (ISW)

Agenda: Pertemuan Awal dengan HoD di SoA, Bina Nusantara University

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pertemuan awal dengan Head of Department (HoD) di School of Architecture (SoA), Bina Nusantara University dijadwalkan Sabtu mendatang (24 Januari 2026). Langkah ini, merupakan kesempatan strategis untuk membuka ruang dialog formal dan menjajaki potensi sinergi akademik. 

Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan profil masing-masing institusi serta menyelaraskan visi terkait pengembangan keilmuan di bidang akuntasi dan keuangan. Melalui sesi ini, kedua belah pihak dapat mengidentifikasi peluang kerja sama yang konkret, baik dalam skala nasional maupun internasional. 

Sebagaimana diketahui Binus University, merupakan institusi yang sudah tersenarai dalam QS Rangking. “Sekaligus merupakan sekolah bisnis terbaik di Indonesia dalam rangking QS,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sementara itu, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, saat ini sementara menunggu persetujuan pihak Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI, terkait dengan surat keputusan ijin operasional program studi ekonomi syariah. “Dengan kegiatan ini, akan menjadi kesempatan mengenalkan IAI Rawa Aopa ke calon mitra, Bina Nusantara University,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai research fellow INTI International University (Malaysia).

Agenda ini juga dirancang sebagai forum untuk mendiskusikan peluang untuk menjalin program-program inovatif, seperti kolaborasi riset, pertukaran dosen, hingga pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri global. Dengan melibatkan pimpinan departemen secara langsung, setiap poin kesepakatan diharapkan memiliki landasan manajerial yang kuat untuk ditindaklanjuti menjadi program nyata. 

Diskusi akan mencakup pemanfaatan sumber daya bersama guna meningkatkan kualitas lulusan dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai penutup, pertemuan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka kerja sama (MoU/MoA) yang menguntungkan kedua pihak. 

Output yang diharapkan bukan sekadar seremoni formal, melainkan terciptanya jejaring akademik yang berkelanjutan dalam kerangka mobilitas keilmuan. Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan Bina Nusantara University dan mitra dapat bersama-sama memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan berkelanjutan di sektor keuangan dan akuntansi.

Pelantikan Rektor (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rintis Kerjasama Strategis Dengan PW Al Washliyah Sultra

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring kelembagaan guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dalam kesempatan mendatang, IAI Rawa Aopa akan menjajaki rintisan kerjasama strategis dengan pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pernyataan ini disampaikan Ismail Suardi Wekke usai turut hadir dalam kegiatan pelantikan Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (Sabtu, 17 Januari 2026) di Hotel Zam Zam, Andoolo. Komunikasi dengan PW Al Washliyah telah terjalin selama ini. “Sehingga kita akan mulai merintis kerjasama yang strategis dan komprehenisf,” ungkap Ismail Suari Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian. 

Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai program kolaboratif, mulai dari beasiswa pendidikan bagi kader Al Washliyah, penelitian bersama, hingga pemberdayaan masyarakat di wilayah pelosok Konawe Selatan. “Al Washilyah, salah satu kekuatan ormas Indonesia. Untuk itu, menjadi peluang untuk bersinergi dan berjalan bersama untuk kemajuan Indonesia melalui institusi pendidikan tinggi,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang pekan lalu mendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Ismail Suardi Wekke, dalam kesempatan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi kemasyarakatan Islam untuk menghadapi tantangan zaman.

“Kerjasama ini bukan sekadar urusan administratif di atas kertas, melainkan langkah nyata dalam mengintegrasikan potensi akademik kampus dengan basis massa organisasi. IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah memiliki napas yang sama dalam memajukan umat melalui pendidikan yang inklusif dan berakar pada nilai-nilai keislaman,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa sinergi ini akan diarahkan pada beberapa agenda krusial yang menyentuh langsung aspek akademik dan sosial. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan literasi keagamaan melalui pengembangan kurikulum dakwah yang relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer saat ini.

Selain itu, kolaborasi ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi putra-putri daerah, khususnya bagi mereka yang berada di bawah naungan Al Washliyah, agar mendapatkan peluang lebih besar untuk menempuh pendidikan tinggi di IAI Rawa Aopa. Di sisi lain, kedua belah pihak juga berencana mengintegrasikan program pengabdian masyarakat melalui skema KKN tematik yang akan difokuskan pada wilayah-wilayah binaan Al Washliyah di Sulawesi Tenggara.

“Kita akans egera bertemu dengan pihak PW Al Washliyah Sultra. Sekaligus berkomitmen untuk segera menindaklanjuti poin-poin kesepakatan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) yang lebih teknis. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan IAI Rawa Aopa semakin kokoh sebagai pusat keunggulan (center of excellence) di Sulawesi Tenggara, dan juga dalam dunia akademik global.

