ICOBAR (ISW)

Hadir di ICOBAR 2026, IAI Rawa Aopa Sampaikan Apresiasi Kepada BINUS University

Rawaaopakonsel.ac.id, jakarta – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menghadiri perhelatan International Conference on Biospheric Harmony (ICOBAR) 2026 yang diselenggarakan oleh BINUS University (Kamis, 5 Februari 2026) di Kampus Anggrek, Jakarta Barat. Dalam forum berskala internasional tersebut, IAI Rawa Aopa menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan BINUS dalam kolaborasi riset.

Hadir, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah bagi perguruan tinggi di daerah untuk meningkatkan daya sanding di kancah global. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa partisipasi dalam ICOBAR merupakan komitmen lembaga untuk terus belajar dari ekosistem akademik yang telah mapan seperti BINUS University.

“Kami sangat mengapresiasi ruang yang diberikan oleh BINUS University melalui ICOBAR 2026 ini sebagai jembatan bagi akademisi daerah untuk bertukar gagasan di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan. 

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antarperguruan tinggi sangat krusial dalam menghadapi tantangan keberlanjutan global. “Kehadiran kami di sini adalah bentuk nyata dari upaya IAI Rawa Aopa untuk menyelaraskan visi riset lokal dengan standar global yang diusung oleh BINUS,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya keberlanjutan hubungan ini dengan menyatakan bahwa ICOBAR bukan sekadar konferensi, melainkan laboratorium ide yang inklusif. “Selain kepada panitia, kami juga mengapresiasi faculty member Binus yang telah bersedia bekerja bersama sehingga dua artikel kami diterima untuk dipresentasikan dalam konferensi ini,” tutur Ismail Suardi Wekke dalam jamuan makan malam yang berlangsung di tempat yang sama.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan bahwa pihak IAI Rawa Aopa mendapatkan kehormatan sehingga dapat dilibatkan dalam agenda sebesar ini. Ia menyebutkan bahwa pengalaman yang didapatkan selama konferensi akan menjadi bahan referensi dan pengembangan penting bagi pengelolaan riset di internal kampusnya ke depan. 

Selain itu, Ismail mengungkapkan harapannya agar kerja sama antara IAI Rawa Aopa dan BINUS University dapat berlanjut pada program-program penguatan sumber daya manusia yang lebih teknis. “Sampai pada titik ini, kita tetap berterima kasih. Semoga di masa dan kesempatan mendatang, BINUS tetap bersedia membuka ruang kerjasama kepada kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang dalam beberapa kesempatan sebelum menjadi komite saintifik konferensi di BINUS.

Konferensi ICOBAR 2026 sendiri dihadiri oleh ratusan peneliti dari berbagai negara. Kehadiran delegasi dari IAI Rawa Aopa diharapkan mampu memberikan perspektif baru, khususnya terkait kearifan lokal dalam menjaga ekosistem biosfer di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan adanya pernyataan dukungan dari pimpinan IAI Rawa Aopa, diharapkan hubungan kerja sama antara kedua institusi ini semakin solid dan memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan, terkhusus bagi IAI Rawa Aopa.

Rapat Kerja (ISW)

Undangan Rapat Kerja IAI Rawa Aopa 2026, Awal Tahun untuk Konsolidasi Internal

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menggelar Rapat Kerja (Raker) yang difokuskan pada penguatan fondasi organisasi. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika untuk melakukan konsolidasi internal guna memastikan target-target institusi sepanjang tahun dapat tercapai dengan lebih terukur dan sistematis. 

Rapat Kerja dijadwalkan sebagaimana undangan yang sudah disampaikan ke masing-masing unit, da juga civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Senin, 2 Februari 2026. Rencana raker akan dilangsungkan di Kampus Andoolo, Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa rapat kerja kali sebagai pemenuhan administratif, juga menjadi upaya mendalam untuk menyelaraskan visi antar unit kerja. Beliau menyampaikan bahwa konsolidasi di awal tahun sangat krusial agar seluruh gerak langkah institusi berada dalam satu komando yang sama. 

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa efisiensi pengelolaan keuangan akan menjadi prioritas utama guna mendukung program-program akademik yang lebih inovatif ke depannya. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan disiplin serta profesionalisme pegawai sebagai pilar utama dalam transformasi institusi yang sedang berjalan.

