ICOBAR (ISW)

BINUS University Gandeng IAI Rawa Aopa, Sajikan Publikasi Bersama dan Perkuat Riset Global di ICOBAR-SMART 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperluas cakrawala kolaborasi akademik internasional. Pekan ini dengan turut menghadiri penyelenggaraan ICOBAR–SMART 2026 pada 5–6 Februari 2026 di Jakarta. ICOBAR 2026, Mengusung tema “Convergence 2026: Smart Governance, Intelligent Business, and Revolutionary Mobility for a Sustainable Global Ecosystem,” konferensi ini menjadi momentum spesial berkat kolaborasi erat antara BINUS University, dengan Korean Institute of Information Technology (KIIT) dari Korea Selatan. 

Sementara itu, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, mendapatkan peluang untuk digandeng oleh BINUS University. Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam konferensi ini menandai langkah dalam mengintegrasikan perspektif teknologi modern dengan nilai-nilai tata kelola yang inklusif. Dengan melibatkan kontribusi melalui publikasi 261 paper, konferensi ini menyoroti bagaimana teknologi digital harus mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara adil.

Tema tahun ini mencerminkan urgensi global dalam memastikan percepatan teknologi—mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga sistem mobilitas cerdas—berjalan selaras dengan tata kelola yang adaptif. Keterlibatan IAI Rawa Aopa memperkuat dimensi sosial-humaniora dalam riset-riset yang dipresentasikan, memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berorientasi pada pemberdayaan manusia.

Vice Rector of Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, M.Psi., menekankan bahwa teknologi tidak boleh hanya menjadi milik elit. “Bersama mitra strategis kami, kami berkomitmen memastikan inovasi digital benar-benar menjadi milik publik dan digunakan untuk mempersempit jurang kesenjangan sosial. Kami berupaya agar teknologi masa depan tidak memperlakukan manusia sekadar sebagai data, melainkan sebagai subjek yang berdaya,” ujar Juneman.

ICOBAR–SMART 2026 menghadirkan rangkaian diskusi lintas disiplin yang mencakup: Kecerdasan Buatan (AI) & Internet of Things (IoT), Smart Mobility & Digitalisasi Rantai Pasok, Tata Kelola & Kebijakan Publik, dan Pengembangan Keterampilan Masa Depan & Keberlanjutan.

Dr. Joice Yulinda Luke, Chair Organizing Committee, menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa bersama KIIT Korea Selatan memperkaya kualitas akademik dan memperluas jejaring internasional yang berlandaskan keberagaman perspektif.

Kemitraan dengan KIIT, yang menaungi 7.500 peneliti dari 200 universitas, semakin memperkokoh posisi Indonesia dalam ekosistem riset global. Prof. Insik Choi, President KIIT, menambahkan bahwa tantangan keberlanjutan menuntut kolaborasi lintas negara yang kuat. Sinergi antara BINUS, IAI Rawa Aopa, dan KIIT diharapkan menjadi jembatan bagi lahirnya solusi praktis yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan di tingkat dunia.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke yang turut hadir, tidak saja dalam kaitan kolaborasi riset dengan faculty member Binus University, tetapi turut berkolaborasi dalam penyiapan outlet publikasi. “Kami menawarkan kepada komite saintifik ICOBAR 2026, untuk memberikan rekomendasi kepada para pemakalah dalam menyiapkan publikasi,” pungkas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, usai mengikuti kegiatan tersebut di Kampus BINUS @kemanggisan. 

ICOBAR (ISW)

Hadir di ICOBAR 2026, IAI Rawa Aopa Sampaikan Apresiasi Kepada BINUS University

Rawaaopakonsel.ac.id, jakarta – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menghadiri perhelatan International Conference on Biospheric Harmony (ICOBAR) 2026 yang diselenggarakan oleh BINUS University (Kamis, 5 Februari 2026) di Kampus Anggrek, Jakarta Barat. Dalam forum berskala internasional tersebut, IAI Rawa Aopa menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan BINUS dalam kolaborasi riset.

Hadir, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah bagi perguruan tinggi di daerah untuk meningkatkan daya sanding di kancah global. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa partisipasi dalam ICOBAR merupakan komitmen lembaga untuk terus belajar dari ekosistem akademik yang telah mapan seperti BINUS University.

“Kami sangat mengapresiasi ruang yang diberikan oleh BINUS University melalui ICOBAR 2026 ini sebagai jembatan bagi akademisi daerah untuk bertukar gagasan di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan. 