Diskusi Panel (ISW)

Diskusi Panel terkait Situasi Hukum Internasional Kontemporer, Bersama Universitas Hasanuddin

Andoolo – Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar diskusi panel strategis guna membedah dinamika dan tantangan hukum internasional di era kontemporer. Forum akademik ini menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi hukum untuk mendiskusikan posisi Indonesia di tengah pergeseran geopolitik global serta penegakan norma-norma internasional.

Diskusi yang akan berlangsung hari ini (Jumat, 16 Januari 2026) menyoroti berbagai isu krusial, mulai dari sengketa wilayah, hukum humaniter, hingga kerja sama ekonomi lintas negara yang memerlukan landasan hukum kuat dan adaptif.

Akan turut hadir dalam kesempatan tersebut, mahasiswa dan dosen Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Dr. Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Dalam pandangannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi antar-institusi pendidikan dalam merespons cepatnya perubahan regulasi di tingkat global.

“Diskusi ini bukan sekadar pertukaran ide akademis, melainkan langkah krusial dalam memetakan posisi hukum kita di kancah internasional. Kita perlu memastikan bahwa sumber daya manusia di perguruan tinggi memiliki literasi hukum yang memadai agar mampu berkontribusi dalam diplomasi dan kerja sama luar negeri yang menguntungkan bangsa,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan Seminar Proposal di Poleang Timur, Bombana yang merupakan Tri Dharma Terpadu.

Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam forum ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi Program Studi Hukum Tata Negara yang dikelola institusi tersebut. Sebagai prodi yang fokus pada penguatan pilar konstitusi dan tata kelola pemerintahan, keterlibatan dalam diskusi internasional ini diharapkan dapat memperkaya kurikulum dan wawasan mahasiswa di Konawe Selatan, sehingga lulusannya mampu mengontekstualisasikan hukum nasional dengan standar dan dinamika hukum internasional yang sedang berkembang.

Ismail juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa terus berkomitmen untuk memperluas jejaring kerja sama, termasuk dengan Universitas Hasanuddin, guna memperkuat kajian-kajian hukum yang relevan dengan kebutuhan daerah maupun nasional. “Ini boleh menjadi rintisan kerjasama dengan Universitas Hasanuddin melalui departemen hukum internasional,” kata Ismail yang juga Research Fellow University of South Wales, Britannia Raya.

Acara ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi pemikiran yang konstruktif bagi para pemangku kebijakan. Dekan Fakultas Hukum Unhas dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas kampus seperti ini menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas hukum internasional yang semakin dinamis.

Melalui diskusi panel ini, Universitas Hasanuddin kembali mempertegas perannya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan ilmu hukum di Indonesia Timur, sekaligus menjadi jembatan kolaborasi bagi perguruan tinggi lainnya di pelbagai wilayah Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara.

Kelas Pemikir (ISW)

Kader Pemikir Islam Indonesia Angkatan 5, Dibuka Pendaftaran

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta, Paramadina Center for Religion and Philosophy (PCRP) Universitas Paramadina akan mengadakan kegiatan Kader Pemikir Islam Indonesia Angkatan 5. Salah satu pendukung KPII Angkatan 5 – 2026, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan ke internal civitas akademika IAI Rawa Aopa untuk mulai mendaftar.

Kegiatan KPII ini sebagai bagian dari pengayaan wawasan materi yang telah ada sebelumya dalam ruang-ruang perkuliahan. Baik yang terlaksana dalam bentuk pertemuan tatap muka, maupun kegiatan daring.

Untuk kegiatan KPII akan berlangsung setiap Jumat, pukul 19.00-21.00 WIB | 20.00- 22.00 WITA (Andoolo), dengan pelaksanaan 23 Januari s.d. 27 Februari 2026 yang akan berlansgung selama 6 kali pertemuan (daring).

Pendaftaran dapat melalui tautan berikut ini:🔖LINK PENDAFTARAN: https://bit.ly/DAFTAR-KPII5.

Sinopsis Kelas

Kajian ini mengeksplorasi krisis ekologis sebagai persoalan teologis, etis, dan struktural melalui perspektif Islam yang dialogis dengan tradisi agama lain dan ilmu-ilmu kontemporer. Anda akan diajak bergerak dari refleksi teologis ke kritik struktural sampai praksis lintas iman.

Di atas dalam flyer, rancangan 6 tema kursus Ekoteologi Islam yang antar-disiplin dan antar-agama, sehingga cocok untuk dialog lintas iman dan konteks global–lokal.