Dalam penyampaiannya terkait dengan persiapan rapat, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan langsung terkait urgensi sinergi di lingkungan kampus. “Rapat kerja ini adalah fondasi utama kita untuk menyusun peta jalan yang jelas selama setahun penuh, sehingga akan menyelaraskan semua program kerja,” tegas Ismail. 

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran mengenai tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya. “Kita harus memastikan bahwa setiap aktivitas yang direncanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kualitas pelayanan mahasiswa dan pengembangan riset dosen untuk bermuara pada pemenuhan akerditasi,” imbuhnya. 

Sebagai penutup pernyataannya, ia mengajak seluruh staf untuk mengubah pola pikir kerja menuju digitalisasi. “Tahun 2026 adalah tahun konsolidasi bagi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi universitas, sheingga lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Rapat kerja yang akan berlangsung di aula kampus Andoolo ini ditargetkan untuk melahirkan rumusan kebijakan yang aplikatif dan solutif. Melalui konsolidasi yang matang, IAI Rawa Aopa optimistis dapat meningkatkan daya saingnya di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkokoh eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul di Kabupaten Konawe Selatan dan dunia global. “Kita ikhtiarkan, bukan saja unggul di lokal, tetapi memiliki visibility di dunia globa,” pungkas Ismail.

Diskusi dengan Binus (ISW)

Pertemuan dengan SOA Binus University, Usulkan Persiapan Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa berusaha mempertahankan jejaring akademik di tingkat nasional. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memenuhi undangan diskusi daring dari School of Accounting (SOA) Bina Nusantara University (Sabtu, Januari 2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan draf kerja sama formal antar kedua institusi.

Diskusi tersebut berfokus pada pengembangan kualitas riset dan penguatan kapasitas dosen. Ismail Suardi Wekke menilai kolaborasi dengan Binus University sangat strategis bagi pengembangan institusi di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, sinergi ini akan membuka akses bagi dosen IAI Rawa Aopa untuk mendalami tata kelola akuntansi modern dan publikasi ilmiah berstandar internasional.

Dalam forum tersebut, Ismail menyampaikan antusiasmenya terhadap penyelarasan program akademik. “Pertemuan ini adalah momentum penting bagi kami untuk mengadopsi praktik terbaik dalam manajemen pendidikan tinggi dari Binus University,” ujar Ismail Suardi Wekke di tengah sesi diskusi. Ia berharap draf kolaborasi ini segera rampung untuk diimplementasikan pada semester mendatang.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa kerja sama ini menjadi peluang untuk bersama-sama dalam pelbagai bentuk kolaborasi. “Kami mengusulkan persiapan kolaborasi yang menyentuh aspek fundamental, terutama dalam pengabdian masyarakat berbasis literasi keuangan,” tegasnya. Baginya, IAI Rawa Aopa membutuhkan mitra yang kuat untuk mengakselerasi transformasi digital di lingkungan kampus.

Ismail juga memberikan arahan khusus mengenai target yang ingin dicapai melalui kemitraan ini. “Saya ingin memastikan bahwa setiap dosen di IAI Rawa Aopa mendapatkan manfaat nyata dari jejaring dengan School of Accounting Binus,” kata Ismail Suardi Wekke yang mengikuti diskusi (daring) saat berada di Bombana dalam kegiatan pengabdian masyarakat terintegrasi dengan penelitian dan publikasi. 

Hal ini menjadi komitmen pimpinan untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan. Ismail Suardi Wekke turut menjelaskan bahwa tindak lanjut dari pertemuan ini akan melibatkan penyusunan poin-poin kesepahaman (MoU) yang lebih detail. 

Ia menyatakan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap masukan teknologi dari Binus yang dapat diterapkan pada kurikulum lokal. Pihaknya berencana mengundang tim SOA Binus untuk melakukan pendampingan teknis secara daring maupun luring.

Rencana kolaborasi ini juga mencakup bidang penulisan buku dan artikel jurnal secara bersama. Ismail menyebutkan bahwa potensi riset di Sulawesi Tenggara sangat melimpah namun memerlukan metodologi yang lebih tajam. 

Melalui kemitraan ini, ia meyakini karya-karya akademisi IAI Rawa Aopa akan mempelajari teknis dalam menembus indeksasi global dengan bimbingan dari pakar di Binus University. Pertemuan daring ini berakhir dengan catatan untuk mengadakan pertemuan lagi berikutnya dalam terkait teknis. 

IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus bergerak progresif dalam menjalin aliansi strategis. Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata Ismail Suardi Wekke dalam membawa kampus tersebut menjadi pusat unggulan untuk berperan dalam ekosistem keilmuan.

Pertemuan (ISW)

IAI Rawa Aopa Bergabung Dalam Riset Kolaboratif Indonesia Australia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperluas jangkauan akademiknya ke level internasional. Kampus hijau ini menyatakan bergabung dalam agenda Riset Kolaboratif Indonesia-Australia. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kualitas penelitian dosen dan mahasiswa di kancah global. Pertemuan awal dilaksanakan daring (Jumat, 23 Januari 2026).

Kerja sama ini melibatkan berbagai perguruan tinggi ternama dari kedua negara. Fokus utama riset akan menyasar pada pengembangan sumber daya manusia di wilayah pesisir. IAI Rawa Aopa berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam pengumpulan data dan analisis kebijakan regional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, hadir dan menjadi bagian dalam kelompok penelitian. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan jembatan emas bagi institusi untuk bertransformasi. “Bergabungnya kami dalam riset lintas negara ini adalah wujud nyata dari upaya peningkatan mutu akademik di Konawe Selatan,” ujar Ismail saat ditemui setelah selesai kegiatan Peningkatan Kapasitas Dosen 2026..

Ismail menegaskan bahwa keterlibatan ini akan membuka peluang besar bagi dosen untuk mempublikasikan karya ilmiah mereka di jurnal internasional bereputasi. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan mendukung penuh seluruh biaya yang diperlukan dalam proses penelitian bersama tersebut. 

“Kami tidak hanya ingin hadir sebagai pelengkap, tetapi juga menjadi pemain utama dalam setiap inovasi yang dihasilkan dari kemitraan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa program ini akan menitikberatkan pada kajian sosial dan pendidikan Islam kontemporer yang relevan dengan kebutuhan kedua negara. Ia berharap hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan publik. 

“Target kami adalah menghasilkan rekomendasi penelitian yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas melalui penguatan sektor pendidikan,” tambah Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga mengungkapkan bahwa pihak kampus telah menyiapkan tim khusus untuk mengawal jalannya riset tersebut agar sesuai dengan jadwal. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan universitas di Australia akan memberikan perspektif baru bagi para peneliti lokal dalam melihat isu-isu global. Dukungan infrastruktur digital di lingkungan IAI Rawa Aopa pun terus ditingkatkan demi memfasilitasi komunikasi jarak jauh dengan mitra riset di luar negeri.

Ismail menyampaikan harapannya agar program riset kolaboratif ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu proyek saja. Ia meyakini bahwa jaringan internasional yang terbangun akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara. Melalui kemitraan ini, ia optimistis standar kualitas lulusan kampus akan semakin kompetitif di pasar kerja internasional.

Kegiatan riset ini dijadwalkan akan mulai berjalan pada semester genap 2025/2026 dengan melibatkan pertukaran data secara intensif. Semua pihak berharap kolaborasi ini menjadi awal dari kerja sama lain yang akan dilakukan antara IAI Rawa Aopa dengan institusi global. Penandatanganan nota kesepahaman diharapkan segera dilakukan sebagai landasan hukum bagi kedua belah pihak.

Research Network (ISW)

Pertahankan Jejaring Riset, IAI Rawa Aopa Kembali Dapatkan Dana Hibah Penelitian dari Australia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkokoh eksistensinya di kancah internasional. Kampus ini kembali berhasil mengamankan dana hibah penelitian dari lembaga donor Australia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata terhubungnya jejaring riset yang dibangun oleh sivitas akademika IAI Rawa Aopa.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pengumuman tersebut usai silaturahmi dengan Kementerian Agama RI Kabupaten Konawe Selatan di Andoolo (Kamis, 22 Januari 2026). Ismail menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi dalam menjaga kualitas kemitraan global. 

Ia menyampaikan sekali lagi bahwa kerja sama riset dengan Australia telah berlangsung dalam beberapa siklus program. “Kepercayaan ini tidak datang tiba-tiba, melainkan melalui proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif di tingkat internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Menurut Ismail, dana hibah tersebut akan dialokasikan untuk mendukung proyek riset yang berfokus pada pengembangan masyarakat lokal. Ia juga menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dari dana hibah ini berdampak langsung pada kualitas akademik. 