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antarperguruan tinggi sangat krusial dalam menghadapi tantangan keberlanjutan global. “Kehadiran kami di sini adalah bentuk nyata dari upaya IAI Rawa Aopa untuk menyelaraskan visi riset lokal dengan standar global yang diusung oleh BINUS,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya keberlanjutan hubungan ini dengan menyatakan bahwa ICOBAR bukan sekadar konferensi, melainkan laboratorium ide yang inklusif. “Selain kepada panitia, kami juga mengapresiasi faculty member Binus yang telah bersedia bekerja bersama sehingga dua artikel kami diterima untuk dipresentasikan dalam konferensi ini,” tutur Ismail Suardi Wekke dalam jamuan makan malam yang berlangsung di tempat yang sama.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan bahwa pihak IAI Rawa Aopa mendapatkan kehormatan sehingga dapat dilibatkan dalam agenda sebesar ini. Ia menyebutkan bahwa pengalaman yang didapatkan selama konferensi akan menjadi bahan referensi dan pengembangan penting bagi pengelolaan riset di internal kampusnya ke depan. 

Selain itu, Ismail mengungkapkan harapannya agar kerja sama antara IAI Rawa Aopa dan BINUS University dapat berlanjut pada program-program penguatan sumber daya manusia yang lebih teknis. “Sampai pada titik ini, kita tetap berterima kasih. Semoga di masa dan kesempatan mendatang, BINUS tetap bersedia membuka ruang kerjasama kepada kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang dalam beberapa kesempatan sebelum menjadi komite saintifik konferensi di BINUS.

Konferensi ICOBAR 2026 sendiri dihadiri oleh ratusan peneliti dari berbagai negara. Kehadiran delegasi dari IAI Rawa Aopa diharapkan mampu memberikan perspektif baru, khususnya terkait kearifan lokal dalam menjaga ekosistem biosfer di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan adanya pernyataan dukungan dari pimpinan IAI Rawa Aopa, diharapkan hubungan kerja sama antara kedua institusi ini semakin solid dan memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan, terkhusus bagi IAI Rawa Aopa.

Binus at Bandung (ISW)

Berkunjung ke BINUS Bandung, Identifikasi Peluang Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Perguruan tinggi terus memperkuat jejaring akademik guna meningkatkan kualitas tridarma melalui kolaborasi lintas institusi. Senin (2 Januari 2026), pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Universitas Bina Nusantara (BINUS) @Bandung dalam rangka identifikasi peluang kerja sama yang dapat diksinergikan antara kedua perguruan tinggi.

Dalam kunjungan ini bertemu dengan Komite Saintifik ICOSBE 2025, Dr. Ahmad Syamil yang bertempat tahun lalu di BINUS Bandung. “BINUS yang selama ini dikenal sebagai pionir dalam integrasi teknologi dalam pendidikan tinggi,” papar ismail Suardi Wekke, 

Pertemuan tersebut dalam diskusi informal pada pemetaan potensi sinergi, mulai dari program pengabdian masyarakat ataupun kesempatan mahasiswa untuk bergabung dalam program mobiliti hingga riset kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan peluang untuk meneruskan langkah ini bagi institusinya. Beliau menyatakan bahwa kedatangan timnya ke kampus kreatif tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem digital dapat diimplementasikan dalam struktur kampus yang sedang berkembang. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama telah dimulai dengan kesediaan pihak BINUS untuk bergabung dalam Komite Saintifik ICOSBE 2025. Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke berharap bahwa ada peluang lain yang dapat diteruskan dalam kerangka kolaborasi bersama IAI Rawa Aopa. Ia juga menegaskan komitmen institusi untuk mengadopsi standar global dalam pengelolaan perguruan tinggi melalui kemitraan dengan universitas kelas dunia seperti BINUS.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail memberikan penekanan khusus yang menggambarkan visi besar kolaborasi ini. “Kami melihat BINUS Bandung sebagai mitra dalam mengakselerasi transformasi digital di kampus kami, mengingat reputasi mereka dalam bidang teknologi yang sangat kuat,” ujar Ismail. 

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan geografis bukan lagi hambatan asalkan ada kemauan untuk saling bersinergi dalam bidang riset dan inovasi. “Sinergi ini adalah upaya nyata IAI Rawa Aopa untuk naik kelas dan memastikan lulusan kami memiliki daya saing dengan mahasiswa di kota-kota besar,” tegasnya.

Pertemuan ini juga dengan menyapa direktur kampus BINUS Bandung. Hasil dari identifikasi peluang ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam bentuk dokumen kerja sama formal yang diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat. 

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan inovatif bagi seluruh civitas akademika. “Kita di IAI Rawa Aopa menyampaikan keinginan untuk bekerja bersama dengan BINUS University, termasuk dengan kampus Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Diskusi dengan Binus (ISW)

Pertemuan dengan SOA Binus University, Usulkan Persiapan Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa berusaha mempertahankan jejaring akademik di tingkat nasional. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memenuhi undangan diskusi daring dari School of Accounting (SOA) Bina Nusantara University (Sabtu, Januari 2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan draf kerja sama formal antar kedua institusi.

Diskusi tersebut berfokus pada pengembangan kualitas riset dan penguatan kapasitas dosen. Ismail Suardi Wekke menilai kolaborasi dengan Binus University sangat strategis bagi pengembangan institusi di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, sinergi ini akan membuka akses bagi dosen IAI Rawa Aopa untuk mendalami tata kelola akuntansi modern dan publikasi ilmiah berstandar internasional.

