KKA (ISW)

KKN di Bulan Kemerdekaan, IAI Rawa Aopa Siap Tempatkan Mahasiswa di Desa atau Kelurahan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Menyambut bulan kemerdekaan, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menetapkan pelaksanaan program Kuliah Kerja Amaliah (KKA). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) terpadu ini dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Agustus sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan desa dan kelurahan.

Keputusan pelaksanaan serta penjadwalan kegiatan tersebut diambil berdasarkan keputusan jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa. Melalui skema terstruktur ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga hadir memberikan dampak sosial di tengah masyarakat.

Sebagai langkah awal, pimpinan dan tim panitia pelaksana telah menerjunkan tim untuk melakukan survei lapangan ke sejumlah lokasi yang menjadi calon penempatan. Langkah ini diambil untuk memetakan potensi wilayah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat setempat sebelum mahasiswa diterjunkan secara resmi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa tahapan survei ini menjadi langkah awal agar program kerja mahasiswa nantinya relevan dan tepat sasaran.

“Survei lapangan ini merupakan bagian dari pemetaan awal. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran mahasiswa KKA benar-benar menjawab kebutuhan desa, sekaligus menjadi sarana belajar yang kontekstual bagi mereka di tengah dinamika masyarakat,” ujar Ismail.

Usai survei lapangan, rangkaian persiapan dilanjutkan dengan pembekalan melalui pelatihan online. Pelatihan berbasis digital ini dirancang untuk membekali calon peserta KKA dengan pemahaman metodologi pengabdian masyarakat, etika berinteraksi di tengah warga, hingga teknik penyusunan program kerja yang efektif dan berkelanjutan.

Rangkaian alur persiapan tersebut kemudian difinalisasi dalam rapat koordinasi internal. Rapat ini membahas kesiapan teknis, pembagian dosen pembimbing lapangan (DPL), serta skema mitigasi dan pendampingan selama mahasiswa berada di lokasi penempatan.

Program KKA sendiri merupakan manifestasi dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang memadukan prinsip akademik dengan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai Amaliah. Melalui momentum bulan kemerdekaan ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berjiwa sosial dan siap mengabdi untuk kemajuan daerah.

Kendari (ISW)

Persiapan KKA, Dewan Pembina Sampaikan Arahan untuk Tranformasi Budaya Kerja

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Menyambut pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar rapat koordinasi panitia bersama jajaran dosen dan tenaga kependidikan. Pertemuan strategis yang berlangsung di Kampus III (Kampus Penghubung) Kendari pada Kamis (30/7/2026) tersebut berfokus pada penguatan tata kelola lembaga serta percepatan transformasi budaya kerja di lingkungan kampus.

Ketua Dewan Pendiri sekaligus Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., hadir secara langsung memberikan arahan komprehensif. Dalam pandangannya, kesiapan pelaksanaan KKA harus beriringan dengan pembenahan mindset, profesionalisme, serta peningkatan integritas seluruh pengelola perguruan tinggi.

Dalam forum koordinasi tersebut, Al Asri menegaskan bahwa program KKA memegang peranan kunci dalam mengukur kualitas pengabdian institusi kepada masyarakat. Ia mengimbau seluruh panitia dan tenaga pengajar untuk mengawal jalannya kegiatan dengan komitmen penuh.

“KKA bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan etalase utama kualitas tata kelola dan dedikasi akademis kampus kita di tengah masyarakat,” ujar Al Asri di hadapan peserta rapat.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam bekerja demi merespons dinamika pendidikan tinggi modern. Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kesiapan internal dalam beradaptasi dan berinovasi.

“Setiap dosen dan tenaga kependidikan harus berani keluar dari zona nyaman; transformasi budaya kerja yang disiplin, inovatif, dan berintegritas adalah harga mati,” tegasnya.

Al Asri juga berpesan agar seluruh civitas akademika menyadari peran strategis mahasiswa yang diturunkan ke masyarakat. Setiap program kerja di lapangan diharapkan mampu mencerminkan nilai keunggulan institusi secara konsisten.

“Kita tidak hanya melepas mahasiswa ke lapangan, tetapi kita sedang mengutus duta-duta perubahan yang membawa nama baik dan nilai-nilai keunggulan IAI Rawa Aopa,” tambahnya.

Selain memberikan imbauan secara langsung, Al Asri menekankan pentingnya penyelarasan antara perencanaan akademik dan eksekusi administratif. Ia menjelaskan bahwa pelayanan publik serta administrasi kampus yang efektif dan responsif akan menjadi fondasi utama dalam mendukung tercapainya sasaran KKA yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Guna menunjang kelancaran seluruh proses tri dharma perguruan tinggi, pihak yayasan berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ketersediaan fasilitas, sarana penunjang, serta pengembangan sistem tata kelola secara berkelanjutan. Dukungan infrastruktur ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi lintas unit kerja di lingkungan IAI Rawa Aopa.

Di akhir arahannya, Al Asri menginstruksikan seluruh jajaran kepanitiaan untuk menjalankan sistem evaluasi secara berkala pada setiap tahapan kegiatan KKA. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk memastikan bahwa seluruh program pengabdian yang dirancang tetap relevan, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah sasaran. Pertemuan di Kampus III Kendari ini kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis operasional hingga penutupan agenda koordinasi.