“Kami memastikan bahwa seluruh pendanaan ini akan dikelola secara transparan dan akuntabel guna menunjang produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas,” tambahnya.

Ismail turut menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk memiliki daya saing yang melampaui batas wilayah. Baginya, hibah riset internasional bukan sekadar soal nilai finansial yang diterima kampus. 

“Ini adalah pengakuan dunia terhadap kapasitas intelektual peneliti kita di Konawe Selatan yang mampu bersaing di level dunia,” tegas Ismail dengan penuh optimisme.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong seluruh dosen untuk aktif mencari peluang kolaborasi di luar negeri. Ia menilai bahwa jejaring riset merupakan instrumen penting bagi institusi untuk meningkatkan akreditasi dan reputasi akademik. Dengan adanya hibah ini, Ismail berharap akan lahir inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan sosial di Sulawesi Tenggara.

Ia pun menambahkan bahwa pihak rektorat akan memberikan pendampingan khusus bagi tim peneliti yang terlibat dalam proyek ini. Pendampingan tersebut meliputi aspek administratif hingga penguatan metodologi riset agar sesuai dengan standar global. Ismail menginginkan agar momentum ini menjadi pemicu bagi program studi lain di IAI Rawa Aopa untuk segera menyusul kesuksesan yang sama.

Keberhasilan meraih dana dari Australia ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam peta pendidikan tinggi di Indonesia Timur. Ismail memaparkan bahwa riset kolaboratif ini juga akan melibatkan pertukaran data dan publikasi bersama pada jurnal bereputasi. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan sitasi karya ilmiah dari para akademisi kampus tersebut.

Manajemen kampus kini tengah mempersiapkan jadwal pelaksanaan riset yang akan segera dimulai dalam waktu dekat. Ismail meyakini bahwa dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan penuh dari yayasan, program ini akan berjalan sukses. Sinergi antara pendanaan internasional dan semangat peneliti lokal diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa menuju kampus yang unggul dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke menyampaikan terima kasih kepada kolega dari pelbagai perguruan tinggi yang turut mendukung kolaborasi ini. “Diantaranya dari Institut Teknologi Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

IMG_20260120_192739

Perkuat Akses Pendidikan, IAI Rawa Aopa dan Pemkab Bombana Teken MoU Bantuan Biaya Kuliah bagi Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Hotel Zam-Zam, Andoolo, pada Selasa (11 November 2025) ini difokuskan pada program pemberian bantuan biaya perkuliahan bagi mahasiswa asal Kabupaten Bombana.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemkab Bombana yang diwakili oleh Staf Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Ibu Darlia, S.Sos. Sementara itu, dari pihak IAI Rawa Aopa hadir Penjabat (Pjs.) Rektor, Asmiatin, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Salma Ratu, M.Pd., serta Kepala Biro Administrasi Umum (BAU), Risman Munanto, M.Fil.I.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Salma Ratu, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemkab Bombana.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana yang telah memberikan perhatian nyata terhadap keberlangsungan pendidikan putra-putri daerahnya di kampus kami. Melalui MoU ini, beban finansial mahasiswa dapat berkurang sehingga mereka bisa lebih fokus dalam mengejar prestasi akademik,” ujar Salma Ratu usai acara.

Ia melanjutkan bahwa sinergi ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul. “Kita bersinergi dalam menyediakan akses pendidikan,” lanjut Salma Ratu.

“Penandatanganan ini sebagai langkah awal dalam seremoni, juga akan menjadi langkah konkret untuk memastikan bahwa tidak ada lagi mahasiswa asal Bombana yang terkendala kuliahnya hanya karena persoalan biaya,” tambahnya.

Salma juga menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa akan terus berupaya menjaga kualitas layanan pendidikan bagi para penerima bantuan tersebut.

“Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk bersama-sama membangun peradaban melalui penguatan akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Salma Ratu, M.Pd. mengungkapkan rasa syukurnya atas terjalinnya kemitraan ini karena dianggap mampu memberikan dampak positif langsung bagi para mahasiswa yang berasal dari Bombana. Ia menilai bantuan biaya perkuliahan ini merupakan solusi atas tantangan ekonomi yang sering kali menjadi hambatan utama dalam menempuh pendidikan tinggi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pihak kampus berkomitmen untuk menyelaraskan program bantuan ini dengan target pengembangan SDM di wilayah tersebut agar lulusan IAI Rawa Aopa nantinya dapat berkontribusi balik bagi pembangunan di Kabupaten Bombana.

Terakhir, Salma menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam penyaluran bantuan biaya pendidikan ini agar tepat sasaran. Ia berharap sinergi antara kampus dan Pemkab Bombana dapat terus diperluas di masa depan, tidak hanya di bidang bantuan finansial, tetapi juga pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri menyampaikan apresiasi juga kepada pemerintah kabupaten Bombana atas dukungan ini.

“Kita senantiasa berterima kasih atas kepedulian pemerintah kabupaten Bombana atas dukungan yang diberikan,” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Menutup pernyataanya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa dalam kaitan akses perguruan tinggi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen untuk memperluas akses bagi masyarakat di pesisir, pedalaman, dan perbatasan (3P).

“Sebagai ikhtiar memajukan pendidikan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa, maka kita apresiasi atas dukungan pemerintah kabupaten Bombana dalam menyediakan bantuan uang kuliah bagi mahasiswa kita,” pungkas Ismail Suardi Wekke

Magang di Jepang (ISW)

Kuliah di IAI Rawa Aopa dan Magang ke Jepang, Kini Dibuka

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan membuka program integrasi perkuliahan yang dikombinasikan dengan kesempatan magang ke Jepang. Program inovatif ini dirancang untuk memberikan pengalaman internasional sekaligus peningkatan keterampilan praktis bagi para mahasiswa di tengah persaingan global yang kian kompetitif. Demikian disampaikan Ismail Suardi Wekke, saat peluncuran pendaftaran mahasiswa baru di kampus Andoolo (Senin, 19 Januari 2026).

Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan penguatan akademik di kampus, tetapi juga memiliki jalur khusus untuk menyelami dunia kerja profesional di luar negeri. “Kita berikan kesempatan untuk mengenali dunia kerja global,” kata Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D.., menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret kampus dalam melakukan akselerasi kualitas lulusan. Ia menjelaskan bahwa pihak universitas telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai mitra strategis guna memastikan mahasiswanya mendapatkan posisi magang yang relevan dengan bidang studi masing-masing. 

Menurutnya, program ini menjadi jawaban atas kebutuhan dunia kerja yang kini menuntut adanya wawasan global dan kedisiplinan tinggi. “Jepang, salah satu negara yang maju dalam produktivitas. Kita punya kesempatan untuk belajar ke sana,” tutur Ismail yang menjadi komite saintifik kegiatan Tohoku University International Interdisciplinary Seminar (TUIIS) selama lima tahun.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa seluruh aspek perencanaan anggaran dan sumber daya manusia telah disiapkan secara matang untuk mendukung keberangkatan para mahasiswa ke Negeri Sakura tersebut. Ia menyebutkan bahwa dukungan institusi tidak hanya berhenti pada pemberangkatan, tetapi juga pada pengawasan selama masa magang berlangsung. 

Pihak kampus berharap agar kolaborasi lintas negara ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan karier mahasiswa di masa depan. “Dengan belajar di IAI Rawa Aopa, maka ada mata kuliah yang dapat ditempuh melalui skema magang,” jelas Ismail yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Dalam kesempatan yang sama di kampus Andoolo, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan terkait visi besar program ini. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa IAI Rawa Aopa memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di level internasional, dan magang ke Jepang ini adalah pintu masuknya,” ujarnya dengan penuh optimisme. 

Selain itu, ia juga menambahkan mengenai teknis pelaksanaan program. “Kurikulum kami telah disesuaikan agar proses magang ini dapat dikonversi menjadi skema pembelajaran yang diakui secara akademik, sehingga mahasiswa tetap bisa lulus tepat waktu,” kata Ismail.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh calon mahasiswa dan orang tua untuk tidak ragu memanfaatkan peluang emas ini. “Pendaftaran telah resmi dibuka, dan kami mengundang putra-putri terbaik untuk bergabung bersama kami guna menjemput masa depan yang lebih cerah melalui pengalaman internasional ini,” pungkasnya. Dengan dibukanya program ini, IAI Rawa Aopa semakin mempertahankan posisinya sebagai institusi pendidikan yang progresif di Sulawesi Tenggara.