Dalam forum tersebut, Ismail menyampaikan antusiasmenya terhadap penyelarasan program akademik. “Pertemuan ini adalah momentum penting bagi kami untuk mengadopsi praktik terbaik dalam manajemen pendidikan tinggi dari Binus University,” ujar Ismail Suardi Wekke di tengah sesi diskusi. Ia berharap draf kolaborasi ini segera rampung untuk diimplementasikan pada semester mendatang.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa kerja sama ini menjadi peluang untuk bersama-sama dalam pelbagai bentuk kolaborasi. “Kami mengusulkan persiapan kolaborasi yang menyentuh aspek fundamental, terutama dalam pengabdian masyarakat berbasis literasi keuangan,” tegasnya. Baginya, IAI Rawa Aopa membutuhkan mitra yang kuat untuk mengakselerasi transformasi digital di lingkungan kampus.

Ismail juga memberikan arahan khusus mengenai target yang ingin dicapai melalui kemitraan ini. “Saya ingin memastikan bahwa setiap dosen di IAI Rawa Aopa mendapatkan manfaat nyata dari jejaring dengan School of Accounting Binus,” kata Ismail Suardi Wekke yang mengikuti diskusi (daring) saat berada di Bombana dalam kegiatan pengabdian masyarakat terintegrasi dengan penelitian dan publikasi. 

Hal ini menjadi komitmen pimpinan untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan. Ismail Suardi Wekke turut menjelaskan bahwa tindak lanjut dari pertemuan ini akan melibatkan penyusunan poin-poin kesepahaman (MoU) yang lebih detail. 

Ia menyatakan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap masukan teknologi dari Binus yang dapat diterapkan pada kurikulum lokal. Pihaknya berencana mengundang tim SOA Binus untuk melakukan pendampingan teknis secara daring maupun luring.

Rencana kolaborasi ini juga mencakup bidang penulisan buku dan artikel jurnal secara bersama. Ismail menyebutkan bahwa potensi riset di Sulawesi Tenggara sangat melimpah namun memerlukan metodologi yang lebih tajam. 

Melalui kemitraan ini, ia meyakini karya-karya akademisi IAI Rawa Aopa akan mempelajari teknis dalam menembus indeksasi global dengan bimbingan dari pakar di Binus University. Pertemuan daring ini berakhir dengan catatan untuk mengadakan pertemuan lagi berikutnya dalam terkait teknis. 

IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus bergerak progresif dalam menjalin aliansi strategis. Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata Ismail Suardi Wekke dalam membawa kampus tersebut menjadi pusat unggulan untuk berperan dalam ekosistem keilmuan.

Diskusi Kerjasama (ISW)

Agenda: Pertemuan Awal dengan HoD di SoA, Bina Nusantara University

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pertemuan awal dengan Head of Department (HoD) di School of Architecture (SoA), Bina Nusantara University dijadwalkan Sabtu mendatang (24 Januari 2026). Langkah ini, merupakan kesempatan strategis untuk membuka ruang dialog formal dan menjajaki potensi sinergi akademik. 

Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan profil masing-masing institusi serta menyelaraskan visi terkait pengembangan keilmuan di bidang akuntasi dan keuangan. Melalui sesi ini, kedua belah pihak dapat mengidentifikasi peluang kerja sama yang konkret, baik dalam skala nasional maupun internasional. 

Sebagaimana diketahui Binus University, merupakan institusi yang sudah tersenarai dalam QS Rangking. “Sekaligus merupakan sekolah bisnis terbaik di Indonesia dalam rangking QS,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sementara itu, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, saat ini sementara menunggu persetujuan pihak Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI, terkait dengan surat keputusan ijin operasional program studi ekonomi syariah. “Dengan kegiatan ini, akan menjadi kesempatan mengenalkan IAI Rawa Aopa ke calon mitra, Bina Nusantara University,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai research fellow INTI International University (Malaysia).

Agenda ini juga dirancang sebagai forum untuk mendiskusikan peluang untuk menjalin program-program inovatif, seperti kolaborasi riset, pertukaran dosen, hingga pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri global. Dengan melibatkan pimpinan departemen secara langsung, setiap poin kesepakatan diharapkan memiliki landasan manajerial yang kuat untuk ditindaklanjuti menjadi program nyata. 

Diskusi akan mencakup pemanfaatan sumber daya bersama guna meningkatkan kualitas lulusan dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai penutup, pertemuan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka kerja sama (MoU/MoA) yang menguntungkan kedua pihak. 

Output yang diharapkan bukan sekadar seremoni formal, melainkan terciptanya jejaring akademik yang berkelanjutan dalam kerangka mobilitas keilmuan. Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan Bina Nusantara University dan mitra dapat bersama-sama memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan berkelanjutan di sektor keuangan dan akuntansi.