IMG-20260310-WA0025

IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Aksi Berbagi Nasi dan Takjil Ramadhan di Wilayah Konawe

Rawaaopakonsel.ac.id,Konawe Selatan – Civitas Akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan Hybrid Konawe menggelar kegiatan berbagi takjil kepada 1masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Senin (9/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut diwujudkan dengan membagikan sebanyak 200 porsi nasi takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi berbagi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial civitas akademika terhadap masyarakat sekitar, sekaligus sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas di bulan yang penuh berkah.

Ipri Yanti selaku Dosen pembimbing civitas akademika IAI Rawa Aopa Konsel menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat,” ujar Ipri Yanti selaku dosen pembimbing.

Selain itu, M. Anang syukur selaku ketua panitia kegiatan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai unsur civitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga dosen, yang secara bersama-sama turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan civitas akademika dalam menebar kebaikan di bulan Ramadhan. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat membawa keberkahan dan menjadi inspirasi untuk terus berbagi kepada sesama,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para penerima takjil mengapresiasi inisiatif civitas akademika yang dinilai turut membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan kampus serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan.

Ipri Yanti selaku dosen pembimbing Hybrid Konawe berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan kali kedua kami melaksanakan kegiatan yang sama, dan semoga bisa berlanjut ke tahun tahun berikutnya” ujar Ipri Yanti Dosen pembimbing IAI Rawa Aopa.

Screenshot_2026_0226_233032

Momentum Ramadhan, IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah Sulawesi Tenggara Pererat Ukhuwah

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus memperkuat jejaring sosial dan keagamaan melalui kolaborasi strategis. Kali ini, IAI Rawa Aopa bersama-sama dengan Pengurus Wilayah Al Washliyah Sulawesi Tenggara dalam agenda Safari Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini selain Ketua Program Studi HTN, Suriansyah, M.H., juga turut hadir hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke. Kehadiran delegasi akademisi ini disambut hangat oleh jamaah dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk pengabdian masyarakat di bulan suci.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan penguatan spiritualitas di tengah masyarakat. Menurutnya, Safari Ramadhan sebagai upaya menyemarakkan Ramadhan. Juga menjadi jembatan untuk mendengar langsung aspirasi warga serta memperkokoh ukhuwah islamiyah.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmen kampus dalam mendukung kegiatan syiar Islam yang berdampingan dengan pengembangan keilmuan. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Prodi HTN di tengah masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa hukum tata negara juga memiliki peran penting dalam mengatur tatanan sosial yang harmonis dan religius. Ia berharap melalui momentum Ramadhan ini, kerjasama dengan Al Washliyah dapat terus berlanjut dalam program-program pemberdayaan umat lainnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan “Kegiatan Safari Ramadhan ini adalah wujud implementasi pengabdian masyarakat yang menjadi pilar penting dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi di IAI Rawa Aopa,” tegasnya di hadapan jamaah yang juga dihadiri Kepala Kelurahan Potoro.

Ia juga menambahkan, “Kami memilih berkolaborasi dengan Al Washliyah karena memiliki visi yang sama dalam merawat tradisi keislaman dan mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan optimisme, “Semoga kehadiran kami di Masjid Al Hidayah ini mampu mempererat tali persaudaraan dan membawa keberkahan bagi kemajuan Konawe Selatan.”

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi ringan antara delegasi kampus, pengurus Al Washliyah, dan pengurus Masjid Al Hidayah mengenai rencana pengembangan dakwah dan pendidikan di wilayah Potoro dan sekitarnya.

Tunas Cendekia (ISW)

Tunas Cendekia: Memupuk Ekosistem Talenta Intelektual Masa Depan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Tunas Cendekia merujuk pada generasi muda yang memiliki potensi (atau peminatan) pada aktivitas intelektual. Mereka adalah bibit unggul yang dapat dilatih untuk menjadi warga masa depan bangsa. Istilah ini dikaitkan dengan program beasiswa atau pengembangan bakat. Fokus utamanya adalah pada pengasahan nalar dan karakter sejak usia dini.

Pendidikan berkesinambungan menjadi nutrisi utama bagi para Tunas Cendekia. Tanpa sistem belajar yang tepat, potensi besar mereka bisa layu sebelum berkembang. Kurikulum yang adaptif sangat diperlukan untuk merespons kecepatan berpikir mereka. Guru berperan sebagai pemandu yang menjaga agar semangat eksplorasi tetap menyala.

Lingkungan sosial juga memegang peranan krusial dalam pertumbuhan ini. Tunas Cendekia membutuhkan ekosistem yang mendukung rasa ingin tahu mereka. Diskusi yang sehat di rumah dan sekolah membantu membentuk pola pikir kritis. Dukungan emosional memastikan mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental.

Pemanfaatan teknologi menjadi katalisator penting bagi perkembangan Tunas Cendekia. Akses terhadap informasi global kini terbuka lebar melalui internet. Mereka dapat mempelajari berbagai disiplin ilmu melampaui batas ruang kelas. Namun, literasi digital tetap diperlukan agar mereka bijak dalam menyaring informasi.

Aspek etika dan moral tidak boleh diabaikan dalam proses ini. Kecerdasan intelektual tanpa integritas dapat berdampak buruk bagi masyarakat. Tunas Cendekia diarahkan untuk memiliki rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Mereka diharapkan menjadi pemecah masalah, bukan sekadar pengumpul gelar akademik.

Pemerintah dan sektor swasta memiliki tanggung jawab bersama dalam penyediaan fasilitas dan memastikan habitat tumbung kembang talenta dapat terjaga. Laboratorium, perpustakaan, dan ruang kreatif adalah investasi jangka panjang yang vital. Beasiswa pendidikan membantu meratakan peluang bagi mereka yang kurang mampu. Kolaborasi berbagai pihak akan menciptakan jalan bagi potensi yang terpendam.

Tantangan di era globalisasi menuntut adaptabilitas dari Tunas Cendekia. Mereka harus mampu bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan identitas nasional. Penguasaan bahasa asing dan keterampilan interpersonal menjadi senjata tambahan yang wajib dimiliki. Kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning) adalah kunci untuk tetap relevan.

Sebagai penutup, Tunas Cendekia adalah aset warga negara. Investasi pada pengembangan mereka akan membuahkan kemajuan peradaban di masa depan. Mari kita jaga agar setiap tunas dapat tumbuh menjadi pohon yang rimbun dan bermanfaat. Masa depan Indonesia ada di tangan mereka yang terus belajar dan berkarya.