KIP Kuliah (ISW)

Mahasiswa KIP Kuliah IAI Rawa Aopa Ditargetkan Menempuh PPL dan KKA di Luar Negeri

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah menyiapkan langkah strategis untuk membawa mahasiswanya bersaing di kancah global. Tidak tanggung-tanggung, pihak kampus menargetkan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebagai prioritas utama dalam program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Amaliyah (KKA) lintas negara.

Program strategis ini dirancang untuk mematahkan stigma bahwa keterbatasan ekonomi merupakan penghalang bagi mahasiswa untuk mencicipi pengalaman akademik internasional. Pihak rektorat memandang bahwa mahasiswa KIP Kuliah memiliki ketahanan dan motivasi belajar yang tinggi, sehingga layak diberikan panggung di luar negeri.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan di sela-sela peluncuran pendaftaran mahasiswa baru di kampus Andoolo (Senin, 19 Januari 2026). Ismail menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari transformasi institusi menuju standar internasional. Dalam pertemuan koordinasi di kampus baru-baru ini, beliau menegaskan komitmen institusi terhadap para penerima beasiswa.

“Kami berkomitmen penuh untuk memfasilitasi mahasiswa KIP Kuliah agar bisa merasakan atmosfer pendidikan internasional melalui program PPL dan KKA di luar negeri tahun ini,” ujar Ismail Suardi Wekke secara tegas.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada teori di dalam kelas, melainkan harus melihat bagaimana ilmu pengetahuan diaplikasikan di berbagai negara dengan budaya kerja yang berbeda. Ismail menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menyusun skema kerja sama dengan berbagai instansi di luar negeri untuk memastikan tempat praktik yang kredibel bagi mahasiswa.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa mentalitas “jago kandang” harus segera ditinggalkan. Ia percaya bahwa interaksi dengan masyarakat global akan membuka pola pikir mahasiswa secara drastis.

“Jangan sampai ada anggapan bahwa penerima beasiswa hanya jago di kandang; mereka memiliki potensi besar yang harus kita asah melalui interaksi global di negara-negara tetangga,” tambahnya.

Namun, keberangkatan ini tentu memerlukan bekal yang matang. Dalam keterangannya, Ismail menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing dan adaptasi budaya bagi para mahasiswa sebelum mereka diberangkatkan ke lokasi PPL internasional. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, pengalaman di luar negeri tidak akan terserap secara maksimal.

Dari sisi manajerial, program ini juga merupakan investasi jangka panjang bagi reputasi IAI Rawa Aopa. Ismail menyebutkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kancah internasional akan menjadi poin plus bagi akreditasi institusi sekaligus meningkatkan nilai tawar lulusan di pasar kerja.

Untuk merealisasikan hal tersebut, perencanaan anggaran menjadi kunci utama. Ismail memastikan bahwa dukungan finansial dan kemitraan akan terus diperkuat.

“Anggaran dan kemitraan sedang kami pertajam agar mobilisasi mahasiswa ke luar negeri ini berjalan efektif dan memberikan dampak akademik yang nyata,” jelas Ismail menutup pernyataannya.

Saat ini, IAI Rawa Aopa telah memiliki kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi dan lembaga mitra di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. Negara-negara ini dipilih karena memiliki kedekatan sosiokultural namun menawarkan sistem manajemen pendidikan dan sosial yang sangat maju.

Selain pembekalan bahasa, para mahasiswa kandidat juga akan mengikuti seleksi internal yang ketat, mencakup aspek akademik, wawasan kebangsaan, dan kesiapan mental. Dengan program ini, IAI Rawa Aopa berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi untuk berkarier di level internasional.

Kontak (ISW)

Kontak dan Narahubung Pendaftaran Mahasiswa Baru

Rawaaopakonsel.ac.id, Lamooso – Untuk pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru 2026/2027, dapat menghubungi kontak berikut sesuai dengan kampus yang dituju:

Kampus I Lamooso:

Sardin, S.Pd.I, M.Pd.

di nomor WhatsApp: kode negara 822 – 9760 – 8960 (ganti kode negara dengan +62 di awal angka delapan).

Kampus II Andoolo:

Suriyansyah, S.Sos.I, M.H.

di nomor WhatsApp: kode negara 821 – 9877 – 7940 (ganti kode negara dengan +62 di awal angka delapan).

Informasi Umum:

Akbar Amina, S.H., S.Pd., M.Pd. (Kepala Biro Administrasi Umum)

di nomor WhatsApp: kode negara 822 – 7151 – 6388 (ganti kode negara dengan +62 di awal angka delapan).

 

IMG-20260115-WA0018

IAI Rawa Aopa Siapkan Desa Binaan Kolaboratif di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mengumumkan persiapan program rintisan Desa Binaan yang berlokasi di Desa Aosole, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari akselerasi visi kampus dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada pemberdayaan lokal dan nilai-nilai keislaman, Rabu ( 14/1/2026).

Program rintisan ini dipandang sebagai jembatan emas yang menghubungkan teori akademis di dalam ruang kuliah dengan realitas dinamika sosial di pedesaan. Melalui inisiatif ini, IAI Rawa Aopa berupaya menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik dari sisi sumber daya manusia, ekonomi, maupun penguatan karakter keagamaan masyarakat.

Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Al Asri, Al Asri, M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa program ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan misi ideologis yayasan.

“Kami memandang bahwa eksistensi IAI Rawa Aopa harus memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat sekitar, terutama di wilayah Konawe Selatan. Desa Aosole memiliki potensi yang besar, dan kami hadir di sini sebagai bentuk tanggung jawab moral yayasan untuk memastikan institusi pendidikan menjadi obor penerang serta motor penggerak perubahan yang positif demi kesejahteraan umat di akar rumput,” tegas Al Asri.

Senada dengan visi tersebut, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa dari sisi manajerial, program Desa Binaan ini dirancang dengan skema kemitraan yang berkelanjutan.

Ia menggarisbawahi bahwa kunci utama pembangunan desa adalah kolaborasi yang sistematis dan tidak bersifat instan.

“Rintisan desa binaan di Desa Aosole ini adalah bagian dari roadmap besar kami dalam memperkuat jejaring kemitraan strategis. Kami tidak hanya datang untuk memberikan bantuan sesaat, tetapi kami berkomitmen untuk menyediakan dukungan administratif, pendampingan manajerial, hingga membuka akses kerja sama yang lebih luas. Tujuannya jelas, yakni memastikan program literasi keuangan syariah dan penguatan kapasitas SDM di desa ini dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” jelas Ismail Suardi Wekke.

Program pembinaan ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari aspek religiusitas hingga kemandirian ekonomi. Di bidang keagamaan, IAI Rawa Aopa menerjunkan tenaga ahli untuk mendampingi Majelis Taklim dan menata tata kelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) agar lebih profesional. Sementara di sektor ekonomi, para akademisi fokus pada edukasi pengelolaan keuangan berbasis syariah bagi pelaku UMKM desa serta fasilitasi pemahaman pentingnya sertifikasi halal sebagai nilai tambah produk lokal.

Selain itu, sektor pendidikan menjadi fokus utama guna memutus rantai ketimpangan akses informasi. IAI Rawa Aopa berkomitmen memberikan bimbingan bagi pemuda desa dalam mengakses berbagai program beasiswa pendidikan tinggi serta membekali mereka dengan keterampilan teknologi informasi agar siap menghadapi tantangan era digital tanpa harus meninggalkan kearifan lokal desa mereka.

Menariknya, program ini juga memperkuat pilar komunikasi dengan menggandeng beberapa media lokal ternama, yakni Kata Andoolo dan Kabar Panrita. Kolaborasi dengan media ini dimaksudkan agar setiap proses pembangunan dan praktik baik yang dihasilkan di Desa Aosole dapat terpublikasi secara luas. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan transparansi sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sulawesi Tenggara untuk mereplikasi model kolaborasi serupa.

Sinergi yang solid antara pihak Yayasan Al Asri, jajaran rektorat IAI Rawa Aopa, Pemerintah Desa Aosole, serta dukungan publikasi dari media massa, diharapkan mampu mentransformasi Desa Aosole menjadi desa yang mandiri, sejahtera, dan religius. Dengan pengawalan ketat dari para akademisi, rintisan ini diproyeksikan akan menjadi model percontohan nasional dalam hal kolaborasi pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan media dalam satu visi pembangunan daerah yang terpadu.