Keenam pertemuan ini akan menggali ekoteologi Islam sebagai proyek teologis, etis, dan praksis yang utuh, yang mengintegrasikan: Diagnosis krisis spiritual, Kritik antroposentrisme, Visi tauhid kosmik, Norma syariah dan keadilan, Kritik ekonomi struktural, dan Spiritualitas dan aksi lintas iman. Ekoteologi Islam menegaskan satu pesan kunci: merawat bumi adalah bagian tak terpisahkan dari penghambaan kepada Tuhan Yang Esa.

Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

Tindak Lanjut MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara, Mempersiapkan Seminar Kolaboratif

Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat jejaring akademik lintas pulau. Sebagai langkah konkret pasca diskusi untuk persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas, Gunung Tua, Sumatera Utara (Selasa, 13 Januari 2026). Kedua institusi kini tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan seminar bersama (joint seminar) yang akan berlangsung sabtu pekan mendatang.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah bagi dosen serta mahasiswa di kedua belah pihak. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Menurutnya, pertemuan dan koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan poin-poin kesepakatan segera terwujud dalam aksi nyata.

Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kerja sama dengan STIT Padang Lawas merupakan langkah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas cakrawala akademik. Ismail juga menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak ingin MoU ini hanya berhenti di penandatanganan saja. 

“Seminar bersama yang sedang kami siapkan adalah bukti bahwa ada semangat berbagi pengetahuan (knowledge sharing) antara Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara. Ini adalah upaya kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan rekognisi institusi di level nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama.

Seminar yang direncanakan akan mengangkat isu-isu kontemporer di bidang pendidikan Islam dan tantangan lokalitas di era digital. Selain seminar, MoA ini juga diproyeksikan mencakup: pertukaran naskah jurnal: Mendorong dosen kedua institusi untuk saling berkontribusi dalam jurnal ilmiah masing-masing.

Berikutnya, kolaborasi riset: Melakukan penelitian bersama yang membandingkan fenomena sosial keagamaan di wilayah Sumatera dan Sulawesi. Termasuk juga pengabdian masyarakat: Program kolaborasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di sekitar kampus.

Dengan adanya tindak lanjut yang cepat ini, diharapkan hubungan antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas dapat menjadi model kolaborasi yang produktif bagi perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Indonesia.

MoU (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe dan UNISSA Brunei Darussalam Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe, Sulawesi Tenggara, secara resmi memperkuat jaringan internasionalnya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam. Prosesi penandatanganan ini berlangsung pada Kamis, 20 November 2025, di Kampus UNISSA (Brunei Darussalam), yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua institusi.

Rektor UNISSA, Yang Mulia Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal, menyambut hangat kunjungan muhibah delegasi dari Sulawesi tersebut. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi formal, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam membangun sinergi pendidikan tinggi Islam di Asia Tenggara. Delegasi IAI Rawa Aopa sendiri dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina, Al Asri, M.Si.,

MoU (ISW)
MoU (ISW)

Ketua Dewan Penyantun IAI Rawa Aopa Konawe, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan optimisme tinggi terhadap kemitraan ini. “Kami memandang UNISSA sebagai mitra strategis yang memiliki reputasi akademik internasional yang sangat baik, sehingga kolaborasi ini akan menjadi jembatan bagi mahasiswa dan dosen kami untuk memperluas cakrawala di kancah global,” ujarnya di sela-sela acara.

Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan ini mencakup berbagai poin penting, termasuk pertukaran pelajar dan kolaborasi riset lintas negara. “Fokus utama kami adalah memastikan bahwa implementasi dari MoU ini dapat segera dirasakan manfaatnya, terutama dalam meningkatkan kualitas literasi dan kajian keislaman yang relevan dengan tantangan zaman saat ini,” tegas Al Asri.

Lebih lanjut, Al Asri menekankan pentingnya adopsi kurikulum yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman. “Melalui sinergi dengan UNISSA, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat sesuai dengan visi besar institusi kami,” pungkasnya.

Di sisi lain, Al Asri menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja besar yayasan dalam melakukan akselerasi mutu sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara melalui jalur kerja sama internasional. Ia menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa telah menyiapkan peta jalan yang jelas untuk menindaklanjuti setiap poin kesepakatan agar tidak berhenti pada seremoni penandatanganan semata.

Beliau pun menyebutkan bahwa pihak UNISSA menyambut baik inisiatif kolaborasi ini, terutama dalam hal pengembangan dakwah dan pendidikan Islam yang inklusif di wilayah regional. Menurutnya, kesamaan visi dalam mencetak generasi rabbani menjadi alasan kuat mengapa kedua institusi ini memutuskan untuk saling mengikatkan diri dalam dokumen Nota Kesepahaman tersebut.

Sebagai penutup, Al Asri mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia untuk berani melangkah ke level internasional. Ia meyakini bahwa dengan terjalinnya hubungan formal ini, akses terhadap referensi akademik dari Brunei Darussalam akan semakin terbuka lebar bagi sivitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe.